Saturday, February 8, 2020

Ikan Baronang; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan baronang dikenal oleh masyarakat dengan nama yang berbeda-beda satu sama lain seperti di Pulau Sribu dinamakan kea-kea, di Jawa Tengah dengan nama biawas dan nelayan-nelayan di Pulau Maluku menamakan dengan sebutan samadar (kusumah, 1985).


KLASIFIKASI IKAN BARONANG
Klasifikasi ikan baronang menurut (kusumah, 1985) adalah:
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Pisces
Sub kelas
: Teleostei
Ordo
: Perciformes
Famili
: Siganidae
Genus
Siganus
Spesies
Siganus canaliculatus


MORFOLOGI IKAN BARONANG
Ikan baronang dapat dikenal dengan mudah karena bentuknya yang khas, yaitu kepalanya berbentuk seperti kelinci, sehingga ikan ini disebut juga rabbitfish. Ikan baronang berukuran kecil sampai sedang, mendiami perairan panas Indo Pasifik (kusumah, 1985).Jari-jari sirip pada sirip punggung, anal dan perut mempunyai kelenjar-kelenjar racun. Ikan baronang termasuk famili Siganidae dengan tanda-tanda khusus diantaranya, bentuk tubuh oval sampai lonjong, pipih, tinggi sampai ramping. Dilindungi oleh sisik-sisik lingkaran yang berukuran kecil dan memanjang, mulut kecil posisinya terminal. Rahang dilengkapi dengan deret gigi-gigi yang ramping, gigi seperti mata gunting pemotong. Punggungnya dilengkapi sebuah duri tajam mengarah kedepan antara neural pertama dan biasanya tertanam dibawah kulit. Duri-duri dilengkapi kelenjar atau racun pada ujungnya. Sirip punggung dengan 13 jari-jari keras dan 10 jari-jari lemah. Sirip dubur dengan 7 jari-jari keras dan 9 jari-jari lemah. Sirip dada dengan 1 jari-jari keras di masing-masing sisi serta 3 jari lemah (kusumah, 1985).


REPRODUKSI IKAN BARONANG
S.canaliculatus jantan mencapai dewasa pada ukuran 11-14 cm dan betina 13-21 cm. Musim pemijahan S.canaliculatus berlangsung sekitar Januari hingga April dan puncaknya pada bulan Februari sampai Maret serta musim kedua pada bulan Juli hingga Oktober. Berdasarkan fase bulan, S. gutattus memijah sekitar fase seperempat bulan pertama di bulan Juni dan Juli, sedangkan S. canaliculatus dan S. spinus memijah sekitar fase bulan baru dari April sampai Juni dan dari bulan Mei sampai Juli (Hiroki, 1985). Hal ini menunjukkan bahwa fase atau umur bulan adalah pemicu dalam aktivitas reproduksi bagi ikan Siganidae.


CIRI-CIRI IKAN BARONANG
Menurut (Hiroki, 1985), ada 26 karakter morfometrik yang biasa digunakan dalam mengidentifikasi ikan diantaranya panjang total, panjang ke pangkal cabang sirip ekor, panjang baku, panjang kepala, panjang bagian di depan sirip punggung, panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur, panjang batang ekor, tinggi badan, tinggi batang ekor, tinggi kepala, lebar kepala, lebar badan, tinggi sirip punggung dan sirip dubur, panjang sirip dada dan sirip perut, panjang jari-jari sirip dada yang terpanjang, panjang jari-jari keras dan jari-jari lemah, panjang hidung, panjang ruang antar mata, lebar mata, panjang bagian kepala di belakang mata, tinggi di bawah mata, panjang antara mata dengan sudut preoperkulum, tinggi pipi, panjang rahang atas, panjang rahang bawah, dan lebar bukaan mulut.


HABITAT IKAN BARONANG
Salah satu ekosistem yang mempunyai produktivitas tinggi adalah terumbu karang. Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas di daerah tropis dan sering digunakan untuk menentukan batas lingkungan perairan tropis dengan sub-tropis maupun kutub. Ekosistem terumbu karang mempunyai sifat yang sangat menonjol yaitu mempunyai produktivitas dan keanekaragaman jenis biota yang tinggi. Besarnya produktivitas yang dimiliki terumbu karang disebabkan adanya 12 pendaur ulang zat-zat hara melewati proses hayati secara efisien. Ekosistem terumbu karang ditandai dengan perairan yang hangat dan jernih, produktif dan kaya kalsium karbonat (CaCO3) (Sewajo et al, 1981).


MANFAAT IKAN BARONANG
Manfaat ikan baronang menurut (Sewajo et al, 1981) yakni :

Ikan beronang merupakan makanan yang enak dan gurih dan disukai banyak orang sehingga pemasaran ikan ini cukup baik.
Ikan ini umumnya “primary herbivor” yaitu pemakan plankton nabati tumbuhan dan juga memakan makanan buatan
Selama musim-musim tertentu benih beronang dapat diperoleh dalam jumlah banyak.
Ikan beronang mempunyai toleransi besar terhadap salinitas dan suhu.
Mempunyai daya adaptasi yang tinggi dan pertumbuhan yang cepat.
Ikan ini sudah dapat dipijahkan di dalam laboratorium sehingga prospek pembenihan dari hatchery cukup baik.

Ikan beronang mempunyai harga pasar yang cukup tinggi baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri, terutama yang ada telurnya selama tahun baru cina.
Teknologi pembesaran ikan beronang sudah dikuasai.

TINGKAH LAKU IKAN BARONANG
Ikan Beronang merupakan salah satu spesies ikan laut, ikan ini merupakan ikan herbivora yang makanan utamanya adalah lumut, rumpu laut, plankton dan tanaman-tanaman laut lainnya. ikan beronang sensitif terhadap perubahan lingkungan yang sangat drastis terutama suhu dan salinitas. Secara mendasar, ada 2 kelompok organisme laut, yaitu organisme euryhaline, yang toleran terhadap perubahan salinitas, dan organisme stenohaline, yang memerlukan konsentrasi garam yang konstan dan tidak berubah (Basyori et al, 2002).


PERAN IKAN BARONANG DI PERAIRAN
Ikan baronang adalah salah satu jenis komoditas yang potensial untuk  dikembangkan mengingat  harganya yang cukup mahal , yaitu berkisar Rp 50.000,- /kg. Oleh karena itu, ikan baronang adalah salah satu ikan target bagi  nelayan.  Ikan baronang juga merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki prospek yang baik untuk dibu didayakan pada wadah terkontrol seperti di  tambak atau keramba. Dewasa ini usaha budidaya Barona ng di tambak maupun di  keramba masih mengandalkan benih yang berasal dari hasil tangkapan di alam,  benih yang dihasilkan sangat terbatas dan bersifat musiman, serta akibat  dari  eksploitasi yang berlebih , jumlah ikan baronang di alam semakin berkurang (Basyori et al, 2002).


PENULIS
Cynthia Melvin A Limbong
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012


DAFTAR PUSTAKA
Basyori, A., E. Dana Kusumah; Philip T. T, Pramu, S, Musthahal dan M. Isra.2002. Budidaya Ikan Beronang (Siganus spp). Direktorat Jenderal Perikanan bekerjasama dengan IDRC, 39 p.

Dana Kusumah, E., 1985, Beberapa Aspek Biologi Ikan Beronang (Siganus spp) Workshop Budidaya Laut 28 Oktober - 1 Nopember 1985 di Lampung. 10 pp.

Googleimage.2015.ikan baronang.http://ikanbaronang(diakses pada tanggal 18 oktober 2015 pada pukul 19:20 WIB).

John E. Halver.1988.wNutrition of Salmonoid Fishes: III. Water-Soluble Vitamin Requirements of Chinook Salmon J. Nutr. 62: 225-243.

Marto Sewajo, S., Burhanudin, Djamali, P. Sianipar. 1981. Ikan Beronang. Biolobi , Potensi dan Pengelolaannya. LON - LIPI. 45 p.

Waspada, E, Hiroki, 1985. Percobaan Pemberian Pakan pada Pemeliharaan Benih Ikan Beronang, Workshop Budidaya Laut 28 Oktober – 1 Nopember. 68 - 73 p.

No comments:

Post a Comment