Saturday, July 31, 2021

Ikan Serinding Belang Putih Atau Whitelined Cardinalfish (Ostorhinchus sp. A); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Belang Putih Atau Whitelined Cardinalfish (Ostorhinchus sp. A); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Kemungkinan di dasar bersubstrat lunak; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, mirip dengan 55.16 tetapi berbeda karena memiliki garis putus keputihan memanjang vertikal di bawah garis mid lateral hitam bertepi putih di tengah; hanya dikenal dari Indonesia; sampai 8 cm.

 

Whitelined Cardinalfish (Ostorhinchus sp. A); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Probably on soft bottoms; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, similar to 55.16 but differs in having whitish broken lines extending vertically below a white-edged black mid-lateral stripe; known only from Indonesia; to 8 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Friday, July 30, 2021

Ikan Capungan Atau Schlegel’s Cardinalfish (Ostorhinchus schlegeli); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Capungan Atau Schlegel’s Cardinalfish (Ostorhinchus schlegeli); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Terumbu dan karang berbatu, kedalaman 10–70 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, sirip ekor sedikit bercagak, tubuh pucat dengan 6 atau 7 garis kecoklatan sempit di kedua sisi, bintik kecil hitam jelas pada ekor, sirip ekor kekuningan; Pasifik Barat Tengah; sampai 12 cm.

 

Dragonfly Fish Or Schlegel's Cardinalfish (Ostorhinchus schlegeli); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Rocky and coral reefs, 10–70 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, caudal fin weakly forked, body pale with 6 or 7 narrow brownish stripes on sides, small distinct black caudal spot, caudal fin yellowish; W. Central Pacific; to 12 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Thursday, July 29, 2021

Pasang Surut Air Laut (Oseanografi Atau Oceanografi)

 


Definisi

Pasut:

Peristiwa naik dan turunnya muka laut secara periodik selama suatu interval waktu tertentu yang disebabkan oleh gaya tarik Bulan dan Matahari .

  


Tenaga pembangkit pasang:

1. Gaya Sentrifugal

Suatu tenaga yang didesak kearah luar dari pusat bumi yang besarnya lebih kurang sama dengan tenaga yang ditarik ke permukaan bumi (besarnya merata pada bagian permukaan bumi).

 

2. Gaya Gravitasi

Gaya tarik bulan atau matahari yang besarnya tidak merata pada permukaan bumi (gaya terkuat terjadi pada daerah-daerah yang letaknya terdekat dengan bulan).   

 


Keterangan:

n  dianggap bumi ditutupi oleh air,

n  Ada 2 tonjolan permukaan air

   1. Antara bumi – bulan: G grafitasi > G. Sentrifugal,

   2. tonjolan permukaan air di baliknya : G grafitasi < G. Sentrifugal .

   3. Tonjolan-tonjolan air --- > daerah pasang dan sisi lainnya --- >daerah surut.

 

Lanjutan:

n  massa matahari 27 juta X massa Bulan.

n  Jarak bumi - matahari rata-rata 149,6 juta km, bumi – bulan rata-rata 381,160 km.

n  Dalam mekanika alam semesta, jarak lebih menentukan daripada massa.

n  Perhitungan matematis gaya tarik bulan yang mempengaruhi pasut sekitar 2,2 kali lebih besar daripada Matahari.

 

Lanjutan:

n  Bumi berputar pada porosnya --- > pasang bergerak bergantian di permukaan bumi. 

n  Waktu satu putaran bumi berkaitan dg gerakan bulan 24 jam 50 menit.

n  Jika faktor lain diabaikan  maka suatu lokasi di bumi akan mengalami 2 x pasang dan 2 x surut dalam sehari dan tiap siklus pasut akan bergeser mundur 51 menit setiap hari.

 

Lanjutan:

n  Teori tersebut anggapan-anggapan jika:

1. permukaan bumi ditutupi air laut

2. yang berpengaruh hanya bulan/matahari saja, tetapi tidak keduanya bersamaan.

3. bulan atau matahari mempunyai orbit berupa lingkaran dan orbitnya tepat di atas khatulistiwa.

 

Lanjutan:

n  kenyataan di alam a l:

1. Laut tidak menutupi bumi semua

2. Topografi dasar sangat bervariasi

3. Adanya selat, teluk berbagai bentuk

4. Posisi bulan dan matahari dalam orbit selalu berubah relatif terhadap bumi. Hal tersebut menimbulkan penyimpangan-penyimpangan

 


Jenis Pasang Surut

1.   Pasang Surut Diurnal

          Yaitu pasang surut yang terdiri dari satu pasang dan satu surut.

2.   Pasang Surut Semidiurnal

Yaitu pasang surut yang terdiri dari dua pasang dan dua surut yang terjadi dalam waktu sehari.

3.   Pasang Surut Campuran

 

Yaitu percampuran antara pasang surut diurnal dan pasang surut semidiurnal.

 

Ditambahkan juga bahwa pasang yang memiliki tinggi maksimum disebut spring tide dan pasang yang memiliki tinggi minimum disebut neap tide.

 



4. Pengamatan dan Penentuan Lokasi Stasiun PasangSurut 

Untuk mengamati dan menentukan lokasi stasiun pasang surut terdapat beberapa syarat antara lain:

1)   Tidak dipengaruhi oleh pasang surut dari daerah tertentu

2)   Dasar laut harus stabil

3)   Tidak dipengaruhi oleh tanah dan lumpur

4)   Laut yang jernih

5)   Tidak dipengaruhi arus sungai dan gelombang

6)   Peralatan harus disesuaikan

7)   Tidak mengganggu atau terganggu oleh aktifitas setempat

8)   Memperhatikan keadaan lingkungan laut lainnya yang dianggap perlu untuk kemudahan analisis selanjutnya

 

Cara Pengukuran Pasang Surut

n  Tide staff dipasang pada tiang di daerah pasang surut yang masih terendam air pada saat surut terendah

n  Tinggi permukaan air pada tide staff, dicatat sebagai tinggi mula-mula (to)

n  Setelah 1-2 jam, tinggi permukaan air dicatat sebagai tinggi permukaan air (t1)

n  Kecepatan pasang surut dihitung sebagai selisih dari kedua hasil pengukuran tersebut (cm/jam)

 

Manfaat Mempelajari Pasang Surut

Bidang Non-Perikanan

q informasi untuk konstruksi bahan bangunan pantai

q sebagai studi kondisi geologi pesisir

q study perubahan muka air laut

q konversi energi dan penyebaran limbah (lingkungan)

 

Bidang Perikanan

q membantu dalam penelitian Biota laut terutama pada zona intertidal

q sirkulasi tambak dan keamanan

q pelayaran.

 

Manfaat Pasang Surut

Pasut sangat penting untuk ecology pantai

ü Memperbanyak adanya habitat intertidal

ü Distribusi plankton & nutrients

ü Penggerak utama air masuk & keluar teluk

 

Pengaruh Pasang Surut terhadap Organisme Laut

n  Distribusi dan Adaptasi Organisme di Daerah Pasang Surut

n  perputaran air, yang membuat ichtyoplankton bergerak ke atas permukaan

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi keanekaragaman organisme di pasut

n  Suhu

n  Pergerakan ombak

n  Salinitas

n  Faktor lain

 

a) Suhu

Daerah pasang surut biasanya dipengaruhi oleh suhu udara selama periode yang berbeda– beda, dan suhu ini mempunyai kisaran yang luas, baik secara harian maupun musiman, kisaran ini dapat memenuhi batas toleran organisme laut.

 

Jika pasang turun terjadi karena suhu udara minimum (daerah sedang, dingin, kutub) atau ketika suhu udara maksimum (tropik), batas letal dapat terlampaui dan organisme dapat mati karena kehabisan air, dan kehabisan air akan dipercepat dengan meningkatnya suhu.

 

b) Gerakan Ombak

Di daerah pasang surut, gerakan ombak mempunyai pengaruh yang terbesar dalam organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah laut lainnya.

 

Aktivitas ombak mempengaruhi kehidupan pantai secara langsung. Pada pantai terdiri dari pasir dan kerikil, kegiatan ombak yang besar dapat membongkar substrat di sekitar sehingga mempengaruhi bentuk zona.

 

c) Salinitas

-  Perubahan salinitas yang dapat mempengaruhi organisme terjadi di daerah pasang surut melalui dua cara

-  Pertama, karena di daerah pasang surut terbuka pada saat pasang turun dan kemudian digenangi air atau aliran akibat hujan lebat, akibatnya salinitas akan sangat turun.

-  Kedua ada hubungannya dengan pasang turun. Kenaikan salinitas terjadi jika penguapan sangat tinggi pada siang hari.

 

d) Faktor Lain

- Faktor lain yang berpengaruh bermacam –macam, meliputi ph, persaingan antar organisme dan pemangsaan.

- Persaingan terjadi karena masing–masing individu berusaha untuk mendapatkan nutrisi, sehingga mempengaruhi pola penyebaran individu, demikian juga pemangsaan oleh organisme lain berpengaruh terhadap penyebaran organisme di daerah pasang surut.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

Ikan Serinding Belang Hitam Atau Blackline Cardinalfish (Ostorhinchus cf. pleuron); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Belang Hitam Atau Blackline Cardinalfish (Ostorhinchus cf. pleuron); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Mungkin di dasar bersubstrat lunak; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, mirip dengan 55.16 tetapi berbeda karena memiliki tepi garis mid lateral gelap lebih di bawah yang memanjang menjadi garis sempit vertikal keperakan; hanya dikenal dari Indonesia; sampai 10 cm.

 

Black Striped or Blackline Cardinalfish (Ostorhinchus cf. pleuron); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Probably on soft bottoms; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, similar to 55.16 but differs in having lower edge of dark mid-lateral stripe extended as narrow silvery vertical bars; known only from Indonesia; to 10 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Wednesday, July 28, 2021

Ikan Serinding Ambon Atau Moluccan Cardinalfish (Ostorhinchus moluccensis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Ambon Atau Moluccan Cardinalfish (Ostorhinchus moluccensis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Dasar bersubstrat lunak, 0–25 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, kemerahan sampai kecoklatan dengan 2 garis putih paralel dari moncong melalui mata dan bercak putih kecil pada akhir sirip punggung kedua dalam kondisi segar; Pasifik Barat; 9 cm.

 

Ambon Serinding Fish Or Moluccan Cardinalfish (Ostorhinchus moluccensis); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Soft bottoms, to 25 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, reddish to brown with 2 parallel white lines from snout through eyes and small white spot at end of 2nd dorsal fin when fresh; W. Pacific; to 9 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Tuesday, July 27, 2021

Ikan Serinding Bunga Atau Flower Cardinalfish (Ostorhinchus fleurieu); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Bunga Atau Flower Cardinalfish (Ostorhinchus fleurieu); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Terumbu dan karang berbatu, kedalaman 0–35 m; sangat mirip dengan 55.12 tetapi berbeda karena memiliki warna kemerahan agak pucat, dan cincin hitam ekor jauh lebih sempit di bagian atas dan bawah (umumnya berbentuk jam pasir pada 55.12); Indo–Pasifik Barat; sampai 13 cm.

 

Flower Cardinalfish (Ostorhinchus fleurieu); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Rocky and coral reefs, to 35 m depth; very similar to 55.12 but differs in having a somewhat paler reddish colouration, and black caudal ring much narrower at its top and bottom (often hour-glass shaped in 55.12); Indo–W. Pacific; to 13 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Monday, July 26, 2021

Ikan Gelagah, Serinding Atau Fourstripe Cardinalfish (Ostorhinchus fasciatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Gelagah, Serinding Atau Fourstripe Cardinalfish (Ostorhinchus fasciatus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Dasar lumpur dan berpasir, kedalaman 0–130 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung ke-2 dengan 1 duri dan 9 jari, 2 garis gelap samar memanjang di sisi sampai sirip ekor, garis ketiga di bawah punggung lebih pendek tidak mencapai dasar sirip punggung kedua; Indo–Pasifik Barat; sampai 7 cm.

 

Reed Fish, Serinding Or Fourstripe Cardinalfish (Ostorhinchus fasciatus); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Sand and mud bottoms, to 130 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, 2 faint dark stripes extending on side to caudal fin, shorter 3rd subdorsal stripe not reaching 2nd dorsal-fin base; Indo–W. Pacific; to 7 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Sunday, July 25, 2021

Ikan Serinding Garis Kuning Atau Yellowlined Cardinalfish (Ostorhinchus chrysotaenia); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Garis Kuning Atau Yellowlined Cardinalfish (Ostorhinchus chrysotaenia); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Coral and rocky reefs, to 10 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, anterior rays of 2nd dorsal fin slightly elongate, caudal fin forked with rounded lobes, body reddish orange with faint dark stripes, 2 narrow blue lines on head, fins orange; W. Central Pacific; to 10 cm.

 

Yellowlined Cardinalfish (Ostorhinchus chrysotaenia); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Terumbu dan karang berbatu, kedalaman 0–10 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, jari bagian depan sirip punggung kedua sedikit memanjang, sirip ekor bercagak dengan cuping bulat, tubuh oranye kemerahan dengan garis-garis gelap samar, 2 garis biru sempit di kepala, sirip oranye; Pasifik Barat Tengah; sampai 10 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Saturday, July 24, 2021

Ikan Serinding Totol, Capungan Atau Spotgill Cardinalfish (Ostorhinchus chrysopomus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Totol, Capungan Atau Spotgill Cardinalfish (Ostorhinchus chrysopomus); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Terumbu karang, 0–25 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, sirip ekor bercagak dengan cuping bulat, merah muda keperakan dengan dua garis sempit berwarna coklat tua pada kedua sisinya dan bintik ekor kecil hitam, beberapa bintik kuning terang pada pipi; Pasifik Barat; sampai 9 cm.

 

Spotgill Fish, Dragonfly Or Spotgill Cardinalfish (Ostorhinchus chrysopomus); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Coral reefs, to 25 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, caudal fin forked with rounded lobes, silvery pink with 2 narrow dark-brown stripes on sides and small black caudal spot, several bright orange spots on cheek; W. Pacific; to 9 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.

Friday, July 23, 2021

Ikan Serinding Atau Cavite Cardinalfish (Ostorhinchus cavitensis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

 


Ikan Serinding Atau Cavite Cardinalfish (Ostorhinchus cavitensis); Morfologi, Habitat, Ciri-Ciri, Klasifikasi

Masuk kedalam famili Apogonidae, Hidup di Dasar berpasir atau berlumpur dekat bebatuan, kedalaman 0–20 m; sirip punggung pertama dengan 7 duri, sirip punggung kedua dengan 1 duri dan 9 jari, satu garis kuning lebar bertepi putih di tengah dan garis kuning kedua dari tengkuk sepanjang sisi atas tubuh, ekor berbintik hitam; Pasifik Barat Tengah; sampai 8 cm.

 

Serinding Fish Or Cavite Cardinalfish (Ostorhinchus cavitensis); Morphology, Habitat, Traits, Classification

Enter the Apogonidae family, Live on Sand or mud bottoms near rocks, to 20 m depth; 1st dorsal fin with 7 spines, 2nd dorsal fin with 1 spine and 9 rays, a broad white-edged yellow median stripe and 2nd yellow stripe from nape along upper sides of body, black caudal spot; W. Central Pacific; to 8 cm.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno, S.Pi

 

Daftar Pustaka

White, W. T., P., R. Last., Dharmadi., R. Faizah., U. Chodrijah., B. I. Prisantoso., J. J. Pogonoski., M. Puckridge., S. J. M. Blaber. 2013. Market Fishes Of Indonesian. Australian Centre For International Agricultural Research.