Monday, February 24, 2020

Ikan Cakalang Atau Skipjack Tuna; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) adalah ikan berukuran sedang dari familia Skombride (tuna). Satu-satunya spesies dari genusKatsuwonus. Cakalang terbesar, panjang tubuhnya bisa mencapai 1 m dengan berat lebih dari 18 kg. Cakalang yang banyak tertangkap berukuran panjang sekitar 50 cm. Nama-nama lainnya di antaranya cakalan, cakang, kausa, kambojo, karamojo, turingan, dan ada pula yang menyebutnya tongkol. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai skipjack tuna. Tubuh berbentuk memanjang dan agak bulat (fusiform), dengan dua sirip punggung yang terpisah. Sirip punggung pertama terdiri dari XIV-XVI jari-jari tajam. Sirip punggung kedua yang terdiri dari 14-15 jari-jari lunak, diikuti oleh 7-9 sirip tambahan berukuran kecil (finlet).Sirip dubur berjumlah 14-15 jari-jari, diikuti oleh 7-8 finlet. Sirip dada pendek, dengan 26-27 jari-jari lunak. Di antara sirip perut terdapat dua lipatan kulit yang disebut taju interpelvis. Busur (lengkung) insang yang pertama memiliki 53-63 sisir saring.

Bagian punggung berwarna biru keungu-unguan hingga gelap. Bagian perut dan bagian bawah berwarna keperakan, dengan 4 hingga 6 garis-garis berwarna hitam yang memanjang di samping badan. Tubuh tanpa sisik kecuali pada bagian barut badan (corselet) dan gurat sisi. Pada kedua sisi batang ekor terdapat sebuah lunas samping yang kuat, masing-masing diapit oleh dua lunas yang lebih kecil. 

KLASIFIKASI IKAN CAKALANG
Filum
: Vertebrata
Subfilum
: Craniata
Superclass
: Gnatnostomata
Series
: Pisces
Class
: Teleostomi
Subclass
: Actinopterygii
Order
: Perciformes
Suborder
: Scombroidei
Family
: Scombridae
Subfamily
: Scombrinae
Tribe
: Thunnini
Genus
: Katsuwonus
Spesies
: Katsuwonus pelamis

MORFOLOGI IKAN CAKALANG
Ikan cakalang berbentuk fusiform yaitu berbentuk memanjang dan membulat, dengan tapis dari insang yang memiliki jumlah 53 sampai 63 di helai yang pertama. Disusul dengan adanya 2 sirip punggung yang terpisah. terdapat sekitar 14 sampai 16 jari jari keras pada daerah sirip punggung yang pertama dan kemudian di ikuti oleh jari jari lemah dan 7 sampai 9 finlet pada sirip punggung yang ke 2. ikan cakalang badannya tidak bersisik kecuali pada derah barut badan dan daerah lateral line dimana di sana terdapat titik titik berbentuk kecil. Bagian punggung nya memiliki warna biru gelap kehitaman dengan warna keperakan di sisi bawah pada perutnya. Ikan cakalang hidup di daerah perairan laut lepas namun tidak terlalu jauh dari garis atau bibir pantai.

HABITAT IKAN CAKALANG
Penyebaran ikan cakalang di suatu perairan adalah pada suhu 17-23 oC dan suhu optimum untuk penangkapan adalah 20-22 oC dengan lapisan renang antara 0-40 m, ikan cakalang sensitif terhadap perubahan suhu, khususnya waktu makan yang terikat pada kebiasaan-kebiasaan tertentu.

Cakalang banyak ditemukan pada perairan dengan salinitas permukaan berkisar antara 32-35 o/oo dan jarang ditemui pada perairan dengan salinitas rendah. Pada suatu daerah penangkapan ikan cakalang, suhu permukaan yang disukai oleh jenis ikan tersebut biasanya berkisar antara 16-26 oC, walaupun untuk Indonesia suhu optimum adalah 28-29 oC (Gunarso, 1985). Selanjutnya Hela and Laevastu (1981) mengatakan bahwa penyebaran ikan cakalang di suatu perairan adalah pada suhu 17-23 oC dan suhu optimum untuk penangkapan adalah 20-22 oC dengan lapisan renang antara 0-40 m.

Ikan cakalang sensitif terhadap perubahan suhu, khususnya waktu makan yang terikat pada kebiasaan-kebiasaan tertentu (Tampubolon, 1990). Komarova diacu dalam Gunarso 1985 mengatakan bahwa suhu yang terlalu tinggi, tidak normal atau tidak stabil akan mengurangi kecepatan makan ikan. Ikan cakalang dapat tertangkap secara teratur di Samudera Hindia bagian timur pada suhu 27-30 oC ( Tampubolon, 1990).

REPRODUKSI IKAN CAKALANG
Ikan cakalang mulai memijah ketika panjang sekitar 40 cm. Setiap kali memijah cakalang dapat menghasilkan 1.000.000 – 2.000.000 telur. Fekunditas meningkat dengan meningkatnya ukuran tetapi sangat bervariasi, jumlah telur permusim pada ikan betina dengan ukuran fork length 41-48 cm antara 8.000 – 2.000.000 telur. Cakalang memijah sepanjang tahun di perairan khatulistiwa, antara musim semi sampai awal musim gugur di daerah sub tropis, dan waktu pemijahan akan semakin pendek dengan semakin jauh dari khatulistiwa. Pemijahan cakalang sangat dipengaruhi oleh perairan panas, sebagian besar larva cakalang ditemukan di perairan dengan suhu di atas 24 oC . Musim pemijahan cakalang ditentukan berdasarkan tingkat kematangan gonad dan ditemukannya larva di perairan tersebut. Perbedaan ukuran cakalang pertama kali matang gonad dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, suhu perairan, letak lintang dan bujur serta kecepatan pertumbuhan.

Estimasi fekunditas dapat dipergunakan untuk menghitung besarnya sediaan dan potensi reproduksi. Selain faktor biologi,  faktor ekologis dari perairan yang menjadi tempat hidup ikan tersebut juga mempengaruhi tigkat kelahiran dan pertumbuhan ikan. Ikan Cakalang jantan pertumbuhannya leboih cepat dibandingkan dengan ikan Cakalang betina. Ikan  Cakalang termasuk tuna yang tidak selektif di dalam kebiasaan makannya, karena itu akan memakan apa saja yang dijumpai bahkan dapat memakan jenis-jenisnya sendiri.

Tingkat kematangan gonad yang diamati secara morfologi pada ikan cakalang terdapat variasi kriterianya. Walaupun demikian, puncak pemijahan cakalang di Laut Banda dan sekitarnya, terjadi pada bulan Juni dan Desember dengan karakteristik sebagai ikan pemijah majemuk ( multi spawner ). Dalam penelitian ini ditemukan cakalang terkecil yang sudah matang gonad berukuran 43,6 cm FL jantan dan 42,8 cm FL . Di perairan sebelah Selatan Bali dan sebelah Barat Sumatera adalah cakalang jantan dan betina terkecil yang sudah matang gonad berukuran 41,7 cm FL dan 42,8 cm FL. Sedangkan yang ditemukan di perairan Sorong berukuran 49 cm FL jantan dan 47 cm FL betina. Di perairan Philipina, cakalang betina yang pertama kali matang gonad hanya berukuran 34 cm FL, tetapi kebanyakan di atas 40 cm FL. Adanya diferensiasi panjang cakalang pertama kali matang gonad diduga karena adanya perbedaan kecepatan tumbuh sehingga ikan – ikan yang di tetaskan pada waktu yang sama akan mencapai tingkat kematangan gonad pada umur yang berbeda.

Jenis kelamin  (Sex ratio) ditentukan secara morfologis, yaitu mengamati bentuk dan warna gonad. Berdasarkan seluruh contoh gonad yang diamati, ternyata cakalang jantan dominan pada bulan September dan Desember; proporsi sebaliknya yaitu pada bulan Oktober. Apabila dikaitkan dengan tingkat kematangan gonad, maka fluktuasi perbandingan jenis kelamin ini diduga berkaitan dengan berlangsungnya aktivitas pemijahan dan mortalitas alami. Berdasarkan ukuran panjang tubuh, perbandingan jenis kelamin seimbang pada ikan yang berukuran 50,2 – 55,4 cm. Pada ukuran yang lebih kecil didominasi oleh ikan betina dan yang lebih besar dari ukuran tersebut didominasi oleh ikan jantan.

CIRI-CIRI IKAN CAKALANG
Ikan cakalang memiliki tubuh yang membulat atau memanjang dan garis lateral. Ciri khas dari ikan cakalang memiliki 4-6 garis berwarna hitam yang memanjang di samping bagian tubuh. Ikan cakalang pada umumnya mempunyai berat sekitar 0,5 – 11,5 kg serta panjang sekitar 30-80 cm. Ikan cakalang mempunyai ciri-ciri khusus yaitu tubuhnya mempunyai bentuk menyerupai torpedo (fusiform), bulat dan memanjang, serta mempunyai gill rakers (tapis insang) sekitar 53-63 buah. Ikan cakalang memiliki dua sirip.

Cakalang memiliki tubuh yang padat, penampang bulat, lateral line melengkung ke bawah tepat di bawah sirip punggung kedua, sirip dada pendek dan berbentuk segitiga. Warna tubuh pada saat ikan masih hidup adalah biru baja (steel blue), tingled dengan lustrous violet di sepanjang permukaan punggung dan intensitasnya menyusut di sisi tubuh hingga ketinggian pada pangkal sirip dada. Punggung yang letaknya terpisah. Sirip punggung pertama terdapat 14-16 jari-jari keras, pada sirip punggung perut diikuti oleh 7-9 finlet. Terdapat sebuah rigi-rigi (keel) yang sangat kuat diantara dua rigi-rigi yang lebih kecil pada masing-masing sisi dan sirip ekor (Matsumoto et al 1984).

MANFAAT IKAN CAKALANG
Ikan cakalang memiliki kandungan Omega 3 dan Omega 6 yang cukup tinggi dan berperan untuk menjaga kesehatan jantung manusia. Pada saat masih janin, omega 3 dibutuhkan untuk membentuk sel-sel pembuluh darah dan jantung. Pada saat dewasa, omega 3 membantu dalam menyehatkan darah dan mekanisme kerja pembuluh darah serta jantung ikan cakalang mengandung  protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor dan zat besi.  Selain itu di dalam cakalang juga terkandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Cakalang sehat untuk jantung.

TINGKAH LAKU IKAN CAKALANG
Cakalang biasanya membentuk gerombolan (schooling) pada saat ikan tersebut aktif mencari makanan. Bila ikan tersebut aktif mencari makan, maka gerombolan tersebut bergerak dengan cepat sambil melocat-loncat di permukaan air (Amiruddin, 1993). Penyebaran cakalang di kawasan barat samudera Pasifik melebar dari lintang utara ke lintang selatan tetapi menyempit di kawasan timur karena terbatasnya penyebaran air hangat yang cocok untuk pemijahan oleh arus dingin yang mengalir menuju kawasan tropik di kedua belah bumi. Di Samudera Hindia, penyebaran ikan cakalang melebar menuju selatan ke arah ujung selatan benua Afrika, sekitar 36o LS. Ada tiga alasan utama yang menyebabkan beberapa jenis ikan melakukan migrasi yaitu:

1. Mencari perairan yang kaya akan makanan
2. Mencari tempat untuk memijah; dan
3. Terjadinya perubahan beberapa faktor lingkungan perairan seperti suhu air,   salinitas dan arus (Nikolsky, 1963).

Ikan cakalang bersifat epipelagis dan oseanik, peruaya jarak jauh. Cakalang sangat menyenangi daerah dimana terjadi pertemuan arus atau arus konvergensi yang banyak terjadi pada daerah yang mempunyai banyak pulau. Selain itu, cakalang juga menyenangi pertemuan antara arus panas dan arus dingin serta daerah upwelling. Penyebaran cakalang secara vertikal terdapat mulai dari permukaan sampai kedalaman 260 m pada siang hari, sedangkan pada malam hari akan menuju permukaan (migrasi diurnal). Penyebaran geografis cakalang terdapat terutama pada perairan tropis dan perairan panas di daerah lintang sedang.

Pada umumnya Scombridae kecil, termasuk ikan cakalang tidak memiliki gelembung renang sehingga tidak bisa bergerak cepat secara vertikal dekat permukaan, akan tetapi juga membuat ikan ini membutuhkan kecepatan yang tinggi untuk mempertahankan keseimbangan hidrostatisnya. Ikan cakalang seringkali muncul di permukaan perairan bersamaan dengan madidihang ukuran kecil, tetapi mudah dibedakan dari jarak jauh karena perbedaan loncatannya. Ikan cakalang mengadakan loncatan jauh lebih horizontal sedangkan ikan madidihang meloncat lambat dan membentuk lengkungan.

PERAN IKAN CAKALANG DI PERAIRAN
Cakalang merupakan mangsa penting bagi ikan-ikan besar di zona pelagik, termasuk hiu.

PENULIS
Ridhwan Ammar Jatmiko
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://ekobiologiikan.blogspot.co.id/2013/12/ekobiologi-ikan-cakalang.html
http://hewanlaut.info/marfologi-ikan-cakalang/
http://limbong40.blogspot.co.id/2011/12/ikan-cakalang.html
http://manado.tribunnews.com/2013/08/28/cakalang-bagus-untuk-jantung
https://id.wikipedia.org/wiki/Cakalang
https://richocean.wordpress.com/ikan-laut/cakalang/
https://www.google.co.id/search?q=ikan+cakalang&es_sm=93&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAWoVChMI952Xr_vOyAIV1AeOCh2t1gBT&biw=1366&bih=637#imgrc=uqiAKi9lBVcRsM%3A

No comments:

Post a Comment