Sunday, April 19, 2020

Ikan Arapaima Gigas, Piraruchu, Atau Paiche; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Arapaima (Arapaima Gigas) merupakan jenis ikan air tawar terbesar di dunia, dan berhabitat asli perairan tropis di Amerika Selatan. Ikan ini termasuk dalam famili Osteoglossidae, mempunyai nama lain Pirarucu di Brasil atau Paiche di Peru. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan mempunyai berat 200 kilogram pada habitat aslinya. Populasi ikan Arapaima ini mulai terancam dikarenakan banyak kolektor ikan memburu ikan eksotis ini untuk dijadikan salah satu koleksi pribadinya. Pada habitat aslinya di Amerika Selatan, ikan ini banyak ditangkap untuk diekspor karena harganya yang mahal, selain itu masyarakat lokal juga mengonsumsi ikan ini. Akibatnya populasi ikan arapaima mulai menyusut dan semakin jarang ditemukan di alam liar. Arapaima merupakan ikan yang sering muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen.

KLASIFIKASI IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Class
: Actinopterygii
Ordo
: Osteoglossiformes
Family
: Osteoglossidae
Subfamily
: Heterotidinae
Genus
: Arapaima, J.P.
Spesies
: Arapaima gigas (Schinz, 1822)

HABITAT IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Ikan arapaima berasal dari lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan. Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya. (Olvista,2011)

REPRODUKSI IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Banjir musiman amazon telah menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima. Arapaima bertelur pada bulan-bulan dimana ketinggian air surut atau mulai naik. Arapaima membuat sarang kira-kira 50 cm lebarnya sedalam 15 cm di dasar air, biasanya di daerah berlumpur. Saat permukaan air naik, telur-telur tersebut menetas dan bayi bayi arapaima mendapatkan musim banjir untuk mulai tumbuh, pada bulan antara mei sampai agustus. Arapaima jantan melindungi bayi-bayi arapaima  dalam mulutnya sampai mereka cukup umur untuk dilepas berenang sendiri. Arapaima betina membantu melindungi arapaima jantan dan anak-anaknya dengan mengitari mereka dan menghalangi predator yang berpotensi memangsa anak-anaknya. Arapaima bisa hidup sampai 20 tahun. (Olvista,2011)

Banjir musiman amazon telah menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima. Arapaima bertelur pada bulan-bulan dimana ketinggian air surut atau mulai naik. Arapaima membuat sarang kira-kira 50 cm lebarnya sedalam 15 cm di dasar air, biasanya di daerah berlumpur. Saat permukaan air naik, telur-telur tersebut menetas dan bayi bayi arapaima mendapatkan musim banjir untuk mulai tumbuh, pada bulan antara mei sampai agustus. Arapaima jantan melindungi bayi-bayi arapaima  dalam mulutnya sampai mereka cukup umur untuk dilepas berenang sendiri. Arapaima betina membantu melindungi arapaima jantan dan anak-anaknya dengan mengitari mereka dan menghalangi predator yang berpotensi memangsa anak-anaknya. Arapaima bisa hidup sampai 20 tahun. (Olvista,2011)

FISIOLOGI IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Arapaima gigas termasuk ikan yang bernafas dengan menghirup udara langsung dari udara atmosfer. Oleh karena itu ikan ini harus muncul kepermukaan air setiap 5-20 menit sekali untuk menghirup udara, tergantung pada ukurannya. Ikan arapaima muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali. Sedangkan ikan dewasa muncul setiap 15-20 menit sekali, meskipun arapaima menyelam dibawah air selama beberapa menit, ikan ini cenderung untuk tetap dekat dengan permukaan air dan menimbulkan suara unik seperti suara batuk.(Garcia-Berthou E. 2007)

Karena ikan arapaima gigas adalah ikan karnivora sistem pencernaanya meliputi rongga mulut pada umumnya bergigi kuat dan tajam, tulang tapis insangnya sedikit, pendek, dan kaku. Ikan ini berlambung dengan bentuk yang bervariasi, serta ususnya pendek dan lebih pendek dari panjang tubuhnya. Jenis makanan yang dimakan oleh ikan tergantung adaptasi fisiologis ikan tersebut bisa berupa panjang usus, sifat dan fisiologis pencernaan, bentuk gigi, tulang faringeal, bentuk tubuh, dan tingkah lakunya (welcomme, 2001)

MORFOLOGI IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Arapaima gigas, atau bisa dikenal dengan sebutan Arapaima, Pirarucu, atau Paiche, adalah ikan air tawar tropis Amerika Selatan. Arapaima ini menjadi salah satu ikan air tawar yang berukuran terbesar di dunia. Arapaima ini adalah keluarga ikan Arowana yang popular di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Ukuran tubuh Arapaima bisa mencapai panjang sekitar 2,5 m dengan bobot lebih dari 100 kg. ikan ini memiliki ketergantungan yang mendasar pada udara permukaan untuk bernafas. Selain insang, memiliki kandung kemih berenang dimodifikasi dan diperbesar, terdiri dari paru-paru seperti jaringan, yang memungkinkan untuk mengekstrak oksigen dari udara. Ini merupakan adaptasi terhadap kondisi sering hipoksia dari dataran Amazon. Kondisi ini membuat arapaima naik ke permukaan untuk mengambil udara setiap 5 sampai 15 menit. (Schinz, 1822)

CIRI-CIRI IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Ikan ini memiliki cirri khusus yakni bahwa ikan ini perlu oksigen dari udara, untuk bertahan hidup dengan  bentuk tubuhnya oval dan agak pipih memanjang, kepalanya mirip ular. Posisi sirip punggung, perut, dan anal agak kebelakang mendekat kearah sirip ekor. Bentuk siripekor membulat. Sisik-sisik berukuran besar dan tebal, tampak tersusun rapi. Warna sisik coklat, hijau sampai kuning tenbaga. Lidahnya amat keras dan tersusun dari bahan tulang dan kasar. (Castello L. 2008)

PERAN IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE DI PERAIRAN
Arapaima adalah hewan karnivora. Karnivora adalah hewan hewan pemakan hewan lain. Arapaima adalah predator yang berada di puncak rantai makanan di habitatnya. Ikan ini memakan ikan-ikan kecil, krustasea(seperti udang, kepiting, lobster), dan hewan-hewan darat disekitar sungai yang bisa diburu terutama burung. (Olvista,2011)

TINGKAH LAKU IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Ikan ini sering dijumpai muncul dipermukaan atau meloncat diatas air kemudian menjatuhkan diri ke air lagi. Ikan ini mempunyai gelembung renang yang disesuaikan untuk bernafas dengan menghirup O2 dari udara, dan berfungsi seperti paru-paru. Tampak sebagai ikan pemalas karena sering dijumpai diam, namun akan bergerak cepat jika melakukan aksi atau reaksi oleh adanya rangsang. (Castello L. 2008)

MANFAAT IKAN ARAPAIMA GIGAS, PIRARUCHU, ATAU PAICHE
Ikan arapaima gigas, piraruchu, atau paiche memiliki manfaat yaitu sebagai hewan peliharaan atau ikan hias, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap ikan predator dapat dilihat dengan terbentuknya sebuah komunitas pecinta ikan predator yaitu KIPI (Komunitas Ikan Predator Indonesia) yang berpusat di kota Jakarta. Komunitas ini terbentuk pada tanggal 21 Januari 2012 dan dirikan oleh 7 anak muda pecinta ikan predator. Tujuan utama dibentuknya komunitas ini adalah masyarakat makin mengenal jenis-jenis ikan predator yang ada di Indonesia maupun di dunia. KIPI juga ingin mensosialisasikan tentang bagaimana cara memlihara ikan predator dan cara-cara penanganan ikan-ikan yang berukuran besar atau monster. Selain tujuan tersebut, KIPI juga sering mengadakan kontes-konstes ikan predator yang bertujuan untuk mengumpulkan dan menyatukan para pecinta ikan predator di seluruh Indoensia. Namun KIPI memiliki kelemahan, yaitu tidak memiliki lokasi tetap, mereka harus menyewa tempat untuk mengadakan kontes, dan juga untuk berkumpul, mereka harus menggunakan rumah salah satu anggotanya secara bergantian.

PENULIS
M. Bhre Rakai M. F.
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah.2009. Biologi 2 SMA Jakarta : ESIS Erlangga,2009.
Aslamsyah, 2008. http://digilib.unila.ac.id/3125/15/Bab%202.pdf. Diakses pada tanggal 22 desember 2015 pukul 10.13 wib.
Axelrod, Herbert. R, Warren, E.Burgess, Clief, W. Emmens dan Neal Pronek Jerry, G. Walls.1987.ATLAS Of Freshwater Aquarium Fishes Mini-Edition. T.F.H Publications, Inc. 961 page.
Castello L. 2008. Nesting Habitat of Arapaima Gigas in Amazonian floodplains. Journal of Fish Biology 72: 1520-1528.
Cuvier GL, Valenciennes A, 1831. Histoire naturelle des poisons, vol 7. Levrault, paris.
D arti S.L dan Iwan D. 2006. Penyakit ikan hias. Penebar Swadaya. Jakarta.
Garcia-Berthou E. 2007. The Charateristics of invasive fishes: what has been learned so far. Journal of fish biology 71:33-35.
Huet, M. 1971. Text Book of Fish Culture, Breeding and Cultivation of Fish. Fishing News (Books). 436 hal.
Kevin, J., L. Tulistyantoro., dan H Mulyono. 2017. Perancangan Pusat Informasi Ikan Predator, Jurnal Intra. (5):2 351-360
Kottelat, M,. Kartikasari, S.N., Whitten, A.J., and Wirjoatmadja, S.1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi, Periplus Edition Liumited. Jakarta.
Kottelat, M. A. 1993. Ikan Air Tawar di Perairan Indonesia bagian Barat dan Sulawesi. Periplus Edition (HK) Limited Bekerja Sama Proyek EMDi. Kantor Kementrian Kependudukan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Jakarta. 594 hal.
Mikrajuddi. 2010. Biologi 2A SMP/MTs.Jakarta : ESIS Erlangga,2010.
Myers, P., R. Espinosa, C. S. Parr, T. Jones, G. S. Hammond, and T. A. Dewey. 2015. The Animal Diversity Web (online). Accessed at http://animaldiversity.org.
Olvista, 2011. Arapaima Ikan Raksasa dari Sungai Amazon
Schinz, 1822. Helminth parasites of pirarucu, arapaima gigas. Araguaia river, state of mato grosso, brazil.
Weatherley, A. H. 1976. Growth and Ecology of Fish Populations Academic Press. New York. Viii + 287 hal.

No comments:

Post a Comment