Thursday, July 29, 2021

Pasang Surut Air Laut (Oseanografi Atau Oceanografi)

 


Definisi

Pasut:

Peristiwa naik dan turunnya muka laut secara periodik selama suatu interval waktu tertentu yang disebabkan oleh gaya tarik Bulan dan Matahari .

  


Tenaga pembangkit pasang:

1. Gaya Sentrifugal

Suatu tenaga yang didesak kearah luar dari pusat bumi yang besarnya lebih kurang sama dengan tenaga yang ditarik ke permukaan bumi (besarnya merata pada bagian permukaan bumi).

 

2. Gaya Gravitasi

Gaya tarik bulan atau matahari yang besarnya tidak merata pada permukaan bumi (gaya terkuat terjadi pada daerah-daerah yang letaknya terdekat dengan bulan).   

 


Keterangan:

n  dianggap bumi ditutupi oleh air,

n  Ada 2 tonjolan permukaan air

   1. Antara bumi – bulan: G grafitasi > G. Sentrifugal,

   2. tonjolan permukaan air di baliknya : G grafitasi < G. Sentrifugal .

   3. Tonjolan-tonjolan air --- > daerah pasang dan sisi lainnya --- >daerah surut.

 

Lanjutan:

n  massa matahari 27 juta X massa Bulan.

n  Jarak bumi - matahari rata-rata 149,6 juta km, bumi – bulan rata-rata 381,160 km.

n  Dalam mekanika alam semesta, jarak lebih menentukan daripada massa.

n  Perhitungan matematis gaya tarik bulan yang mempengaruhi pasut sekitar 2,2 kali lebih besar daripada Matahari.

 

Lanjutan:

n  Bumi berputar pada porosnya --- > pasang bergerak bergantian di permukaan bumi. 

n  Waktu satu putaran bumi berkaitan dg gerakan bulan 24 jam 50 menit.

n  Jika faktor lain diabaikan  maka suatu lokasi di bumi akan mengalami 2 x pasang dan 2 x surut dalam sehari dan tiap siklus pasut akan bergeser mundur 51 menit setiap hari.

 

Lanjutan:

n  Teori tersebut anggapan-anggapan jika:

1. permukaan bumi ditutupi air laut

2. yang berpengaruh hanya bulan/matahari saja, tetapi tidak keduanya bersamaan.

3. bulan atau matahari mempunyai orbit berupa lingkaran dan orbitnya tepat di atas khatulistiwa.

 

Lanjutan:

n  kenyataan di alam a l:

1. Laut tidak menutupi bumi semua

2. Topografi dasar sangat bervariasi

3. Adanya selat, teluk berbagai bentuk

4. Posisi bulan dan matahari dalam orbit selalu berubah relatif terhadap bumi. Hal tersebut menimbulkan penyimpangan-penyimpangan

 


Jenis Pasang Surut

1.   Pasang Surut Diurnal

          Yaitu pasang surut yang terdiri dari satu pasang dan satu surut.

2.   Pasang Surut Semidiurnal

Yaitu pasang surut yang terdiri dari dua pasang dan dua surut yang terjadi dalam waktu sehari.

3.   Pasang Surut Campuran

 

Yaitu percampuran antara pasang surut diurnal dan pasang surut semidiurnal.

 

Ditambahkan juga bahwa pasang yang memiliki tinggi maksimum disebut spring tide dan pasang yang memiliki tinggi minimum disebut neap tide.

 



4. Pengamatan dan Penentuan Lokasi Stasiun PasangSurut 

Untuk mengamati dan menentukan lokasi stasiun pasang surut terdapat beberapa syarat antara lain:

1)   Tidak dipengaruhi oleh pasang surut dari daerah tertentu

2)   Dasar laut harus stabil

3)   Tidak dipengaruhi oleh tanah dan lumpur

4)   Laut yang jernih

5)   Tidak dipengaruhi arus sungai dan gelombang

6)   Peralatan harus disesuaikan

7)   Tidak mengganggu atau terganggu oleh aktifitas setempat

8)   Memperhatikan keadaan lingkungan laut lainnya yang dianggap perlu untuk kemudahan analisis selanjutnya

 

Cara Pengukuran Pasang Surut

n  Tide staff dipasang pada tiang di daerah pasang surut yang masih terendam air pada saat surut terendah

n  Tinggi permukaan air pada tide staff, dicatat sebagai tinggi mula-mula (to)

n  Setelah 1-2 jam, tinggi permukaan air dicatat sebagai tinggi permukaan air (t1)

n  Kecepatan pasang surut dihitung sebagai selisih dari kedua hasil pengukuran tersebut (cm/jam)

 

Manfaat Mempelajari Pasang Surut

Bidang Non-Perikanan

q informasi untuk konstruksi bahan bangunan pantai

q sebagai studi kondisi geologi pesisir

q study perubahan muka air laut

q konversi energi dan penyebaran limbah (lingkungan)

 

Bidang Perikanan

q membantu dalam penelitian Biota laut terutama pada zona intertidal

q sirkulasi tambak dan keamanan

q pelayaran.

 

Manfaat Pasang Surut

Pasut sangat penting untuk ecology pantai

ü Memperbanyak adanya habitat intertidal

ü Distribusi plankton & nutrients

ü Penggerak utama air masuk & keluar teluk

 

Pengaruh Pasang Surut terhadap Organisme Laut

n  Distribusi dan Adaptasi Organisme di Daerah Pasang Surut

n  perputaran air, yang membuat ichtyoplankton bergerak ke atas permukaan

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi keanekaragaman organisme di pasut

n  Suhu

n  Pergerakan ombak

n  Salinitas

n  Faktor lain

 

a) Suhu

Daerah pasang surut biasanya dipengaruhi oleh suhu udara selama periode yang berbeda– beda, dan suhu ini mempunyai kisaran yang luas, baik secara harian maupun musiman, kisaran ini dapat memenuhi batas toleran organisme laut.

 

Jika pasang turun terjadi karena suhu udara minimum (daerah sedang, dingin, kutub) atau ketika suhu udara maksimum (tropik), batas letal dapat terlampaui dan organisme dapat mati karena kehabisan air, dan kehabisan air akan dipercepat dengan meningkatnya suhu.

 

b) Gerakan Ombak

Di daerah pasang surut, gerakan ombak mempunyai pengaruh yang terbesar dalam organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah laut lainnya.

 

Aktivitas ombak mempengaruhi kehidupan pantai secara langsung. Pada pantai terdiri dari pasir dan kerikil, kegiatan ombak yang besar dapat membongkar substrat di sekitar sehingga mempengaruhi bentuk zona.

 

c) Salinitas

-  Perubahan salinitas yang dapat mempengaruhi organisme terjadi di daerah pasang surut melalui dua cara

-  Pertama, karena di daerah pasang surut terbuka pada saat pasang turun dan kemudian digenangi air atau aliran akibat hujan lebat, akibatnya salinitas akan sangat turun.

-  Kedua ada hubungannya dengan pasang turun. Kenaikan salinitas terjadi jika penguapan sangat tinggi pada siang hari.

 

d) Faktor Lain

- Faktor lain yang berpengaruh bermacam –macam, meliputi ph, persaingan antar organisme dan pemangsaan.

- Persaingan terjadi karena masing–masing individu berusaha untuk mendapatkan nutrisi, sehingga mempengaruhi pola penyebaran individu, demikian juga pemangsaan oleh organisme lain berpengaruh terhadap penyebaran organisme di daerah pasang surut.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment