Sunday, February 16, 2020

Ikan Nomei Atau Lomek; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Nomei Atau Lomek (Harpodon nehereus) merupakan jenis ikan yang lembek dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dapat dimanfaatkan secara lestari. Perairan Juata adalah perairan laut yang memiliki sumberdaya hayati laut, salah satunya adalah ikan nomei. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui aspek pertumbuhan dan struktur umur ikan nomei (Harpodon nehereus) dari hasil tangkapan nelayan di perairan juata kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Ruang lingkup penelitian ini hanya difokuskan pada variabel populasi dengan pendekatan pertumbuhan absolut/mutlak model von Bertalanffy.  Teknik pengumpulan data, menggunakan desain penelitian survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.  Waktu pengambilan sampel dilakukan pada saat surut. Pengambilan sampling ikan nomei dilakukan sebanyak 6 kali pada 4 nelayan berbeda. Tiap nelayan diambil sampel sebanyak 30 ekor ikan nomei. Hasil penelitian didapatkan pertumbuhan ikan nomei jantan memiliki pertumbuhan panjang maksimal sebesar 33,847 cm dengan mencapai umur selama 206 hari.


KLASIFIKASI IKAN NOMEI ATAU LOMEK
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Aulopiformes
Family
: Synodontidae
Genus
: Harpadon
Spesies
: H. Nehereus
Phylum
: Chordata
Kelas
: Pisces
Ordo
: Myctophoide
Famili
: Scopelidae
Genus
: Harpodon
Species
: Harpodon neherous

MORFOLOGI IKAN NOMEI ATAU LOMEK
Ikan Lomek / ikan nomei  mempunyai bentuk badan memanjang agak pipih, ujung moncong pendek membulat, sirip ekor mempunyai 3 bagian yaitu atas, bawah dan tengah sebagai kelanjutan dari garis sisik. Gigi kedua rahangnya mempunyai bentuk yang bermacam-macam yaitu lengkung pipih, besar maupun kecil. Bentuk tubuhnya bilateral simetris, compressed, sedangkan bentuk kepalanya tumpul (Mandiri, 2013).


HABITAT IKAN NOMEI ATAU LOMEK
ikan Nomei termasuk jenis ikan demersal, tipe substrat yang digemari adalah lumpur dan pasir halus terutama pantai dekat dengan muara sungai.  (Carpenter,1999).


REPRODUKSI IKAN NOMEI ATAU LOMEK
Menurut Andi Omar (2003) ikan jantan dapat di bedakan dari ikan betina dengan melihat ciri-ciri seksual primer dan sekunder. Ciri seksual primer adalah organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi dan ciri-ciri seksual sekunder adalah warna tubuh, morfologi dan bentuk tubuh. Untuk ikan jantan ciri seksual primer meliputi testis dan ciri-ciri seksual sekunder yaitu mempunyai tubuh yang kecil, mulut tidak lancip ujungnya (tumpul) dan warna kepala hitam sedangkan ciri-ciri seksual primer ikan betina meliputi ovari dan ciriciri seksual sekunder yaitu mempunyai tubuh yang melebar, mulut lancip dan bagian kepala berwarna puti keabu-abuan. Dari data seksual primer dapat dipakai untuk menentukan ciri-ciri dari seksual sekunder jenis kelamin pada ikan Nomei

Berdasarkan jenis kelamin didapatkan faktor kondisi ikan betina lebih besar dari ikan jantan. Hal ini diduga karena adanya variasi dari kisaran berat dan kisaran panjang total dari ikan Nomei itu sendiri. Menurut Le Cren (1951) dalam Merta (1993) dalam Yulianti (2004) bahwa perbedaan-perbedaan dalam faktor kondisi tersebut sebagai indikasi dari berbagai sifat-sifat biologi dari ikan seperti Borneo University Library - 46 kegemukannya, kesesuaian dari lingkungannya atau perkembangan gonadnya.

Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan terdapat kecenderungan semakin besar ukuran ikan, baik ikan jantan, ikan betina maupun ikan gabungan faktor kondisinya cenderung semakin tinggi. Hal ini diduga karena dipengaruhi ukuran bobot dan panj ang tubuh yang semakin besar serta adanya peningkatan TKG. Hal ini sesuai dengan pendapat Effendie (1997) bahwa peninggian nilai Kn terdapat pada waktu ikan mengisi gonadnya dengan cell sex dan mencapai puncak sebelum terjadi pemijahan. Berdasarkan hasil koefisien regresinya bahwa nilai slop b yang terbesar adalah betina dengan nilai 3,40. Secara nyata bahwa ikan Nomei betina ini mempunyai ukuran yang lebih berat dibandingkan dengan jantan.

CIRI-CIRI IKAN NOMEI ATAU LOMEK
Bentuk badan memanjang dan sedikit pipih (vertikal). Ujung moncong pendek, posisi mulut umumnya superior dan sirip ekor membentuk TIGA CABANG/CAGAK, cabang di tengah merupakan kepanjangan dari gurat sisi (linea lateralis). Mata relatif kecil dan sirip dada panjang seperti bulan sabit. Warna tubuh bagian atas umumnya coklat gelam, bagian perut lebih cerah. Ikan ini termasuk predator yang agresif dengan makanan makrofauna. Informasi biologis dari ikan jenis ini masih belum banyak diketahui.(Carpenter,1999)

MANFAAT IKAN NOMEI ATAU LOMEK
ikan ini tidak termasuk jenis komersial karena sudah jarang ditemukan. Paling sering ikan ini ditangkap di Kalimantan. Alat tangkap yang umum dipakai termasuk Trawl, Dogol, Payang dan di beberapa tempat termasuk perangkap.

PERAN IKAN NOMEI ATAU LOMEK DI PERAIRAN 
ikan ini tidak termasuk jenis komersial karena sudah jarang ditemukan. Paling sering ikan ini ditangkap di Kalimantan. Alat tangkap yang umum dipakai termasuk Trawl, Dogol, Payang dan di beberapa tempat termasuk perangkap.

TINGKAH LAKU IKAN NOMEI ATAU LOMEK
ikan ini sering berenang menuju perairan demersal.

PENULIS
Adesya Shinta Marthadinata
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


DAFTAR PUSTAKA
Andy Omar, S.B. 2003 Modul Praktikum Biologi Perikanan. Jurusan Perikanan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Carpenter & Niem, 1999. The Living Marine Resources of the Western Central Pacific) http://jurnal.unpad.ac.id/akuatika/article/view/3140

www.oseanografi.lipi.go.id.

No comments:

Post a Comment