Saturday, February 15, 2020

Ikan Layaran Atau Sailfish; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Layaran (Istiophorus Sp.) termasuk ke dalam sumberdaya ikan pelagis besar yang termasuk jenis ikan pedang atau setuhuk dan sering muncul ke permukaan dengan sirp punggung yang dikembangkan. Habitat ikan layaran adalah di permukaan laut (pelagis dan epipelagis) di atas lapisan termoklin. Ikan layaran banyak ditemukan di daerah perairan yang dekat dengan pesisir dan pulau-pulau (Shaw 1972).

Ikan pelagis besar tersebar hampir disemua wilayah pengelolaan perikanan di mana tingkat pemanfaatan berbeda-beda antar perairan (Mallawa 2006). Penangkapan ikan ini menggunakan alat tangkap long line.
                                     
KLASIFIKASI IKAN LAYARAN
Ikan layaran atau biasa disebut dengan sailfish memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Order
: Perciformes
Genus
: Istiophorus
Spesies
: Istiophorus albicans

Menurut Lacepede (1801) dalam EOL (2014), ikan layaran atau sailfish memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Order
: Perciformes
Family
: Istiophoridae
Genus
: Istiophorus
Species
: Istiohorus albicans
Istiophorus platypterus

MORFOLOGI IKAN LAYARAN
Ikan Layaran mempunyai karakteristik antara lain yaitu badan bulat memanjang, moncong memanjang membentuk seperti pedang. Sirip punggung dimulai dari atas kepala. Pada beberapa jenis, sirip punggung sangat lebar seperti layar. Sirip perut memanjang seperti cambuk dan pada setiap sisi tulang ekor terdapat 2 keel.Warna punggung biru abu-abu (hampir hitam), sedangkan perut berwarna putih. Jenis spesies yang tertangkap di Indonesia terdiri dari: Istiophorus platypterus, Macaira mazara. Nama lokal: Jangilus, Jegan, Klayar, Lanjareng, Marsuji.

HABITAT IKAN LAYARAN
Spesies laut dan epipelagic ini biasanya ditemukan di atas termoklin hingga kedalaman 40 m. Hal ini paling padat didistribusikan di perairan dekat pantai dan pulau-pulau. Spesies ini kadang-kadang membentuk schooling atau kelompok-kelompok kecil dari 3-30 individu tetapi sering terjadi pada agregasi longgar di wilayah yang luas. Ini kemungkinan besar schooling berdasarkan ukuran. Spesies ini mengalami migrasi pemijahan di Pasifik (Nakamura 1985).


REPRODUKSI IKAN LAYARAN
Muncul untuk bertelur sepanjang tahun di perairan tropis dan subtropis Pasifik dengan puncak pemijahan terjadi di masing-masing musim panas lokal. Pemijahan terjadi dengan laki-laki dan perempuan berenang berpasangan atau dengan dua atau tiga laki-laki mengejar satu perempuan (mungkin perilaku kawin). Sekitar Florida di Amerika Serikat, spesies ini sering bergerak perairan pantai ke perairan dangkal di mana perempuan, berenang lamban dengan sirip punggung mereka diperpanjang dan disertai masing-masing oleh satu atau lebih laki-laki, mungkin bertelur dekat permukaan di musim panas. Namun, pemijahan di perairan lepas pantai di luar isobath 100 depa juga dilaporkan dari selatan dari Kuba Carolina, Amerika Serikat. Off Florida tenggara, sebuah 33,4 kg betina dapat menjelaskan hingga 4,8 juta telur dalam tiga batch selama satu musim pemijahan.

Spesies ini memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat. Menggunakan data terbaik yang tersedia, umur panjang diperkirakan 13 tahun dan usia kematangan 2,5 tahun (Pangeran et al. 1986, Ortiz et al. 2003, IUCN SSC Tuna dan Billfishes Specialist Group). Tidak ada eksternal dimorfisme seksual, tetapi perempuan tumbuh lebih besar daripada laki-laki. Fekunditas meningkat tajam dengan ukuran betina (Nakamura tahun 1985, de Sylva dan Breder 1997, Richards dan Luthy 2005, Chiang et al. 2006, Wang et al. 2006). Menggunakan umur panjang 13 tahun dan usia kematangan 2,5 tahun, panjang generasi diperkirakan 4,3 tahun. Panjang Generasi dihitung sebagai: usia reproduksi pertama + z * (umur panjang - usia kematangan pertama), di mana z adalah 0,15 (Collette et al 2011.).

CIRI-CIRI IKAN LAYARAN
Iklan layaran adalah dua jenis ikan di dalam genus Istiophorus yang tinggal di perariran hangat samudra-samudra dunia. Kebanyakn berwarna biru keabu-abuan dan memiliki sirip punggung tegak yang mirip dengan layar kapal. Ciri penting lainnya adalah moncong yang memanjang, menyerupai moncong ikan todak. Ikan ini adalah ikan tercepat, bisa berenang hingga kecepatan 110 km/jam.

Sirip punggungnya biasanya terlipat saat berenang, namun bisa naik apabila ikan layaran merasa terancam atau sedang bersemangat, membuatnya terlihat lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Siasat ini juga dapat diamati saat makan, ketika sekelompok ikan layaran menggunakan sirip layar mereka untuk "menggembala" sekelompok ikan atau cumi.

Ikan ini bisa mengubah tubuhnya menjadi biru muda dengan garis-garis kuning hingga membuat bingung mangsa dan memberi isyarat kepada ikan layaran lainnya

MANFAAT IKAN LAYARAN
Kandungan gizi nya sangat tinggi dapat dimanfaat kan sebagai bahan pangan. Fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, meskipun angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies.

TINGKAH LAKU IKAN LAYARAN

Migrasi ikan
Ikan sailfish melakukan migrasi hingga bermil-mil, namun par ilmuan kesulitan untuk mempelajari tentang migrasi ikan ini, karena umumnya ikan layaran ini hidup dilaut lepas dengan jauh bermil mil dari bibir pantai. Selain itu kecepatan renangnya yang sangat cepat juga menjadi kendala bagi para ilmuan untuk mempelajari ikan ini.

Migrasi ikan adalah adalah pergerakan perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain yang mempunyai arti penyesuaian terhadap kondisi alam yang menguntungkan untuk eksistensi hidup dan keturunannya. Ikan mengadakan migrasi dengan tujuan untuk pemijahan, mencari makanan dan mencari daerah yang cocok untuk kelangsungan hidupnya. Migrasi ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor eksternal (berupa faktor lingkungan yang secara langsung atau tidak langsung berperan dalam migrasi ikan) maupun internal (faktor yang terdapat dalam tubuh ikan)

Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi:
Faktor Eksternal (Bimbingan ikan yang lebih dewasa; Bau perairan / bau organik perairan; Suhu; Salinitas; Arus pasang surut; Intensitas cahaya; Musim; Matahari; Pencemaran air limbah

Faktor Internal
(Kematangan gonad; Kelenjar-kelenjar internal; Insting; Aktifitas renang atau Swimming layer)

Ikan layaran Membentuk Gerombolan Kecil
Spesies ini kadang-kadang membentuk schooling atau kelompok-kelompok kecil dari 3-30 individu tetapi sering terjadi pada agregasi longgar di wilayah yang luas. Ini kemungkinan besar schooling berdasarkan ukuran. Spesies ini mengalami migrasi pemijahan di Pasifik (Nakamura 1985).

Ikan berenang secara berkelompok, hal ini jelas merupakan suatu bentuk organisasi social. Biasanya individu dalam suatu kelompok ikan terdiri atas satu spesies, memiliki ukuran yang hampir sama, tidak memiliki pemimpin, serta semua individu melakukan aktivitas sama dalam waktu yang sama pula (Susilowati dan Rahayu, 2007)

Kawanan ikan dapat membentuk pola pertahanan yang berbeda-beda dan mereka dapat berpindah dari satu konfigurasi ke konfigurasi yang lain dan kemudian berkumpul kembali hampir sebagai satu unit dalam waktu yang sangat cepat, sehingga kemungkinan predator yang mati atau menarik diri dari perburuan. Schooling juga memberikan kemampuan suatu spesies ikan untuk melakukan perjalanan yang sangat jauh dalam jumlah besar baik untuk mencari mangsa atau melakukan reproduksi (Prentice, 2000).

Ikan pelagis
Ikan layaran termasuk ikan pelagis yang beraktifitas pada siang hari (diurnal). Ikan pelagis adalah kelompok Ikan yang berada pada lapisan permukaan hingga kolom air dan mempunyai ciri khas utama, yaitu dalam beraktivitas selalu membentuk gerombolan (schooling) dan melakukan migrasi untuk berbagai kebutuhan hidupnya. Ikan pelagis berdasarkan ukurannya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu Ikan pelagis besar dan pelagis kecil.

Ikan pelagis (pelagic fish) disebut juga ikan berminyak adalah ikan yang memiliki minyak di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut di sekitar usus. Fillet mereka mengandung hingga 30 persen minyak, meskipun angka ini bervariasi baik di dalam dan antar spesies.

Respon Ikan layaran Terhadap Cahaya
Ikan layaran merupakan ikan yang termasuk dalam ikan fototaxsis positif, hal ini dapat terlihat dari ikan ini yang aktif dipermukaan perairan atau yang biasa disebut dengan ikan pelagis.

Umumnya organisme hidup yang media hidupnya di air terangsa atau tertarik dengan sinar atau cahaya (phototaxis positif), karena itu iakn selalu berusaha mendekati sumber cahaya dan berkumpul disekitarnya (Subani dan Barus, 1989). Lebih jauh lagi Ayodhyoa (1985) menjelaskan bahwa peristiwa berkumpulnya ikan di bawah cahaya dapat dibedakan  sebagai berikut: Peristiwa langsung: yaitu ikan-ikan tersebut memang tertarik oleh cahaya lalu berkumpul (phototaxis positif), dan Peritiwa tak langsung; yaitu karena adanya cahaya emnjadikan plankton-plankton dan ikan-ikan kecil berkumpul, lalu ikan-ikan sasaran tangkapan datang mendekat dan berkumpul dengan tujuan untuk mencari makan berupa plankton atau ikan-ikan kecil tersebut.
Dahuri (2001), menemukan bahwa kadang-kadang ikan menunjukkan gerakan vertikal ke atas dengan cepat menuju sumber cahaya (lampu) yang secara tiba-tiba dinyalakan, dan beberapa menit kemudian mereka akan bubar atau turun ke bawah sampai pada jarak tertentu.

Respon Ikan Layaran Terhadap Suhu
Menurut Laevastu dan Hela (1970), pengaruh suhu terhadap ikan adalah dalam proses metabolisme, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh, sepertikecepatan renang, serta dalam rangsangan syaraf. Pengaruh suhu air pada tingkah laku ikan paling jelas terlihat selama pemijahan. Suhu air laut dapat mempercepat atau memperlambatmulainya pemijahan pada beberapa jenis ikan. Suhu air dan arus selama dan setelah pemijahan adalah faktor- faktor yang paling penting yang menentukan “kekuatan keturunan” dan daya tahan larva pada spesies-spesies ikan yang paling penting secara komersil. Suhu ekstrim pada daerah pemijahan (spawning ground) selama musim pemijahan dapat memaksaikan untuk memijah di daerah lain daripada di daerah tersebut.

Menaikkan Sirip Punggung
Sirip punggungnya biasanya terlipat saat berenang. namun bisa naik apabila ikan layaran merasa terancam atau sedang bersemangat. membuatnya terlihat lebih besar daripada ukuran sebenarnya Siasat ini juga dapat diamati saat makan. ketika sekelompok ikan layaran menggunakan sirip layar mereka untuk “menggembala”.sekelompok ikan atau cumi.
Ikan ini bisa mengubah tubuhnya menjadi biru muda dengan garis-garis kuning hingga membuat bingung mangsa dan memberi isyarat kepada ikan layaran lainnya

PERAN IKAN LAYARAN BAGI PERAIRAN

Ikan layaran atau juga disebut sailfish ini tergolong ikan berukuran sedang hingga beesar peranannya di perairan adalah sebagai mangsa ikan-ikan besar lainnya dan juga sebagai pemangsa ikan yang lebih kecil dari nya.

PENULIS
Hunita Khosyawati
FPIK Universitas Brawijaya

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya

DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/rahmatmoee/ikan-layaran
https://id.wikipedia.org/wiki/Ikan_layaran
http://wiadnyadgr.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/4F_1-Ikan-Hasil-Tangkap-3.pdf
Googleimage.2015http://vitrimaharani18.blogspot.co.id/2015/01/tingkah-laku-ikan-layaran.html

No comments:

Post a Comment