Tuesday, June 16, 2020

Spirogyra Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Spirogyra adalah alga hijau filamen yang umum di habitat air tawar. Memiliki penampilan filamen gelap hijau terang sangat halus lembut bergerak dengan arus di dalam air, dan berlendir untuk disentuh saat upaya yang dilakukan untuk mengumpulkan itu. Lendir berfungsi untuk mencegah makhluk yang lain menempel tanaman bawah air, sehingga Spirogyra di bawah mikroskop biasanya bersih.

Sel spirogyra memiliki inti yang terletak di tengah, sitoplasmanya terbungkus oleh dinding sel, serta memiliki vakuola yang besar. Lapisan gelatin yang tipis melindungi seluruh sel sehingga memberikan karakter tertentu pada spirogyra. Pada siang hari, fotosintesis berlangsung cepat dan oksigen yang dihasilkan disimpan di antara filamen. Pada saat itu, Spirogyra akan naik ke permukaan air. Pada malam hari, oksigen dilarutkan kembali ke dalam air. Spirogyra bereproduksi dengan cara konjugasi, fragmentasi (pemutusan talus).

KLASIFIKASI SPIROGYRA SP
Menurut Mujiburrahman (2013), Susunan klasifikasi pada Spirogyra adalah bebagai berikut:
Domain : Eukaryote (unranked) : Archaeplastida
Kingdom : Protista (unranked) : Streptophyta
Divisio : Chlorophyta
Klas : Chlorophyceae
Ordo : Zygnematales
Famili : Zygnemataceae
Genus : Spirogyra
Spesies : Spirogyra sp.

MORFOLOGI SPIROGYRA SP
Koloni Spirogyra berbentuk benang. Panjang sel sampai beberapa kali lebarnya. Dinding lateral sel terdiri dari tiga lapis. Lapisan terluar dari pektose, dan dua lapisan dalam dari selulose. Pada beberapa spesies, lapisan pektose tipis, tapi kebanyakan tebal, yaitu antara 10-15 mikron. Dinding transversal tersusun dari 3 lapis: yang tengah merupakan lamela dari pektose, dan dua lapisan di kiri dan kanan lamela tersusun dari selulose. Setiap sel Spirogyra mengandung sebutir kloroplas yang umumnya berukuran besar dan terikat dalam sitoplasma tepat di dalam dinding sel. Plastid ini memiliki bentuk menyerupai pita, berpilin dari pangkal sampai ke ujung sel (spiral).

Sel Spirogyra Berbentuk silinder dan dihubungkan ujung ke ujung, membentuk suatu yang panjang, struktur bercabang seperti filamen. Dinding sel terdiri dari lapisan luar selulosa dan lapisan dalam dari pektin. Permukaan bagian dalam dari dinding sel dilapisi dengan lapisan tipis sitoplasma. Kloroplas berbentuk pita spiral yang tertanam di lapisan sitoplasma. Jumlah kloroplas dalam setiap sel dapat bervariasi 1-16. Setiap kloroplas memiliki beberapa badan bundar disebut 'pyrenoids', yang bertanggung jawab untuk produksi pati. Setiap sel memiliki inti yang menonjol di tengah, ditangguhkan oleh helai tipis sitoplasma dari bagian dalam dinding sel. Sel-sel yang panjang dan tipis, dan tiap lebar ukuran filamen Spirogyra antara 10 sampai 100 mikrometer. Kadang-kadang, filamen ini memiliki struktur seperti akar, yang membantu mereka menempel pada substrat. Pirenoidnya dikelilingi oleh butiran pati dan terikat dalam plastid pada selang waktu yang beraturan dan merupakan ciri-ciri menyolok pada selnya. Sitoplasma mengelilingi vakuola besar di pusat. Nukleus dilingkungi suatu selubung sitoplasma, terdapat di tengah-tengah sel dan dihubung-hubungkan oleh untaian sitoplasma meluas sampai vakuola dan lapisan sitoplasma di tepi.

Spirogyra genus dari ganggang hijau dari ordo Zygnematales. Ia biasa ditemukan di air tawar. Spirogyra mampu berfotosintesis, memiliki sel eukariotik. Pigmen utama yang dikandung alga hijau adalah klorofil. Tubuhnya berbentuk filamen yang tidak bercabang. Panjang tubuhnya mencapai 1 kaki (30,48 cm). Benang tersusun oleh protoplasma yang transparan dan setiap sel memiliki 1 atau lebih kloropas yang memanjang dari ujung ke ujung berbentuk spiral. Pada kloropas yang berbentuk pita terdapat pirenoid. Pirenoid tersebut dikelilingi oleh butiran tepung.

HABITAT SPIROGYRA SP
Ditemukan di kolam air tawar yang jernih dalam massa yang sangat besar, biasanya hidup melayang di permukaan air.Di air tawar, kloroplas seperti pita spiral dan sebuah inti ditemukan di kolan air tawaryang jernih dalam massa yang sangat besar, biasanya hidup melayang di permukaan air (planktofit). Talus pada spirogyra merupakan filament tidak bercabang.

REPRODUKSI SPIROGYRA SP
Spirogyra bereproduksi dengan cara konjugasi, fragmentasi (pemutusan talus). Spirogyra dapat bereproduksi baik secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual dengan fragmentasi membentuk aplanosprora, akinet dan partenospora. Perkembangbiakan seksual secar konjugasi lateral dan konjungasi scalar.

Dalam konjugasi scalariform, sel-sel filamen berdekatan mengembangkan struktur seperti tabung kecil yang disebut 'tabung konjugasi', dimana melebur bersama untuk membentuk sebuah 'konjugasi kanal'. Sitoplasma sel jantan mengalir melalui kanal ini ke sel betina dan peleburan dengan sitoplasma yang terakhir. Langkah berikutnya adalah fusi gamet (sel reproduksi matang seksual dengan satu set kromosom berpasangan) untuk membentuk zygospore. Zygospore, yang berdinding tebal, Berwarna kecokelatan dan berbentuk oval atau berbentuk bundar. Spora dilepaskan untuk membentuk filamen baru. Jenis konjugasi memberikan ganggang penampilan seperti tangga, karena filament yang saling berhubungan.

Dalam konjugasi lateral, sel yang berdekatan dari filamen yang sama mengembangkan tabung konjugasi untuk membentuk konjugasi kanal melengkung. Proses pengembangan zygospore adalah sama dengan konjugasi scalariform. Satu-satunya perbedaan antara kedua bentuk adalah bahwa pada bekas, konjugasi terjadi antara dua filamen yang berdekatan, tetapi pada yang kedua, sel-sel yang berdekatan dari filamen yang sama konjugasi untuk membentuk zygospore tersebut.

Bagian yang paling menarik dalam peneliatian alga di bawah mikroskop datang dari spirogyra pada saat bereproduksi. Ketika dua filamen berdekatan, proses reproduksi tersebut dimulai. Sel outgrowyhs membentuk hubungan antara filamen dan membentuk semacam tangga. Isi sel dalam satu filament akan melalui tabung koneksi ke sel-sel dalam filament lainnya. Sebuah zygospore dibentuk dengan dinding sel yang tebal, bulat atau oval dan dengan warna kecoklatan. Proses konjugasi ini berlangsung terutama antara setengah Mei dan setengah bulan Juni. Spora dibebaskan, tenggelam ke dasar danberkecambah di musim semi berikutnya untuk membentuk filament baru. Hal ini sangat bermanfaat untuk melihat ke dalam sampel ganggang untuk tahapan yang berbeda dari proses konjugasi ini. Itu selalu kejutan yang menarik dan menyenangkan untuk menemukan filamen konjugasi. Spirogyra juga bisa menunjukkan, selain tangga seperti konjugasi, bentuk lain dari konjugasi. Dua sel tetangga dalam filamen yang sama dapat terhubung melalui tabung. (Parmentier, 1999)

Secara umum dengan anggota lain dari filum nya (Gamophyta) Spirogyra tidak memiliki varian motil pada semua tahap sejarah hidupnya; yaitu, tidak ada gamet motil (ovum atau sperma), tidak ada zoospora dll Reproduksi seksual adalah dengan proses yang disebut konjugasi - lain pemandangan terkenal luar biasa yang tersedia untuk microscopist tersebut. Meskipun tidak mungkin untuk membedakan mereka secara visual, filamen tertentu dalam bundel paralel longgar Spirogyra menganggap perempuan, dan lain-lain laki-laki, berperan dalam proses yang mengikuti. Sel-sel filamen berdekatan mengembangkan benjolan yang tumbuh terhadap satu sama lain dan akhirnya menyatu untuk membentuk sebuah tabung terus menerus antara sel-sel. Sementara isi dari setiap sel telah terpasang diri dari dinding sel masing-masing dan telah membentuk bola bundar. Selama waktu yang relatif singkat (menit), bola hijau dari filamen pria memeras mereka menuruni tabung menghubungkan menyatu dengan sel perempuan sama dikontrak dalam filamen lainnya. Hasil hubungan seksual ini adalah pembentukan zygospore dengan meliputi luar tahan tangguh dalam bilik filamen perempuan. Setelah masa dorman, zigot ini mengalami meiosis dan berkecambah, sehingga filamen baru Spirogyra. Setelah terlihat tidak pernah dilupakan (Simons, 1990).

CIRI-CIRI SPIROGYRA SP
1.
bentuk tubuhnya berfilamen
2.
setiap sel memiliki 1 atau lebih kloroplas yang memanjang
3.
inti terletak ditengah
4.
sitoplasma terbungkus dinding sel
5.
reproduksinya konjungsi dan fragmentasi

Koloni spirogyra berbentuk benang, panjang sel sampai beberapa kali lebarnya, dinding lateral sel terdiri dari tiga lapis (lapisan terluar dari pektose dan dua lapisan dalam dari selulose. Pada beberapa species, lapisan pektose tipis, tapi kebanyakan tebal, yaitu 10-15 mikron. Dinding transversal tersusun dari 3 lapis: yang tengah lamella dari pektose, dan dua lapisa di kiridan kanan lamella tersusun dari selulose. Tiap sel spirogyra mengandung sebutir kloroplas yang umumnya berukuran besar dan terikat dalan sitoplasmatepat di dalam dinding sel. Plastid ini memiliki bentuk menyerupai pita, berpilin dari pangkal hingga ke ujung sel (spiral).

MANFAAT SPIROGYRA SP
1.
Spirogyra merupakan fitoplankton sebagai makanan ikan, daerah yang kaya plankton merupakan perairan yang kaya ikan.
2.
Merupakan produsen primer, sebagai penyedia bahan organic dan oksigen bagi hewan-hewan air yang membentuk ekosistem perairan.
3.
Sebagai penghasil enzin glikosidase

TINGKAH LAKU SPIROGYRA SP
Spirogyra umumnya ditemukan dalam air bersih dan menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Proses fotosistesis pada Spirogyra tentunya dilakukan pada pagi hari atau siang hari ketika adanya sinar matahari. Dapat dengan mudah mengdentifikasi ganggang ini dengan struktur filamen hijau dan habitat air tawar. Kadang-kadang, filamen pada Spirogyra memiliki struktur seperti akar, yang membantu mereka menempel pada substrat.

PERAN SPIROGYRA SP DI PERAIRAN   
Ditinjau secara biologi, spirogyra merupakan kelompok tumbuhan yang berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel dan berbentuk koloni. Spirogyra merupakan ganggang berfilamen yang berukuran besar dan mempunyai daerah penyebaran yang luas. Spirogyra berperan sebagai produsen dalam ekosistem. Berbagai jenis Spirogyra yang hidup bebas di air terutama tubuhnya yang bersel satu dan dapat berperan aktif merupakan penyusun fitoplankton. Sebagaian besar fitoplankton adalah anggota alga hijau, pigmen klorofil yang dimilikinya efektif melakukan fotosintesis sehingga alga hijau merupakan produsen utama dalam ekosistem perairan. Spirogyra merupakan fitoplankton yang berfungsi sebagai makanan ikan. Daerah yang kaya plankton merupakan daerah perairan yang kaya ikan. Selain itu, Spirogyra merupakan produser primer, yaitu sebagai penyedia bahan organic dan oksigen bagi hewan-hewan air, seperti ikan, udang, dan serangga air. Keberadaan produser mengundang kehadiran konsumen, predator, dan organisme lain yang membentuk ekosistem perairan.

PENULIS
Raden Qonitah Nurhasanah
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Alexa.2011.GanggangBiru(Cyanophyceae).http://hmjbiologiuwks.blogspot.com/2011/11/ganggangbiruchyanophyceae.html.Diakses pada 1 April 2015 pukul 00.04 WIB
Cristwardana, M; Nur; Hadiyanto.2013.Spirulina platensis: Potensinya sebagai Bahan Pangan Fungsional.Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan.Vol.2 (No.1)
Hanifah, Hanan, dkk.2013.Peranan-Peranan Plankton.Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bandung:Universitas Padjadjaran.
Juni,anugrah.2010.Spirogyra.https://anugrahjuni.wordpress.com/lumut/spirogyra/.Diakses pada 31 Maret 2015 pukul 23.40 WIB
Mujiburrahman,Syahid.2013.BotaniTumbuhanRendah“Spirogyra”.http://mujibursyahid.blogspot.com/2013/03/babipendahuluan1.html.Diakses pada 1 April 2015 pukul 00.12 WIB
Oktaviani, Riska; Rachmadiarti, F; Wisanti.2014.Potensi Pistia stratiotes dan Spirogyra Sebagai Agen Fitoremidiasi LogamBerat Timbal (Pb) pada Perairan.Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.Universitas Negeri Surabaya.
Parmentier, Jan.1999.Microscopic Spirogyra.KNNV:Nederland.
Saputra,Anton.2011.spyrogyrahttp://antonsaputra.blogspot.com/2011/06/spirogyra.html. Diakses pada 31 Maret 2015 pukul 23.50 WIB
Sari, Herlingga.2013.Pengaruh Pemberian Pupuk Azolla Pinnata.ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga.
Simons, J.1990.Freshwater Algae.KNNV:Nederland.
Wijiyono dan Sri Artiningsih.2013.Kenaekaragaman Fitoplankton di dalam Kolam Bioremediasi di PTAPB. Prosiding Seminar.BATAN : Yogyakarta.
Wisnu,Damar.2013.BagaimanaStrukturReproduksiSpirogyra.http://bolpointkitaa.blogspot.com/2013/11/bagaimanastrukturreproduksispirogyra.html. Diakses pada 6 April 2015 pukul 20.55 WIB.

No comments:

Post a Comment