Tuesday, August 11, 2020

Morfologi dan Klasifikasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

 

(Rukmana, 1997)

 

(Suyanto, 2010)

 

Morfologi dan Klasifikasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) 

Menurut Trewavas (1980) dalam Suyanto (2010), klasifikasi lengkap yang kini dianut oleh para ilmuwan adalah yang telah dirumuskan sebagai berikut :

Filum : Chordata         

Subfilum : Vertebrata

Kelas : Osteichtyes

Sub-kelas : Acanthoptherigii

Ordo : Percomorphi                       

Sub-Ordo : Percoidea

Famili : Cichlidae

Genus : Oreochromis

Jenis (spesies) : Oreochromis niloticus

 

Secara morfologi dan tingkah laku, ikan nila (Oreochromis niloticus) hampir sama dengan mujair. Namun, ada perbadaan yang mendasar selain warnanya. Sirip ekor ikan nila (Oreochromis niloticus) ada garis-garis tegak, sedangkan mujair tidak ada sama sekali. Selain itu, tubuh dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) lebih cepat dari pada mujair. Ada beberapa jenis ikan nila (Oreochromis niloticus), di antaranya nila hitam, nila merah, nila gift, nila nirwana, dan nila gesit. Oreochromis dan menghasilkan nila berwarna kelabu kehijauan dengan garis vertikal kehitaman pada sirip ekornya (Saparinto, 2010).

 

Adapun klasifikasi ikan nila menurut Amri dan Khairuman (2007) dalam Lukman et al. (2014), yaitu:

 

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Sub Filum : Vertebrata                            

Kelas : Pisces                       

Sub Kelas : Achanthopterygii

Ordo : Perciformes

Familia : Cichlidae                         

Genus : Oreochromis

Spesies : Oreochromis niloticus

 

Bentuk badan ikan nila (Oreochromis niloticus) pipih ke samping memanjang, sedangkan warna tubuh nila umumnya warna putih kehitaman dan merah sehingga dikenal sebagai “nila hitam” dan “nila merah”. Tubuh nila hitam berwarna kehitaman, makin keperut makin terang. Mempunyai garis vertikal 9-11 buah berwarna hijau kebiruan. Pada sirip ekor terdapat 6-12 garis melintang yang ujungnya berwarna kemerah-merahan, sedangkan punggungnya terdapat garis-garis miring. Nila merah mempunyai warna tubuh merah, termasuk sirip-siripnya, atau merah pada bagian punggung dan putih kemerahan pada bagian perut (Kordi, 2010).

 

Habitat Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Menurut Kour et al.(2014), bahwa Ikan nila adalah spesies ikan tropis yang lebih suka hidup di perairan dangkal. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mematikan ikan nila. Suhu yang baik untuk ikan nila adalah 11-12 ° C dan 42 ° C, masing-masing, sedangkan suhu berkisar disukai 31-36 ° C. Ikan nila (Oreochromis niloticus) akan berkembang di setiap habitat air kecuali untuk sistem sungai deras dan faktor utama yang membatasi distribusi yang salinitas dan konsentrasi. Suatu suhu oksigen terlarut tidak besar faktor pembatas untuk ikan nila, karena mereka dapat mentolerir tingkat serendah 3-4 mg / l.

 

Menurut Jihulya (2014), bahwa habitat dan posisi geografis cenderung terantung pada jenis makanan yang dicerna oleh spesies ikan. Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki jenis makanan yang berbeda di habitat yang berbeda. Sebagian besar ikan nila (Oreochromis niloticus) ditemukan pada kedalaman mulai dari 0- 20 m. Di sisi lain, ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan demersal mencari makan di daerah pelagis. Sementara, ikan ikan nila (Oreochromis niloticus) kecil banyak ditemukan dilahan basah, terbuka dan daerah perairan dalam.

 

Kebiasaan Makan Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Menurut Gominho-Rosa et al. (2015), ikan nila    (Oreochromis niloticus) merupakan ikan omnivora. Ikan nila  (Oreochromis niloticus) memiliki lambung yang rendah, usus yang panjang  dengan koefisien usus rata-rata 6,14 dan penyebaran enzim yang luas. Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki pyloric caeca. Dengan mempertimbangkan perbedaan-perbedaan morphophysiological, ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki kemampuan yang berbeda untuk mencerna bahan pakan yang kaya akan pati. Pemanfaatan pati oleh ikan tergantung pada beberapa faktor seperti kebiasaan makan, tingkan inklusi makanan dan asupan makanan  seperti sumber pati dan jenis.

 

Menurut Afebrata et al. (2014), ikan nila memiliki sifat omnivora yang cenderung herbivora. Ikan nila lebih mudah beradaptasi dengan jenis pakan yang dicampur dengan sumber bahan nabati seperti: bungkil kedelai, tepung jagung, tepung biji kapuk, dan onggok singkong.Peningkatan produksi ikan nila membutuhan pakan yang semakin meningkat. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan budidaya ikan nila yaitu ketersediaan pakan yang terbatas, baik jumlah maupun kualitasnya. Kebutuhan nutrisi nila terpenuhi dengan bahan baku pakan seperti tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, dan bahan lainnya.


Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015


Daftar Pustaka

Afebrata, D. R., L. Santoso dan Suparmono. 2014.  Substitusi tepung onggok singkong sebagai bahan baku pakan pada budidaya nila (Oreochromis niloticus). e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan.2 (2): 233-240.

Gominho-Rosa, M., A. P. O. Rodrigues, B. Mattioni, A. De Francisco, G. Moraes and D. M. Fracalossi. 2015. Comparison between the omnivorous jundiá catfish (Rhamdia quelen) and Nile tilapia (Oreochromis niloticus) on the utilization of dietary starch sources: Digestibility, enzyme activity and starch microstructure. Aquaculture. 435 : 92-99.

Jihulya, N.J. 2014. Diet and feeding ecology of Nile Tilapia, Oreochromis niloticus and Nile perch, Lates niloticus in protected and unprotected areas of Lake Victoria, Tanzania. International Journal Of Scientific & Technology Research. 3(11):280-286.

Kordi, G. M. H. 2010. Budi Daya Ikan Nila di Kolam Terpal. Lily Publisher. Yogyakarta. 112 hlm.

Kour, R., S. Bhatia and K.K. Sharma.2014. Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) as a successful biological invader in Jammu (J&K) and its impacts on native ecosystem. International Journal of Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies (IJIMS).1(10):1-5.

Lukman., Mulyana dan F.S.Mumpuni.2014. Efektivitas pemberian akar tuba (Derris elliptica) terhadap lama waktu kematian ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Pertanian.5(1):22-31.

Rukmana, R. 1997. Ikan Nila Budi Daya dan Prospek Agribisnis. Kanisius. Yogyakarta. 91 hlm.

Saparinto, C. 2010. Usaha Ikan Konsumsi di Lahan 100 m². Penebar Swadaya. Jakarta. 172 hlm.

Suyanto, S. R. 2010. Pembenihan dan Pembesaran Nila. Penebar Swadaya. Jakarta. 121 hlm.

No comments:

Post a Comment