Wednesday, March 25, 2020

Ikan Mola Atau Silver Carp; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Mola atau Silver Carp (Hypophthalmichthys molitrix) adalah ikan yang berasal dari negeri China. Menurut laporan, ikan ini terdapat pula secara alami di Danau Amur, bekas Uni Soviet. Dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1964 oleh Lembaga Penelitian Perikanan Darat Bogor dari Jepang, namun tidak berkembang. Oleh karena itu lembaga penelitian yang sama mendatangkan kembali ikan mola pada tahun 1969 dari Taiwan. Oleh lembaga penelitian tersebut ikan mola berhasil diternakan, namun sayangnya tidak diterima masyarakat karena alasan yang kurang jelas.

Ikan mola menjadi salah satu dari lima jenis ikan yang terbanyak diproduksi melalui budidaya di dunia, dan dewasa ini bahkan  menduduki ranking pertama. Namun demikian, di Indonesia jenis ikan ini masih belum banyak dikenal masyarakat. Dewasa ini, sudah mulai digunakan untuk membersihkan waduk karena kesanggupannya sebagai pemakan plankton yang efektif ( T.V.R. Pillay,1990).

KLASIFIKASI IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Menurut T.V.R. Pillay (1990), klasifikasi ikan mola sebagai berikut :
Phyllum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Cypriniformes
Familia
: Cyprinidae
Genus
: Hypophthalmichthys
Spesies
:Hypophthalmichthys molitrix

MORFOLOGI IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Bentuk tubuh ikan mola memanjang agak pipih dan bersisik kecil-kecil . kepalaLancip dengan moncong timbul membulat dan rahang bawah agak menonjol ke depan.mulut terletak di ujung tengah ( terminal ) dan dapat di sembulkan ( potaktil ) di ujung bagian dalam mulut terdapat gigi kerongkongan ( pharyngeal teeth ) yang tersusun daritiga baris gigi geraham. Seluruh tubuh ikan mola di tutupi oleh sisik kecil-kecil yang berwarna silver ( keperakperakan ) dengan bagian punggung berwarna lebih gelap. Ikan molamempunyai sirip punggung ( dorsal ) tinggi kecil dengan sebuah jari-jari yang agak keras,tetapi tidak tajam sedangkan jari-jari lainnya lemah. Letak sirip punggung bersebrangandengan permukaan sirip perut. ( Ventral ). Sirip dubur ( anal ) mempunyai ciri sepertisirip punggung yakni berjari lemah ( Arie,2004 )

CIRI-CIRI IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Menurut T.V.R. Pillay (1990) ciri khusus ikan mola sebagai berikut :
Geligir memanjang dari ujung mulut sampai dubur
108 – 120 sisik sepanjang gurat sisi dan 28 – 32 baris sisik antara gurat sisi      dan awal sirip punggung
Tidak ada sungut
Sisi jari – jari sirip punggung tidak bergigi
12 – 13,5 jari – jari bercabang pada sirip dubur
Badan berwarna kehijauan  sampai keperakan

HABITAT IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Habitat ikan mola menyukai atau hidup pada kondisi perairan dengan suhu 25-30c, pH 6,5-8,5 dengan ketinggian tempat 150-800m diatas permukaan air laut ( dpl ) ikan mola jika di pelihara didalam perairan yang kaya akan phytoplankton dapat mencapai ukuran maksimal panjang 120 cm dan beratnya dapat mencapai 20 kg , ( BBPBAT Sukabumi, 2000 ) .

TINGKAH LAKU IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Larva jenis ikan ini merupakan pemakan zooplankton, khususnya rotifer dan naupli coppepods. Selanjutnya, jenis ikan ini tetap menjadi pemakan plankton, namun yang berukuran lebih besar memakan pula coppepods, cladocera dan berbagai jenis phytoplankton( T.V.R. Pillay,1990).

Menurut ( Khairuman,dkk.2002 ),bahwa siklus hidup ikan dimulai dari perkembangan di dalam gonad ( ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dantestis pada ikan jantan yang menghasilkan spermatozoa ) . pemijahan ikan mola sampaisaat ini terjadi pada awal sampai akhir musim penghujan dan sampai saat ini masih belumdapat dilaksanakan sepanjang tahun.

LAJU PERTUMBUHAN IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Menurut Jhigran dan Pullin (1985) pertumbuhan yang pesat pada ikan ini terjadi dalam kurun waktu 10 hari pertama. Pada masa gelondongan ikan ini tumbuh dengan kecepatan 4,2 g/hari. Pertumbuhan panjangnya mengalami percepatan pada tahun kedua, sedangkan pertambahan berat tercepat terjadi pada tahun ketiga, yakni 6,3 g/hari. Pada akhir tahun ketiga berat ikan tersebut sudah mencapai hampir 3 kilogram.

REPRODUKSI IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Ikan ini termasuk kelompok ikan berumah dua (diosis), terdiri dari ikan jantan dan betina. Di alam ikan mola memijah pada musim hujan. Pemijahannya terjadi secara eksternal, telur dibuahi oleh sperma dalam media air. Seekor induk yang beratnya antara 340 – 3.240 g dapat menghasilkan 33.000 – 640.000 butir telur (Jhigran dan Pullin, 1985). Herdiantho et al. (2003) menggunakan  induk berukuran 1,2 – 1,5 kg dengan fekunditas sebesar 59 – 64 ribu butir telur/kg berat badan.

PERAN IKAN MOLA ATAU SILVER CARP DI PERAIRAN
Ikan mola bisa disebut juga dengan sebutan Silver carp yang termasuk jenis ikan plankton feeder atau pemakan plankton, sehingga ikan ini dapat di pakai sebagai pengendali kesuburan perairan umum ( Badan Riset Kelautan dan Perikanan, 2003 ) .

MANFAAT IKAN MOLA ATAU SILVER CARP
Ikan ini memiliki kemampuan dalam memanfaatkan kelimpahan plankton yang tinggi dan membantu mengurangi pertumbuhan tanaman air yang berlebih. Dan belakangan ini, banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Ikan ini mengandung nutrisi yang meliputi protein tecerna, vitamin larut lemak, mikroelemen, dan asam lemak poliunsaturated. Meskipun dapat dimanfaatkan, ikan mola juga mengancam ikan lokal sebab dapat mengganggu rantai makanan dengan mengurangi populasi ikan yang mengandalkan plankton sebagai sumber makanan.

PENULIS
Laurensius Ereka Putra Laskar
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Arie, 2004. Metodologi Biologi Perikanan. Cetakan Pertama Yayasan Dewi Sri.Bogor
Badan riset kelautan dan perikanan, 2003. Teknik Pembenihan Ikan Mola. Sukabumi. www.bbat.ac.id.
Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. 2002. Pembenihan Ikan mola. Balai Sukabumi.
Hee, 1999. Status dan strategi pengendalian waduk multiguna Cirata. Prosiding Semiloka Nasional Pengelolaan dan Pemanfaatan Danau dan Waduk. Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Unpad. Bandung.
http://www.catatandokterikan.com/2019/10/profil-ikan-mola-mola.html
Jhigran dan Pullin, 1983. The ecology of fisheries. Translated By. L. Birket. Academic Press.
Khairuman,dkk ,2002. Pemeriksaan Kadar Logam Berat dan Unsur Hara pada Ikan, Pakan dan Sedimen di Waduk Cirata. Laporan Hasil. Bandung.
Khoironi, 1996. Planktonologi. Edisi Pertama. Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Peternakan Undip. Semarang.
O – Fish, 2007. Evaluasi respon pertumbuhan benih ikan mola pada berbagai bobot badan dan suhu media. Disertasi. Fakultas Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Rizal, 2009. Biolimnologi dan potensi ikan di perairan Waduk Darma, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Pusat Riset Perikanan Tangkap. Jakarta.
Sugiarto, 1968. Statistik Perikanan Budidaya. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Jakarta.
Supardi Lee. 2003. Kiat Sukses Budidaya keli di Lahan Sempit.
T.V.R Pillay, 1990. AQUACULTURE. Principles and Practices.

No comments:

Post a Comment