Monday, February 24, 2020

Ikan Kerapu; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan kerapu merupakan salah satu ikan laut ekonomis penting yang sekarang ini banyak dibudidayakan dan merupakan komoditas ekspor. Sebagai contoh kerapu tikus atau kerapu bebek pada saat berukuran 5-10 cm merupakan ikan hias yang mahal dengan harga Rp 6.000-10.000/ekor . Sedangkan ikan yang berukurtan konsumsi dalam keadaan masih hidup di jual dengan harga Rp 300.000-350.000/kg. Permintaan ikan kerapu dipasaran untuk ukuran 5-10 cm sebanyak 30.000-60.000 ekor/bulan dan untuk ikan kerapu ukuran konsumsi sebanyak 20-30 ton/bulan.

KLASIFIKASI IKAN KERAPU
Kelas
: Pisces
Sub kelas
: Teleostei
Ordo
: Percomorphi
Sub ordo
: Percoidea
Devisi
: Perciformis
Famili
: Serranidea
Sub famili
: Epinephelinea
Genus
: Epinephelus
Spesies
: Epinephelus sp.

MORFOLOGI IKAN KERAPU
Bentuk tubuh pipih, yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh.  Rahang atas dan bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat. Mulut lebar, serong ke atas dengan bibir bawah yang sedikit menonjol melebihi bibir atas. Sirip ekor berbentuk bundar, sirip punggung tunggal dan memanjang dimana bagian yang berjari-jari keras kurang lebih sama dengan yang berjari-jari lunak.  Posisi sirip perut berada dibawah sirip dada. Badan ditutupi sirip kecil yang bersisik stenoid.

Pada ikan kerapu genus Aethaloperca merupakan monotipik, tediri atas satu spesies, warna coklat gelap, tubuh melebar, sirip dada tidak simetris, sirip punggung terdiri atas 9 jari-jari keras, sirip ekor tegak. ikan kerapu genus Anyperodon merupakan monotipik, warna abu-abu sampai abu-abu kecoklatan, bintik coklat pada kepala, tidak ada gigi pada langit-langit, kepala dan tubuh panjang, tebal badan 11-15 % dari panjang standard, dan 3-4 kali dari panjang kepala serta sirip bundar.

Ikan kerapu genus Cephalopholis terdiri atas: warna gelap, yaitu cokelat kemerahan sampai cokelat tua dan warna terang, yaitu merah kecokelatan sampai merah atau kuning atau jingga, panjang standard 2,2 – 3,1 kali dari panjng kepala, rahang pada ikan dewasa dilengkapi dengan bonggol, sirip ekor berbentuk bundar. Ikan kerapu genus Epinephelus tubuh ditutupi oleh bintik-bintik berwarna cokelat atau kuning, merah atau putih, tinggi badan pada sirip punggung pertama biasanya lebih tinggi dari pada sirip dubur, sirip ekor berbentukbundar.

Ikan kerapu genus Plectropomus warna gelap bergaris (menyerupai pita) dan yang tidak bergaris, warna tubuh agak putihan, sirip berwarna kuning, tulang sirip dubur lemah, panjang standard 2,8 – 3,1 kali dari panjang kepala, sirip ekor umumnya tegak. dan yang terakhir ikan kerapu dari genus Variola warna tubuh ditutupi oleh bintik merah, sirip ekor berwarna putih tipis pada bagian pinggir, panjang standard 2,5 – 2,8 kali dari panjang kepala, sirip ekor berbentuk sabit.

HABITAT IKAN KERAPU
Habitat benih ikan kerapu macan adalah pantai yang banyak ditumbuhi algae jenis reticulata dan Gracilaria sp, setelah dewasa hidup di perairan yang lebih dalam dengan dasar terdiri dari pasar berlumpur. Ikan kerapu termasuk jenis karnivora dan cara makannya "mencaplok" satu persatu makan yang diberikan sebelum makanan sampai ke dasar. Pakan yang paling disukai kenis krustaceae (rebon, dogol dan krosok), selain itu jenis ikan-ikan (tembang, teri dan belanak).


REPRODUKSI IKAN KERAPU
Ikan kerapu merupakan jenis ikan bertipe hermaprodit protogini, dimana proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betima ke fase jantan atau ikan kerapu ini memulai siklus hidupnya sebagai ikan betina kemudian berubah menjadi ikan jantan.  Fenomena perubahan jenis kelamin pada ikan kerapu sangat erat hubungannya dengan aktivitas pemijahan, umur, indeks kelamin dan ukuran, ikan kerapu jenis Epinephelus diacantus kecendrungan perubahan kelamin terjadi selama  tidak bereproduksi yaitu antara umur 2-6 tahun, tetapi perubahan terbaik terjadi antara 2-3 tahun, ikan kerapu merah Epinephelus akaara untuk jenis ikan betina ukuran berat 500 gram, panjang 26 cm dan jenis kerapu jantan ukuran berat 1000 gram dan ukuran panjang 34 cm. Sedangkan untuk ikan kerapu Lumpur Epinephelus tauvina  jenis kelamin betina berat 3-4 kg panjang 45 cm dan jenis kerapu jantan ukuran panjang 65 cm.

Mayunar et al., (1995), Menyatakan bahwa pada ikan kerapu lumpur (Epinephelus tauvina) panjang minimum betina yang matang adalah 45-50 cm (sebagian besar 50-70 cm) dan transisi gonadnya terjadi pada panjang total (TL) 66-72 cm dan testis mulai matang pada TL 74 cm atau bobot berat tubuh 10-11 kg.

CIRI-CIRI IKAN KERAPU
1.   Bentuk ujung sirip ekor, sirip dada, dan sirip dubur berupa busur 
2.   Kepala dan badannya berwarna abu-abu pucat kehijauan atau kecoklatan 
3.   Badan dipenuhi dengan bintik-bintik gelap berwarna jingga kemerahan atau coklat gelap 
4.   Di alam dapat mencapaipanjang total 95 cm dgn bobot 11 kg 

MANFAAT IKAN KERAPU
Mengkonsumsi ikan kerapu akan memberi manfaat bagi kesehatan yakni mampu mengurangi risiko penyakit jantung koroner.  Penyakit jantung disebabkan oleh banyak faktor individu seperti genetika, gaya hidup maupun pola makan. Dengan mengkonsumsi ikan kerapu akan memiliki ketahanan hidup yang lebih tinggi dari orang yang tidak mengkonsumsi ikan sama sekali. Hewan ini mengandung Omega 3 dengan kandungan 200 mg yang mempunyai efek mampu mencerdaskan anak-anak, mengandung asam amino, vitamin B kompleks, taurin dan selenium yang bermanfaat bagi keseimbangan kesehatan dan antioksidan alami.

TINGKAH LAKU IKAN KERAPU

A.  Kebiasaan Memijah
Pemijahan kerapu dapat dilakukan secara alami (natural spawning) dan buatan (artifical spawning). Pemijahan  dilakukan secara alami dengan metode manipulasi lingkungan. Sistem manipulasi lingkungan mempunyai beberapa keuntungan antara lain kualitas telur baik, pemulihan induk cepat dan pematangan kembali teratur. Sistem manipulasi lingkungan ini dilakukan dengan memberi kejutan-kejutan perubahan temperatur yaitu dengan menurunkan permukaan air sampai kedalaman 30 cm dari dasar bak. Biasanya induk akan memijah pada malam hari berkisar antara pukul 23.00-03.00.

Menurut Subyakto dan Cahyaningasih (2003), kerapu bersifat hermaprodit protogini, yakni pada tahap perkembangan mencapai dewasa (matang gonad) berjenis kelamin betina kemudian berubah menjadi jantan setelah tumbuh besar atau ketika umurnya bertambah tua.  Menurut Kordi (2001) ikan kerapu memijah sepanjang tahun. Untuk melakukan pemijahan, ikan kerapu membutuhan salinitas antara 28-32 ppt, dengan suhu antara 27°C - 30°C. Ikan kerapu tikus memijah disaat gelap, yaitu ketika bulan tidak bersinar terang. Biasanya berlangsung antara tanggal 25 hingga tanggal 5 berikutnya (bulan arab).

B.  Kebiasaan Makan
Kebiasan makan ikan kerapu tikus, menurut Iskandar dan Mawardi (1996) dalam Risamasu (2008) ikan kerapu tikus yang termasuk dalam keluarga serranidae merupakan ikan nokturnal dimana ikan ini mencari makan pada malam hari. Aktivitas ikan nokturnal mencari makan dimulai saat hari mulai gelap. Ikan-ikan tersebut digolongkan sebagai ikan soliter di mana aktivitas makan dilakukan secara individu, gerakannya lambat cenderung diam dan arah gerakannya tidak begitu luas serta lebih banyak menggunakan indera perasa dan indera penciuman. Setianto (2011) melaporkan dalam siklus hidupnya, pada umumnya kerapu tikus muda hidup di perairan karang pantai dengan kedalaman 0,5- 3 meter selanjutnya menginjak masa dewasa beruaya ke perairan yang lebih dalam antara 7-40 meter, biasanya perpindahan ini berlangsung pada siang hari dan senja hari, telur dan larva bersifat pelagis sedangkan kerapu muda hinggga dewasa bersifat demersal. Ikan kerapu merupakan jenis ikan bertipe hermaprodit protogini, dimana proses diferensiasi gonadnya berjalan dari fase betina ke fase jantan.
Ikan demersal memiliki kebiasaan hidup di dasar perairan yang bersubstrat lumpur dan terlindungi oleh karang. Ekosistem karang dijadikan sebagai tempat berlindung, mencari makan dan menghindar dari predator bagi ikan demersal (Riyanto, 2008).

PERAN IKAN KERAPU DI PERAIRAN
Sebagai salah satu komponen penyusun sebuah rantai makanan di perairan laut dan sebagai mangsa dari ikan ikan yang tubuhnya lebih besar dari ikan kerapu.

PENULIS
Ridhwan Ammar Jatmiko
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
https://budidayakerapu.wordpress.com/tag/klasifikasi/
https://www.google.co.id/search?q=ikan+kerapu&es_sm=93&biw=1366&bih=637&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&sqi=2&ved=0CBoQsARqFQoTCPyz47j-zsgCFZRyjgodf0gMTg
http://fisheries90.blogspot.co.id/2012/06/sistem-reproduksi-ikan-kerapu.html
http://duniaperikananediraflisan.blogspot.co.id/2012/08/klasifikasi-dan-morfologi-kerapu-macan.html
https://serdaducemara.wordpress.com/2013/12/24/morfologi-ikan-kerapu/
http://hargaikankerapu.blogspot.co.id/2014/03/manfaat-ikan-kerapu.html

No comments:

Post a Comment