Tuesday, July 28, 2020

Hemiaulus Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Hemiaulus adalah plankton yang termasuk kelas Bacillariophyceae. Hemiaulus hidup di dalam perairan, bergerak melayang layang di kolom perairan. Pergerakannya mengikuti arus. Sanagt besar untuk terpengaruhi keadaan di dalam perairan. Diatom termasuk organisme autotrof karena memiliki pigmen-pigmen fotosintesis. Pigmen fotosintensisnya adalah klorofil a, klorofil c, karoten, fukosantin, diatoksantin, dan diadi-noksantin.

Klasifikasi Hemiaulus
Kingdom : Plantae 
Phylum : Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Centrales
Family : Hemiaulaceae
Genus : Hemiaulus 
Spesies : Hemiaulus

Morfologi atau Ciri Hemiaulus
• Mempunyai sel-tangga seperti dengan tanduk panjang
• Ada katup permukaan datar
• Mempunyai dinding pennales dan Centrales
• Dengan lubang besar dan persegi panjang
• Sel selnya bersatu dalam lurus atau melengkung dan rantai sering memutar
• Memiliki inti sel dan kloroplas.
• Bersifat uni selular walaupun ada juga yang berkoloni.

Habitat Hemiaulus
Plankton Hemiaulus ini ditemukan di samudera serta perairan neritik. Hal ini baik beriklim sedang dan tropis. Cupp menggambarkannya sebagai memiliki dinding sel lemah mengandung silika. Spesies ini mampu hidup diseluruh perairan.

Karakteristik Hemiaulus
- Pigmen : Klorofil a, c, β-karoten, fukoxanthin, diatoxanthin, diadinoxanthin
- Kloroplas : Diselimuti oleh sampul kloroplas bermembran ganda dan   ribosom   berlapis kloroplas  er (cer); dengan manset tilakoid (thylakoid girdle).
- Produk akhir : Chrysolaminaran (β-1,3-glukan) dan minyak/lemak.
- Penutupan sel : Silika dan materi organik lainnya berupa frustule dengan dua katup yang terhubung oleh manset (girdle), hypovalve atau hypotheca dan epivalve atau epitheca .
- Non flagella : Uniselular atau berkoloni, seringkali ditemukan berantai.
- Lokomosi : Bentuk pennate, bergerak dengan mengeluarkan sekresi mucilage melalui organ raphe .

Reproduksi Hemiaulus
Reproduksi asexual umumnya dengan pembelahan dan sexual secara oogami dan isogami. Reproduksi secara asexsual yaitu pembelahan sel pada diatom sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerahan perairan, kadar garam dan kondisi makanan yang tersedia diperakan tersebut. Diatom sangat cepat mempergunakan makanan di sekitarnya sehingga mempunyai kemampuan ganda dalam pembelahan selnya.

Reproduksi aseksual terjadi dengan pembelahan sitoplasma dalam frustul dimana epiteka induk akan menghasilkan hipoteka yang baru, sedangkan hipoteka yang lama akan menjadi epiteka yang menghasilkan hipoteka yang baru pula pada anaknya, dan seterusnya. Dengan demikian suksesi reproduksi aseksual ini akan menghasilkan ukuran sel yang semakin kecil (Nontji, 2008). Hal ini akan menyebabkan kedua sel baru akan sedikit berbeda ukurannya, sel yang terbentuk dari sel dalam akan lebih kecil dari sel yang terbentuk dari sel luar. Dengan demikian ukuran individu-individu dari spesies yang sama tetapi dari generasi yang berlainan akan berbeda.

Pembelahan sel secara aseksual ini akan menghasilkan pertumbuhan populasi yang sangat cepat pada kondisi yang optimal. Namun, dengan pembelahan yang berulang-ulang, akan terjadi pengecilan ukuran sel. Reproduksi aseksual seperti ini menghasilkan sejumlah ukuran yang bervariasi dari suatu populasi diatom pada suatu spesies. Ukuran terkecil dapat mencapai 30 kali lebih kecil dari ukuran terbesarnya. Suatu ketika ukurannya mencapai minimum yang selanjutnya akan dikompensasi dengan tumbuhnya auksospora (auxospore) berukuran besar yang akan membelah dan menghasilkan sel baru yang kembali berukuran besar.

Peran Hemiaulus  Di Perairan
Plankton memiliki peran yang sangat penting dalam perairan yaitu sebagai sumber produsen bagi oragnisme organisme lain didalam perairan tersebut. Diatom yang mati di lautan akan mengendap di dasar laut menjadi tanah diatom. Tanah diatom berguna sebagai bahan penggosok, bahan pembuat isolasi, penyekat, dinamit, pembuat saringan, bahan penyadap suara, bahan pembuat cat, pernis dan piringan hitam (mader 2004; solomon et al. 2000).

Penulis
Catur Budi Noviya
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2014

Editor
Gery Purnomo Aji Sutrisno
Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment