Sunday, March 29, 2020

Pengaruh Alkalinitas Terhadap Budidaya Ikan (Limnologi Atau Limnology)



BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari pulau besar dan kecil dengan garis pantai yang sangat panjang, salah satu yang terpanjang di dunia. Indonesia dikaruniai Tuhan dengan lautan yang lebih luas dari daratan, dengan dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan laut yang terdiri dari laut pesisir, laut lepas, teluk dan selat. Potensi kelautan Indonesia juga mempunyai potensi perairan tawar yang berupa perairan terbuka, kolam ikan dan budidaya campuran. Potensi perikanan Indonesia tesebut, selain perikanan tangkap Indonesia memiliki potensi perikanan yang dibudidayakan di perairan darat. Menurut UU no. 31 th 2004 tentang perikanan, Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol (Lestari,2016).

Menurut Darusalam (2005) dalam Nirmala et al .(2015), Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan nilai pH larutan. Alkalinitas mampu menetralisir keasaman di dalam air, secara khusus alkalinitas sering disebut sebagai besaran yang menunjukkan kapasitas pembufferan dari ion bikarbonat, dan tahap tertentu ion karbonat dan hidroksida dalam air. Dalam budidaya ikan, alkalinitas menyediakan kapasitas penyangga (buffer) yang dibutuhkan untuk melindungi ikan yang dibudidayakan secara intensif untuk melawan goyangan lebar pH air yang akan terjadi dikarenakan CO2 hasil respirasi dari ikan dan tanaman akuatik.

Suatu perairan di pengaruhi oleh sifat fisika , sifat kimia dan sifat biologi. Yang termasuk dalam sifat kimia perairan salah satunya adalah alkalinitas. Alkalinitas merupakan kandungan ion-ion basa yang ada di perairan. Alkalinitas dapat diuji dengan menggunakan pH meter, pH paper dan pH pen, dengan ketentuan apabila pH > 10 terdapat OH-, pH < 7 terdapat HCO3, pH 8,5-10 terdapat CO32-. Ph  optimal suatu perairan sebesar 5-8,7. Faktor-faktor yang mempengaruhi alkalinitas adalah Ph,CO2, dan bahan organik.

RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini, adalah sebagai berikut:
Apa yang dimaksud budidaya perikanan?
Apakah yang dimaksud dengan alkalinitas?
Apa saja peranan alkalinitas dalam perairan?
Bagaimana cara perhitungan alkalinitas dalam suatu perairan?
Jelaskan hubungan antara CO2 , pH, dan alkalinitas!


TUJUAN MAKALAH
Adapun tujuan dari makalah ini, adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui tentang budidaya perikanan
Untuk mengetahui tentang pengertian pengertian alkalinitas
Untuk mengetahui peranan alkalinitas dalam perairan
Untuk mengetahui perhitungan alkalinitas
Untuk mengetahui hubungan antara CO2 , pH, dan alkalinitas

BAB II
PEMBAHASAN

BUDIDAYA PERIKANAN
Kegiatan budidaya perikanan merupakan usaha manusia untuk pengelola faktor-faktor budidaya, hama dan penyakit organisme budidaya serta dapat memprodusi organisme yang dibudidayakan. Teknologi budidaya ikan ini juga telah mengalami perkembangan yang begitu pesat mulai dari pemeliharaan tradisional yang hanya mengandalkan pasokan benih dari alam pada saat pasang sampai ke teknologi intensif yang membutuhkan penyediaan benih, pengelolaan air, dan akan secara terencana (Reksono et al.,2012).

Pembudidayaan ikan adalah, kegiatan untuk memelihara ,membesarkan dan membiakkan ikan dan memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol,termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat ,mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan mengawetkannya. Pembangunan kolam ikan dalam kegiatan pembudidayaan ikan faktor-faktor yang sangat perlu dikaji dan dievaluasi yang tenang ketersediaan air dalam hal jumlah dan mutu air, keadaan tanah dan topografi (keadaan muka tanah). Selain faktor tersebut diatas, perlu dikaji status tanah (apakah milik semdiri atau sewa) jenis ikan yang akan dibudidayakan, keadaan pasar, ketersediaan tenaga kerja, makanan ikan serta sarana dan prasarana lainnya seperti jalan (Chakroff,1976 dalam  Koten et al.,2015).

PENGERTIAN ALKALINITAS
Menurut limbong (2008), alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan asam. Penyusun alkalinitas ialah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO32-) dan hidroksida (OH-). Garam dari asam lemoh lain seperti Borat (H2BO3-),silikat (HsiO3-), fosfat (HPO42- dan H2PO4-), sulfida (HS-), dan amonia (NH3) juga memberikan kontribusi terhadap alkalinitas dalam jmlah sedikit. Pengaruh anion bikarbonat sangat besar dalam pembentukan kerak.

Menurut Djokosetiyanto et al.(2005), alkalinitas adalah gambaran kapasitas air untuk menetralkan asam atau kuantitas anion air yang dapat menetralkan kation hidrogen serta sebgai kapasitas penyangga terhadap perubahan pH perairan. Alkalinitas yang optimal akan mampu menyangga perubahan pH perairan serta dapat mendukung laju pertumubuhan yang optimum. Media pemeliharaan dengan tingkat alkalinitas 50 ppm CaCO3 memberikan kondisi yang optimal sehingga laju pertumbuhan ikan lebih tinggi daripada konsentrasi alkalinitas lainnya yaitu sebesar 6,65%. Sedangkan pertumbuhan terendah (6,23%) dicapai oleh kontrol dengan konsentrasi alkalinitas 15 ppm CaCO3.

PERANAN ALKALINITAS DALAM PERAIRAN
Menurut Cole (1998) dalam Djokosetiyanto et al.(2005), alkalinitas berperan dalam sistem penyangga. Bikarbonat yang terdapat pada perairan dengan nilai alkalinitas tinggi total tinggi berperan sebagai penyangga perairan terhadap perubahan pH yang drastis. Jika basa kuat ditambah kedalam perairan maka basa tersebut akan bereaksi dengan asam karbonat membentuk garam bikarbonat dan akhirnya menjadi karbonat. Jika asam ditambahkan kedalam perairan maka asam tersebut akan digunakan untuk mengonversi karboant menjadi bikarbonat dan bikarbonat menjadi asam karbonat. Hal ini dapat menjadikan perairan dengan nilai alkalinitas total tinggi mengalami perubahan pH secara drastis.

Menurut Hastuti et al (2012), akalinitas memiliki peran yang cukup penting dalam produktivitas perairan . alkalinitas berperan sebagai penyangga terhadap perubahan pH yang drastis. Nilai alkalinitas pada perairan alami adalah 40 mg/L sedangkan nilai alkalinitas yang baik bekisar antara 30-500 mg/L CaCO3. Alkalinitas berfluktuasi pada media pemelihara. Hal ini karena nilai alkalinitas bergantung pada pH dan suhu.

PERHITUNGAN ALKALINITAS DALAM SUATU PERAIRAN
Alkalinitas dapat diukur dengan titrasi volumetri dengan H2SO4 di dalam satuan CaCO3 dengan menggunakan indikator warna. Dimana untuk sampel ph diatas 8,3 titrasi dilakukan dalam dua tahap. Pada tahappertama titrasi sampai pH 8,2 dengan phenolpthalein sebagai indikator yang ditunjukkan dari perubahan warna merha menjadi tidak berwarna. Setelah itu titrasi dilanjutkan dengan menambahkan indikator metil orange ph 4,5 (lanjtan jadi tidak berwarna). Untuk sampel yang pHnya kurang dari 8,3 hanya dilakukan titrasi satu tahapdengan metil orange sebagai indikator sampai ph 4,5 (warna berubah dari kuning jadi merah) (Limbong,2008).

Menurut Hastuti et al (2012), perhitungan alkalinitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :

Alkalinitas total (ppm CaCo3) =(mL titran x N titran x 100 x1000)/(mL sampel)

HUBUNGAN ANTARA CO2 , PH, DAN ALKALINITAS
Hubungan antara pH, alkalinitas, dan faktor yang terkait dengan pH dan suhu air yang terukur selanjutnya dikalikan dengan nilai alkalinitas yang terukur sebagai mg/L CaCo3. Dalam kesetimbangannya di air, karbondioksida yang bisa berikatan dengan air membentuk sebuah asam karbonat yang mempengaruhi nilai alkalinitas lainnya merupakan bagian dari suatu sistem kesetimbangan yang saling berkaitan. Pergeseran kesetimbangan akan menyebabkan perubahan konsentrasi ion (Setoaji dan Hermana, 2013).

Nilai pH yang terukur menunjukkan bahwa konsentrasi OH- lebih besar dibanding dengan H+ , yang berarti lingkungan perairan cenderung bersifat basa. Semakin tinggi nilai pH, semakin tinggi pula nilai alkalinitas dan semakin rendah kadar karbondioksida bebas. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berakhir jika pH rendah (Rahman et al., 2012)

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Kesimpulan yang kita dapat dari hasil pembahasan tentang Pengaruh Alkalinitas Terhadap Budidaya Ikan adalah sebagai berikut:

Kegiatan budidaya perikanan merupakan usaha manusia untuk pengelola faktor-faktor budidaya, hama dan penyakit organisme budidaya serta dapat memprodusi organisme yang dibudidayakan

Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan asam. Penyusun alkalinitas ialah anion bikarbonat (HCO3-), karbonat (CO32-) dan hidroksida (OH-).

Alkalinitas berperan dalam sistem penyangga. Bikarbonat yang terdapat pada perairan dengan nilai alkalinitas tinggi total tinggi berperan sebagai penyangga perairan terhadap perubahan pH yang drastis. Alkalinitas berfluktuasi pada media pemelihara. Hal ini karena nilai alkalinitas bergantung pada pH dan suhu

Alkalinitas dapat diukur dengan titrasi volumetri dengan H2SO4 di dalam satuan CaCO3 dengan menggunakan indikator warna.

Perhitungan alkalinitas dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:
Alkalinitas total (ppm CaCo3) =(mL titran x N titran x 100 x1000)/(mL sampel)

Hubungan antara pH, alkalinitas, dan faktor yang terkait dengan pH dan suhu air yang terukur selanjutnya dikalikan dengan nilai alkalinitas yang terukur sebagai mg/L CaCo3.

SARAN
Demikian makalah yang kami buat semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.  

PENULIS
Rusyda Nur Adilah                
Farid Mukhtar Riyadi
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Djokosetiyanto,D.R.K.Dongoran.E.Supriyono.2005.Pengaruh Alkalinitas Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Larva Ikan Patin Siam (Pangasius sp.). Jurnal Akuakultur Indonesia.4(2):53-56.
Hastuti,Yuni Puji.D.Djokosetiyanto.Ide Permatasari.2012.Penambahan Kapur CaO pada Media Bersalinitas untuk Pertumbuhan Benih Ikan Patin Pangasius hypopthalmus.Jurnal Akuakultur Indonesia.11(2).168-178.
Koten,Elias.Lukas.l.J.J.Mondaringin.Indra.R.N.Salindeho.2015.Evaluasi Usaha pembudidayaan Ikan di Desa matungkas.Jurnal Budidaya Perairan.Vol 3. No 1: 203-210.
Lestari,Vivi Dwi.2016.Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Ikan Bandeng di Lahan Bonorowo Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan.Swara Bhumi.Vol 1. No 1.
Limbong,Aquarina.2008.Alkalinitas Analisa Dan Permasalahannya Untuk Air Industri.Karya Ilmiah.fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan.Universitas Sumatera Utara Medan.
Nirmala.Saberina Hasibuan.Niken Ayu Pamungkas.2015.The Production of  Striped Catfish (Pangasius hypophthalmus) In Intensive Cultivation Reviewed Water Quality Prameters Of Red Yellow Podzolic In Different Age.Department of Aquaculture Fisheries and Marine Science faculty.Riau University.
Rahman,Aditya.Lisa Watun Khairoh.2012.Penentuan Tingkat Pencemaran Sungai Desa Awang Bangkal Berdasarkan Nutrition Value Oeficient Dengan Menggunakan Ikan Nila (Oreochromis nilotichus) Sebagai Bioindikator.Jurnal Ekosains.Vo IV.No 1.
Reksono,Bayu. Herman Hamdani.Yuniarti.2012.Pengaruh Padat Penebaran Gracilaria sp. Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hhidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) Pada Budidaya Sistem Polikultur.Jurnal Perikanan dan Kelautan.Vol 3. No 3.ISSN : 2088-3137.
Setoaji,lancur.Joni Hermana.2013.Pengaruh Aerasi dan Sumber Nutrien Terhadap kemampuan Alga Filum Chlorophyta dalam Menyerap Karbon (Carbon Sink) untuk Mengurangi Emisi CO2 di Kawasan perkotaan.Jurnal Teknik Pimits.Vol 2. No 2:ISSN 2337-3539.

No comments:

Post a Comment