Tuesday, May 5, 2020

Ikan Semah Atau Mahseer; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Semah merupakan salah satu jenis ikan dari genus Tor yang tersebar luas di wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia terdapat empat jenis yang termasuk populasi jenis ikan ini, yaitu: Tor tambroides, T. douronensis, dan T. soro (Kottelat et al. 1993 dan Roberts 1999). Sebelumnya Weber & de Beaufort (1916) menggunakan Labeobarbus sebagai nama genusnya dan karakter utama yang membedakan diantara jenis-jenis tersebut adalah keberadaan dan ukuran cuping pada bibir bawah. Ikan yang termasuk dalam genus Tor memiliki potensi yang baik untuk industri akuakultur (Ingram et al. 2005), dikenal sebagai ikan hias karena warna sisiknya yang menarik (Ng 2004) dan merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dalam Arifin, et al. (2014)

KLASIFIKASI IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Menurut Yuliza (2011), Ikan semah (Tor douronensis) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Class : Actinopterygii
Subclass : Neopterygii
Order : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Genus : Tor
Species : Tor douronensis

HABITAT IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Ikan semah  digolongkan dalamikan cyprinid, hidup di hulu sungai dengan kondisi perairan yang jernih dan kebutuhan oksigen tinggi. Ikan ini adalah salah satu ikan air tawar Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah jarang ditemukan di alam (Nurdawati et al., 2007).

FISIOLOGI IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Pada umumnya, stadium larva ikan merupakan masa yang sangat penting dan kritis karena pada stadium ini larva ikan sangat sensitif terhadap ketersedian pakan dan faktor lingkungan seperti serangan penyakit. Hal ini disebabkan larva ikan belum dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, dengan sistem pencernaan yang belum sempurna, terutama sekali larva ikan belum mempunyai lambung dan aktifitas enzimnya belum optimal sehingga perlu di berikan pakanan alami yang mengandung enzim pencernaan yang dapat membantu proses pencernaan makanan pada larva (Muchlisin dkk, 2003).

MORFOLOGI IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Ikan semah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: kepala simetris, badan besisik, garis rusuk sempurna, terdiri dari 23 keping sisik yang terletak diatas sirip dada dan melewati pertengahan ekor, sirip punggung terdiri dari 1 jari-jari keras licin dan 8 jari-jari lemah bercabang, permukaan punggung bertepatan dengan permukaan sirip perut, sirip dubur dengan 5 jari-jari lemah bercabang dan lebih rendah dari sirip punggung, mata tidak berkelopak, mempunyai 4 helai sungut mengelilingi mulut, mulut agak dapat disembulkan terletak dibawah (Syandri dan Basri, 1999).

CIRI-CIRI IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Pada ikan Semah (Tor douronensis) oosit primer berukuran 30-120 μm. Inti berbentuk bundar dan sedikit oval berukuran 15-40 m dengan kromatin yang nampak dengan jelas serta adanya beberapa nucleoli berukuran 3,8-5,0 μm, berada pada prifer inti (Hardjamulia et al, 1999).

REPRODUKSI IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Ikan semah termasuk biseksual, nisbah kelamin antara jantan dengan betina adalah 1 : 3. fekunditas berkisar anatara 5.870-28,499 butir dengan ukuran diameter telur 0.90-1.50 mm panjang gonads ikan semah dewasa berkisar antara 298-477 mm dengan bobot 137-272 gr. Ikan semah yang dipelihara secara terkontrol dan kerambah jaring apung dapat memanfaatkan pelet sebagai pakannya (Rizal, 2001).

Telur-telur diletakkan didaerah pinggiran lubuk yang kedalamannya kurang 0,5 m, berarus lambat (kurang dari 0,8 m/det), bersih dari kotoran dan lumut, bersih. Dasar terdiri dari pasir, kerikir sampai batuan (diameter 0,5 m) dan keadaan sidemen dan kualitas air yang berhubungan dengan banjir ( Dede dkk, 1993).

PERAN IKAN SEMAH ATAU MAHSEER DI PERAIRAN
Populasi ikan semah di perairan alam baik di danau Ranau, sungai wilayah Lahat maupun Kota Pagaralam dari tahun ke tahun semakin berkurang akibat aktivitas penangkapan yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan bahan beracun (putas) dan aliran listrik (setrum) (Sajoeti,2015).

TINGKAH LAKU IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Tingkah laku ikan Semah dewasa yang cenderung bergerombol berlindung di muara anak sungai kecil sewaktu sungai sedang banjir. Ikan Semah (Tor spp.)dan (Puntius spp) yang cukup melimpah di perairan TNBK memerlukan teknik tersendiri untuk memancingnya. Ikan Semah tergolong ikan herbivora pemakan buah sehingga umpannya pun harus sesuai (Soedjito et al, 1999).

MANFAAT IKAN SEMAH ATAU MAHSEER
Ikan semah Tor douronensis (Valenciennes, 1842) atau sering disebut mahseer merupakan ikan asli perairan Indonesia yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Ikan ini tergolong ke dalam famili Cyprinidae yang bernilai ekonomis tinggi sebagai ikan konsumsi dan komoditas hias. Untuk pasar dalam negeri, Instalasi Penelitian Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor menjual ikan ini dengan harga Rp500.000,00-Rp1.000.000,00/kg. Haryono et al. (2009) melaporkan bahwa harga ikan semah di Malaysia mencapai 80 RM/kg, bahkan Kiat (2004) menyatakan harga ikan “kelah” nama lain dari semah di Malaysia sudah mencapai 400 RM/kg yang setara dengan Rp1.200.000,00/kg. Lebih lanjut Yohanes & Dede (2016) melaporkan harga ikan semah untuk ukuran 2-3 kg sebesar Rp2.500.000,00. Dalam Subagja, et al. (2017).

PENULIS
Risma Novita Santi
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, O. Z., J. Subagja., dan W. Hadie. 2014. Karakterisasi biometrik tiga populasi ikan semah Tor douronensis (Valenciennes, 1842) dalam mendukung konservasi sumber daya genetik. Jurnal Iktiologi Indonesia. Lima belas, Dua: Seratus empat puluh tiga sampai seratus lima puluh empat.
Dede, I.R.Ben.B.A.M, Suarman, Budi, H,Sulastri dan Fahmy jany,S. 1993. Konsep Pemulihan populasi ikan semah (Tor dourenensis) secara ekologis dan berwawasan Bisnis di perairan darat propinsi Jambi. Proyek Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Perairan Tawar. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Penelitian dan Pengembangan Limnologi.
Hardjamulia, A.N. Suhendan dan E. Wahyudi. 1999. Perkembangan oosit dan ovari ikan Semah (Tor dourensis) di sungai selabung, Danau Ranau Sumatra Selatan. Jurnal Penelitian dan Perikanan Indonesia 1(3) : 36-45.
Nurdawati et al. 2007 dalam Wudianto et al 2012. Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 4 No 2. Jakarta Utara.
Rizal, M. 2001. Penambahan vitamin E dalam pakan buatan untuk mempercepat Waktu pemtangan gonad dan nilai ios ikan jambal siam (Pangasius sutch, Fow). Skripsi Fakultas Perikanan. Universitas Bung Hatta. Padang
Sajoeti,Syahriza.W. 2015. Mengenal ikan semah dan penangkapan benih di alam “NGIPON”. http://www.ikandewa.com/en/tips-and-kuliner/74tipsdantriks/565mengenalkansemahdanpenangkapanbenih-di-alam—ngipon.html.
Soedjito, Hewarsono et al.1999. Rencana pengelola Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat tahun 2000-2024. Kalimantan Barat.
Subagja, J., Dan D. Radona. 2017. Produktivitas Pascalarva Ikan Semah Tor Douronensis (Valenciennes, 1842) Pada Lingkungan Ex Situ Dengan Padat Tebar Berbeda
Yuliza.2011.Klasifikasiikansemah.http://ritacuitcuit.blogspot.co.id/2011_02_01_archive.html

No comments:

Post a Comment