Monday, April 20, 2020

Ikan Tambakan; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Tambakan (Helestoma temminckii) merupakan ikan air tawar yang bersifat bentopelagik (hidup di antara permukaan dan dalam perairan). Wilayah asli tempat tinggal umumnya adalah wilayah perairan tropis yang berarus tenang, dan banyak terdapat tanaman air. Umumnya di Indonesia ikan ini memiliki nilai ekonomis penting dengan harga jual sekitar Rp. 12.000/kg (Prianto dkk 2006). Akibat meningkatnya eksploitasi oleh nelayan keberadaan ikan tambakan sekitar 10 tahun terakhir ini di perairan Lubuk Lampam, Sungai Lempuing mengalami penurunan yang segnifikan. Sehingga untuk mengembalikan pada kondisi semula perlu kajian dasar terhadap biologi reproduksi dan kebiasaan makanan ikan tambakan tersebut.

Ikan tambakan memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal. Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk berlekuk tunggal, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, pola berupa garis tipis yang berawal dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya. Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang menyusun gurat sisi tersebut. Ikan tambakan diketahui bisa tumbuh hingga ukuran 30 cm. Salah satu ciri khas dari ikan tambakan adalah mulutnya yang memanjang. Karakteristik mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti faring, premaksila, dentary, dan langit-langit mulut. Ikan tambakan juga memiliki tapis insang (gill rakers) yang membantunya menyaring partikel-partikel makanan yang masuk bersama dengan air.(www.Fishbase.org)

KLASIFIKASI IKAN TAMBAKAN
Menurut Cuvier (1829),  ikan tambakan adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Ordo
: Perciformes
Subordo
: Anabantoidei
Family
: Helostomatidae
Genus
: Helestoma
Species
: Helestoma temminckii

HABITAT IKAN TAMBAKAN
Ikan tambakan merupakan ikan air tawar yang bersifat bentopelagik (hidup di antara permukaan dan wilayah dalam perairan).Wilayah asli tempatnya tinggal umumnya adalah wilayah perairan tropis yang dangkal, berarus tenang, dan banyak terdapat tanaman air. Pada awalnya ikan tambakan hanya ditemukan di perairan air tawar Asia Tenggara, namun belakangan mereka menyebar ke seluruh wilayah beriklim hangat sebagai binatang introduksi(Effendi,1997).

FISIOLOGI IKAN TAMBAKAN
Salah satu jenis ikan air tawar yang potensial untuk dikembangkan adalah ikan Tambakan (Helostoma temmincki).Ikan tambakan merupakan spesies yang mampu beradaptasi terhadap kondisi perairan yang marginal, seperti derajat keasaman perairan yang relatif rendah dan adanya dominasi ikan-ikan yang sering menimbulkan masalah di perairan umum.Disamping itu ikan tambakan umumnya jarang terserang penyakit atau parasit.Kalau ada penyakit yang menyerang tidaklah berbahaya. Ikan tambakan ini juga memiliki alat pernapasan tambahan yang biasanya disebut labirin (Mashudi, 2001).

Ikan ini juga merupakan salah satu ikan ekonomis penting yang ada diperairan tawar.Ikan tambakan merupakan ikan sungai atau rawa  yang cocok dipelihara dikolam yang sirkulasi airnya kurang lancar,atau miskin oksigen. Seperti ikan-ikan lain yang tergolong Labyrinthici ikan tambakan pun mempunyai alat pernapasan tambahan yang dapat mengambil oksigen langsung dari udara bebas. Oleh karenanya pemasukan air yang berlebihan dikolam kurang diperlukan, malah boleh dikatakan tidak baik dikarenakan akan menghanyutkan zat-zat makanan yang ada dikolam  (Evy, 2001).

Ikan tambakan menghendaki tempat yang hangat, yang bisanya berada pada ketinggian  antara 150-750 m dari permukaan air. Suhu optimum yang memberikan hasil yang baik bagi pemeliharaan ikan ini antara0C. Ikan tambakan baik benih yang masih kecil maupun ikan dewasa menyukai plankton yang melayang-layang dalam air. Namun bila persediaan ini menipis atau berkurang, maka ikan-ikan ini akan merubah haluan mulai menyerang epi dan perifiton yang menempel pada tanaman air atau batu-batuan. Ikan tambakan ini menyukai permukaan dan daerah pertengahan perairan. Sehingga jika dilakukan pemupukan, lebih banyak ditujukan untuk memupuk airnya dan bukan dasar kolamnya  (Desrino, 2009).

MORFOLOGI IKAN TAMBAKAN
Ikan tambakan memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal.Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa.Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar.Di kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, pola berupa garis tipis yang berawal dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya.Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang menyusun gurat sisi tersebut.Ikan tambakan diketahui bisa tumbuh hingga ukuran 30 sentimeter.Salah satu ciri khas dari ikan tambakan adalah mulutnya yang memanjang. Karakteristik mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti faring, premaksila, dentary, dan langit-langit mulut. Ikan tambakan juga memiliki tapis insang (gill raker) yang membantunya menyaring partikel-partikel makanan yang masuk bersama dengan air. Ada dua jenis ikan tambakan berdasarkan warnanya, namun mereka masih termasuk dalam spesies yang sama: ikan tambakan berwarna hijau dan ikan tambakan berwarna pucat atau merah muda. Belakangan, ada juga jenis ikan tambakan yang ukurannya lebih kecil dari ikan tambakan kebanyakan dan bentuknya bundar nyaris menyerupai balon. Variasi genetis ikan tersebut biasa dikenal dengan nama "gurami pencium kerdil" atau "balon merah muda"(Cuvier,1829).

CIRI-CIRI IKAN TAMBAKAN
Salah satu ciri khas dari ikan tambakan adalah mulutnya yang memanjang. Karakteristik mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti faring, premaksila, dentary, dan langit-langit mulut. Ikan tambakan juga memiliki tapis insang (gill raker) yang membantunya menyaring partikel-partikel makanan yang masuk bersama dengan air (Pulungan, 2005).

REPRODUKSI IKAN TAMBAKAN
Ikan tambakan termasuk ikan yang mudah berkembang biak. Di alam liar, dalam waktu kurang dari 15 bulan, populasi minimum mereka sudah bisa bertambah hingga dua kali lipat populasi awalnya.Reproduksi ikan tambakan sendiri terjadi ketika periode musim kawinnya sudah tiba.Di Thailand misalnya, musim kawin ikan tambakan terjadi antara bulan Mei hingga Oktober.Perkawinan antara kedua ikan tambakan yang berbeda jenis kelamin terjadi di bawah tanaman air yang mengapung. Ikan tambakan betina selanjutnya akan melepaskan telur-telurnya yang kemudian akan mengapung di antara tanaman air. Tidak seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, ikan tambakan tidak membuat sarang maupun menjaga anak-anaknya sehingga anak ikan tambakan yang baru menetas sudah harus mandiri. Sehari setelah pertama kali dilepaskan ke air, telur-telur tersebut akan menetas dan setelah sekitar dua hari, anak-anak ikan tambakan sudah bisa berenang bebas(Mashudi,2011).

PERAN IKAN TAMBAKAN DI PERAIRAN
Ikan ini sangat agresif bila ditempatkan dalam ruang gerak yamg terbatas atau sempit misal seperti dalam akuarium dengan komunitas cukup banyak. Ikan ini diketahui tidak suka berteman kecuali saat remaja(Cuvier,1829).

TINGKAH LAKU IKAN TAMBAKAN
Ikan ini sering ditemukan diperairan tenang yang banyak vegetasinya.kebiasaan ikan ini  mencium ikan lain,tumbuhan/bebatuan dan kaca akuarium. Ikan tambakan juga dijuluki sebagai "ikan gurami pencium" karena kebiasaannya dalam memakai bibirnya untuk "mencium" benda-benda lain maupun ikan tambakan lainnya.Sebenarnya ikan tambakan tidak bena-benar mencium.Saat sedang mencium benda-benda padat semisal batu, ikan ini sebenarnya sedang menggerogoti makanan yang menempel pada permukaan benda padat tersebut. Ikan tambakan jantan juga saling beradu mulut satu sama lain untuk menegaskan supremasinya atas pejantan lain saat menjaga wilayah kekuasaannya. Perilaku adu bibir ini tidak pernah berakibat fatal, namun di dalam tangkapan, ikan tambakan jantan yang terus menerus kalah usai duel adu bibir bisa mati akibat stress(Cuvier,1831).

MANFAAT IKAN TAMBAKAN
Ikan tambakan sudah sejak lama membawa manfaat bagi manusia. Di wilayah aslinya di Asia Tenggara, ikan ini dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Ikan tambakan juga biasa dipancing di alam liar. Belakangan, ikan tambakan menjadi salah satu komoditas ikan hias air tawar karena wujud dan perilakunya yang unik. Sebagai dampak dari popularitasnya sebagai ikan hias, sejumlah besar ikan tambakan yang masih berukuran kecil diekspor ke negara-negara lain seperti Jepang, Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

Mengonsumsi ikan tambakan setiap hari dapat mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Sebab terpenuhinya kebutuhan kalsium dalam tubuh anda. Selain itu juga dapat bermanfaat dalam mengaktifkan pankreas, dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.

PENULIS
Nabila Az Zahra
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Cuvier. 1829. Helostoma temminkii. http://www.fishbase.org/ summary/ Helostoma temminkii. html diakses tanggal 1 Januari 2016 pukul 07.30 WIB.
Effendie MI. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.157 hal.
Fadilah, A., dan A. K. Wibawa. 2017. Budidaya Ikan Rawa Kalimantan Selatan Pembenihan dan Pembesaran Ikan Tambakan (Helostoma temminckii). Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Hal 1-17.
Mashudi, Ediwarman dan Maskur. 2001. Pemijahan ikan tambakan (Helostoma temmincki). Balai Budidaya Air Tawar Jambi. Jambi
Pulungan. 2005. Penuntun Praktikum Biologi Perikanan. Laboratorium Biologi Perikanan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan. Universitas Riau. PekanBaru.
Ridwan. 2004. Biologi Reproduksi Ikan. Penerbit Pusat Penelitian Kawasan Pantai dan Perairan Universitas Riau.Pekanbaru.
Tafrani. 2012. Makanan Dan Reproduksi Ikan Tambakan ( Helostoma Temminckii, C.V 1829 ) Di Perairan Lubuk Lampam, Sungai Lempuing Sumatera Selatan. Skripsi.Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Hal 1-62.

No comments:

Post a Comment