Friday, December 25, 2020

Daftar Pustaka Ekologi Perairan (Ekoper)



DAFTAR PUSTAKA


Agung, H. Y.,  Ruswahyuni dan Agung, S. 2015. Kelimpahan perifiton pada karang masif dan bercabang di perairan pulau panjang Jepara. Diponegoro journal of maquares management of aquatic resources. 4: 99-108.

Agustiningsih, D. 2012. Kajian kualitas air sungai Blukar Kabupaten Kendal dalam upaya pengendalian pencemaran air sungai. Skripsi. Semarang : Universitas Diponegoro. 175 hlm.

Barus, S. L., Yunasfi dan A. Suryanti. 2014. Keanekaragaman dan kelimpahan perifiton di perairan sungai Deli Sumatera Utara. Jurnal Aquacoastmarine. 2(1): 139-149.

Biggs, B.J.F dan C. Killroy. 2000. Sream Periphyton Monitoring Manual. NIWA. Christchurch. 246 p.

Blanchette, M. L., A. M. Davis, T. D. Jardine and R. G. Pearson. 2014. Omnivory and opportunism characterize food webs in a large dry-tropics river system. Freshwater Science. 33(1): 142–158.

Budihastuti, R. 2015. Variasi periodik komposisi bentos pada tambak Wanamina dengan jenis mangrove berbeda. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah. 13(2): 135-142.

Burdames, Y. dan Edwin L. A. Ngangi. 2014. Kondisi lingkungan perairan budidaya rumput laut di Desa Arakan, Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Budidaya Perairan. 2(3): 69-75.

Dewi, N. K., Purwanto dan H.R Sunoko. 2014. Metallothionein pada hati ikan sebagai biomarker pencernaan kadmium (Cd) di perairan Kaligarang Semarang. Jurnal Manusia dan Lingkungan. 12 (3) : 304 -309.

Dwirastina, M. 2013. Teknik pengambilan dan identifikasi bentos kelas Oligochaeta di daerah indakiat Riau Pekambaru. BTL. 11(2) : 41- 44.

Faza, M.F. 2012. Struktur Komunitas Plankton di Sungai Pesanggrahan dari bagian hulu( Bogor, Jawa Barat) hingga bagian hilir ( Kembangan, DKI Jakarta). Skripsi. FMIPA Departemen Biologi, Universitas Indonesia. Depok.

Fajri, N. E dan A. Kasry. 2013. Kualitas perairan muara sungai siak ditinjau dari sifat fisik-kimia dan makro zoobentos. Jurnal Terubuk. 41(1): 37-52.

Fitriani dan F. Maulana. 2015. Identifikasi jenis perifiton sebagai penentu kualitas air di sungai Ray 17 kelurahan Berangas Barat kabupaten Barito Kuala. Jurnal Pendidikan Hayati. 1(4): 44-49.

Fitriya N., H. Surbakti dan R. Aryawati. 2011. Pola sebaran fitoplankton sertaklorofil-a pada bulan November di Perairan Tambelan, Laut Natuna. Maspari Journal. 3: 01-08.

Gusmawenti dan L. Deswanti. 2015. Analisis parameter fisika kimia sebgai salah satu parametr kualitas perairan Batang Palangki Kabupten Sijunjung, Sumatera Barat. Seminar Nasional ke XII Pendidikan Biologi FKIP UNS. 799-802.

Hidayat, M. 2013. Keanekaragaman plankton di waduk Keuliling kecamatan Kuta Cot Glie kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik. 1(2): 67-136.

Iriadi, R., E. Riani, B. N. Pramudya dan A. Fahrudin. 2015. Evaluasi pengendalian pencemaran di perairan danau laut tawar di kabupaten aceh tengah. Limnotek. 22(1): 64-75.

Junda, M., Hijriah dan Y. Hala. 2013. Identifikasi perifiton sebagai kualitas air pada tambak ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Bionature. 14(1) : 16-24.

Jimenez-Contreras, J., S. S. S. Sarma, E. Piedra-Ibarra, M. Calderon-Torres and S. Nandini. 2013. Morphological, morphometrical and molecular (C01 dan ITS) analysis of the rotifer Asplanchnabrightwelliifrom selected freshwater bodies in Central  Mexico.Jurnal of Environmental Biology. 34 : 1039-1046.

 Karuthapandi, M., D. V. Rao, B. X. Innocent and J.Deepa. 2013. Zooplankton diversity and trophic status of Safilguda tank, Hyderabad. International Journal of Advanced Life Sciences (IJALS). 6 (1) : 44-50.

Kasry, A. dan N. E. Fajri. 2012. Kualitas perairan muara Sungai Siak ditinjau dari parameter fisik-kimia dan organisme plankton. Berkala Perikanan Terubuk. 40(2): 96-113.

Katili, D. Y. 2011. Deskripsi ikan family mugilidae di lima muara sungai di Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains.11(1):90-91

Lumaela, A. K., B. W. Otok dan Sutikno. 2013. Pemodelan Chemical Oxygen Demand (COD) sungai di Surabaya dengan metode Mixed Geographically Weighted Regression. Jurnal Sains Dan Seni Pomits. 2 (1):100-105.

Maghfirah. 2015. Analisi terumbu karang buatan (TKB) dalam habitat perifiton menggunakan correspondence analysis dan detrended correspondence analysis. Skripsi. Universitas Jember. 1-44.

Mananoma, C. R. M. T. dan L. Tanudjaja. 2014. Pengembangan sistem penyediaan air bersih di kecamatan Poso kota Sulawesi Tengah. Jurnal Sipil Statik. 2(5): 233-241.

Mulia, V. L. dan S. Ngabekti. 2015. Keanekaragaman spesies makrozoobenthos sebagai indikator kualitas air Sungai Kreo sehubungan dengan keberadaan TPA Jatibarang. Unnes Journal of Life Science. 4(2): 73-78.

Mustofa, A. 2015. Kandungan nitrat dan pospat sebagai factor tingkat kesuburanperairan pantai. Jurnal DISPROTEK. 6(1): 13-19

Nontji, A. 2008. Plankton laut. Lipi Pres: Jakarta. 323hlm.

Noor, D. 2014. Pengantar Geologi. Deepublish. Yogyakarta. 609 hlm.

Noviyanti M., N. Widyorini dan D. Suprapto.2013. Analisis kelimpahan perifiton pada kerapatan lamun yang berbeda di perairan pulau panjang, jepara. Journal Of Management Of Aquatic Resources. 2(3): 219-225.

Nugraheni, A. D. 2011. Hubungan antara distribusi ikan demersal, makrozoobenthos dan subtrat di perairan Selat Malaka. Skripsi. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK. IPB. Bogor.

Nurcahyanto, A. 2012. Komunitas benthos di Selat Bali bagian selatan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB: Bogor.

Nurfadillah, A. Damar dan E. M. Adiwilaga. 2012. Komunitas fitoplankton diperairan Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Depik. 1(2): 93-98.

Pagora, H., Ghitarina dan D. Udayana. 2015. Kualitas plankton pada kolam pasca tambang batu bara yang dimanfaatkan untuk budidaya perairan. Ziraa’ah. 40(2): 108-113.

Pamungkas, A. S., F. Husna, Putri dan S. Oktaviyani. 2011. PKM Karaktetistik ekosistem perairan menggenang di Situ Gede. PKM IPB.

Prasetyaningtyas,T., B. Priyono and T. A. Pribadi. 2011. Keanekaragaman plankton di perairan tambak ikan bandeng di Tapak Tugurejo, Semarang. Unnes J Life Sci. 1: 55-61.

Priyono, A. 2012. Biota perairan di area pertambangan emas pt. natarang mining, lampung selatan. Media Konservasi. 17(1): 16-22.

Putra, H., Izmiarti dan Afrizal. 2014. Komunitas makrozoobentos di sungai Batang Ombilin Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 3(3) : 175-182.

Putri, S. I. P dan S.H.J. Sari. 2015. Struktur komunitas fitoplankton dan kaitannya dengan ketersediaan parameter kualitas air lainnya diperairan Timur Surabaya. Depik. 4(2) : 79-86.

Radiarta, I. N. 2013. Hubungan  antara distribusi fitoplankton dengan kualitas perairan di selat Alas, kabupaten Sumbawa, Nusa  Tenggara Barat. Jurnal Bumi Lestari. 13(2): 234-243.

Rahman, A., N. T. M. Pratiwi dan S. Hariyadi . 2016. Struktur komunitas fitoplankton di danau toba, Sumatera Utara(the structure of phytoplankton communities in lake toba, North Sumatera). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 21(2): 120-127.

Ridwan, M., R. Fathoni, I. Fatihah dan D. A. Pangestu. 2016. Struktur komunitas  makrozoobenthos di empat muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Al-Kauniyah Jurnal Biologi. 9 (1): 57-65.

Rochmana, A. 2015. Keanekaragaman makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di sungai Kaliputih kabupaten Jember dan pemanfaatannya sebagai buku nonteks. Skripsi : Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan pendidikan Mipa Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Jember.

Sagala, E. P. 2012. Indeks keanekaragaman dan indeks saprobik plankton dalam menilai kualitas perairan Laut Bangka disekitar FSO Laksmiati PT. MEDCO E & P INDONESIA, kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung. Maspari Journal. 4(1): 23-32.

Sari,T. E. Y. Dan Usman. 2012. Studi parameter fisika dan kimia daerah penangkapan ikan perairan selat asam Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 17(1):88-100.

Simarmata, M. 2014. Keanekaragaman makrozoobentos di aliran sumber air panas sipoholon kecamatan Sipoholon kabupaten Tapanuli Utara. Skripsi. Progam studi Sarjana Biologi Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sumatra Utara. 53 hlm.

Simbolon, C., M. B. Mulya dan Desrita. 2016. Keanekaragaman perifiton di sungai belawan kecamatan Pancur Batu kabupaten Deli Serdang provinsi Sumatera Utara. Jurnal  Aquacoastmarine. 11(1): 1-10.

Sinambela, M. dan M. Sipayung. 2015. Makrozoobentos dengan parameter fisika dan kimia di perairan sungai Babura Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Biosains. 1(2): 44-50.

Sinyo, Y. dan J. Idris. 2013. Studi kepadatan dan kenekaragaman jenis organisme bentos pada daerah Padang Lamun di perairan pantai kelurahan Kastela kecamatan pulau Ternate. Jurnal Bioedukasi. 2(1): 154-162.

Sitanggang, R. 2011. Hubungan nilai produktivitas primer fitoplankton dengan klorofil A dan faktor fisika kimia air disungai Batang Toru kabupaten Tapanuli Selatan. Tesis. Medan. Universitas Sumatera Utara.

Sudarsono. 2014. Identifikasi jenis–jenis plankton di kolam Blok O, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. J. Sains Dasar. 3(2): 149 – 155.

Suparjo, H. Beze, R. K. Insanu dan D. Arifin. 2016. Kajian tentang penentuan daerah tangkapan ikan dengan menggunakan parameter distribusi spasial suhu permukaan laut dan distribusi klorofil-A di perairan Delta Mahakam. GEOID. 11: 133-143.

Suryanto, A. M. 2011. Kelimpahan dan komposisi fitoplankton di waduk Selorejo kecamatan Ngantang kabupaten Malang . Jurnal Kelautan. 4 (2): 34-39..

Suryono, T., Y. Sudarso, G. P. Yoga dan I. Yuniarti. 2014. Penilaian kualitas sedimen dengan konsep screening level concentration (SLC): studi kasus perairan tergenang di jawa barat. Limnotek. 21(1): 41-51.

Tharavathy, N. C. 2014. Water quality management in shrimp culture. Acta Biologica Indica. 3(1): 536-540.

Walker, K. and P.Humphries. 2013. Ecology of Australian Freshwater Fishes. Csiro Publishing: Australia. 440 p.

Wibowo, A., Umroh dan D. Roslina.2014. Keanekaragaman

Wulandari, L. P.S. Sherly dan Yulintine dan Y. Ruthena. 2013. Kepadatan dan keanekaragaman makrozoobenthos pada beberapa tipe perairan tawar di Kalimantan Tengah. Jornal of Tropical Fisheries.9(2) : 701 -709.

Yuhana, N., A. Irianto dan H. Pramono. 2011. Rekayasa mikroorganisme inisiator perifiton pada kolam budidaya ikan tilapia dengan pemberian konsorsia mikroorganisme unggul. Jurnal Perikanan. 8(1): 13-21.

No comments:

Post a Comment