Monday, April 20, 2020

Ikan Sepat Siam; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Sepat Siam (Trichogaster pectoralis) adalah sejenis ikan air tawar yang biasanya hidup di rawa-rawa. Ikan ini bertubuh sedang, panjang total mencapai 25 cm dengan lebar pipih, dan mulut agak meruncing. Sirip-sirip punggung (dorsal), ekor, sirip dada dan sirip dubur berwarna gelap. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek. Ikan ini berwarna perak kusam kehitaman sampai agak kehijauan pada hampir seluruh tubuhnya. Terkadang sisi tubuh bagian belakang nampak agak terang berbelang-belang miring. Sejalur bintik besar kehitaman, yang hanya terlihat pada individu berwarna terang, terdapat di sisi tubuh mulai dari belakang mata hingga ke pangkal ekor (Irpan, 2014).

KLASIFIKASI IKAN SEPAT SIAM
Menurut Robison (1971), klasifikasi ikan Sepat Siam (Trichogaster pectoralis) sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Ordo
: Perciformes
Famili
: Osphronemidae
Genus
: Trichogaster
Species
: Trichogaster pectoralis

HABITAT IKAN SEPAT SIAM
Menurut Aziz et al., (2005), Ikan Sepat Siam di habitat aslinya, ikan ini hidup di rawa - rawa yang banyak ditumbuhi tanaman airnya, karena ikan ini butuh substrat sebagai tempat melatakkan busa untuk telur - telurnya. Ikan Sepat Siam  tumbuh pada 23-27C dan pada suhu sekitar 6,5-7.Meskipun ikan ini tidak begitu populer dikalangan masyarakat luas, namun ikan ini cukup dikenal di Indonesia. Meskipun ikan ini adalah ikan untuk konsumsi, tapi pada ukuran kecil ikan ini bisa dijadikan sebagai ikan hias, karena bentuk tubuh dan warnanya sangat menarik.

FISIOLOGI IKAN SEPAT SIAM
Menurut Froese et al., (2007), fisiologi ikan Sepat Siam menyukai air yang jernih untuk memijah dan beraktifitas. Selain itu, ikan ini menyukai perairan yang tenang. Ikan ini hidup di perairan air tawar dimana insang mereka harus mampu mendifusikan air sembari menjaga kadar garam dalam cairan tubuh secara simultan. Adaptasi pada bagian sisik ikan juga memainkan peran penting, ikan air tawar yang kehilangan banyak sisik akan mendapatkan kelebihan air yang berdifusi ke dalam kulit, dan dapat menyebabkan kematian pada ikan.

MORFOLOGI IKAN SEPAT SIAM
Menurut Kottelat et al., (1993), morfologi ikan Sepat Siam yaitu bentuk tubuh pipih (compressed), dan bermoncong runcing sempit, panjang total hingga 120mm,bercorak batik.Warna tubuh ikan ini amat bervariasi, baik perimbangan terang gelapnya maupun pola-pola warna tubuhnya. Demikian pula bilangan jari-jari pada sirip-siripnya. Rumus sirip dorsal, VI-VIII (jari-jari keras atau duri) dan 8–9 (jari-jari lunak); dan sirip anal X-XII, 33–38. Gurat sisi 30–40 buah. Panjang standar (tanpa ekor) 2,3–2,5 kali tinggi badan. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.

CIRI-CIRI IKAN SEPAT SIAM
Menurut Sugio (1996), ciri khusus ikan Sepat Siam merupakan ikan sepat terbesar. ikan sepat seumumnya dapat tumbuh hanya dengan berukuran 12cm. Corak pada tubuh ikan Sepat Siam adalah memiliki corak seperti batik yang sangat menarik.

REPRODUKSI IKAN SEPAT SIAM
Menurut Suyanto (1995), untuk membiakan jenis ikan ini tidak diperlukan perlakuan khusus seperti pada halnya ikan-ikan mas, tawes atau gurame. Ikan sepat dapat berbiak di kolam pemeliharaan dengan sendirinya. Tumbuh-tumbuhan air seperti Hydrilla persicillata dan air yang cukup zat asam diperlukan.

Kolam pemijahan hendaknya agak dalam yaitu sekitar 70 - 100 cm, dan pada waktu pemijahan terjadi kolam hendaknya berair diam sehingga pemasukan air cukup untuk mengganti air yang hilang karena penguapan atau merembes. Tumbuh-tumbuhan air yang mengapung baik sekali disediakan untuk menutup sebagian kecil permukaan saja.  Pada waktu pemijahan maka ikan jantan akan membuat sarang terlebih dahulu.  

Pembuatan sarang dilakukan selama 1 - 2 hari.  Gelembung - gelembung udara (buih) yang membentuk sarang tersebut bergaris tengah 1,5 - 3 mm.  Pada waktu pembuatan sarang tersebut ikan - ikan lain tidak diperkenankan mendekat.  Jika ada ikan yang mendekat maka akan dikejarnya sehingga keluar dari daerah territorial tempat  sarang  dibuat. Sarang  biasa dibuat dari bagian tepi atau di sudut - sudut.  Setelah sarang siap maka ikan jantan memikat betina dan pemijahan terjadi di bawah sarang. Telur yang telah dibuahi tadi mengapung sampai mencapai sarang tersebut.  Telur menetas setelah 2 - 3 hari.  Telur kemudian dijaga oleh jantan, terutama dari gangguan-gangguan lain yang mendekat.

PERAN IKAN SEPAT SIAM DI PERAIRAN
Ikan ini hidup di rawa-rawa, danau, aliran-aliran air yang tenang, dan umumnya lahan basah di dataran rendah termasuk sawah-sawah serta saluran irigasi. Di saat musim banjir, penyebarannya meluas mengikuti aliran banjir ini. Sepat Siam memangsa zooplankton, krustasea kecil dan aneka larva serangga. Pada musim berbiak, ikan jantan membangun sebuah sarang busa untuk menampung dan memelihara telur-telur sepat betina, yang dijagainya dengan agresif (Sudarsono,2010).

TINGKAH LAKU IKAN SEPAT SIAM
Menurut Odum (1971), tingkah laku ikan Sepat Siam merupakan fototaksis positif. Dikarenakan ikan sepat apabila diberikan cahaya akan mendekati cahaya. Itu disebabkan karena ikan sepat hidup di permukaan perairan yang dimana langsung dekat oleh cahaya. Fototaksis adalah gerak taksis yang menyebabkan oleh adanya rangsangan berupa cahaya. Ikan tertarik cahaya melalui otak (pineal rigean pada otak). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis.Dengan demikian ikan tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis,yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal,sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya akan menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (Sudarsono, 2010).

MANFAAT IKAN SEPAT SIAM
Sepat siam merupakan ikan konsumsi yang penting, terutama sebagai sumber protein di daerah pedesaan. Selain dijual dalam keadaan segar di pasar, sepat siam kerap juga diawetkan dalam bentuk ikan asin dan diperdagangkan antar pulau di Indonesia (Huda, 2015).

PENULIS
Nabila Az Zahra
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Azis D.A. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Sepat Siam Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.
Froese E. R and Pauly. D. 2007 version. N.p.: FishBase, 2007. " Cidochaichtyes Anoples ". FishBase.
Huda, I. 2015. Penharuh Kuantitas Garam Terhadap Kualitas Bekasam Serta Sumbangsihnya Pada Materi Bioteknologi Di Kelas IX SMP/MTS. SKRIPSI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universsitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. 115 Halaman.
Irpan, 2014. Gambar Ikan Sepat Siam
Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari, S. Wirjoatmodjo. 1993. Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Ltd. dan Proyek EMDI KMNKLH Jakarta.
Odum, E.P. 1971. Fundamentals of Ecology. 3rd Edition. W.B. Sounders Company, Philadelpia. pp. 368-381.
Sudarsono dan Moyoginta. 2010. Pengaruh Kromanium dalam Pakan Terhadap Kadar Glukosa Darah, Koesien Respirator, Ekstkresi NH3-N dan Pertumbuhan Ikan Gurami; Vol. 10 No. 1 hal. 25-29.
Sugio. 1996. Preferensi Pakan Sepat Siam(Cidochaichtyes Anoples) Melalui Teknis Analisis Lambung dan Pengajarannya di Sekolah Menengah Umum. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya
Suyanto, S. Rachmatun. 1995. “Parasit Ikan dan Cara-cara Pemberantasannya”. Jakarta: Yayasan Sosial Tani Membangun.

No comments:

Post a Comment