Thursday, March 11, 2021

Ikan Koi (Cyprinus carpio); Klasifikasi, Morfologi, Habitat, Etc



Klasifikasi Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Menurut Effendi (1993) Ikan koi berasal dari keturunan ikan karper hitam dan menghasilkan keturunan yang berwarna-warni. Ikan koi memiliki klasifikasi yang sama dengan ikan mas sebagai berikut ;

Filum : Chordata

Sub filum : Vertebrata

Kelas : Osteichtyes

Ordo : Cypriniformei

Familyi : Cyprinidae

Genus : Cyprinus

Spesies : Cyprinus carpio

 

Morfologi Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Ikan koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Harga koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 361 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi (Twigg, 2008).

 

Menurut Susanto (2000), tubuh ikan koi berbentuk seperti torpedo dengan alat gerak berupa sirip. Sirip-sirip yang melengkapi bentuk morfologi ikan koiadalah sirip punggung, sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip anus, dansirip ekor

 

Habitat Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Ikan koi merupakan ikan air tawar, akan tetapi ikan koi masih dapat hidup pada air yang agak asin. Ikan koi masih bisa bertahan hidup pada air dengan salinitas 10 ppt. Ikan koi hidup pada salinitas netral, akan tetapi ikan koi masih bisa hidup pada salinitas yang agak basa. Kisaran pH yang dibutuhkan ikan koiagar tumbuh sehat yaitu pada kisaran 6,5-8,5 sedangkan nilai kesadahan yang dapat ditoleransi ikan koi adalah 20 mg/L CaCO3 (Effendi 1993).

 

Fisiologi Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Stres pada ikan koi menyebabkan pelepasan hormon kortisol dan katekolamin. Kortisol mengaktifkan proses glikogenolisis dan glukoneogenesis pada ikan. Hormon katekolamin tersebut selanjutnya meningkatkan proses glikogenolisis, mengatur kardiovaskular dan fungsi pernafasan (Porchaz et al., 2009).

 

Evans and Claiborne (2006) menyatakan bahwa ikan yang mengalami stres dapat dilihat melalui meningkatnya tachiventilasi (buka tutup operkulum ikan) dan kadar glukosa darah. Minyak atsiri daun bandotan (Ageratum conyzoides) memiliki aktivitas central analgesic (Almeida et al., 2001)

 

Ciri Khusus Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Sirip pada koi terdiri atas jari-jari keras, jari-jari lunak, dan selaput sirip yang berfungsi sebagai alat gerak (Gambar 2). Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 20 jari-jari lunak. Sirip perut hanya memiliki jari-jari lunak sebanyak 9 buah. Sirip anus memiliki 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Pada sisi badan dari pertengahan batang sampai batang ekor terdapat gurat sisi yang berguna sebagai penerima getaran suara. Garis ini terbentuk dari urat-urat yang ada di sebelah dalam sisik yang membayang hingga keluar (Susanto, 2000).

 

Reproduksi Ikan Koi (Cyprinus carpio)

Ikan koi dapat dipijah sepanjang tahun, namun perkembangbiakan alaminya lebih sering terjadi pada awal musim hujan, aroma tanah kering yang tergenang air akan merangsang ikan betina menghasilkan telur dan ikan jantan menghasilkan sperma.

 

Pemijahan secara alami ikan koi akan terjadi pada tengah malam sampai pagi, menjelang pemijahan induk ikan koi akan aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air yang menutupi permukaan air, akar tanaman air ini yang akan digunakan sebagai tempat menempel telur.

 

Peran bagi perairan Ikan Koi (Cyprinus carpio)

1. Untuk tingkat metabolisme yang bergantungan pada suhu air.

2. Hidup pada iklim subtropics

3. Tergantung pada suhu perairan

4. Ikan termasuk omnivore

5. Sangat edial juga dipelihara didalam aquarium  

 

Penulis

Hendra Lesmana

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Almeida, R.N., D.S. Navaro and J.M. Barbosa-Filho. 2001. Plants with Central Analgesic Activity. Phytomedicine 8(4): 310-322.

Effendi., R. 1993. Pengambilan Minyak Atsiri dari Melati dengan Metode Enfleurasi dan Ekstraksi Pelarut Menguap. Jurnal Teknik POMITS Vol.1 (1): 1-4.

Evans, D.H. and J.B. Claiborne. 2006. The Physiology of Fishes, Third Edition. CRC Press, Taylor and Francis Group : Florida. Hal. 319-322.

Porchaz, M.M, L.R.M. Cordova and R.R.Enriquez. 2009. Cortisol and Glucose: Reliable Indocators of Fish Stress?. Pan American Journal of Aquatic Sciences,   4 (2): 158-178.

Susanto, R.K. 2000. Efektivitas Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.)  Terhadap Mortalitas Plutella xylostella L. Pada Tanaman Sawi. J. Florantek 4: 29-40.

Twig, K. 2008. The Effect of Acute Stress on Rainbow Trout (Oncorhyncus mykiss). Turk J Zool, 26: 249.

No comments:

Post a Comment