Wednesday, March 25, 2020

Ikan Bawal Air Tawar; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Bawal (Colossoma macropomum) Salah satu ikan yang banyak dibudidaya atau ikan yang dipelihara adalah ikan bawal. Ikan Bawal ini biasanya berada di perairan air tawar. Jenis ikan ini diperkirakan berasal dari Hawaii maupun Brazil. Untuk nama internasional, Ikan ini memiliki nama black pomfret. Ikan yang populer ini pasti banyak yang mengetahuinya.

Dan di negara Indonesia, ikan bawal bisa ditemukan di beberapa tempat seperti Laut Jawa, Selat Malaka, sepanjang perairan Kalimantan, Sulawesi Selatan, Laut Arafuru, hingga utara, yakni teluk Bengal. Teluk Siam, sepanjang Laut Cina Selatan dan negara Filipina. Hadirnya ikan bawal ini cukup populer juga karena banyak yang suka mengonsumsinya.

KLASIFIKASI IKAN BAWAL AIR TAWAR
Klasifikasi dan tatanama ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) menurut Saanin (1984), adalah sebagai berikut :
Filum
: Chordata
Subfilum
: Craniata
Kelas
: Pisces
Subkelas
: Neopterigii
Ordo
: Cypriniformes
Subordo
: Cyprinoidea
Famili
: Characidae
Genus
: Colossoma
Species
:Colossoma macropomum

HABITAT IKAN BAWAL AIR TAWAR
Ikan Bawal habitat nya sangat luas, mulai dari air laut, payau dan tawar. Disekitar muara sungai yang kadar garamnya (salinitas) sedang. Ikan bawal hidup mencari makan dengan baik. Kehidupan ikan bawal yang sangat luas inilah yang memudahkan pemeliharaan di berbagai perairan yang salinitas nya berbeda (Kottelat et al., 2003).

Arie (2000) menyatakan, Ikan bawal air tawar hidup bergerombol di daerah yang aliran sungainya deras, tetapi ditemukan pula di daerah yang airnya tenang, terutama saat masih dalam kondisi benih. Di habitat asalnya, ikan ini ditemukan di sungai Orinoco di Venezuela dan sungai Amazon di Brazil.
         
FISIOLOGI IKAN BAWAL AIR TAWAR
Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakan serta banyak menghasilkan lendir, tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dari rongga mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus berbentuk kerucut, pendek, terdapat di belakang insang, dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umum-nya membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Pada beberapa jenis ikan, terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara pada anus. saluran pencernaan mulai dari muka ke belakang, saluran pencernaan tersebut terdiri dari mulut, rongga mulut, farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus (Zaldi, 2010).

Sistem Urogenitalia ini akan nampak dengan cara mengangkat bagian-bagian pada sistem digestoria. Bagian-bagian yang nampak adalah berupa organ genital seperti gonat, sinus urogenitalis dan porus urogenitalis. System urogenitalia. Bagian ventral terdapat anus, dan lubang urogenital. Colossoma macropomum betina memiliki satu lubang urogenital, namun jantung lubangnya terpisah antara lubang geniotal dengan lubang urinnya. Terdapat siripnya bersinar/mengkilap dengan dilapisi membrane yang licin, sirip berfungsi menjaga kesetabilan ikan dan mengatur pergerakannya (Berka, 1986).

MORFOLOGI IKAN BAWAL AIR TAWAR
 Bila klasfikasi ikan bawal sudah diketahui, hal kedua yang perlu diketahui adalah morfologi. Dari arah samping tubuh bawal tampak membulat ( oval ) dengan perbandingan antara panjang dan tinggi 2 : 1. Bila dipotong secara vertikal, bawal memiliki bentuk tubuh pipih (compresed) dengan perbandingan antara tinggi dan lebar tubuh 4 : 1. Bentuk tubuh seperti ini menandakan gerakan ikan bawal tidak cepat seperti ikan lele atau grass carp, tetapi lambat seperti ikan gurame dan tambakan. Sisiknya kecil berbentuk ctenoid, dimana setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pada bawal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus, dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus bawal sehingga oleh orang Inggris dan Amerika disebut red bally pacu (Santoso, 1992).

Kepala ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) berukuran kecil yang terletak di ujung kepala tetapi agak sedikit ke atas. Bawal memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus dan sirip ekor. Sirip punggung tinggi kecil dengan sebuah jari-jari tegak keras, tetapi tidak tajam, sedangkan jari-jari lainnya lemah. Sirip punggung pada ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) terletak agak ke belakang. Sirip dada, sirip perut dan sirip anus kecil dan jari-jarinya lemah. Demikian pula dengan sirip ekor, jarijarinya lemah tetapi berbentuk cagak (Arie, 2000).

Dibanding dengan badannya, bawal memiliki kepala kecil dengan mulut terletak di ujung kepala, tetapi agak sedikit ke atas. Matanya kecil dengan lingkaran berbentuk seperti cincin. Rahangnya pendek dan kuat serta memiliki gigi seri yang tajam (Arie, 2000).
Bawal memiliki 5 buah sirip (pinnae), yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor. Sirip punggung tinggi kecil dengan sebuah jari-jari agak keras, tetapi tidak tajam, sedangkan jari-jari lainnya lemah. Berbeda dengan sirip punggung bawal laut yang agak panjang, letak sirip ini pada bawal air tawar agak ke belakang. Sirip dada, sirip perut, dan sirip anus kecil dan jari-jarinya lemah. Demikian pula dengan sirip ekor, jari-jarinya lemah, tetapi berbentuk cagak ( Arie, 2000).

CIRI-CIRI IKAN BAWAL AIR TAWAR
Ikan bawal air tawar bersifat soliter dan merupakan ikan omnivor yang mengkonsumsi zooplankton, insekta, siput, dan tumbuh-tumbuhan yang telah hancur. Ikan ini dapat hidup dalam perairan yang miskin mineral dan juga tahan terhadap penyakit (Anonimus, 2010).

REPRODUKSI IKAN BAWAL AIR TAWAR
Syamsul Akbar menyatakan, untuk memijahkan Bawal air tawar sangat susah. Sebab, induk dari alam yang akan dijadikan induk sangat sensitif. Kalau tidak berhati-hati akan gampang terkena penyakit. Selain itu, pemijahan bawal air tawar juga harus memperhatikan kualitas air. Kalau tidak, parasit akan cepat menyerang.
Baik pemijahan induk berkapasitas 10 ton dan diisi indukyang sudah siap sebanyak 10 ekor dengan perbandingan 1 : 1.Induk jantan lebih kecil dari pada induk betina. Keunggulan pemijahan bawal air tawar adalah dapat dipijahkan kapan saja, tidak tergantung siklus bulanan ( Rahmat Dde, 2009).

PERAN IKAN BAWAL AIR TAWAR DI PERAIRAN
Ikan bawal air tawar dalam perairan berperan sebagai ikan omnivor yang mengkonsumsi zooplankton, insekta, siput, dan tumbuh-tumbuhan yang telah hancur. Ikan Bawal juga dapat dikatakan sebagai pengukur kesuburan perairan. Jika ikan bawal berkembang dengan cepat berarti perairan tersebut berlimpah pakan alami.

TINGKAH LAKU IKAN BAWAL AIR TAWAR
Ikan mudah dibudidayakan karena sifatnya yang dapat memakan segala jenis pakan. Ikan dewasa berukuran lebih dari 1 kg dan panjangnya bisa mencapai lebih dari 25 cm. Secara spesifik ikan ini merupakan perenang yang cepat dengan bentuk tubuh gepeng yang membulat. Kelompok pembudidayaan didusun Bahari Torslaje menggunakan jaring tancap untukmemelihara ikan ini (Gorontalo post ikan mania wordpress, 2010).

MANFAAT IKAN BAWAL AIR TAWAR

Meningkatkan Kecerdasan Otak Anak
Manfaat ikan bawal yang pertama yaitu, terdapat kandungan protein dan beberapa vitamin yang sangat baik untuk kecerdasan otak anak.

Apabila terserap oleh tubuh mereka, jika nutrisi pada otak terpenuhi, maka kinerja otak dapat maksimal dan juga dapat lebih maksimmal dalam menerima pelajaran.

Mencegah Penyakit Jantung
Mengkonsumsi ikan bawal, dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung koroner, selain itu, nutrisi yang terkandung didalamnya juga dapat digunakan untuk pencegahan gagal jantung, serta gangguan yang lainnya.

Sumber Nutrisi
Sebagai mana yang telah kita ketahui, bahwa ikan sangatlah baik untuk sumber nutrisi bagi tubuh manusia, termasuk juga ikan bawal, beberapa kandungan yang terdapat didalamnya dapat menjaga vitalitas organ tubuh agar tetap stabil.

Mencegah Penyakit Kolesterol
Ikan bawal memiliki kandungan lemak dan kolestrol yang bersifat baik, menurut para ahli gizi, potensi kandungan tersebut dapat berperan penting, untuk menghambat lemak jahat didalam tubuh yang dapat menimbulkan resiko kolestrol.

Jadi bagi kalian penderita kolesterol dapat megkonsumsi ikan bawal, guna menjaga kadar kolestrol dalam darah kalian.

Bermanfaat Untuk Program Diet
Setiap orang yang menjalankan program diet atau penurunan dalam berat badan, mereka sangat membutuhkan asupan kalori yang memadai, agar tubuh tetap fit dalam beraktifitas sehari-hari.

Kadar kalori didalam ikan bawal tergolong sangat tinggi, jadi bagi anda yang melakukan program diet sangatlah cocok bila kalian memasukkan jenis ikan ini didalam menu diet anda.

Menyehatkan System Kardivaskular
Dengan cara pengolahan ikan yang baik, ikan bawal dapat membantu system kerja kardiovaskular, melalui beberapa kandungan gizi yang dapat diserap tubuh.

Kardivaskuler berperan untuk mencegah pembekuan pada darah, yang dapat menekan kadar lemak jahat didalam tubuh secara menyeluruh.

Menstabilkan Tekanan Darah
Kestabilan tekanan darah perlu juga diperhatikan, agar kita terhindar dari penyakit anemia, pada ikan bawal terdapat juga kandungan zat besi, dimana kandungan tersebut sangat bermanfaat bagi penderita tekanan darah rendah tinggi.

Mengurangi Resiko Stroke
Nilai gizi yang tinggi pada ikan bawal, sangat berperan untuk mencegah terjadinya penyakit stroke, untuk itu sangat dianjurkan sekali untuk kita mengkonsumsi ikan bawal untuk mencegah stroke.

Bagus Untuk Kesehatan Mata
Vitamin A, C dan juga B1 yang ada didalam ikan bawal, memiliki fungsi yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan mata dan tubuh kita.

Mencegah Peradangan Otak
Omega 3 yang terkandung didalam ikan bawal, memiliki peranan penting, dalam menjaga system saraf otak dan juga peradangan pada otak, seperti yang kita ketahui bahwa otak memiliki peranan dalam mengkoordinasi selurah jaringan saraf pada tubuh kita.

Mencegah Osteoporosis
Kalsium dan fosfor, merupakan salah satu kandungan gizi yang berperan aktif untuk menjaga kesehatan tulang kita, bagi kalian yang tidak ingin terkena osteoporosis.

Anda dapat mencoba memulai memasukkan ikan bawal kedalam menu sehat anda sehari- hari, terlebih bagi anak -anak dalam masa pertumbuhan aktif, agar mereka memiliki tulang yang sehat dan juga kuat, kalian dapat memberikan ikan bawal kepada anak kalian.

Mencegah Penuaan Dini
Mengkonsumsi ikan bawal dapat juga membantu menjaga kesehatan pada kulit, terdapat beberapa vitamin seperti vitamin A, B1 dan juga E, yang memiliki peranan untuk pencegahan penuaan dini, seperti keriput, kulit kering serta kusam pada kulit.

Mencegah Dimensia
Dimensia, merupakan salah satu penyakit yang memiliki kaitan erat dengan fungsi kognitif otak, asupan asam lemak omega 3 didalam ikan bawal, dapat digunakan untuk mencegah terjadinya dimensia, dengan cara mengkonsusinya secara teratur.

Mencegah Diabetes
Nutrisi pada ikan bawal, dapat juga berfungsi untuk mencegah diabetes, selain itu juga dapat melancarkan peredaran pada darah, dan mengontrol kadar gula dalam darah, sehingga dapat meminimalisir terjangkitnya diabetes.

Kesehatan Kandungan
Ibu hamil juga sangat memerlukan gizi yang cukup, guna memenuhi kebutuhan janinnys, agar janin didalam kandungan tetaap sehat dan juga pembentukan sel otak janin dapat terbentuk secara maksimal, maka disarankan untuk mengkonsumsi ikan bawal yang kaya akan omega 3nya.

Mengurangi Resiko Kanker
Manfaat ikan bawal selanjutnya adalah, dapat berguna untuk menangkal radikal bebas yang dapat memicu resiko kanker didalam tubuh.

Agar mencegah hal tersebut, kalian dapat mengkonsumsi ikan ini karena kandungan gizi dan antioksidan yang terdapat didalam ikan sangat beperan penting dalam menangkal radikal bebas pada tubuh.

Bagaimana cukup banyak sekali bukan manfaat apabila kita menkomsumsi ikan bawal ini? banyak dari kita yang kurang sadar akan hidup sehat, nah solusi agar hidup kita menjadi lebih sehat salahsatunya dengan mengkomsumsi ikan bawal ini.

PENULIS
Inggrit Dwi Pratiwi
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Anonimus. 2010. Colossoma macropomum (Cuvier, 1816). http://fishbase.org/Summary/speciesSummary.php?ID= 263&genusname=Colossoma&speciesname=macropom um&lang=English Download 12 Maret 2010.
aquaculture-unri.blogspot.co.id/2009/05/literatur-perikanan.html
Arie, U. 2000. Budidaya Ikan Bawal. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Aristi, Dian. et al. 2007. Penggunaan Umpan. http://umpanpalsupiranti.blogspot.com. Diakses pada tanggal 6 Oktober 2013.
Berka R. 1986.,The Transport of Live Fish.A Review. EIFAC Tech. Pap.FAO
DJUHANDA, T. 1981. Dunia ikan. Armico Bandung. 190 halaman.
Dwi, 2011. LINEA LATERALIS. http://dwiciplux.wordpress.com/ Diakses tanggal 24 April 2011, pukul 19.15 WIB
Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Bagi Pengolahan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta.Kanisius
Effendie, M. I. 1992. Metoda Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bagian Ichtiology. Institut Pertanian Bogor. 112 pp
Effendie, M. I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Utama.Yogyakarta
enmygolan.blogspot.co.id/2009/03/deskripsi-dan-klasifikasi-ikan.html
Fpik, 2011. BENTUK GIGI. http://fpik.bunghatta.ac.id/request.php?70 Diakses tanggal 24 April 2011, pukul 19.15 WIB.
https://thegorbalsla.com/ikan-bawal/
https://www.semuaikan.com/manfaat-dan-khasiat-ikan-bawal-untuk-kesehatan-bagi-tubuh-manusia/
https://www.seriouslyfish.com/species/colossoma-macropomum/
Julian, P. 2012 (online). Food Borne Diseases.
Kottelat, M, AJ Whitten, SN Kartikasari, S Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi: Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi. Jakarta: Periplus Editions (HK) Ltd. 
Kottelat, M., S. N. Kartikasari, A. J. Whitten, & S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Ed. Dua bahasa. Periplus Editions Limited. 67 pp.
Lagler, K. F., J. E. Bardach, R. R. Miller, & D. R. M. Passino. 1977. Ichthyology. 2nd ed. New York. John Wiley & Sons.
Manggau, M., Wahyuddin, E., Mufidah., Lindequist, U.
matakuliahbiologi.blogspot.com/2012/04/food-borne-diseases.html (online). Diakses pada tanggal 27 Juni 2012.
Nikolsky, G. V. 1963. The Ecology of Fishes. Academic Press. 325 pp.
Purbayanto dkk,. 2010. Fisiologi dan tingkah laku ikan pada perikanan tangkap. PT Penerbit IPB Press. Bogor
Santoso, B. 2005. Budidaya Ikan di Bawal. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sibarani, T. Putri. 2009. Analsis Pengaruh Debt To Total Assets Ratio dan Debt To Equity Ratio Terhadap Earning Per Share Pada Perusahaan Sektor Properti dan Sektor Manufaktur yang Go Public di BEI.
Taki, Y. 1974. Fishes of The Lao Mekong Basin. Washington D. C. U. S. Agency for International Development Agriculture Division. 
Zaldi, 2010., Sistem pencernaan,IPB, Fakultas Perikanan, Bogor

No comments:

Post a Comment