Saturday, February 8, 2020

Ikan Salmon; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Salmon merupakan ikan yang lahir di sungai tetapi besar dan hidup di laut. Ketika dewasa, mereka berenang ke hilir sungai untuk bertelur dan kemudian mati. Ikan Salmon harus berjuang berenang dari laut ke hilir sungai melawan arus sungai sejauh ribuan mil. Selama menempuh perjalanan ikan Salmon kehilangan sepertiga dari berat tubuhnya karena begitu beratnya perjalanan yang harus ditempuh. Selain untuk bereproduksi, ikan Salmon juga berjasa membawa kekayaan mineral lautan ke daratan sebab tubuh mereka mengandung kandungan mineral yang tinggi. Ikan Salmon juga menjadi sumber makanan bagi banyak makhluk hidup di darat sehingga terjadi keseimbangan alam (Bell et al, 1997).

KLASIFIKASI IKAN SALMON
Berikut adalah klasifikasi dari ikan salmon menurut  (Bell et al, 1997):
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Salmoniformes
Family
: Salmonidae
Genus
: Oncorhynchus
Spesies
: Oncorhynchusn nerka

MORFOLOGI IKAN SALMON
Pada umunya, salmon termasuk spesies dari anadromous, merupakan spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak. Salmon berasal dari jenis air tawar kemudian bermigrasi ke lautan dan kembali lagi ke air tawar untuk bereproduksi. Konon dipercaya bahwa ikan salmon selalu kembali ke tempat yang sama di mana ikan salmon dilahirkan untuk berkembang biak. Penelitian menunjukkan demikian, namun alasan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana salmon dapat menyimpan memori tersebut masih menjadi misteri (Donald et al, 1977).

REPRODUKSI IKAN SALMON
Ikan salmon, melakukan reproduksi secara eksternal.Pembuahan secara eksternalberarti pembuahan yang terjadi di luar tubuh makhluk hidup tersebut. Jadi ikansalmon ketika ingin bereproduksi ia akan kembali ke air tawar dan melakukanpembuahan ketika mendapatkan tempat ia rasa aman untuk bertelur. Ketika salmonbetina mengeluarkan sel telurnya, salmon jantan akan dating untuk membuahi seltelur yang telah dikeluarkan oleh salmon betina (Donald et al, 1977).

CIRI-CIRI IKAN SALMON
Ciri-ciri ikan salmon menurut (John et al, 1988) yaitu :
ü Panjang total tubuh jantan 84 cm, sedangkan panjang total tubuh betinaumumnya sekitar 71 cm.2.
ü Berat maksimal sekitar 7.710 gr. Usia maksimal sekitar 8tahun. Ikan initermasuk ikan pelagis, hidup secara anadromus.3.
ü Habitat di air tawar, muara, dan air laut, dengan kedalaman antara 0-250meter
ü Temperatur optimal yang bai untuk ikan salmon adalah 250
ü Sirip punggunglunak berjumlah 11-16 buah. Sirip anus lunak berjumlah13-18, sedangkan jumlah tulang punggung sekitar 56-67 buah

HABITAT IKAN SALMON
Secara umum, salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yangbermigrasi untuk berkembang biak. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasike lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Terdapat suatukepercayaan bahwa salmon selalu kembali ke tempat yang sama di mana ia dilahirkanuntuk berkembang biak. Penelitian menunjukkan demikian, namun alasan mengapa halitu terjadi dan bagaimana salmon dapat menyimpan memori tersebut masih misteri (Donald et al, 1977).

MANFAAT IKAN SALMON
Manfaat dari ikan salmon menurut (Donald et al, 1977) antara lain :

Omega 3
Menjaga kesehatan jantung,Mengurangi risiko kematian mendadak akibat penyakit jantung, Mengurangi risiko stroke, Mengurangi kemungkinan penyakit jantung saat anda terkena diabetes Tipe 2, Penting dalam otak bayi dan pengembangan mata selama kehamilan dan bayi, Memperbaiki pola lipid darah, Meningkatkan fungsi pembuluh darah, Memperbaiki gejala gangguan kekebalan dan inflamasi seperti rheumatoid arthritis, penyakit Chrone dan beberapa kondisi kulit, Mengurangi risiko beberapa gangguan mental seperti penyakit Alzheimer dan depresi

Protein Kualitas Tinggi
ikan salmon memiliki kandungan protein yang sangat tinggi bagi kesehatan tubuh, manfaat protein sendiri adalah sebagai berikut:
1.    Sumber energi
2.    Mengatur metabolisme tubuh
3.    Membantu proses pertumbuhan otot
4.    Membantu proses pembentukan hormon
5.    Pembentukan zat antibodi

Asam amino
ikan salmon merupakan sumber makanan yang banyak mengandung asam amino yang sangat penting untuk tubuh, berikut adalah manfaat asam amino untuk tubuh yang terdapat dalam ikan salmon.
1.    Membentuk hemoglobin atau sel darah merah
2.    Membentuk sel darah putih
3.    Menstabilkan gula dalam darah
4.    Meningkatkan energi
5.    Proteksi tubuh dari radiasi
6.    Memperlambat pertumbuhan kanker dan tumor
7.    Meningkatkan fungsi otak
8.    Sebagai anti bodi tubuh
9.    Meningkatkan kemampuan mental

Vitamin A
Vitamin A dalam ikan salmon memiliki segudang manfaat yang tidak kalah penting dengan vitamin lainnya, berikut daftar manfaat vitamin A yang sangat penting bagi tubuh.
1.    Menjaga kesehatan mata
2.    Penyembuhan luka
3.    Mencegah kanker
4.    Sumber antioksidan
5.    Sistem imun tubuh

Vitamin D
1.    Baik untuk menjaga kesehatan tulang
2.    Mencegah osteoporosis
3.    Mencegah kanker kolon dan prostat
4.    Merawat kulit

Vitamin B6
1.  meningkatkan energi
2.  Meningkatkan Kesehatan Jantung
3.  Sistem imun
4.  Sistem saraf
5.  Kesehatan otot

Vitamin B

vitamin E

Kandungan Lainnya dari kalsium, zat besi, seng, magnesium, dan fosfor

TINGKAH LAKU IKAN SALMON
ikan salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak.  Salmon lahir  di perairan  air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Salmon kembali ke perairan air tawar yang deras untuk berkembang biak. Metode navigasi yang dilakukannya kemungkinan dilakukan dengan indra penciuman ikan tersebut. Setengah dari salmon dewasa akan mati dalam beberapa hari hingga minggu setelah berkembang biak (John, 1988)

PERAN IKAN SALMON DI PERAIRAN
Salmon kembali ke perairan air tawar yang mengalir (sungai) untuk berkembang biak. Metode navigasinya mungkin dilakukan dengan indra penciuman. Setengah dari jumlah salmon dewasa akan mati dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah berkembang biak.

Sebelum menaruh telur, salmon betina mengepakkan ekornya untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah yang dapat mengangkat kerikil agar tersapu arus, menciptakan celah baginya untuk menaruh telur. Satu celah dapat menampung 5000 telur, menutupi area sekitar 2,8 m2. Warna telur bervariasi dari oranye hingga merah. Satu atau lebih salmon jantan akan mendekati salmon betina dan mengeluarkan spermanya ke air untuk membuahi telur. Salmon betina lalu menutupi telur-telurnya dengan menyapu kerikil lalu pergi bertelur di tempat lain. Salmon betina dapat melakukannya sebanyak tujuh kali sebelum telur dalam ovariumnya habis. Salmon akan mati kelelahan segera setelah bertelur.

Telur harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air yang dingin dengan arus yang baik sebagai suplai oksigen. Kematian yang tinggi biasanya terjadi pada tahap ini, yang sebagian besar terjadi akibat predasi dan perubahan kondisi perairan akibat ulah manusia.

Salmon muda menetap di perairan air tawar tempat ia dilahirkan, selama tiga tahun sebelum bermigrasi ke laut. Pada masa tersebut, ikan ini berwarna keperakan. Diperkirakan hanya 10% dari jumlah telur selamat mencapai tahap ini.

Salmon menghabiskan waktu satu hingga lima tahun sebelum mencapai usia kematangan seksual. Salmon dewasa akan kembali ke tempat kelahirannya untuk berkembang biak. Dalam proses menuju ke arah itu, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka akan menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan; mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 m dari laut menuju ke tempat mereka dilahirkan. Di perairan ikan salmon biasanya menjadi sumber protein bagi predator contohnya yaitu Beruang.

PENULIS
Cynthia Melvin A Limbong
FPIK Universitas Brawijaya

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya

DAFTAR PUSTAKA
__________. 2015.ikan salmon.http://ikansalmon(diakses pada tanggal 18 oktober 2015 pada pukul 19:20 WIB).
Donald R. Buhler, and John E.1977. Halver Nutrition of Salmonoid Fishes: IX. Carbohydrate Requirements of Chinook Salmon J. Nutr. 74: 307-318.
Gordon   Bell,   John   McEvoy,   Douglas   R.   Tocher,   Fiona   McGhee,  Patrick   J. Campbell, and John R. 1997.Sargent Replacement of Fish Oil with Rapeseed Oil in Diets of Atlantic Salmon Salmo salar) Affects Tissue Lipid Compositions and Hepatocyte Fatty  Acid Metabolism J. Nutr. 131: 1535-1543.
https://id.wikipedia.org/wiki/Salmon
John E. Halver.1988.wNutrition of Salmonoid Fishes: III. Water-Soluble Vitamin Requirements of Chinook Salmon J. Nutr. 62: 225-243.
Marto Sewajo, S., Burhanudin, Djamali, P. Sianipar. 1981. Ikan Beronang. Biolobi , Potensi dan Pengelolaannya. LON - LIPI. 45 p.

No comments:

Post a Comment