Thursday, December 24, 2020

Habitat Thiaridae, Viviparidae dan Hydrobidae

Thiaridae


(Gambar Thiaridae Wikipedia, 2020)

Menurut pratiwit et al. 2015. Mengatakan bahwa filum Thiaridae adalah hewan Makrozoobentos, makrozoobenthos adalah hewan yang hidup di dasar air secara berkelompok. Hewan tersebut  merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jaringan makanan. Selain itu tingkat keanekaragaman yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran. Jadi kelompok bentos yang hidup menetap (sesile) dan daya adaptasi bervariasi lingkungan, membuat hewan bentos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penelitian kualitas air. Thiaridae atau makrozoobenthos memiliki manfaat yaitu membantu mempercepat proses dekomposisi materi organic.

 

Viviparidae


(Gambar Viviparidae Google Images, 2020)

Menurut Sari et al. (2016), Umumnya perairan tawar yang merupakan habitat gastropoda (viviparidae) adalah mulai dari saluran irigasi, sawah, sungai, rawa, danau dan kolam-kolam ikan buatan masyarakat. Beberapa jenis siput telah beradaptasi hingga mampu hidup di perairan dengan aliran air tenang atau deras, kedalaman mulai  < 0,25 m atau > 8 m. Berbagai jenis substrat seperti batu, kerikil, pasir, tumbuhan air, akar tumbuhan sangat erat kaitannya dengan kehidupan siput seperti yang berkaitan dengan jenis pakan, tempat melekatnya telur atau melahirkan anak-anaknya dan tempat sembunyi dari predator dan cahaya matahari. Viviparidae keberadaannya di sawah juga dapat merugikan karena bersifat sebagai hama bagi tanaman.

 

Hydrobidae


(Gambar Hydrobidae Google Images, 2020)

Menurut Hamada et al. (2013), Ekologi hydrobiidae diteliti di daerah asli dan daerah asing.  Habitat tersebut yaitu  di sungai ,danau atau di air tawar dan air payau, serta di salinitas sampai dengan 28‰. Habitat yang cukup luas dapat dikaitkan dengan variasi dalam preferensi habitat genotipe nya. Sebagai contoh, bagian timur di USA mendiami danau, sedangkan bagian  barat mendiami sungai, tapi tidak pada waduk. peranannya sebagai organisme kunci dalam jarring makanan selain itu tingkat kenea ragaman yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indicator pencemaran. Dengan adanya kelompok bonthos yang hidup melekat (sessile) dan daya adaptasi berfariasi terhadap kondisi lingkungan membuat hewan benthos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penilaian kualitas air.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Hamadal,K., N. Takedal, Y.Tatara , D. Ogata. 2013. Habitat Description of Potamopyrgus antipodarum (Caenogastropoda: Hydrobiidae) in Some Areas of Japan: How Far Will It Spread?. VENUS . (l-2): 6l-79.

Pratiwi, R. I., Drs. Wahyu prihanta, M.kes dan Dr. Eko susetyarini, M.si. 2015. INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. 77-88

Sari, W. P., Bahtiar dan Emiyarti. 2016. Studi preferensi habitat siput tutut (Bellamya javanica) di Desa Amonggedo Kabupaten Konawe. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan. 1(1): 111-122.

No comments:

Post a Comment