Tuesday, June 16, 2020

Skeletonema Costatum Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Skeletonema costatum merupakan salah satu jenis phytoplankton dari kelompok diatom.

KLASIFIKASI SKELETONEMA COSTATUM                 
Phylum : bacillariophycea
Class: bacillariophycea
Ordo : bacillariales
Genus : skeletonema
Species : skeletonema sp

MORFOLOGI SKELETONEMA COSTATUM                  
Jenis phytoplankton ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Sel mempunyai kemampuan membentuk skeleton eksternal silica (frustule)
2.
Bahan utama penyusun dinding sel adalah silicat dan dindingnya lebih tipis dibandingkan dengan jenis diatom lain.
3.
Berbentuk kotak berantai dengan cytoplasma yang memenuhi dinding sel.
4.
Berukuran 4-15 mikron meter.
5.
Volume sel rata-rata 154 mikrom meter kubik.
6.
Sel terdiri dari dua bagian yaitu tutup epitike yang berukuran lebih besar dan wadah hipotike yang ukurannya lebih kecil.
7.
Pigmen penyusun sel yang menyebabkan warna sel kuning keemasan adalah fuxoanthin (Daulay, 1993; Apriyanto et.al. 1999).

HABITAT SKELETONEMA COSTATUM               
Skeletonema costatum hidup di air laut (alam) yang mempunyai intensitas cahaya 500 – 12000 lux. Jika intensitas cahaya kurang dari 500 lux, Skeletonema tidak tumbuh. Sedangkan kisaran salinitas yang optimal adalah 25-29 ppt. Suhu untuk pertumbuhan 20 – 34 oC sedangkan suhu optimalnya adalah 25-27 oC. Sementara itu derajat keasaman (pH) media hidupnya bberkisar 7,5-8

REPRODUKSI SKELETONEMA COSTATUM                
Perkembangan Skeletonema costatum terbagi menjadi dua cara yaitu : secara Vegetatif dan secara generatif. Secara vegetatif yaitu dengan mengadakan pembelahan sel secara terus menerus apabila kondisi media hidupnya terpenuhi. Sedangkan secara generatif, Skeletonema costatum akan membentuk auxosporo dimana sel yang ukurannya kecil akan kembali dengan ukuran seperti semula.
  
PERTUMBUHAN SKELETONEMA COSTATUM 
Mengenal pola pertumbuhan algae merupakan hal penting untuk mencapai produksi algae yang dibutuhkan secara tetapdan kontinyu. Dengan melihat pola pertumbuhan tersebut maka dapat diketahui waktu yang tepat untuk memanen algae, baik yang akan diberikan ke larva sebagai pakan alami maupun digunakan sebagai inokulan untuk kultur selanjutnya. Secara umum pola pertumbuhan skeletonema costatum digambarkan sebagai berikut :


Gambar. Pola Pertumbuhan Phytoplankton ( Guerro dan Villegas, 1982)

Keterangan
Gambar :
Tahap I :
Tahap Induksi, pada tahap ini bibit masih beradaptasi dengan lingkungan dan tiadk terjadi pembelahan sel.
Tahap II :
Tahap Eksponental, tahap ini ditandai dengan pembelahan sel yang sangat cepat.
Tahap III :
Tahap Linier, tahap ini ditandai dengan laju pertumbuhan sel yang mulai menurun.
Tahap IV :
Tahap Stasioner, pada tahap ini ditandai dengan laju pertumbuhan sel yang seimbang dengan laju kematian.
Tahap V :
Tahap Kematian, pada tahap ini ditandai dengan laju kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pembelahan sel, biasanya terlihat banyaknya rantai-rantai putih pada media kultur.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN SKELETONEMA COSTATUM

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Skeletonema costatum diantaranya :

1. Cahaya
Cahaya yang diterima banyak maka suhu cenderung meningkat. Kisaran cahaya yang baik untuk pertumbuhan Skeletonema costatum adala 500-12000 lux. Apabila lebih dari 12000 lux maka pertumbuhannya akan menurun ( Sriyani, 1995 ).

2. Salinitas
Kisaran nilai salinitas yang bisa ditoleransi oleh Skeletonema costatum antara 15-34 ppt dan optimalnya adalah 25-29 ppt. Karena jenis ini kebanyakan hidup di sekitar permukaan pantai dengan perairan bersifat payau dimana salinitasnya tidak terlalu tinggi. Salinitas yang terlalu tinggi atau rendah akan menganggu proses metabolisme sel sehingga pertumbuhan Skeletonema costatum kurang bagus (Sriyani, 1995)

3. Suhu
Suhu yang bisa ditoleransi oleh Skeletonema costatum berkisar 3-34 oC, sedangkan suhu optimalnya 25-27 oC. Apabila suhu terlalu rendah maka pertumbuhannya akan lambat dan selnya akan kecil-kecil. Bila suhu terlalu tinggi maka selnya akan hancur. Alternative apabila suhu terlalu rendah maka peningkatan suhu dengan cara pemasangan lampu TL di atas permukaan media serta menutup ruangan agar suhu media meningkat. Sedangkan kalau shu media terlalu tinggi bisa diusahakan dengan cara menambah sirkulasi ruangan dengan membuka jendela ( Sriyani, 1995 ).

4. Aerasi
Aerasi diperlukan terutama untuk pengadukan media sehingga tidak terjadi stratifikasi suhu pada air media serta pupuk yang diberikan bisa diterima secara merata. Aerasi juga ibutuhkan sebagai akselerasi pamasukan udara terutama CO2 dan O2. Akselerasi yang baik untuk Skeletonema costatum tidak terlalu besar, karena apabila aerasi terlalu besar maka akan emutuskan filament sehingga skeletonema costatum akan hancur (Sriyani, 1995)

5. Nutrient
Nutrient yang dibutuhkan oleh Skeletonema costatum terbagi atas dua kelompok yaitu makro nutrien dan mikro nutrient. Makronutrien yaitu kelompok yang ibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar seperti nitrogen, fosfat, dan silikat sedangkan mikronutrien adalah kelompok nutrient yang dibutuhkan dalam kadar kecil yang biasanya terdiri dari bahan organic dan an organic (Martosudarmo dan Wulani ,1990). Phytoplankton membutuhkan lebih banyak nitrogen dari pada fosfat. Hal ini sesuai dengan pendapat Russel dan Hunter ( 1970 ) yang mengatakan bahwa rasio N dan P untuk pertumbuhan phytoplankton berkisar 6 : 1 sampai dengan 10 : 1.

CIRI-CIRI SEL SKELETONEMA COSTATUM YANG BAIK
Ciri-ciri sel Skeletonema sp. yang baik antara lain :
1. Isi sel berwarna kuning keemasan.
2. Isi sel penuh.
3. Sel berukuran besar.
4. Tidak menempel pada media.
5. Jarak antara sel tidak rapat.

EKOLOGI DAN FISIOLOGI SKELETONEMA COSTATUM
Ekologi dan Fisiologi Skeletonema costatum Secara ekologis, berbagai macam makanan itu dapat dikelompokkan sebagai plankton, nekton, bentos, perifitin dan neuston. Semua ini didalam perairan akan membentuk suatu rantai makanan dan jaringan makanan. Fitoplankton memegang peranan penting dalam perairan, sebab fitoplankto asal mulanya terjadi dari bahan organic, yang kemudian dijadikan sumber makanan oleh jasad-jasad lainnya. Zooplankton dan jasad-jasad lainnya akan berkembang Apabila tersedianya makanan yang cukup yang berasal dari fitoplankton tersebut (mudjiman, 2004).

Plankton adalah biota yang hidup di permukaan air dan mengapung, menghanyut atau berenag lemah, artinya mereka tidak melawan arus. Di alam bebas larva udang mengkonsumsi plankton baik berupa fitoplankton dan zooplankton. Oleh karena itu dalam pemeliharaan larva perlu di pilih jenis yang paling sesuai dan baik untuk makanan larva udang tersebut. Untuk keperluan ini maka jenis plankton tersebut harus dipelihara dalam bak tersendiri. Dalam pemeliharaan larva udang selain makanan alami juga makanan buatan sangat berperan yang diberikan sebagai makanan tambahan. Pemberian makanan yang berupa skeletonema costatum dimulai pada stadia zoea dan mysis (Nybakken, 1992).

Menurut Cahyaningsih (1990) ada beberap faktor yang dapat digunakan sebagai acuan unutk menentukan apakah jenis plankton itu termasuk kategori pakan alami yang memenuhi syarat, diantaranya adalah: Bentuk dan ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva Mudah diproduksi secara massal dan mudah dibudidayakan Kandungan sumber nutrisinya lengkap dan tinggi.

Isi sel padat dan mempunyai dinding sel tipis sehingga mudah dicerna cepat berkembangbiak dan memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan sehinga lestari ketersediaannya tidak mengeluarkan senyawa beracun gerakannya menarik bagi ikan tetapi tidak terlalu aktif sehingga mudah ditangkap. Diatom adalah ganggang atau alga renik yang termasuk dalam divisi thallophyta dan kelas diatomae (Bacillariophyta). Ganggang jenis ini memiliki dua ordo, yakni centrales dan pennales.

Ordo centrales bentuknya seperti silinder dan kebanyakan hidup dilaut. Beberapa contoh anggota ordo centrales diantaranya planktoniella, cyclotella, coscinodiscus, chaetoceros, melosira dan skeletonema. Ordo pennales berbentuk lonjong, memanjang, seperti gada, dan seperti perahu. Jenis ini banyak hidup di air tawar. Beberapa contoh diantaranya adalah synedra, pleurosigma, navicula, nitzschia dan amphora (Mudjiman, 2004; bhactiar, 2003).

MANFAAT SKELETONEMA COSTATUM
keuntungan yang dimiliki alga mempunyai potensi besar  untuk dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel

PENULIS
Ilham Al Hamidy
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Research-10983-131879378-Paper.pdf
http://jenieb-nautika.blogspot.com/2009/10/pakan-alami-skeletonema-costatum.html
http://munazi.blogspot.com/2013/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://www.scribd.com/doc/99494143/80-Species-Plankton#scribd

2 comments: