Wednesday, March 25, 2020

Ikan Keli Atau Lele; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll




Lele atau Ikan Keli (Clarias melanoderma) adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele ini mudah di kenal karena tubuhnya yang licin, Agak pipih memanjang dan memiliki kumis yang panjang. yang mencuat dari sekitar pada bagian mulutnya. Lele secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan apabila lele di nusantara mempunyai banyak nama pada daerah. Antara lainya, Ikan kalang (Sumatra Barat) Ikan maut (Goya dan Aceh) Ikan sibakut (Karo) Ikan pintet (Kalimantan selatan) Ikan keling (Makassar) Ikan cepi (Sulawesi selatan) Ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) Dan ikan keli (Malaysia) Juga ikan keli untuk lele yang tidak berpetil di sebut penang dan untuk yang memiliki petil (Kalimantan Timur).

Ikan ini terdapat banyak di perairan umum di Sumatera dan Kalimantan. Negara – negara lain yang memiliki spesies ini adalah Philipina, Thailand dan China. Mulai diteliti oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi tahun 1991 ( Sri Sumastri, et al.,1994 dalam T.V.R. PILLAY

KLASIFIKASI IKAN KELI ATAU LELE
Menurut T.V.R. Pillay (1990) , klasifikasi ikan keli sebagai berikut :
Phylum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Siluriformis
Familia
: Clariidae
Genus
: Clarias
Spesies
: Clarias melanoderma

MORFOLOGI IKAN KELI ATAU LELE
Ikan keli secara umum memiliki tubuh yang licin, berlendir, tidak bersisik dan bersungut atau berkumis. Keli memiliki kepala yang panjang, hampir mencapai seperempat dari panjang tubuhnya. Kepalanya pipih ke bawah (depressed) dengan bagian atas dan bawah kepalanya tertutup oleh tulang pelat. Tulang pelat ini membentuk ruangan rongga di atas insang. Di ruangan inilah terdapat alat pernapasan tambahan berupa labirin, yang bentuknya sertpei rimbunan dedaunan dan berwarna kemerahan. Fungsi labirin ini untuk mengambil oksigen langsung dari udara. Dengan alat pernapasan tambahan ini, ikan keli mampu bertahan hidup dalam kondisi oksigen (O2) yang minimum (Supardi, 2003).

CIRI-CIRI IKAN KELI ATAU LELE
Menurut T.V.R. Pillay (1990), ikan keli mempunyai ciri – ciri khusus sebagai berikut :
Bentuk badan mirip lele lokal ( C.batrachus )
Badan bulat memanjang, kepala gepeng dengan ukuran panjang dan lebarnya hampir sama
Berwarna hitam, kecuali pada bagian perutnya yang agak terang
Patil tidak beracun
Tidak berperilaku menggali lubang dan lari menggunakan patil

HABITAT IKAN KELI ATAU LELE
Habitat atau lingkungan hidup keli banyak ditemukan di perairan tawar, di dataran rendah hingga sedikit payau. Di alam, ikan keli hidup di sungai-sungai yang arusnya mengalir secara perlahan atau lambat, kolam, danau, waduk, rawa, serta genangan air tawar lainnya. Ikan ini lebih menyukai perairan yang tenang, tepian dangkal dan terlindung, ikan keli memiliki kebiasaan membuat atau menempati lubang-lubang di tepi sungai atau kolam (Rachmatun, 2007).
         
LAJU PERTUMBUHAN IKAN KELI ATAU LELE
Hee (1999) mencatat panjang standard yang umum dari jenis ikan ini berkisar anatara 172,8 – 223,7 mm. Panjang standar terpanjang yang pernah dilaporkan dari India adalah 56,5 cm, berumur sekitar 5 tahun. Masa hidup ikan ini diperkiraan 9 tahun (de Silva, 1994 )

TINGKAH LAKU IKAN KELI ATAU LELE
Ikan keli bersifat nokturnal yaitu aktif bergerak mencari makan pada malam hari. Pada siang hari biasanya berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Ikan ini dilengkapi pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya dan bernafas dengan bantuan labirin yang berbentuk seperti bunga karang di bawah badannya, fungsinya sebagai penyerap oksigen yang berasal dari udara sekitarnya. Maka dalam keadaan tertentu ikan lele dapat beberapa jam berdiam di permukaan tanah yang lembab dan sedikit kadar oksigennya (Rachmatun, 2007).

Semasa larva, ikan keli merupakan pemakan plankton. Setelah tumbuh lebih besar, 8kan ini mulai memangsa hewan – hewan air yang lebih besar ukurannya. Hasil pengamatan Utomo dan Arifin (1987) menunjukkan bahwa serangga seperti Chironomidae, Hydrophyllidae, dan Blastomidae merupakan makanan utama ikan keli berukuran 20 – 30,5 cm. Jenis lain yang banyak didapat dalam saluran pencernaannya adalah ikan – ikan kecil dan rerumputan. Detritus, cacing Annelida dan kekerangan didapatkan pula dalam saluran pencernaan ikan keli, namun dalam jumlah lebih sedikit (T.V.R. Pillay, 1990)

REPRODUKSI IKAN KELI ATAU LELE
Kedewasaan tercapai pada umur 1,5 tahun dengan berat badan di atas 250 g. Di alam jenis ikan ini memijah sepanjang musim hujan. Untuk keperluan budidaya pemijahan dapat dilaksanakan diluar musimnya dengan teknologi kawin suntik atau hipofisasi. Jumlah telur yang dihasilkan tergantung pada berat induk. Seekor induk yang masih muda yang beratnya kurang dari 300 g dapat menghasilkan telur hingga 10.000 butir, sedangkan yang beratnya sekitar 600 g mampu menghasilkan telur antara 10.000 – 30.000 butir. Induk jantan siap mijah pada ukuran diatas 200 g. Pembudidayaan ikan ini masih belum berkembang (T.V.R. Pillay, 1990)

PERAN IKAN KELI ATAU LELE DI PERAIRAN
Pentingnya komoditas keli adalah memiliki kemampuan yang efisien dalam membentuk protein kualitas tinggi dari bahan organik, limbah domestik dan pertanian, memiliki kemampuan tumbuh yang baik, dan mudah tumbuh dalam sistem budidaya intensif. Ikan keli dapat juga dalam penyuburan (Rizal, 2009)

MANFAAT IKAN KELI ATAU LELE

Kandungan Nutrisi Ikan Keli
Omega-3, asam lemak, vitamin : D dan B2 (riboflavin), fosfos, kalsium dan Mineral : zat besi, seng, magnesium, yodium, dan kalium.

Mencegah Terjadinya Sakit Jantung
Manfaat yang paling utama dari konsumsi ikan adalah mencegah terjadinya sakit jantung. Berdasarkan sebuah pemeriksaan, suku dari Eskimo yang berlokasi di Greenland memiliki prevalensi dari penderita sakit jantung yang terendah. Hal serupa juga terjadi di Jepang, disana jarang sekali didapati orang yang memiliki penyakit jantung koroner. Apa yang menyebabkan semua itu terjadi? Rahasianya sangat mudah, yakni orang Jepang maupun orang Eskimo amat suka makan ikan.

Orang Jepang dan Eskimo biasa mengkonsumsi ikan saat kondisi belum dimasak (mentah), atau lebih dikenal dengan sashimi.

Sashimi adalah makanan yang didalamnya terkandung banyak manfaat ikan keli. Orang Jepang sering mengonsumsi makanan tersebut, dengan bahan utama ikan segar dalam keadaan mentah. Pada umumnya, orang Eskimo dan orang Jepang senang makan ikan dengan jumlah besar, maka dari itu kesempatang untuk mengidap penyakit kardiovaskuler maupun sakit jantung bisa lebih dihindari, khususnya bagi pengidap penyakit jantung koroner. Dalam satu hari, orang Eskimo memakan ikan sebanyak 300¬-400 gram dan orang Jepang suka memakan 100-200 gram ikan dalam sehari-harinya.

Makanan Pendamping Nasi yang Sempurna
Apabila sedang malas harus sarapan dengan lauk yang itu-itu saja, bisa coba untuk mulai mencoba ikan untuk daftar menu pendamping nasi yang sedap. Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki banyak kelebihan, di antaranya adalah: kaya akan vitamin,protein,mineral dan memiliki sedikit kalori. Ikan sangatlah bagus bagi yang ingin menjaga kesehatan metabolisme tubuh selain dari apa yang kita dapatkan dari makan sayur-sayuran. Kandungan gizi yang terdapat di dalam ikan juga cukup baik untuk tubuh, seperti asam amino esensiil maupun non esensiil.

Tidak hanya itu, Ikan pun gampang untuk diolah bisa dikukus, direbus, atau digoreng yang lebih menyehatkan.

Pencegahan Penyakit Kolesterol
Orang yang rentan terkena sakit jantung koroner adalah seseorang yang mempunyai jumlah kolesterol di atas 300 mg/dl. Walaupun demikian, bahaya dari penyakit kolesterol tidak bisa berlangsung apabila rajin makan ikan.

Itu dikarenakan pada bagian tubuh ikan mempunyai kandungan minyak ikan yang amat tinggi.

Kegunaan minyak ikan (cold liver) yang ada pada tubuh ikan, memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang baik bagi kebugaran jantung yaitu asam lemak omega.

Menemani Program Diet Sehat
Apabila sedang menjalani program diet, makan ikan adalah alternatif yang bagus bagi Anda. Ikan kaya akan vitamin, mineral, dan nutrisi. Orang yang suka mengonsumsinya umumnya akan jarang memakan makanan yang memiliki banyak kandungan lemak jenuh seperti halnya yang ada pada keju atau daging.

Mengapa ikan baik untuk diet?

Ikan tidak memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, memiliki banyak protein dan vitamin dan juga mempunyai kandungan omega 3 yang amat baik. Ikan tidak bakal menghalangi program diet Anda.

Menyehatkan Sistem Kardiovaskuler
Manfaat memakan ikan bisa menghindari terjadinya sakit berat, contohnya gagal jantung, maupun penyakit-penyakit berat lainnya.

PENULIS
Laurensius Ereka Putra Laskar
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Arie, 2004. Metodologi Biologi Perikanan. Cetakan Pertama Yayasan Dewi Sri.Bogor
Badan riset kelautan dan perikanan, 2003. Teknik Pembenihan Ikan Mola. Sukabumi. www.bbat.ac.id.
Hee, 1999. Status dan strategi pengendalian waduk multiguna Cirata. Prosiding
Hidup Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor. Bogor.
http://evenmatka.blogspot.com/2018/07/manfaat-ikan-keli-bagi-kesehatan.html
https://www.facebook.com/686467768089681/posts/lele-atau-ikan-keli-adalah-sejenis-ikan-yang-hidup-di-air-tawar-lele-ini-mudah-d/686488958087562/
Jhigran dan Pullin, 1983. The ecology of fisheries. Translated By. L. Birket. Academic Press.
Khairuman,dkk ,2002. Pemeriksaan Kadar Logam Berat dan Unsur Hara pada Ikan, Pakan dan Sedimen di Waduk Cirata. Laporan Hasil. Bandung.
Khoironi, 1996. Planktonologi. Edisi Pertama. Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Peternakan Undip. Semarang.
Rachmatun. S, Dra dan Suyanto. 2007. Budidaya Ikan keli (Edisi Revisi). Penebar Swadaya. Jakarta.
Rizal, 2009. Biolimnologi dan potensi ikan di perairan Waduk Darma, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. Pusat Riset Perikanan Tangkap. Jakarta.
Semiloka Nasional Pengelolaan dan Pemanfaatan Danau dan Waduk. Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian, Unpad. Bandung.
Sucipto dan Prihartono, 2005. Budidaya Ikan nila di Kolam Terpal. Penerbit ANDI. Yogyakarta.
Sugiarto, 1968. Statistik Perikanan Budidaya. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Jakarta.
Supardi Lee. 2003. Kiat Sukses Budidaya keli di Lahan Sempit.
Sutisna dan Sutarrmanto, 1999. Kiat Sukse Budidaya nila di Lahan Sempit. Agromedia Pustaka. Jakarta
Suyanto, 1993. Benih ikan nila kelas benih sebar. Direktorat Jenderal
T.V.R Pillay, 1990. AQUACULTURE. Principles and Practices.

No comments:

Post a Comment