Thursday, April 16, 2020

Asam Amino Esensial Yang Dibutuhkan Ikan (Dasar Akuakultur Atau Aquaculture)



Proteins are nitrogen-containing substances that are formed by amino acids. They serve as the major structural component of muscle and other tissues in the body. In addition, they are used to produce hormones, enzymes and hemoglobin. Proteins can also be used as energy; however, they are not the primary choice as an energy source. For proteins to be used by the body they need to be metabolized into their simplest form, amino acids. There have been 20 amino acids identified that are needed for growth and metabolism.(Jay R.M and Michael J.F, 2004).

Arginin terlibat dalam sintesis ureum dalam hati.
Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan.
Isoleusin pembentukan hemoglobin, metabolisme dan fungsi kelenjar pituitari.
Leusin produksi energi tubuh, sintesa protein.
Lisin membentuk kembali kerusakan pada sirip ekor
Metionin pembentukan asam nukleat dan jaringan serta sintesa protein.
Fenilalanin berfungsi sebagai prekursor tirosin dan bersama membentuk hormon
Triptofan biosintesis serotonin yang dapat menurunkan sifat agresif pada ikan.
Valin berfungsi dalam pertumbuhan, terutama dalam sistem pencernaan dan saraf.
Asam aspartat : biosintesis urea , nukleotida purin, nukleotida pirimidin, neurotransmitter.
Asam glutamat : katabolisme N asam amino (transaminasi)
Asam Glutamin mengangkut amonia dari jaringan ekstra hepatik ke hati
Serin : Berfungsi menyediakan C untuk sintesis cystein.
Glisin : Berkaitan dgn sintesis, purin, glutation, asam glikokholat, kreatin, asam hipurat.
Histidin : merangsang sekresi asam lambung dan kontraksi otot polos.
Arginin : Merupakan zat bakal kreatin
Alanin : Merupakan asam amino glukogenik terpenting diekspor dari otot selama puasa
Tirosin : adrenalin, noradrenalin dan  penting sebagai dopamin neurotransmitter.

Pertumbuhan ikan sangat bergantung kepada energi yang tersedia dalam pakan dan pembelanjaan energi tersebut. Kebutuhan energi untuk maintenance harus dipenuhi terlebih dahulu, dan apabila berlebih maka kelebihannya akan digunakan untuk pertumbuhan ( Lovell, 1988 ). Ini berarti apabila energi dalam pakan jumlahnya terbatas maka energi tersebut hanya digunakan untuk metabolisme saja dan tidak untuk pertumbuhan.

Protein merupakan nutrien yang paling penting karena merupakan bagian terbesar dari daging ikan yaitu sekitar 65 – 75% dan berfungsi sebagai bahan pembentuk jaringan tubuh dalam proses pertumbuhan (Halver, 1988). Jumlah dan kualitas protein akan mempengaruhi pertumbuhan. Apabila protein dalam pakan kurang, maka protein di dalam jaringan tubuh akan dimanfaatkan untuk mempertahankan fungsi jaringan yang lebih penting. Sebaliknya apabila ketersediaan protein berlebih dan tidak digunakan dalam sintesis protein akan dikatabolisme dan sisa buangan nitrogen terutama dalam bentuk amonia diekskresikan ke perairan dan ini tentu saja berbahaya bagi kehidupan ikan. Oleh karena itu pemberian protein yang cukup dalam pakan secara terus menerus perlu dilakukan, agar pakan tersebut dapat diubah menjadi protein tubuh secara efisien (NRC, 1983).

Fungsi Protein yaitu Sebagai zat pembangun yang membentuk jaringan baru untuk pertumbuhan, menganti jaringan yang rusak maupun untuk reproduksi. Sebagai zat pengatur yang berperan untuk pembentukkan enzim dan hormon penjaga dan pengatur berbagai proses metabolisme didalam tubuh. Sebagai zat pembakar karena unsur karbon yang terkandung didalamnya dapat difungsikan sebagai sumber energi pada saat kebutuhan energi tidak terpenuhi oleh karbohidrat dan lemak. Molekul protein tesusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dasar. Mutu protein sangat ditentukan oleh komposisi asam amino penyususunnya komposisi ini akan berbeda antara satu bahan dengan bahan lainnya. Kebutuhan protein sangat bervariasi tergantung pada umur, stadia ikan. Ikan pada stadia yang muda membutuhkan tingkat protein yang tinggi untuk mendukung pertumbuhannya daripada ikan yang dewasa. Pakan formula untuk larva, benih umumnya mengandung  5 – 10% protein lebih tinggi dibandingkan pada pakan formula untuk ikan-ikan yang lebih besar.

PENULIS
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment