Tuesday, November 17, 2020

Tujuan Histopatologi



Histopatologi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan organ akibat adanya infeksi bakteri patogen. Masing-masing perlakuan diambil satu ekor hewan uji sebagai sampel. Histologi merupakan hasil dari adanya perubahan secara biokimia dan fisiologis pada jaringan organisme. Dengan indikator histologik, dapat diketahui perubahan yang terjadi pada organisme sebagai akibat dari perubahan kualitas air, penanganan ataupun karena infeksi patogen (Parameswari,et al., 2013).

 

Pengamatan histopatologi pada berbagai organ yang diperiksa menunjukkan bahwa adanya perubahan jaringan yang bervariasi mulai dari perubahan ringan sampai berat dan juga ditemukan adanya agen patogen baik bakterial maupun parasit. Perubahan awal biasanya berupa migrasi nukleus, nekrosis sarkoplasma, dan hemoragi atau edema yang terlokalisir yang disertai infiltrasi oleh makrofag. Degenerasi dapat berupa granuler, hialin, vakuola dan degenerasi lemak (Prioseoryanto,et al., 2010).

 

Penulis

Mia Surantika Devi

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

Daftar Pustaka

Parameswari, W., A. D. Susanti dan Muslim. 2013. Populasi bakteri, histologi, kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan gabus (Channa striata) yang dipelihara dalam media dengan penambahan probiotik. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 1(1): 76-89.

Prioseoryanto, B. P., I. M. Ersa, R. Tiuria dan S. U. Handayani. 2010. Gambaran histopatologi lnsang, usus dan otot ikan mujair (Oreochromis mossambicus) yang berasal dari Daerah Ciampea, Bogor. Indonesian Journal of Veterinary Science and Medicine. 2(1): 1-8.

No comments:

Post a Comment