Monday, June 22, 2020

Leptocylindrus Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Leptocylindrus sp. adalah salah satu spesies dari diatom bentik yang habitatnya pada substrat atau sedimen di dasar perairan. Apabila adanya perubahan kondisi kualitas air akan menyebabkan terjadinya perubahan  ekosistem  dan  komposisi komunitas organisme. Salah satu organisme yang merasakan langsung pengaruh  tersebut  adalah diatom  bentik  yang  hidup  pada  susbtrat  atau sedimen.  Perubahan  kondisi  perairan  ini  diduga berpengaruh  terhadap  komposisi  dan  kelimpahan diatom bentik.

KLASIFIKASI LEPTOCYLINDRUS SP
Kingdom : Chromista
Phylum : Heterokontophyta
Subphylum : Diatomeae 
Class : Coscinodiscophyceae
Subclass : Chaetocerotophycidae
Order : Leptocylindrales
Family : Leptocylindraceae
Genus : Leptocylindrus
Spesies : Leptocylindrus sp.

MORFOLOGI LEPTOCYLINDRUS SP
Leptocylindrus sp. merupakan dinoflagellata yang memiliki ciri-ciri umum berupa:
• organisme bersel tunggal, memiliki nucleus yang besar, memiliki stigma dan trichocysts.
• Memiliki kloroplas yang kecil  yang berbentuk discoid dan bentuk lainnya yang berisi pigmen untuk berfotosintesis sama dengan yang ada pada diatom.
• Pigmen yang dimiliki adalah klorofil a, c, karote, xanthophylls, peridinin, neoperidinin, dinoxanthin, neodinoxanthin, dan diatoxanthin.
• Ukuran selnya yakni antara 25µm - 1000µm. Terdapat juga spesies yang tumbuh dengan rantai yang panjang atau pseudocoloni.
• Jumlah spesiesnya antara 1000-1500 spesies dan sebagian besar adalah spesies laut.
• Habitatnya kebanyakan pada lingkungan laut dan estuary. Biasanya mendominasi   perairan tropis  dan sub tropis.
• Kelimpahan dinoflagellata dapat mengakibatkan terjadinya red tide.

HABITAT LEPTOCYLINDRUS SP
Leptocylindrus sp. adalah spesies pesisir dan muara. Memiliki distribusi di seluruh dunia kecuali Kutub Utara dan Selatan Samudra, kadang-kadang dalam proporsi mekar. Mikroalga ini mendominasi komunitas fitoplankton di lintang  tinggi di daerar Artik dan Antartika, pada zona neritik daerah tropis dan perairan lintang sedang (temperate),  dan  pada  daerah  upwelling.   Beberapa  ahli  menganggap  bahwa diatom  merupakan  kelompok  fitoplankton  paling  penting  yang  memberi kontribusi  secara  mendasar  bagi  produktivitas  laut,  khususnya  di  wilayah perairan  pantai.

PERAN LEPTOCYLINDRUS SP DI PERAIRAN
Leptocylindrus sp. mempunyai  peranan  penting sebagai produsen primer dalam siklus karbon di rantai makanan dan juga merupakan sumber makanan yang penting bagi hewan–hewan surface dwellers (merayap  di permukaan) dan deposit  feeder. Selain  itu,  juga berperan penting dalam stabilisasi sediment. Leptocylindrus sp. biasa digunakan sebagai alternatif monitoring kondisi perairan dengan melihat keberadaan spesies tertentu pada  struktur  komunitas. 

Peranan  Leptocylindrus sp. sangat penting  untuk  melihat  kondisi  lingkungan  karena merupakan salah satu spesies diatom bentik yang terdistribusi sangat  luas  dan  biasanya terdapat pada zona  supratidal, intertidal, subtidal dan estuary. Beberapa  spesies  memiliki toleransi  khusus  terhadap  perubahan  lingkungan.

REPRODUKSI LEPTOCYLINDRUS SP
Reproduksi Leptocylindrus sp. melalui pembelahan sel vegetatif. Hasil pembelahan sel menjadi  dua  bagian yaitu bagian atas (epiteka) dan bagian  bawah  (hipoteka). Selanjunya  masing masing belahan akan membentuk pasangannya yang baru berupa  pasangan  penutupnya. Bagian epiteka akan membuat hipoteka dan bagian hipoteka akan membuat epiteka. Pembuatan bagian–bagian tersebut disekresi atau  diperoleh  dari  sel  masing -masing  sehingga semakin lama semakin kecil ukuran selnya. Dengan demikian ukuran individu-individu dari spesies  yang  sama  tetapi  dari  generasi  yang  berlainan  akan  berbeda. Laju penggandaan sel diatom berlangsung sekitar 0.5 sampai 6 sel/hari
.
Reproduksi aseksual seperti ini menghasilkan sejumlah ukuran yang bervariasi dari suatu populasi diatom pada suatu spesies. Ukuran terkecil dapat mencapai 30  kali  lebih kecil dari ukuran terbesarnya. Tetapi proses pengurangan ukuran ini  terbatas  sampai suatu generasi tertentu. Apabila generasi itu telah tercapai, diatom akan  meninggalkan kedua katupnya dan terbentuklah apa yang disebut auxospore. Proses pengecilan ukuran diatom dan pembentukan Auxospore. Dalam diatom, formasi auxospore merupakan bentuk reproduksi seksual dan jarang di kejadian. Itu juga merupakan sarana utama pemulihan ukuran maksimum setelah penurunan melalui pertumbuhan vegetatif. The co-terjadinya beristirahat pembentukan spora, sebagai bagian dari proses seksual di Leptocylindrus danicus, hampir unik di antara diatom. Spora jarang terlihat dalam IRL, tapi kadang-kadang ditemukan di perairan pantai yang berdekatan.

FISIOLOGI LEPTOCYLINDRUS SP
Leptocylindrus sp. tergolong dalam spesies diatom  atau  alga  mikroskopis, dari Divisi Chromatophyta dengan kelas Coscinodiscophyceae. Leptocylindrus sp. merupakan organisme  fotosintetik yang memiliki kloroplas dengan kandungan pigmen a dan c. Pigmen dominan yang terkandung dalam diatom adalah fukosantin dan  karotenoid sehingga memberikan warna coklat keemasan. Keunikan  diatom  terdapat pada dinding sel bersilika dengan ornamentasi yang indah dan disebut dengan frustula. Frustula terdiri dari dua  valve atau katup dan dihubungkan oleh elemen yang membentuk pola bergaris (gridle). Pada spesies ini, umumnya memiliki ukuean sekitar 5-16 µm.

Leptocylindrus sp. memiliki sel-sel lemah silisifikasi yang silindris dan tersusun dalam rantai hingga 20 atau lebih sel. Panjang sel (sumbu pervalvar) biasanya 3-5 kali lebar sel (diameter), tapi kadang-kadang sampai 10 kali diameter sel. Sel-sel yang berdekatan erat abutted. Katup dari satu sel sedikit cembung, sedangkan katup yang berdekatan sedikit cekung, memberikan penampilan yang khas dalam mikroskop cahaya. Katup individu adalah lingkaran, dihiasi dengan deretan uniseriate dari areola poroid memancar dari pusat katup, dengan cincin duri segitiga pendek di persimpangan katup wajah dan mantel. Baris poroid melanjutkan mantel ke tepi katup. Ada anulus sempit (kadang-kadang terlihat di mikroskop cahaya) di sekitar pusat valve. Kebanyakan katup juga memiliki pori tunggal di dekat pusat tetapi di luar anulus, beberapa sel memiliki dua pori-pori, dan jarang ada pori sama sekali. Berdasarkan studi budaya, Perancis & Hargraves (1985) mengemukakan bahwa kehadiran pori ini berkorelasi dengan kemampuan untuk membentuk spora beristirahat. Ada banyak band korset yang kurang trapesium dalam bentuk dan berlubang oleh areola kecil. Banyak dari ciri-ciri morfologi yang terlihat hanya dengan mikroskop elektron. Setiap sel memiliki banyak bulat kecil atau memanjang kloroplas.

PENULIS
Neni Dyah K. A
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Barus, T.A. 2002. Pengantar Limnologi. Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Sumatera Utara: Medan.
Siregar, Sofyan. A. Mulyadi, O.J. Hasibuan. 2008. Struktur Komunitas Diatom Epilitik (Bacillariophyceae) Pada Lambung Kapal Di Perairan Dumai Provinsi Riau. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau: Pekanbaru.
Sunarto. 2008. Karakteristik Biologi Dan Peranan Plankton Bagi Ekosistem Laut. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Padjajaran: Bandung.
Suwartimah, Ken. Widianingsih. 2011. Komposisi Jenis dan Kelimpahan Diatom Bentik di Muara Sungai Comal Baru Pemalang. Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro: Semarang.

No comments:

Post a Comment