Sunday, May 17, 2020

Ikan Kapar (Belontia Hasselti); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Kapar, Selinca, Atau Selincah Belontia hasselti atau dikenal sebagai "ikan selinca" adalah ikan kecil yang biasa ditemukan di Indonesia saluran irigasi di perkebunan pohon palem dan juga hadir di daerah banjir di sekitar banyak sungai di Riau. Ikan ini memiliki nilai ekonomis karena merupakan ikan akuarium umum dan juga digunakan untuk dikonsumsi oleh masyarakat lokal (Haryono, 2007). Meskipun B. hasselti dapat dengan mudah ditemukan di Riau, informasi biologisnya adalah langka. Informasi biologis yang tersedia terbatas pada karakteristik morfologis dan meristik ikan ini (Kampai 2012) dan analisis isi usus (Azwar, 2012). Maksimal ukuran B. hasselti ditangkap di Danau Bakuok, Kampar, Riau adalah 20 cm (TL) dan 48 gram (BW). B. hasselti adalah ikan omnivora yang memberi makan terutama pada Chlorophyceae dan Crustacean (Azwar, 2012). Untuk memahami aspek biologi reproduksi B. hasselti, sebuah studi berjudul Aspek Biologis Reproduksi Belontia hasselti di saluran irigasi sawit penanaman pohon di Desa Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah dilakukan dilakukan.

KLASIFIKASI IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Cuvier dan Valenciennes (1831), klasifikasi ikan kapar  adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia                       
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Family: Osphronemidae
Genus : Belontia
Species : Belontia hasselti

HABITAT IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Cuvier dan Valenciennes (1846), kondisi lingkungan yang cocok untuk ikan kapar adalah 22-28oC dan pH sekitar 6,5-8,0. Menurut Effendi (1997), ikan kapar tinggal pada perairan air tawar. Ikan kapar hanya ditemukan di perairan air tawar Asia Tenggara. Ikan kapar tinggal di daerah tropis yang dangkal dan berarus  tenang. Biasanya terdapat banyak tanaman air di sekitar perairannya. Habitat ikan kapar (Belontia hasselti) adalah kesehatan hutan pantai di rantau abang, Terengganu Negara, Semenanjung Malaysia yang terdiri dari saluran air kecil yang mengalir perlahan melalui tegakan vegetasi sebagia besar terdiri dari spesies Melaleuca (Webber,1992)

FISIOLOGI IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Ikan kapar adalah salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan. Ikan kapar merupakan spesies yang mampu beradaptasi terhadap kondisi perairan yang marginal, seperti derajat keasaman perairan yang relatif rendah dan adanya dominasi ikan-ikan yang sering menimbulkan masalah di perairan umum (Mashudi,2001). Menurut Evy (2001), ikan ini juga merupakan salah satu ikan ekonomis penting yang ada diperairan tawar. Ikan kapar merupakan ikan sungai atau rawa  yang cocok dipelihara dikolam yang sirkulasi airnya kurang lancar,atau miskin oksigen.

MORFOLOGI IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Webber (1916), ikan golsom bertubuh relatif pipih sedikit melebar, panjang total (termasuk ekor) hingga 19,5 cm; sekira 2,5–3,5 × tinggi tubuhnya. Moncongnya meruncing seperti sepat, namun juntai ‘cambuk’ sirip perutnya tidak seberapa panjang. Menurut Kottelat et al., (1979), ikan golsom memiliki sirip dorsal (punggung) terdiri dari XVI – XX jari-jari (duri) keras dan 10–13 jari-jari lunak; sirip analnya XV – XVII dan 11–13. Badan berwarna kecoklatan, dengan pinggiran hitam pada tiap-tiap sisiknya. Ekor dengan pola jala berwarna hitam. Ikan remaja dengan bercak hitam pada pangkal sirip punggung bagian belakang.

Ikan kapar memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal. Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Di kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, pola berupa garis tipis yang berawal dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya. Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang menyusun gurat sisi tersebut. Mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti faring, premaksila, dentary, dan langit-langit mulut (Cuvier,1846).

CIRI-CIRI IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Suwignyo (2005), ikan ini memiliki kebiasaan tidur yang aneh yaitu diam tak bergerak pada dasar air tempat ia berada, bahkan kadang dalam posisi berbaring sehingga terlihat seperti mati.

REPRODUKSI IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Mashudi (2011), ikan kapar termasuk ikan yang mudah berkembang biak. Di alam liar, dalam waktu kurang dari 15 bulan, populasi minimum mereka sudah bisa bertambah hingga dua kali lipat populasi awalnya. Reproduksi ikan kapar sendiri terjadi ketika periode musim kawinnya sudah tiba. Di Thailand misalnya, musim kawin ikan kapar terjadi antara bulan Mei hingga Oktober.Perkawinan antara kedua ikan kapar yang berbeda jenis kelamin terjadi di bawah tanaman air yang mengapung. Ikan kapar betina selanjutnya akan melepaskan telur-telurnya yang kemudian akan mengapung di antara tanaman air. Sehari setelah pertama kali dilepaskan ke air, telur-telur tersebut akan menetas dan setelah sekitar dua hari, anak-anak ikan kapar sudah bisa berenang bebas.

Menurut Cuvier (1829), ikan kapar berkembang biak sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim.  Kematangan kelamin biasanya dicapai saat ikan kapar berumur 2-3 tahun. Sebelum induk betina bertelur, induk jantan akan membuat sarang untuk meletakkan telur. Sarang telur dibuat dari ijuk, serpihan bambu, atau tanaman kering yang ada di dalam kolam. Sarang berdiameter 30 – 40 cm ini diletakkan di tempat yang tersembunyi. Setelah induk betina meletakkan telur ke sarang, induk jantan akan membuahi telur tersebut. Induk jantan juga akan menjaga telur hingga menetas. Biasanya telur akan menetas setelah berumur lima hari. Usai perkawinan, menjaga keturunan menjadi kewajiban induk betina. Telur yang menetas menghasilkan larva yang akan terus tumbuh membesar.

PERAN IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI) DI PERAIRAN
Ikan ini sangat agresif bila ditempatkan dalam ruang gerak yang terbatas atau sempit misal seperti dalam aquarium dengan komunitas cukup banyak. Ikan ini diketahui tidak suka berteman kecuali saat remaja (Cuvier,1829).

TINGKAH LAKU IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Menurut Ridwan (2004), ikan ini sering ditemukan diperairan tenang yang banyak vegetasinya kebiasaan ikan ini  mencium ikan lain, tumbuhan/bebatuan, dan kaca akuarium. Sebenarnya ikan kapar tidak benar-benar mencium. Saat sedang mencium benda-benda padat semisal batu, ikan ini sebenarnya sedang menggerogoti makanan yang menempel pada permukaan benda padat tersebut.

MANFAAT IKAN KAPAR (BELONTIA HASSELTI)
Ikan selincah (Belontia hasselti) adalah sejenis ikan dari suku guramiguramian (Osphronemidae). Ikan ini juga dikenal dengan nama lain seperti Kakapar, Klopar dan Selincah (Bahasa Melayu Sumatera dan Kalimantan, Kumbang (Kalbar). Ikan ini terutama banyak hidup di perairan gambut. Ikan ini bernilai ekonomis, harga ikan kelincah berkisar Rp 40.000 – Rp 60.000 per kilogram. Selain untuk konsumsi, ikan ini juga diperdagangkan sebagai ikan hias di beberapa daerah sehingga sangat potensial untuk dikembangkan Upaya pengembangan budidaya ikan selincah diperlukan untuk pemanfataan sumberdaya perikanan yang berkesinambungan, oleh karena itu proses domestikasi perlu dilakukan sebagai langkah awal proses pembudidayaannya. Proses domestikasi memerlukan studi awal terkait dengan bio-ekologi ikan tersebut, sehingga nantinya kebutuhan nutri pakan yang diberikan, ekologi media budidaya yang dilakukan dan proses pemijahan dapat berhasil dengan baik, sehingga dengan demikian penangkapan ikan selincah dari alam dapat terkendali karena adanya kegiatan budidaya. Penelitian terkait domestikasi telah dilakukan oleh Augusta (2016) tentang upaya domestikasi ikan tambakan (Helostoma temminckii) yang tertangkap dari sungai Sebangau, hasil penelitian menunjukkan bahwa domestikasi ikan tambakan tergolong dalam domestikasi tidak sempurna, karena baru beberapa daur hidup ikan yang dapat berlangsung dalam sistem budidaya.

PENULIS
Shierly Raghvira R
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Azis D.A. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Sepat Siam Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
Belontia hasselti Cuvier & Valenciennes, 1831, AquaWorld
CUVIER, G. AND A. VALENCIENNES. 1846. Histoire Naturelle des Poissons t. XVIII: 27. Paris : Chez F.G. Levrault.
Cuvier. 1829. Histoire Naturelle des Poissons.
Evy, Ratna. 2001. Usaha Perikanan di Indonesia. Mutiara Sumber Widya. Jakarta.
https://www.seriouslyfish.com/species/belontia-hasselti/
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta.
KOTTELAT, M., A.J. WHITTEN, S.N. KARTIKASARI, S. WIRJOATMODJO. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta. hal 75
Mashudi, Ediwarman dan Maskur. 2001. Pemijahan ikan tambakan (Helostoma temmincki). Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Jambi
Putra, R. M., Windarti Dan E. F. Simanjutak. 2012. Reproductive Biology Of Belontia Hasselti From The Tambang Village, Kampar Regency, Riau.Proceedings Of The International Seminar (Industrialization Of Fisheries And Marine Resources, Faperika-Unri 2012). 5 Halaman.
Ridwan. 2004. Biologi Reproduksi Ikan. Penerbit Pusat Penelitian Kawasan Pantai dan Perairan Universitas Riau.Pekanbaru.

No comments:

Post a Comment