Wednesday, November 18, 2020

Macam Antibiotik; Chloramphenicol, Ampicilin, Tetracycline



Pemberian antibiotika merupakan pengobatan utama dalam penyakit infeksi. Manfaat penggunaan antibiotik tidak perlu diragukan lagi, akan tetapi penggunaannya yang berlebihan akan diikuti dengan munculnya bakteri kebal antibiotik, sehingga manfaatnya akan berkurang. Resistensi bakteri terhadap antibiotik, terlebih lagi multidrug resistance merupakan masalah yang sulit diatasi dalam pengobatan. Akibat pemakaian antibiotik yang kurang tepat dosis, macam dan lama pemberian sehingga bakteri berubah menjadi resisten (Negara, 2014).

Menurut Khomarudin dan Slembrouck (2005), antibiotik tidak pernah digunakan untuk pencegahan, antibiotik diberikan kepada ikan untuk mengontrol penyakit yang disebabkan bakteri melalui injeksi, perendaman atau pencampuran obat dengan pakan. Penting untuk diketahui bahwa bakteri bersifat peka terhadap antibiotik, bakteri menjadi resisten terhadap obat apabila terapi antibiotik tidak diberikan dengan takaran yang tepat dan waktu yang semestinya. Masalah ini dapat dihindari dengan, pertama-tama mengidentifikasi spesies bakteri dan kemudian lakukan test kepekaan pada antibiotik sebelum menentukan dan menggunakan obat. Akan tetapi, untuk memperoleh hasil-hasil demikian memerlukan waktu 6 – 8 hari.

 

Macam Antibiotik

a) Chloramphenicol

Kloramfenikol memiliki efektivitas antibiotik yang tergolong sangat kuat dalam menghambat bakteri uji. Kloramfenikol merupakan penghambat yang kuat terhadap sintesis protein pada mikroorganisme. Mekanisme penghambatannya yaitu dengan cara memblokir ikatan asam amino pada rantai peptide yang mulai timbul pada unit 50S ribosom dengan mengganggu kerja peptidyl transferase. Peristiwa tersebut mengakibatkan proses pertumbuhan dari mikroorganisme terganggu (Lubis, et al., 2016).

 

b) Ampicilin

Antibiotik ini hanya dapat menghambat beberapa jenis bakteri saja. Bakteri dikatakan sensitif terhadap ampisilin jika memiliki diameter zona hambat 17 mm, intermediate jika mampu membetuk zona hambat 12-14 mm dan dikatakan resisten jika zona hambat yang terbentuk berdiameter 12mm (Walewengko, 2015).

 

c) Tetracycline

Tetracycline bersifat bakteriostatik dengan jalan menghambat sintesis protein. Sintesis protein berlangsung dalam beberapa tahap, salah satunya adalah tahap translasi. Translasi dibagi menjadi tiga tahap, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi. Proses inisiasi inilah yang dimediasi oleh aminoasil-tRNA yaitu memulai pembacaan kode genetik pada sintesis protein. Mekanisme kerja tetracycline adalah dengan menghambat masuknya aminoasil-tRNA ke aseptor pada kompleks m-RNA. Hal ini dilakukan dengan cara mengikat sel ribosom bakteri sehingga t-RNA tidak menempel pada ribosom yang mengakibatkan tidak terbentuknya asam amino di ribosom (Herawati, et al., 2017).

 

Antibiotik yang dapat digunakan untuk pengobatan ikan terinfeksi penyakit ada beragam jenis. Antibiotik yang sering digunakan pada budidaya sudah banyak bersifat resisten, sehingga menteri kelautan memberi kebijakan dengan adanya undang-undang tentang obat ikan yang berisi beberapa obat keras yang diperbolehkan, obat keras yang dilarang, dan obat bebas terbatas. Jenis obat keras yang diperbolehkan antara lain: jenis tetrasiklina, makrolida, kuinolon, anthelmentik, zat pewarna (methylene blue, acriflavine, dan lain-lain), hormon (GnRH, LHRHa, HCG), dan vaksin. Jenis obat keras yang dilarang antara lain: jenis amfenikol, nitromidazole, nitrofuran, makrolida, polipeptida, dan lain-lain. Jenis obat bebas terbatas antara lain: desinfektan, antiseptik, dan lain-lain (KEPMEN-KP, 2014).

 

Penulis

Mia Surantika Devi

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Herawati, L., P. R. Noviyandri, A. I. Nasution. 2017. Pengaruh ekstrak buah timun suri (Cucumis sativus L.) sebagai antibakteri alami dalam menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis. Journal Caninus Denstistry. 3(2): 111-116.

Lubis, F., D. Suryanto, Yunasfi. 2015. Uji efektivitas antimikroba ekstrak daun  sirsak (Annona muricata L.) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila, Edwarsiella tarda dan fungi Saprolegnia sp. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 7(2): 1-9.

Walewengko, G., V. 2015. Uji resistensi bakteri escherichia coli yang di isolasi dari plak gigi menggunakan merkuri dan ampisilin. Jurnal e-Biomedik (eBm). 3(1): 118-124.

No comments:

Post a Comment