Saturday, December 26, 2020

Ekologi Perairan (Ekoper); Praktikum Lapang, Praktek Lapangan, Pengamatan Paramater Fisika, Kimia, Biologi


Parameter fisika

 

a.   Suhu

1.   Thermometer hg dicelupkan ke perairan



2.   Ditunggu 2 menit



3.   Hasil suhu perairan



b.   Kecerahan

1.   Pada kolam diukur dengan secchi disk, dimasukan ke perairan



2.   Ditentukan D1 dan D2 lalu ditandai dengan karet gelang dan dihitung dengan rumus



3.   Pada sungai diukur kecerahan dengan penggaris



c.   Kecepatan arus

1.   Botol air di ikat dengan tali rafia



2.   Botol dihanyutkan di perairan dan stopwatch dinyalakan



3.   Ditunggu tali hingga merenggang lalu dicatat waktunya




Parameter kimia

 

a.   Potential of Hydrogen (pH)

1.   Ph paper dimasukan ke perairan selama 1 menit



b.   Dissolved Oxygen (DO)

1.   Botol DO dimasukkan kedalam perairan dengan posisi 45˚ dan ditutup dengan tutup botol DO selama botol



2.   Ditambahkan 2 ml MnSO4 dan NaOH+KI



3.   Botol DO dibolak-balikkan agar larutan menjadi homogeny lalu diendapkan



4.   Air bening diatas endapan dibuang



5.   Ditambahkan 2 ml H2SO4 (1:1) kemudian dihomogenkan sampai endapan larut



6.   Ditambahkan 4 tetes amylum kemudian dititrasi dengan Na2S2O3 0.025 N sampai sampel berubah menjadi bening 



c.   Carbon Dioxcide (CO2)

1.   Dimasukkan air sebanyak 25 ml air sampel kedalam erlenmeyer



2.   Ditambahkan 3 tetes indikator PP



3.   Ditunggu sampai air berubah menjadi warna merah jambu



4.   Bila tidak berwarna, maka dititrasi dengan Na2CO3 0.0454 N sampai berubah menjadi pink intuk pertama kali



d.   Total Organic Metter (TOM)

1.   25 ml Air sampel ditaruh ke Erlenmeyer 50 ml



2.   Ditambahkan larutan KMnO4 sebagai pengikat bahan organik



3.   Larutan H2SO4 sebagai katalisator, mempercepat reaksi, oksidasi dan larutan Na-oxalate sebagai pereduksi



4.   Dipanaskan dengan Hot Plate hingga suhu 75oC



5.   Didiamkan hingga suhu turun menjadi 65oC lalu ditambah Na-oxalate  0,01 N hingga tidak berwarna



6.   Dititrasi dengan Larutan KMnO4 hingga berwarna pink pertama kali



e.   Ammonia

1.   Diambil 50 ml air sampel dan dimasukkan kedalam beaker glass



2.   Ditambahkan 1 ml larutan Nessler ke dalam air sampel dan ditunggu selama ±10 menit



3.   Air yang bening dimasukkan kedalam tabung reaksi kecil



4.   Dihitung panjang gelombang dengan spektofotometer dengan panjang gelombang 425 nm


 

f.     Nitrat

1.   Air sampel 12,5 ml disaring



2.   Dituangkan kedalam cawan porselen



3.   Diuapkan diatas pemanas sampai kering, lalu didiamkan hingga suhunya turun



4.   Ditambahkan 0.2 ml asam fenol disulfonik, diaduk dengan spatula dan diencerkan dengan 5 ml aquades



5.   Ditambahkan tetes demi tetes larutan NH4OH (1:1) maksimal 5 ml  sampai terbentuk warna dan diencerkan dengan aquades sebanyak 12.5 ml



6.   Dimasukkan ke dalam tabung reaksi kecil dan dihitung kadar nitrat dengan spektofotometer dengan panjang gelombang 410 nm


 

   h. Orthofosfat

1.  Diambil 12.5 ml air sampel lalu dimasukkan kedalam erlenmeyer



2.  Ditambahkan 0.5 ml ammonium molybdate dan dihomogenkan



3.  Ditambahkan 3 tetes SnCl2 lalu dihomogenkan



4.  Dimasukkan ke tabung reaksi kecil



5.  Dihitung kadar orthophosphate dengan spektofotometer dengan panjang gelombang 690 nm




Parameter biologi

 

a.   Benthos

1.   Dipegang tiang jala dengan arah melawan arus



2.   Diaduk dasar perairan dengan dua kaki secara bersamaan untuk melepas organisme dasar agar masuk kedalam jala



3.   Jala diperiksa, jika ada batu atau ranting maka dibuang 



4.   Dicuci organisme dengan air dan dikumpulkan untuk mempermudah pengambilan sampel dari jala



5.   Dibalik jala untuk memindahkan sampel organisme ke dalam botol film



6.   Dalam pengamatan benthos di laboratorium, dibuka tutup botol film dan diambil organisme dengan pinset



7.   Diidentifikasi dengan menggunakan buku identifikasi benthos



8.   Identifikasi menggunukan buku identifikasi benthos


 

b.   Perifiton

1.   Perifiton didapatkan dengan mengambil substrat yang ada di lokasi transek pengambilan sampel lalu diukur dan ditandai 3x3 cm



2.   Substrat disikat dibagian kotak 3x3 cm yang sudah ditandai



3.   Dimasukkan hasil kerikan kedalam botol film dengan cara sikat diberi aquades



4.   Ditetesi lugol untuk pengawetan sampel perifiton



5.   Dalam pengamatan perifiton di laboratorium, sampel awetan diambil dengan menggunakan pipet tetes



6.   Diteteskaan diatas objek glass dan diamati dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100-400× perbesaran



7.   Diamati gambar dan ciri-ciri spesies



8.   Dilakukan identifikasi menggunakan buku Prescott


 

c.   Plankton

1.   Dikalibrasi plankton net dengan air local dengan cara dicelupkan kedalam perairan



2.   Diambil air dengan menggunakan timba dan disaring menggunakan plankton net secara komposit di 5 titik



3.   Diberi label pada botol film dan diberi lugol 2 tetes sebagai pengawet



4.   Digunakan pipet tetess untuk mengambil plankton yang telah diawetkan



5.   Dilakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 100-400×



6.   Diidentifikasikan dengan melihat ciri dan gambar dan dicocokkan dengan buku Prescott


 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment