Wednesday, July 29, 2020

Bacteriastrum Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Bacteriastrum Sp adalah plankton yang termasuk kelas Bacillariophyceae family Chaetocerotaceae. Bacteriastrum merupakan jenis plankton yang menguntungkan.

Klasifikasi Bacteriastrum Sp
Divisi : Heterokontophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Centrales
Family : Chaetocerotaceae
Genus : Bacteriastrum
Spesies : Bacteriastrum sp

Morfologi atau Ciri Khusus Bacteriastrum Sp
• Mempunyai sel yang berbentuk silinder
• Dinding mengandung zat silika
• Ukurannya berkisar 0,01 – 1,00 mm.
• Memiliki lebih dari dua setae per valve
• Bentuk diatom dapat berupa sel tunggal atau rangkaian sel yang panjang.
• Setiap sel dilindunggi oleh dinding dan menyerupai kotak.
• Pada setiap setae sel yang berdekatan menyatu untuk jarak tertentu.
• Membagi lebih jauh dan bercabang (bifurkasi)
• Bentuknya kecil dan mempunyai banyak kloroplas.
• Spesies yang memiliki organ raphe (bersifat motil)

Habitat Bacteriastrum Sp
Bacteriastrum sp hidup di dalam seluruh perairan laut. Dan merupakan salah satu penyusun plankton. Banyak ditemukan di laut terbuka, baik perairan pantai maupun perairan oseanik.dapat ditemukan diperairan tawar dan perairan laut. Tapi kebanyakan ditemukan di dalam perairan tawar. Perkembangan spesies ini secara berlebihan dapat menjadikan perairan atau tempat tinggal/ hidupnya menjadi rusak dan terganggu.

Karakterisik Bacteriastrum Sp
- Pigmen : Klorofil a, c, β-karoten, fukoxanthin, diatoxanthin, diadinoxanthin
- Kloroplas : Diselimuti oleh sampul kloroplas bermembran ganda dan   ribosom   berlapis kloroplas  er (cer); dengan manset tilakoid (thylakoid girdle).
- Produk akhir : Chrysolaminaran (β-1,3-glukan) dan minyak/lemak.
- Penutupan sel : Silika dan materi organik lainnya berupa frustule dengan dua katup yang terhubung oleh manset (girdle), hypovalve atau hypotheca dan epivalve atau epitheca .
- Non flagella : Uniselular atau berkoloni, seringkali ditemukan berantai.
- Lokomosi : Bentuk pennate, bergerak dengan mengeluarkan sekresi mucilage melalui organ raphe

Reproduksi Bacteriastrum Sp
Perkembangbiakan pada Bacteriastrum sp yaitu terjadi secara aseksual dan seksual. Aseksual, dengan pembelahan sel, hypotheca baru dibentuk sebagian dengan valve dari frustule induk dalam batasan – batasan tertentu. Seksual, diatom merupakan diploid, terjadi meiosis dan pembentukan gamet, fusi gamet menghasilkan auxospore. Kemudian proses reproduksi yang selengkapnya dengan melakukan pembelaan sel sederhana (binari sel division). Pembelahaan ini menyebabkan sebahagian sel mengecil dan setelah beberapa kali membelah, sel akan mencapai ukuran minimum. Apabila kedua sel kecil itu bertemu, mereka akan membuang sebahagiaan dindingnya dan membentuk auxospora sehingga sel akan berbentuk normal kembali. Selain itu juga bereproduksi dengan cara oogami. Sel diatom menghasilkan sperma dan telur. Sperma kemudian bergabung dengan telur membentuk zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi berukuran normal seperti aslinya. Setelah diatom mencapai ukuran normal, diatom akan kembali melakukan reproduksi aseksual melalui pembelahan mitosis.

Tingkah Laku Bacteriastrum Sp
Memiliki alur yang memusat (central) pada permukaan cawannya. Hal ini berkaitan dengan cara hidupnya yakni supaya memudahkan untuk melayang di dalam air, terdapat alat-alat melayang yang berupa duri atau sayap, atau dengan perantaraan lender. Pergerakan pada spesies bacteriastrum yaitu pasif mengikuti arus yang ada didalam perairan tersebut.

Peran Bacteriastrum Sp Di Perairan Serta Manfaat Bacteriastrum
Bacteriastrum mempunyai peran dalam perairan yaitu sebagai bahan isolasi, bahan penyekat dinamit, dan bahan penggosok. Dan berperan juga sebagai produsen primer di dalam perairan dan keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pada lingkungan tersebut. Spesies bacteriastrum merupakan sumber makanan bagi organisme lain yang ada didalam peraran. Spesies ini mmapu menghasilkan makanan sendiri karena memiliki klorofil yang digunakan untuk melakukan fotosintesis. Tetapi apabila pertumbuhan bacteriastrum didalam perairan meningkat dan melimpah melebihi batas maksimal maka akan menjadikan periaran tersebut tidak baik dan dapat menimbulkan bloomming sehingga dapat mengganggu pertumbuhan organisme perairan lainnya.

Penulis
Catur Budi Noviya
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

Editor
Gery Purnomo Aji Sutrisno
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

Daftar Pustaka
http://eprints.undip.ac.id164941ANTIK_ERLINA.pdf
http://eprints.uny.ac.id82495lampiran%20-%2008308144017.pdf
http://oceandatacenter.ucsc.edu/PhytoGallery/Diatoms/Bacteriastrum.html
http://www.chbr.noaa.gov/pmn/image_gallery_diatom.
Sulaiman, Tectona Grandis. 2012. Struktur Komunitas Bacillariophyta (Datom) Pertambakan Marunda Cilincing. Jakarta :Universitas Indonesia

No comments:

Post a Comment