Thursday, March 5, 2020

Ikan Koan Atau Grass Carp; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Koan atau Grass Carp merupakan satu-satunya ikan genus Ctenopharyngodon. Berasal dari China, ikan ini banyak dibudidayakan untuk dikonsumsi dan pengendalian gulma. Kebutuhan makanan yang mudah didapat dan kemampuannya tumbuh besar dalam waktu cepat membuat budidaya ikan ini diminati.

Ikan grass carp berasal dari dataran Asia bagian timur. Selain bisa dikonsumsi, ikan yang di Indonesia dikenal dengan nama ikan koan ini, bermanfaat untuk keperluan lain. Kemampuannya melahap tanaman air dalam jumlah banyak membuat jenis ikan ini di Eropa dan Amerika dikenal sebagai ikan pengendali gulma.

KLASIFIKASI IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Menurut Cudmore dan Nicholas (2004), menyatakan bahwa Ikan Koan mempunyai klasifikasi dan tata nama sebagai berikut :
Phyllum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Cypriniformes
Famili
: Cypronidae
Genus
: Ctenophanyngodon
Species
:Ctenopharyngodon idella
Common Name
: Grass carp
Nama lokal
: Koan

HABITAT IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Menurut Respati (1998), menyatakan bahwa ikan Koan merupakan ikan liar penghuni lapisan permukaan air tawar terutama di sungai-sungai besar yang berarus dan danau yang memiliki jumlah air yang banyak. Ikan Koan hidup dan berkembang biak di wilayah perairan yang beriklim sedang sampai dengan perairan yang memiliki suhu 00C. Di wilayah beriklim panas dapat hidup sampai suhu 360C. Selain itu ikan Koan dapat hidup pada perairan payau dengan kadar garam 7 ppt.

Ikan Koan merupakan spesies asli daerah subtropics, asli sungai besar dan danau di Asia Timur. Persebarannya mulai dari Rusia Selatan ke utara Vietnam. Di sungai-sungai besar seperti Amur (perbatasan Cina dan Rusia), Yang Tze (Cina Utara), Sungai Kuning (pusat Cina) dan Sungai Min (melintasi perbatasan dari Vietnam ke Cina), ikan Koan hanya dapat ditemukan di hilir dan tengah sungai (Opuszynski dan Shireman, 1995).

FISIOLOGI IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Menurut Hickling dan Nikolsky (1960) dalam Resmikasari (2008), menyatakan bahwa aktivitas makan ikan Koan dimulai pada umur 3-4 hari setelah menetas, pada umur ini larva ikan Koan memakan protozoa dan rotifer. Setelah 2 minggu menetas ukuran larva mencapai 12-17 mm dan mulai memakan makanan yang lebih besar diantaranya larva insekta dan pada umur 3 minggu ikan koan memakan tumbuhan diantaranya alga dan makrofita, dan secara nyata terjadi pada 1’1, 5 bulan setelah penetasan. Ikan Koan yang termasuk herbivore ini mempunyai usus yang pendek yaitu 2-3 kali panjang badannya, sehingga 50 % dari bahan makanan yang dicerna akan keluar dalam keadaan tidak tercerna secara sempurna. Bahan kasar sisa pencernaan tersebut merupakan pupuk organik yang dapat merangsang pertumbuhan fitoplankton, sehingga dapat menyebabkan blooming.

MORFOLOGI IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Ikan ini mempunyai bentuk tubuh yang agak memanjang dan ramping dengan perut yang besar, mulut berbentuk subterminal mengarah ke bentuk terminal, kepala lebar dengan moncong bulat pendek dan gigi paringeal dalam deretan ganda dengan bentuk seperti sisir. Sirip dorsal dan anal pendek serta tidak memiliki duri dengan tipe sisik sikloid, tanpa tulang belakang. Usus berdiferensiasi menjadi esophagus pendek, katup pylorik dan rectum. Hati terletak di permukaan dorsal usus dan lobusnya selalu memanjang pada rongga tubuh. Hati dan pancreas dihubungkan oleh beberapa saluran kecil dengan saluran empedu yang memasuki bagian posterior usus hingga ke katup pylorik. Kantung empedu terletak diantara hati dengan usus dan kelenjar adrenal terletak pada ginjal pronephros. Pada ikan yang panjang totalnya mencapai 58 mm (berumur 50-60 hari0 gonadnya berdiferensiasi dan terletak di rongga peritoneum (Berry dan Low, 1970 dalam Shireman dan Smith, 1983).

CIRI-CIRI IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Agri-Fact (2010), menyatakan ikan Koan berwarna abu-abu gelap, warna perut kehitaman, hijau kekuningan sampai putih perak. Sirip kehijauan abu-abu. Ikan memiliki bentuk tubuh lonjong dengan perut bulat dan kepala yang besar. Gigi telah digantikan oleh struktur khusus yang disebut gigi faring yang terletak di bagian belakang tenggorokan di gunakan untuk merobek makanan.

REPRODUKSI IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Menurut Respati (1998), di negeri asalnya ikan Koan berkembang biak antara bulan Desember sampai dengan bulan Januari. Pemijahan atau perkawinan dilakukan di sungai menjadi jernih kembali setelah turun hujan. Telur yang berhasil dikeluarkan berwarna putih dan melayang-layang di air kemudian tenggelam di dasar perairan. Jumlah telur dapat mencapai 600.000 butir, garis tengah telur antara 1,20 mm-1,33 mm dan akan menetas dalam waktu antara 24-40 jam. Usia matang gonad ikan Koan tidak sama antara wilayah satu dan wilayah lainnya. Hal ini berkaitan dengan iklim atau musim dan factor lingkungan perairan. Di wilayah perairan dingin ikan Koan mulai matang kelamin sekitar umur 5-10 tahun. Sedangkan di wilayah yang lebih hangat sampai dengan wilayah yang panas, ikan Koan lebih cepat matang gonad yaitu pada umur 1,5-2 tahun.

MANFAAT IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Selain untuk konsumsi, ikan yang kerap disebut dengan graskap ini biasanya dimanfaatkan sebagai pengendali gulma. Maklum, graskap adalah ikan jenis herbivora atau pemakan tanaman. "Ini salah satu hal yang mendorong peternak mau membudidayakan ikan graskap, karena pakannya murah.

PERAN IKAN KOAN ATAU GRASS CARP DI PERAIRAN

Ikan koan sebagai pengendali gulma air
Menurut Sutton dan Vernon (1986) dalam Resmikasari (2008), Ikan Koan biasanya memakan gulma air pada bagian permukaan dan dasar perairan. Kemampuan ikan Koan di dalam memakan dan memanfaatkan tumbuhan air bergantung pada kedua ukuran yaitu ukuran tumbuhan air dan ikan Koan itu sendiri.

Disamping kemampuannya untuk mengendalikan gulma air, ikan ini juga mempunyai nilai penting dalam aspek budidaya ikan baik langsung maupun tidak langsung. Adanya ikan ini dalam suatu perairan juga dapat meningkatkan produksi ikan secara total, karena kotoran ini dapat menjadi pupuk ( Resmikasari, 2008).

Menurut Fishbase (2011) dalam Kusuma et all., (2011), Ctenopharyngodon idella merupakan spesies ikan asing yang digunakan sebagai pengendali biologi  untuk  mengatasi  penyebaran  tanaman  introduksi, seperti  eceng gondok. Berdasarkan  habitat  penyebarannya,  spesies  ini terdistribusi mulai dari  Cina sampai  Siberia  bagian  Timur. Spesies  ini memiliki  kebiasaan makan yang rakus sehingga banyak dilaporkan telah mengurangi penutupan tumbuhan makrofita yang membawa  dampak  turunan  berupa  pengurangan media  pemijahan,  gangguan sedimen  dan  mengeruhkan  air, penurunan  kualitas  air,  peningkatan  nutrien  yang mempercepat  laju  eutrofikasi, penurunan  level  oksigen,  serta  memicu blooming alga.

TINGKAH LAKU IKAN KOAN ATAU GRASS CARP
Menurut Respati (1998), ikan Koan tergolong ikan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora). Ikan Koan ukuran benih memakan organisme kecil yang hidup di perairan, misalnya jenis-jenis plankton, bentik dan epiphit. Ikan Koan menjelang dewasa mulai makan tumbuhan air yang lebih besar ukurannya yaitu sesuai dengan bukaan mulut dan menjelang dewasa ikan koan juga telah memiliki kemampuan mencabut tumbuhan air yang hendak dimakannya.

PENULIS
Devitasari
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Agri-Fact. 2010. Biological weed control in Alberta Using Triploid Koan.
Cudmore, B dan Nicholas. E. M. 2004. Biological synopsis of Koan (Ctenopharyngodon idelia). Canada: Fisheries and Oceans Canada.
https://peluangusaha.kontan.co.id/news/ikan-grass-carp-sang-penghancur-gulma-1-1
Kottelat, M., J. A. Whitten, N. S. Kartikasari dan S. Wirjoatmodo. 1993. Freshwater fishes of Western Indonesia dan Sulawesi Dalhousie University. Canada. 321 hlm.
Kusuma, V.R., Eni. K, Reza. S, Sawung. C, Sudarto, dan Hapsoro. 2011. Introduksi spesies asing, apakah mengancam kelestarian ikan-ikan sungai Ciliwung?. Prosiding Forum Nasional Pemacuan Sumber Daya Ikan III.15 hlm.
Mudjiman. 2000. Makanan Ikan. Jakarta: CV Simplex.423 hlm.
Murtidjo,B. A. 2001. Beberapa metode pembenihan ikan air tawar. Yogyakarta: Kanisius.
Opuszynski, K. dan J.V. Shireman. 1995. Herbivorous fishes: culture and use for weed management. In cooperation with James E. Weaver, Director of the United States Fish and Wildlife Service’s National Fisheries Research Center. CRC Press, Boca Raton, Florida.
Resmikasari, Yuni. 2008. Tingkat kemampuan Ikan Koan (Ctenopharyngodon idella Val. Memakan gulma Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart) Solms). Skripsi. Departemen Sumberdaya Perairan. FPIK.ITB.
Respati, Hery. 1998. Budidaya ikan Kowan. Yogyakarta: Kansius.
Shireman, J.V. dan C. R. Smith. 1983. Synopsis of biological data on the Koan, Ctenopharyngodon idella (Cuvier and Valenciennes, 1844). Food and Aquaculture Organization Synopsis.135:86.
Susanto, heru.2014. Budidaya 25 di perkarangan. Jakarta: Niaga Swadaya.

4 comments:

  1. Awesome article, it was exceptionally helpful! I simply began in this and I'm becoming more acquainted with it better! Cheers, keep doing awesome! commercial lawn maintenance

    ReplyDelete
  2. Great post, you have pointed out some excellent points, I as well believe this is a very superb website. Artificial Grass Lawn Rochdale

    ReplyDelete