Thursday, April 23, 2020

Ikan Neon Tetra (Paracheirodon Innesi); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Neon Tetra Paracheirodon innesi (famili Characidae) merupakan spesies ikan hias dengan potensi ekonomi tinggi dan mengalami peningkatan nilai ekspor relatif pesat pada beberapa tahun terakhir (Budiardi et al., 2007). Ikan ini berasal dari Rio Putumayo, Peru Timur (Alderton, 2005) dan menjadi salah satu ikan peliharaan paling dikenal di kalangan penghobi ikan hias (Saxby et al., 2010).

Permintaan ikan neon tetra di Amerika Serikat sebagai salah satu pangsa pasar ikan hias terbesar, mencapai 22,7 juta ekor pada tahun 1992 dan diproyeksikan akan terus meningkat (Saputro et al., 2007). Tingkat permintaan yang tinggi menyebabkan harga ikan neon tetra di pasar internasional dapat mencapai US$ 1 atau setara dengan Rp 9.000 untuk setiap ekornya. Meskipun demikian, budidaya ikan neon tetra masih terhambat oleh keterbatasan teknologi untuk menghasilkan benih secara massal, seragam, dan kontinu. Hal tersebut disebabkan fekunditas yang relatif rendah sekitar 180 telur/ induk, belum bisa dipijahkan secara buatan, dan memiliki persyaratan kondisi lingkungan pemijahan yang relatif sulit dipenuhi.

Ikan neon tetra Paracheirodon innesi merupakan salah satu ikan hias paling populer di dunia. Produktivitas ikan ini rendah karena memiliki fekunditas yang relatif sedikit dan kondisi pemijahan yang sulit dipenuhi. Transplantasi sel testikular ikan neon tetra kepada ikan mas sebagai induk semang merupakan terobosan potensial untuk produksi benih secara massal. Pada penelitian ini, transplantasi sel testikular dikembangkan melalui optimasi ukuran donor yang memiliki proporsi spermatogonia dan kolonisasi sel testikular tertinggi. Ikan neon tetra dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan panjang total badan (PT), yaitu small (PT23,00 mm). Selanjutnya, ditentukan karakteristik histomorfologi dari sel testikular ikan neon tetra yang meliputi diameter dan volume sel. Indeks kematangan gonad (IKG) dan proporsi spermatogonia dari setiap kelompok juga diukur untuk menentukan kelompok dengan proporsi spermatogonia tertinggi. Sel testikular ikan neon tetra dari setiap kelompok ukuran yang mengandung sel spermatogonia selanjutnya diinjeksikan kepada larva ikan mas untuk mengevaluasi tingkat kolonisasinya. Hasil dari analisis karakteristik histomorfologi sel testikular menunjukkan bahwa rerata diameter dan rerata volume sel spermatogonia berturut–turut adalah 6,75±1,30 µm dan 1.420,50±768,20 µm3 . Kelompok ikan ukuran medium memperlihatkan proporsi spermatogonia (20,95±1,29%) dan sekaligus tingkat kolonisasi sel testikular (85,00±7,07%) tertinggi. Dapat disimpulkan bahwa sebagai donor untuk transplantasi sel testikular, kelompok ikan neon tetra ukuran medium lebih baik dibandingkan dengan ukuran large dan small.

KLASIFIKASI IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Klasifikasi ikan Neon Tetra menurut (Pinus Lingga dan Heru Susanto 1989)sebagai berikut:
Ordo
: Ostariophysoidei
Sub ordo
: Characioidea
Famili
: Characidae
Sub Famili
: Cheirodontinae
Genus
: Hyphessobrycon
Spesies
: (Paracheirodon inessi)

HABITAT IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Alderton (2005), pakan ikan neon jenis ini tergolong mudah, hanya cacing beku dan pelet kecil. Pakan buatan yang bisa ditambahkan misalnya daphnia, artemia, tubifex, atau micropellet. Temperatur wadah yang paling cocok bagi ikan ini adalah sekitar 25-27 C dengan kadar keasaman (pH) 5,5 hingga 7,5. Di penangkaran, ikan ini telah dilatih untuk bisa hidup di dalam kondisi air yang bermacam-macam, sedangkan di habitat aslinya, mereka lebih suka tinggal di air yang lembut dengan suhu 25 C atau 77 F. Jika di habitat asli mereka mampu hidup sampai sepuluh tahun, di akuarium, hanya bertahan lima tahun.

Pemeliharaan ikan neon tetra tidak memerlukan akuarium besar karena ukuran ikan ini mini. Tapi, akuarium minimal berukuran panjang 60 cm dan pH air 6-7,8 serta KH-nya 1-2. Pemeliharaan ikan dalam wadah bisa ditambahi dengan tanaman hidup sehingga mirip dengan habitat aslinya di Amazon, lengkap dengan moss menempel pada dindingnya.

FISIOLOGI IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Budiardi (2007), neon tetra memiliki cahaya biru di atas perut perak-putih. Ikan ini ditandai dengan garis warna-warni biru horisontal di sepanjang setiap sisi ikan dari hidung hingga pangkal sirip adiposa, dan garis merah warna-warni yang dimulai di tengah tubuh dan meluas posterior ke dasar sirip ekor . Kebanyakan, jika tidak semua, akan mengembangkan kemilau hijau zaitun melapisi punggung mereka. (termasuk sirip) kecuali untuk tanda-tanda ini. Selama malam, biru dan merah menjadi perak sebagai ikan bersandar-it kembali aktif setelah menjadi aktif di pagi hari. Tumbuh menjadi sekitar 3 cm panjang keseluruhan. Dimorfisme seksual adalah sedikit, dengan perempuan yang memiliki perut yang sedikit lebih besar, dan garis warna-warni membungkuk daripada garis lurus pria. Mereka baru-baru ini menjadi tersedia dalam berbagai sirip panjang.

Pejantan adalah ramping, dan garis biru tegak. Perempuan adalah bulat, menghasilkan garis biru membungkuk. Beberapa aquarists mengatakan betina terlihat gemuk bila dilihat dari atas. Namun, kelurusan garis dan kebayakan perempuan mungkin kadang-kadang disebabkan oleh telur yang dikandungnya. Sebuah tetra neon dapat terlihat sedikit gemuk di perut karena memiliki overeaten.

MORFOLOGI IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Saryani (2001), bentuk badannya pipih ke samping, sangat tipis. Punggung berwarna kuning kecoklatan dengan perut putih kekuningan. Garis neon berwarna biru hijau mewarnai sisi badannya, mulai dari depan mata, memanjang hingga samping sirip adipose. Di bawah warna neon ini terdapat warna merah mencolok, dimulai dari sebelah tengah berbatasan dengan sirip punggung hingga kesebelah belakang. Batang ekor dan sirip ekor bagian tengah juga ternoda oleh warna merah darah ini.

Sirip-sirip berwarna bening, transparan, kecuali sirip ekor yang mendapat warna merah dari badannya. Sebelah depan sirip anal dan sirip punggung berwarna putih susu. Pupil mata berwarna biru hijau pelangi dengan sebelah alas bintik-bintik kekilauan.

Ikan betina akan selalu mempunyai postur lebih gemuk dibandingkan ikan jantan, disertai bentuk perut yang membulat. Sedangkan ikan jantan mempunyai bentuk tubuh yang langsing dengan perut pipih.

CIRI-CIRI IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Saputro (2007), ikan neon tetra sangat mudah untuk dipelihara di akuarium dengan air yang memiliki pH sekitar 5,0 - 7,0 dengan suhu menyerupai suhu di alamnya yaitu antara 20 - 26 derajat celcius. Karena ukurannya yang kecil sebaiknya apabila memelihara neon tetra di dalam akuarium tidak dipelihara bersama ikan yang berukuran besar atau ikan yang agresif. Neon tetra bersifat omnivora pemakan segalanya baik dari bahan hewani maupun nabati diantaranya seperti makanan berupa flake food, udang-udang kecil, daphnia, bloodworms atau cacng darah beku dan kering, cacing tubifek serta dapat diberi makan pellet berukuran kecil. Ikan neon tetra jantan dan betina dapat dibedakan dengan jelas melalui ciri-ciri dari bentuk dan warna pada tubuhnya. Pada ikan jantan garis berwarna biru pada tubuhnya berbentuk lurus horizontal serta betuk tubuhnya lebih ramping, sedangkan pada ikan betina garis birunya agak melengkung serta bentuk tubuh lebih pendek, perutnya cenderung lebih besar dari jantan.

Perkembangbiakan ikan neon tetra dilakukan secara alami yaitu betina mengeluarkan telur dan diikuti jantan yang mengeluarkan sperma dan pembuahan telurpun terjadi di luar tubuh betina. Pemijahan Neon tetra berlangsung dengan suasana gelap yang umumnya kan terjadi pada malam hari.

REPRODUKSI IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Saryani (2001), untuk berkembang biak tetras neon, menempatkan sepasang spesies dalam penangkaran pembibitan tanpa cahaya apapun, dan secara bertahap meningkatkan pencahayaan sampai pemijahan terjadi. Induser lainnya termasuk larva nyamuk dan kekerasan kurang dari 4 Bina Marga. Beberapa juga menyarankan membiarkan tingkat nitrat meningkat, kemudian melakukan setidaknya perubahan air 50% untuk mensimulasikan hujan segar tetras dapatkan di habitat alami mereka di Amazon. Semuanya ditempatkan di akuarium disterilkan, seperti bagian atas akuarium.

Karena ikan dewasa, dan ikan lain jika tangki peternakan tidak digunakan, akan sering makan yang baru menetas, itu adalah umum untuk menghilangkan telur segera setelah mereka telah diletakkan. Telur sangat sensitif terhadap cahaya, dan menetas dalam waktu 24 jam penumpangan. bisa diberi makan infusoria, terutama rotifera dan kuning telur selama satu sampai empat minggu, diikuti oleh nauplii udang laut, mencapai warna dewasa mereka di sekitar satu bulan usia.ikan dewasa dapat bertelur setiap dua minggu.

PERAN IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI) DI PERAIRAN
Menurut Saryani (2001), neon tetra dan red nose merupakan ikan pilihan teman saya, neon tetra terlihat unik karena memiliki garis biru menyala pada tubuhnya sedangkan red nose memiliki warna merah di atas mulutnya . Saya setuju untuk membelinya karena orbit berenang ikan ini berbeda dengan orbit berenang ikan pink zebra dan guppy. Sebagai bahan pengetahuan, orbit berenang ikan neon tetra dan red nose biasanya berada di bagian bawah mendekati dasar akuarium dan kedua ikan ini adalah ikan tipe perenang lambat. Untuk ikan pink zebra dan guppi merupakan ikan tipe perenang cepat,dengan orbit berenang mendekati batas atas air. Dengan demikian kedua kelompok ikan ini tidak.

TINGKAH LAKU IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Menurut Saputro (2007), tetras neon dianggap mudah untuk tetap dalam akuarium komunitas minimal 60 cm panjang, Dengan pH 6,0-7,8 dan KH dari 1,0-2,0. Namun, mereka akan mati jika trauma dengan perubahan dramatis untuk lingkungan mereka. Mereka cenderung pemalu dan, karena ukurannya yang kecil, tidak harus disimpan dengan ikan besar atau agresif yang dapat menggertak atau hanya makan mereka. Ikan yang aduk di akuarium adalah guppies, jenis lain dari tetras, seperti remi-hidung tetra, cardinal tetra, dan glowlight tetra, dan ikan kelompok lainnya yang hidup dengan baik dalam kondisi air tetra yang ideal.

Tingkat menengah pengumpan, mereka terbaik disimpan di sekolah-sekolah dari enam atau lebih, untuk efek shoaling ketika mereka bergerak di sekitar tangki. Mereka Shoal alami di alam liar dan dengan demikian berwarna lebih terang dan lebih aktif ketika disimpan sebagai kawanan sebagai lawan tunggal. Warna dan stripe warna-warni ikan ini bisa menjadi redup di malam hari, dan dapat dilakukan tanpa terlihat setelah masa kegelapan. Warnanya juga dapat memudar selama periode stres, seperti intervensi manusia ke dalam tangki. Neons yang terbaik disimpan dalam tangki padat ditanam dengan cahaya tenang dan suhu ideal 21-27 ° C (70-81 ° F) menyerupai Amazon lingkungan asli mereka.

Jika wadah mengalami gangguan atau berubah drasits, ikan ini bisa mengalami stress bahkan bisa mati. Ukurannya yang mini membuat ikan ini sangat pemalu sehingga jika akan dipelihara di dalam akuarium, usahakan tidak dicamput dengan ikan dengan ukurang lebih besar, atau yang bersifat agresif. Ikan-ikan seperti ini bisa membuat neon tetra merasa terancam dan kalah ketika berebut pakan. Spesies ikan lain yang cocok dicampur dalam satu akuarium misalnya ikan guppy.

MANFAAT IKAN NEON TETRA (PARACHEIRODON INNESI)
Bisnis budidaya ikan hias memiliki prospek yang sangat bagus, dan lebih diminati masyarakat karena memiliki daya tarik tersendiri untuk para pecinta ikan hias, jenis dan corak ikannya bermacam-macam, bisa digunakan sebagai bisnis sampingan, selain itu juga pasar yang menjanjikan baik domestik maupun ekspor.

Salah satu jenis ikan hias air tawar yang paling menarik dan menjadi favorit bagi masyarakat Indonesia maupun dari mancanegara adalah ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi). Ikan Neon Tetra merupakan ikan asli Amerika Latin yang berasal dari sungai Amazon. Keunikan ikan ini terletak pada sisiknya yang eksotis, setiap ikan ini bergerak secara bergerombol, sisiknya akan mengeluarkan kilatan berwarna neon biru-merah yang memanjang dari pertengahan tubuh hingga pangkal ekor, sehingga ikan terlihat cantik dan cemerlang bahkan dalam keadaan gelap. Selain itu ikan Neon Tetra memiliki sifat pendamai sehingga dapat dicampurkan dengan ikan jenis lain dalam satu akuarium. Permintaan akan ikan hias Neon Tetra dari tahun ke tahun tidak pernah surut, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. (Avianty., et al. 2017).

PENULIS
Nindi Safitriani
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Alderton D. 2005. Encyclopedia of Aquarium and Pond Fish. New York, USA: DK Publication Inc.
Arhayu, M. I. 2013. Fertilisasi. Jakarta
Avianty, E., A. Nurhayati., dan A. A. H. Suryana. 2017. Analisis Pemasaran Ikan Neon Tetra (Paracheirodon Innesi) Studi Kasus Di Kelompok Pembudidaya Ikan Curug Jaya Ii (Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Jawa Barat). Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vol 8 No 1 Hal 179-185
Budiardi T, Gemawaty N, Wahjuningrum D. 2007. Produksi ikan neon tetra Paracheirodon innesi ukuran L pada padat tebar 20, 40, dan 60 ekor/liter dalam sistem resirkulasi. Jurnal Akuakultur Indonesia 6: 211–215.
Dardiani dan I. R. Sary. 2010. Manajemen Pemeliharaan Induk. Diktat. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.
Gusrina. 2008. Budidaya ikan. Departemen pendidikan nasional:Jakarta. 355 hal.
Lingga Pinus dan Heru Susanto, 1989, Ikan Hias Air Tawar, Penebar Swadaya Jakarta.
Saanin. H., 1995., Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan., Bina Cipta., Bandung.
Saputro A, Farmayanti N, Diatin I. 2007. Analisis strategi bisnis ikan hias air tawar (kasus di PT NAE Jakarta). Buletin Ekonomi Perikanan 7: 50–63.
Saryani Darti Lesmana dan Iwan Darmawan, 2001, Budidaya ikan Hias Air Tawar Populer, Penebar Swadaya Jakarta
Saxby A, Adams L, Snellgrove D, Wilson RW, Sloman KA. 2010. The effect of group size on the behaviour and welfare of four fish species commonly kept in home aquaria. Applied Animal Behaviour Science 125: 195–205.
Wemeyer. 1996. Physiology of fishin intensive Culture system. Chapman and hill

No comments:

Post a Comment