Saturday, January 11, 2020

Sipuncula, Sia-Sia, Komoco, Kariong, Cacing Kacang Atau Peanut Worm; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Sipuncula, Komoco, Kariong, Sia-Sia atau biota laut yang biasa dinamakan cacing kacang (peanut worm) adalah biota laut yang sedikit ” kontrovertif”. Dari penampilan luarnya, sipuncula mirip sekali dengan cacing (worm-like-looking). Dalam bahasa inggris, Sipuncula disebut dengan istilah peanut worm karena bentuk tubuhnya yang menyerupai cacing tanah (Anonim, 2009). Selain itu beberapa literatur juga menyebut hewan ini dengan sebutan ” usegmented marine worm” atau cacing laut tak bersegmen (Barnes, 1987; Hutching dan Johnson, 2003).

Secara taksonomi, sipuncula tidak termasuk di dalam Filum Annelida Kelas Polychaeta tetapi Filum Sipuncula. Dengan demikian, meski kerap disebut ”cacing” penggunaan istilah tersebut hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Kehadiran Sipuncula pada ekosistem laut dan estuaria memang relatif kurang dikenal jika dibandingkan dengan cacing laut Polychaeta. Sebab jika Polychaeta telah diketahui kegunaan dan nilai ekonomisnya, yakni sebagai bioindikator pencemaran dan pakan alami tinggi protein bagi ikan atau udang-udangan (Fauchald, 1977; Ager, 2004). Sipuncula tidaklah demikian, hanya jenis tertentu dari biota ini yang dimanfaatkan.

Sipuncula yang lebih dikenal dengan nama lokal ’sia-sia’ oleh penduduk Pulau Ambon, oleh Pulau Morotai dikenal dengan ”komoco” dan di Pulau Rhun (Kepulauan Banda) dikenal dengan sebutan ”kariong”, dijadikan sebagai bahan makanan, selain itu juga dikumpulkan untuk pakan umpan. Di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah, misalnya Sipuncula dari jenis Sipunculus. sp menjadi salah satu bahan pangan alternatif yang cukup disukai dan kerap diburu di sepanjang daerah padang lamun manakala air laut sedang surut. Bagi masyarakat, sipuncula merupakan makanan laut yang lezat termasuk bila dimakan dalam keadaan segar. Secara tidak langsung cacing kacang ini telah memberikan sumbangan yang besar bagi masyarakat setempat karena bukan merupakan makanan musiman. Dilain sisi ada sebagian masyarakat yang belum mengenal dan memanfaatkannya, sehingga hewan ini juga agaknya kurang dilirik. Belum ada litetatur yang jelas dan catalog yang lengkap tentang profil nutrisi menjadi kendala. Profil nutrisi Sipuncula harus diteliti karena sipuncula diduga mengandung sejumlah nutrisi yang dapat berguna bagi kesehatan. Silahooy, (2008) menjelaskan bahwa Sipuncula di Pulau Saparua Maluku Tengah mengandung 3 asam lemak esensial yaitu linoleat, linolenat, dan arakidonat; dan asam lemak non esensial yaitu asam miristat, palmitat, pentadekanoat dan asam stearat. Dengan demikian perlu dilakukan suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengkaji cara pemanfaatan sipuncula (Cacing kacang) oleh masyarakat pesisir Negeri Nalahia dan Ameth Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. 2). Mengetahui profil nutrisi sipuncula (Cacing kacang) di perairan pantai Negeri Nalahia dan Ameth Pulau Nusalaut, Maluku Tengah. Dengan diperolehnya profil nutrisi diharapkan dapat dapat meningkatkan nilai tambah pemanfaatannya sehingga sipuncula lebih dikenal dan dipakai sebagai acuan atau referensi apabila mengadakan penelitian lanjutan.

KLASIFIKASI SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Sipuncula
Class
: Sipunculidea
Order
: Sipunculiformes
Family
: Sipunculidae
Genus
: Sipunculus
Species
: Sipunculus sp.

MORFOLOGI, CIRI-CIRI SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Bentuk tubuh Sipuncula seperti buah labu, panjang dan langsing, serta sangat retraktil. Bagian anterior yang lebih ramping disebut introvert, karena seluruh bagian tersebut dapt ditarik masuk ke dalam badan yang lebih gemuk di bagian posterior. Di ujung anterior introvert terdapat mulut yang dikelilingi rumbai-rumbai, lobus atau tentakel, yang dilengkapi cilia, biasanya ditutupi duri, reseptor menyebar di permukaan tubuh, dan memiliki titik mata. Jantan berwarna putih betina lebih gelap .sistem saraf mirip annelida . otak terletak diujung esofagus. cairan rongga tubuh berfungsi mengedarkan darah. Panjang tubuh 2mm-72cm , umumnya 18-36cm .warna tubuh putih ,kelabu atau kecoklata . kadang juga terdapat pigmen hitam atau coklat merah menutupi tubuhnya atau membentuk variasi-ariasi ornamen.

Bentuk tubuh Sipuncula seperti buah labu, panjang dan langsing,serta sangat retraktil. Bagian anterior yang lebih ramping disebut introvert,karena seluruh bagian tersebut dapt ditarik masuk ke dalam badan yanglebih gemuk di bagian posterior. Di ujung anterior introvert terdapat mulutyang dikelilingi rumbai-rumbai, lobus atau tentakel, yang dilengkapi cilia.

HABITAT SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM


Sipuncula biasanya hidup di daerah pesisir terutama di sekitar area padang lamun, hutan mangrove dan terumbu karang. Biota ini cenderung mendiami dasar perairan terlebih khusus di dalam substrat sehingga dikategorikan sebagai organisme bentik bersifat infauna. Sipuncula mampu menghuni daerah bersubstrat lunak maupun keras. Pada substrat lunak, biota ini cenderung menguburkan diri di daerah berpasir dan berlumpur. Sedangkan pada substrat keras, Sipuncula mampu hidup di antara celah-celah karang dan juga menghuni cangkang gastropoda dan tabung kosong bekas tempat hidup polychaeta (Cutler, 1994). Dari morfologinya sia-sia tergolong Filum Sipuncula yang lebih dekat dengan genus Sipunculus. Sipuncula dideskripsikan sepintas sebagai hewan laut mirip cacing tapi tanpa segmen, tubuhnya terbagi menjadi badan utama (trunk) dan belalai (introvert) yang bisa ditarik ke dalam atau belakang. Meskipun bentuk fisiknya mirip cacing, namun hipotesis filogenik terbaru menunjukkan Sipuncula tidak ada jejak ciri penting Annelida seperti adanya segmentasi dan chaetae (seta) (Fakhrurrozi, 2011).

Sipuncula atau Sia-sia memiliki bentuk menyerupai cacing, merupakan organisme yang hidup meliang di daerah pesisir terutama di sekitar area padang lamun, mangrove dan terumbu karang serta cenderung mendiami dasar perairan terlebih khusus di dalam substrat sehingga dikategorikan sebagai organisme bentik.

Sebagai tanda kehadirannya, masyarakat lokal biasanya mengamati substrat dimana lamun hidup serta adanya patahan karang. Jika terdapat semacam gundukan pasir dan akar-akar lamun agak terangkat atau gundukan pasir disertai patahan karang, maka sia-sia (Sipunculus nudus) biasanya ditemui bersembunyi di bawah daerah tersebut. Semakin besar ukuran gundukan pasir dan adanya akar-akar lamun yang terangkat atau gundukan pasir disertai patahan karang, semakin besar pula ukuran tubuh organisme tersebut atau sebaliknya.

Sia-sia (Sipunculus nudus) cenderung menyukai tinggal menetap di dalam pasir sedimen yang bagian atasnya ditumbuhi oleh jenis lamun Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii yang tidak terlalu padat, hal ini untuk memudahkannya menggali sedimen. Hal ini disebabkan karena kedua jenis lamun ini tergolong jenis lamun yang memiliki daun yang lebar dan sistem perakaran yang tidak terlalu rapat sehingga memungkinkan sia-sia (Sipunculus nudus) melubangi substrat untuk meliang dan keluar-masuk dari liang tersebut. Kebiasaan meliang, mempermudah terjadinya sirkulasi oksigen (O2) di dalam liang sehingga oksigen cukup tersedia dalam substrat untuk proses pernapasan sewaktu berada di dalam liang.

REPRODUKSI SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Sipuncula dioecus, pembuahan diluar tubuh, telur & sperma dikeluarkan melalui metanephridia. Perkembangan langsungatau melalui stadia trochophore yang berenang bebas satu hari sd satu bulan (tergantung species ), kemudia mengalami metamorfosa menjadi cacing muda dan turun ke dasar laut . Beberapa jenis sipuncula melakukan reproduksi secara aseksual dengan membuat sekatan dan membelah dua pada bagian poesterior badan. Betina yang sedang matang telur berwarna jingga atau merah muda. Jantan kebanyakan berwarna putih. warna sangat tergantung pada faktor lingkungannya. Tonjolan dan garis pigmen terdapat pada bagian invrovert , Terutama pada genus Phascolosoma.

Sipuncula dioecious, pembuahan diluar. Telur dan spermadikeluarkan melalui metanephridia. Perkembangan langsung atau melaluistadia trochophore yang berenang bebas satu hari sampai satu bulan,kemudian mengalami metamorfosa menjadi cacing muda dan turun kedasar laut. Beberapa jenis Sipuncula melakukan reproduksiaseksual dengan membuat sekatan dan membelah dua pada bagian posterior badan

FISIOLOGI SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Mulut yang berhubungan dengan esofagus, usus yang panjang ( melipat di ujung posterior ) dan menuju ke anterior dalam bentuk memili seperti pegas . Anus terletak diujung anterior di bagian dorsal, kecuali pada onchnesoma, anus terletak pada introvert. Hemerythrin adalah pigmen pernafasan dengan struktur yang hampir sama dengan hemocyanin tetapi atom-atom metalik yang mengikat molekul oksigen adalah Fe. Kalau hemocyanin Cu hemoglobin mengandung besi porphyrin. Sistem syaraf mirip annelida, otak terletak di ujung anterior esofagus. Alat indra banyak dijumpai pada ujung anterior introvrert , terutama untuk mencermati keadaan lingkungan . Tidak mempunyai sistem pembuluh darah maupun organ pernafasan. cairan rongga tubuh ( coeclomic fluid ) berfungsi mengedarkan darah yang berisi butir-butir darah dan mengandung hemethrin.

PERAN SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM DI PERAIRAN
Bagi sumber daya perairan, sangat penting karena membantu difusioksigen dalam sedimen  Sebagai deposit feeder, Sipuncula tidak selektif dalam hal makanan. Memakan segala macam butir-butir makanan yang mengendap di dasar perairan dengan menggunakan tentakelnya yang bercilia. Beberapa jenis menelan substrat pada waktu membuat liang, dan mencerna mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.

PERTUMBUHAN SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Sipuncula dioecious, pertumbuhan diluar . Telur dan sperma dikeluarkan melalui metanephridia. Perkembangan langsung melalui stadia trochopore yang berenang bebas satu hari sampai satu bulan , kemudia mengalami metamorfosa menjadi cacing muda dan turun kedasar laut . Beberapa jenis sipuncula melakukan reproduksi aseksual dengan membuat sekatan dan membelah dua  pada bagian posterior badan.

TINGKAH LAKU SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM
Tingkah laku hampir sama dengan pengertian peran bagi kehidupan karena hewan ini dalam memakan segala macam butir-butir makanan yang mengendap di dasar perairan dengan menggunakan tentakelnya yang bercilia. Beberapa jenis menelan substrat pada waktu membuat liang, dan mencerna mikroorganisme yang terkandung di dalamnya

MANFAAT SIPUNCULA, SIA-SIA, KOMOCO, KARIONG, CACING KACANG ATAU PEANUT WORM


Sipuncula (sia-sia) oleh masyarakat yang telah terbiasa, dikonsumsi dalam keadaan segar mentah (setelah dibersihkan, tanpa harus direbus terlebih dahulu), atau dicampur dengan asam jeruk dan bumbu-bumbu, yang disebut “colo-colo” dan dimakan bersama nasi. Akan tetapi pada umumnya, dikonsumsi dengan cara diolah dalam beberapa jenis olahan seperti kare, kecap, goreng, dan dibuat bumbu kacang dengan cara ditumis dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, kunyit, jintan, ketumbar, kemiri, jahe, kecap, kacang, santan, dan lain-lain. Karena tubuhnya mengandung sejumlah besar pasir, sebelum dikonsumsi, harus dibersihkan terlebih dahulu. Caranya: sipuncula (siasia) yang sudah dibersihkan dari pantai, dibersihkan kembali dengan air tawar sebanyak 5-6 kali, kemudian direndam dalam air panas mendidih 20 menit, setelah itu kulit luar dan dalam yang membungkusi tubuh dibersihkan dengan cara menarik bagian ujung pangkal tubuh sejajar kulit hingga bersih. Hal ini dimaksudkan untuk mengeluarkan butir-butir pasir berukuran kecil yang ada disekucur tubuhnya. Tubuh hewan ini kembali dibersihkan dari butiran dengan cara menyapu lembut permukaan kulitnya. Lalu dicuci dengan air tawar hingga bersih. Setelah dipastikan bersih, hewan ini dapat langsung dimakan mentah. Jika akan diolah lanjut (dimasak), dapat dirajang kecil-kecil.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Sipuncula (sia-sia) sudah dikenal sejak lama, tetapi hingga sekarang belum bisa menjadi bahan pangan yang bernilai ekonomis jika dibadingkan dengan hasil laut lainnya seperti bia/siput, teripang, dan rumput laut (cincao) yang memiliki nilai jual yang tinggi yang kerap kali diburu oleh kalangan infestor lokal (asal Surabaya). Diversifikasi atau penganekaragaman pangan pun belum pernah dilakukan akan tetapi hewan ini menyimpan sejumlah kandungan-kandungan nutrisi yang dapat diperlukan oleh tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sipuncula atau sia-sia yang diperoleh dari perairan pulau Nusalaut memiliki komposisi gizi yang cukup lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral (Tabel 1 dan 2). Dari hasil analisa proksimat, rata- rata komposisi gizi sipuncula (sia-sia) di perairan pantai pulau Nusalaut untuk kadar air berkisar antara 75,96-79,21%, protein 16,88-17,13%, lemak 0,22-0,27%, karbohidrat 1,03-3,85%, abu 2,41-3,04%. Mineral seperti Calsium berkisar antara 6,16-11,42%, Magnesium 2,70-2,82%, Posfor 0,98-1,09%, Iodium 5,90-6,65%. Sedangkan Vitamin, yang diwakili dari perairan Negeri Nalahia (Tabel 2) memperlihatkan bahwa daging sipuncula (sia-sia) juga mengandung sejumlah vitamin antara lain vitamin A sebesar : 656,65 mcg, Vitamin B1: 0,26 mg, B6: 0,22 mg, B12: 0,31 mcg dan Vitamin E: 5,53 mg.

PENULIS
Qolbi Putrawan Y
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Benny. 2014. http://www.academia.edu/Diakses pada 1 November 2015
Google image. 2015. http://www.googleimage.com/diaskes pada 1 November    2015
http://lalitaveronika.blogspot.com/2017/05/laporan-praktikum-avertebrata-sipuncula.html
Silaban, B. Br dan E. E. E. M. Nanlohy. 2011. Profil Nutrisi Sipuncula (Cacing Kacang): Biota Laut Yang Kontrovertif Di Pulau Nusalaut, Maluku Tengah  Jurnal Triton. 7(2):32-4.
Silaban, R. 2019. Studi Etnoteknologi Dan Pemanfaatan Sia-Sia (Sipunculus Nudus) Oleh Mayarakat Di Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Kelautan. 12(1): 78-88.
The Dreamer . 2013  . http://newthedreamer.blogspot.co.id/  Dikses pada 1 November 2015
Wikipedia.2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Siipuncula . Diakses pada1 November 2015

No comments:

Post a Comment