Monday, June 1, 2020

Synedra Sp Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Synedra sp. adalah salah satu spesies diatom (Bacillariophyta) dengan sekitar 100 spesies yang hidup di air tawar dan air laut terjadi. Para wakil dari alga uniseluler memanjang, berbentuk jarum dan bergerak. Sel ini dikelilingi oleh karakteristik diatom dari dua cangkang silika perpustakaan yang ada. Dalam pandangan sisi mereka muncul sempit persegi panjang. Sel-sel secara individual, tetapi juga dapat disatukan oleh jelly untuk berbentuk bintang kelompok. Sel-sel tidak melengkung atau bengkok. Inti terletak di pusat. Biasanya ada dua plastida memanjang oleh fucoxanthin berwarna cokelat keemasan dan terletak di sisi. Kedua kerang tidak memiliki raphe . Ukurannya adalah 10 sampai 500 mikron. Kebanyakan hidup di air tawar dan air laut. Reproduksi aseksual terjadi melalui divisi khas dari diatom. Reproduksi seksual terjadi dengan anisogamy, yang terbentuk per sel, dua gamet. Setelah hasil fusi sel dalam pembentukan beberapa saat auxospore untuk pembesaran sel (Sahriany, 2001).

KLASIFIKASI SYNEDRA
Divisio : Bacillariophyta
Kelas : Bacillariophyceae
Ordo : Pennales
Family : Diatomaceae
Genus : Synedra
Spesies : Synedra sp.

MORFOLOGI SYNEDRA
Synedra sp. adalah salah satu spesies diatom (Bacillariophyta) dengan sekitar 100 spesies yang hidup di air tawar dan air laut terjadi. Para wakil dari alga uniseluler memanjang, berbentuk jarum dan bergerak. Sel ini dikelilingi oleh karakteristik diatom dari dua cangkang silika perpustakaan yang ada. Dalam pandangan sisi mereka muncul sempit persegi panjang, mengingat schiffchenförmig cangkir berbentuk atau jarum tipis. Sel-sel secara individual, tetapi juga dapat disatukan oleh jelly untuk berbentuk bintang kelompok. Sel-sel tidak melengkung atau bengkok. Inti terletak di pusat. Biasanya ada dua plastida memanjang oleh fucoxanthin berwarna cokelat keemasan dan terletak di sisi. Kedua kerang tidak memiliki raphe . Ukurannya adalah 10 sampai 500 mikron.

HABITAT SYNEDRA
Di air tawar dan air laut dan di daerah yang lembab, habitat alam di lokasi segar dan air asin, alga dapat ditemukan di seluruh dunia Synedra tersebut.

Synedra juga termasuk dalam perifiton. Perifiton adalah organisme yang umumnya berukuran kecil, hidup menem pel pada substrat. sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi kualitas suatu perairan. Sebagai produsen primer, keberadaan perifiton merupakan kontribusi terhadap keanekaragaman hayati di perairan laut.

Peranan diatom perifiton sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen dalam rantai makanan yakni sebagai penghasil bahan organik dan oksigen. Diatom perifiton sebagai flora menjadi sangat penting peranannya karena dapat berkembangbiak secara cepat sehingga berguna sebagai bahan makanan bagi hewan invertebrata dan ikan dalam ekosistem perairan tersebut.

Jenis fitoplankton y ang mendominasi perairan mangrove Baros yaitu Genus Synedra dengan kelimpahan 65 sel/l. Kelimpahan fitoplankton pada lokasi penelitian berkisar antara 79-129 sel/l. Keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 0,66-1,16; kemerataan fitoplankton berkisar antara 0,49-0,65 dan dominansi berkisar antara 0,51-0,67. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perairan mangrove Baros secara umum memiliki kestabilan komunitas sedang.

Fitoplankton pada umumnya terdapat pada zona eufotik tepat cahaya relatif tersedia untuk proses fotosintesa. Pengamatan mengenai distribusi vertikal fitoplankton di Danau Singkarak dilakukan untuk mengetahui bagaimana pola penyebarannya secara vertikal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengamatan dilakukan pada bulan Agustus 2001, Oktober 2001, Mei 2002, Agustus 2002, Juni 2003, dan Januari 2004. Rata-rata kelimpahan maksimum dicapai pada kedalaman 10m, dan terjadi dibawah zona eufotiknya. Distribusi vertikal masing-masing jenis fitoplankton sama, yaitu bila suatu jenis mendominasi maka ia akan melimpah mulai dari permukaan sampai kedalaman 40 m. Synedra yang banyak ditemukan pada bulan Agustus dan Oktober 2001 serta Juni 2003 dan Januari 2004 mendominasi dari permukaan sampai kedalaman 40 m, begitu pula Cosmarium yang mendominasi pada bulan Mei 2002 den Staurastrum pada bulan Agustus 2002. Tetapi umumnya kelimpahan maksimum Synedra terjadi pada lapisan yang lebih dalam dibanding Cosmarium dan Staurastrum. Kelimpahan maksimum Synedra terjadi pada posisi dibawah zona eufotk, sedangkan kelimpahan maksimum Cosmarium dan Staurastrum terjadi pada zona eufotik.

CIRI-CIRI SYNEDRA
1. Termasuk golongan diatom
2. Berwarna biru kehijauan
3. Bersifat non-motil
4. Tidak berkoloni
5. Berkembang biak secara vegetatif yaitu dengan cara membelah sel dan  fragmentasi, dan secara generatif yaitu dengan cara membentuk spora
6. berbentuk memanjang seperti jarum
7. Bisa hidup secara individu ataupun koloni
8. jika berkoloni, akan berkumpul pada satu titik digumpalan lendir yang dikeluarkan dari pori-porinya
9. spesies tertentu memiliki 2 tanduk pendek atau duri yang menonjol tepat diatas katup pori-pori
10. hidup di air tawar seperti danau atau waduk

REPRODUKSI SYNEDRA
Reproduksi aseksual terjadi melalui divisi khas dari diatom. Reproduksi seksual terjadi dengan anisogamy, yang terbentuk per sel, dua gamet. Setelah hasil fusi sel dalam pembentukan beberapa saat auxospore untuk pembesaran sel.

PENULIS
Rosita Hasna
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://anggikurniasih.blogspot.com/2013_01_01_archive.html
http://fitoplankton-tambak-boyo.blogspot.com/p/beranda.html
http://gestiayukresnasy.blogspot.com/2015/11/teknik-budidaya-pakan-alami-4.html
http://h-andilukman.blogspot.com/2012/05/perkembangbiakan-dan-macam-macam.html
http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=3762&idc=46
http://mefishandmarine.blogspot.com/2012/05/10-fitoplankton.html
http://repository.unib.ac.id/id/eprint/4279http://ukhti fadillarahmah.blogspot.com/2012_04_01_archive.html
Sahriany. 2001. Studi Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Karbino Kepulauan Sembilan Kabupaten Sinjai. Skripsi. Jurusan Perikanan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar

No comments:

Post a Comment