Tuesday, June 2, 2020

Gonatozygon Monotaenium Adalah; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Gonatozygon termasuk alga jenis diatom yang uniseluler. Setiap satu selnya mengandung satu nucleus yang nyata serta plastid-plastid yang  masih berbentuk pita atau lensa kecil.untuk perkembangbiakan seksual, suatu sel vegetatif mengadakan pembelahan rediksi sehingga terbentuk 4 inti yang haploid. Tiga diantaranya binasa, sehingga tinggal satu inti saja yang lalu merupakan inti telur dan seluruhnya sekarang merupakan oogonium.

Pada sel lainnya, ke 4 inti yang haploid itu tetap da akhirnya dari satu sel vegetatif terbentuk spermatozoid, jadi dalam hal ini satu sel vegatatif menjadi anteredium. Setelah tutup sel membuka, spermatozoid dapat bergerak bebas menujuke suau oogonium. Setelah terjadi pembuahan, zigot lalu membentuk kulit dari pectin, kedua inti sel kelamin besatu dan akhirnya keluarlah aukspora, tumbuh menjadi besar, dan melepaskan diri dari selubung oogoiumnya.

Kami meneliti para mikroorganisme habitat danau untuk mencari korelasi Gonatozygon antara kelimpahan dan substrat, suhu, pH, kedalaman, dan jumlah relatif ganggang lainnya. Yang kami harapkan Gonatozygon akan berkorelasi positif dengan E. Septangulare tumbuh pada substrat berpasir Karena disana kami menemukan kebanyakan pertumbuhan alga berlimpah. Hipotesisnya penyebab blooming algae (gonatozygon) adalah proses pengapuran.

Untuk tiga jenis plankton Gonatozygon sp, Pleurosigma sp, spirulina sp. dimana kedua jenis pohon tersebut merupakan jenis pohon (karakteristik)yang ada di kawasan hutan mangrove, Bakau merupakan pohon besar, dengan akar tunjang yang menyolok dan bercabang-cabang.

Dari hasil penelitian perifiton yang diperoleh terdiri atas 12 jenis yaitu : Ulotrix, Mougeotia, Crucigenia Gonatozygon, Ophyocytium, Tribonema, Nitzscia, Achnantthes, Navicula, Melosira Granulata, Fragilaria pectinalis dan Melosira polaris. Kelimpahan total perifiton di perairan muara sungai jenggalu adalah sebesar 72,393 individu/plot. Kelimpahan Perifiton terbesar di Perairan sungai jenggalu terdapat pada stasiun (I) yaitu sebesar 39,105 idv/plot, Kemudian diikuti stasiun (III) yaitu sebesar 23,442 idv/plot dan Terendah pada stasiun (II ) sebesar 9,846 idv/plot. Nilai indeks keanekaragaman (H’) komunitas perifiton di perairan muara sungai Jenggalu yang tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu sebesar 1,8926, diikuti stasiun I yaitu 1,8089 dan terendah pada stasiun II sebesar nilai 1,0945. Sedangakan nilai indek keseragaman (E) komunitas perifiton di perairan muara sungai Jenggalu yang tertinggi adalah pada stasiun III dengan nilai 0,7631, diikuti pada stasiun I dengan nilai 0,7294 dan terendah pada stasiun II nilainya sebesar 0,4413.

KLASIFIKASI GONATOZYGON
Kingdom : Plantae
Phylum : Charophyta
Class : Charophyceae
Order : Zygnemetales
Family : Mesotaeniaceae
Genus : Gonatozygon
Spesies : Gonatozygon monotaenium

MORFOLOGI ATAU CIRI-CIRI GONATOZYGON
• Sel berbentuk silindris memanjang dengan panjang 90-300 μm dan lebar 8-12,5 μm.
• Apeks rata dengan dinding sel ditutupi oleh struktur seperti spine
• Dalam setiap sel terdapat 2 kloroplas yang berbentuk seperti pita dengan banyak   pirenoid. Gonatozygon dapat ditemukan soliter maupun dalam bentuk filamen.

HABITAT GONATOZYGON
Habitat gonatozygon Perairan Tawar dan di Perairan Sedikit Asam (pH 5-6) serta Payau, dan Situ. Alga jenis ini biasanya tedapat pada air tawar, air asin serta pada tanah lembab.

REPRODUKSI GONATOZYGON
Perkembang biakan gonatozygon sama dengan Perkembangbiakan ganggang dapat berlangsung secara vegetatif (aseksual; tak kawin) dan secara generatif (seksual; kawin).

Secara vegetatif dengan cara:
• Membelah diri, yaitu proses pembelahan dari 1 menjadi 2 atau lebih.
• Fragmentasi, yaitu perkembangbiakan yang terjadi melalui pemisahan bagian tubuh yang selanjutnya menjadi individu baru.

Secara generatif dengan cara:
• Isogami, yaitu peleburan antara 2 sel kelamin yang sama bentuk dan ukurannya.
• Anisogami, yaitu peleburan 2 sel kelamin yang tidak sama ukurannya.
• Konjugasi, yaitu peleburan 2 macam sel kelamin yang tidak dapat dibedakan jenis kelamin jantan dan betinanya

PENULIS
Rosita Hasna
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2014

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://anggikurniasih.blogspot.com/2013_01_01_archive.html
http://fitoplankton-tambak-boyo.blogspot.com/p/beranda.html
http://h-andilukman.blogspot.com/2012/05/perkembangbiakan-dan-macam-macam.html
http://isjd.pdii.lipi.go.id/index.php/Search.html?act=tampil&id=3762&idc=46
http://mefishandmarine.blogspot.com/2012/05/10-fitoplankton.html
http://repository.unib.ac.id/id/eprint/4279http://ukhti-fadillarahmah.blogspot.com/2012_04_01_archive.html
Zariello, Marie . 1990. Freshwater Phycology. America

No comments:

Post a Comment