Wednesday, March 4, 2020

Ikan Bawal Bintang; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll


Ikan Bawal bintang merupakan salah satu jenis ikan air laut yang sudah cukup populer dan diminati sebagai ikan konsumsi. Khususnya dikalangan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir tertentu yang banyak memsarkan ikan ini, seperti di pulau Batam, Kepulauan Riau dimana ikan bawal bintang sudah dibudidayakan. Bawal bintang awalnya di introduksi dari Negara Taiwan. Ikan ini memiliki prospek cukup baik dikawasan Asia Pasifik dengan harga yang cukup tinggi. Di Taiwan bawal bintang sudah di kembangbiakan dan dibudidayakan dengan baik, sedangkan di Indonesia komoditas bawal bintang ini baru sebatas pembudidayaan di keramba jaring apung (KJA) dengan benih yang diperoleh dari usaha pembenihan di Taiwan.

KLASIFIKASI IKAN BAWAL BINTANG
Klasifikasi ikan bawal bintang menurut Juniyanto et al (2005) adalah sebagai berikut:
Kingdom
: Animalia
Fillum
: Chordata
Subfillum
: Vertebrata
Kelas        
: Actinoptergii
Ordo
: Perciformes
Famili
: Charangidae
Genus
: Trachinotus
Spesies
: Trachinotus blochii

HABITAT IKAN BAWAL BINTANG
Ikan bawal bintang adalah ikan pelagis yang memiliki habitat di daerah terumbu karang, dekat pantai dan bebatuan di perairan tropis dari indo pasifik barat sampai pasifik tengah. Di Australia ikan bawal bintang ditemukan di barat daya Australia bagian barat dan sekitar bagian utara. Populasi bawal bintang juga terdapat di Laut Merah, Afrika Barat sampai ke pulau Marshall dan samoa, Utara Jepang bagian selatan dan selatan Australia (Amri et al, 2008).

FISIOLOGI IKAN BAWAL BINTANG
Dalam banyak hal, lingkungan air tawar berbeda dengan lingkungan perairan laut, dan yang paling membedakan adalah tingkat salinitasnya. Untuk  bertahan di air tawar, ikan membutuhkan adaptasi fisiologis yang bertujuan menjaga keseimbangan konsentrasi ion dalam tubuh. 41% dari seluruh spesies ikan diketahui berada di air  tawar. Hal ini karena spesiasi yang cepat menjadikan habitat yang terpencar menjadi mungkin untuk ditinggali (Effendie, 2002).

MORFOLOGI IKAN BAWAL BINTANG
Ikan ini memiliki tubuh gepeng, hidung mancung serta sirip punggung dan sirip punggung dan sirip dada yang panjang. Ikan ini memiliki warna perak dan agak muda dibagian bawah. Sirip dubur berwarna orange dengan warna kecoklatan pada batas anteriornya. Ikan ini dapat tumbuh dengan panjang mencapai 65 cm (Anggraini, 2002).

CIRI-CIRI IKAN BAWAL BINTANG
Bawal bintang memiliki posisi mulut sub terminal dan nisa dikatupsembulkan (protacted retacted), dengan dilengkapi gigi-gigi beludru halus (viliform teeth). Sirip punggung (dorsal fin) diawali jari-jari keras yang sedikit terbenam ke dalam tubuh sebanyak 7-9 dan di puncak punggung bermula jari-jari lemah yang memanjang hampir menyentuh ekor sebanyak 19-21. sirip dubur (anal fin) dimulai dengan 2-3 jari-jari keras, tepat dibelakang urogenitalia dan disambung dengan 16-18 jari-jari lemah yang memanjang hingga pangkal ekor (Anggraini, 2002).

REPRODUKSI IKAN BAWAL BINTANG
Seperti ikan lainnya, bawal pun biasanya memijah pada awal dan  selama musim hujan. Di Brazil dan Venezuela, kejadian itu terjadi pada bulan Juni dan Juli. Adapun di negara-negara lainnya, bawal dapat mengikuti musim yang ada, misalnya di Indonesia kematangan gonad bawal terjadi pada bulan Oktober sampai April (Hasan, 2002).

Sebelum musim pemijahan tiba, induk yang sudah matang akan mencari tempat yang cocok untuk melakukan pemijahan. Saat pemijahan berlangsung, induk jantan akan mengejar induk betina. Induk betina kerap kali akan membalas dengan cara menempelkan perut ke kepala induk jantan. Apabila telah sampai puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dan induk jantan akan mengeluarkan  sperma. Telur yang telah keluar akan dibuahi diluar tubuh (Asmawi, 1983).

TINGKAH LAKU IKAN BAWAL BINTANG
Hidupnya bergerombol didaerah yang aliran sungainya deras, tetap ditemukan  pula di daerah yang aliran sungainya tenang, terutama saat benih. Untuk menciptakan lingkungan yang baik  bagi bawal ada banyak hal  yang harus diperhatikan, terutama dalam mamilih lahan usaha, di antaranya ketinggian tempat, jenis tanah, dan air (Arie, 2000).

MANFAAT IKAN BAWAL BINTANG
Manfaat dan khasiat yang ada di ikan bawal bintang adalah sebagai berikut:
ü Menyembuhkan Penyakit Aterosklerosis
ü Manfaat Ikan Bawal Bintang untuk Mengurangi Resiko Penyakit Diabetes
ü Mencegah Penyakit Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)
ü Khasiat Ikan Bawal Bintang untuk Menguatkan Imun
ü Menghaluskan Kulit
ü Menu Makanan Diet Ketat dan Sehat
ü Menghalau Penyakit Asam Urat
ü Mencegah Kekurangan Gizi
ü Ikan Bawal Bintang Dapat Melenyapkan Stress
ü Menghindarkan dari Penyakit Meningitis
ü Menjernihkan Bola Mata
ü Cegah Rakitis
ü Kurangi Produksi Asam Lambung
ü Membantu Proses Penyembuhan Luka
ü Menambah Massa Otot

PERAN IKAN BAWAL BINTANG DI PERAIRAN
Ikan Bawal Bintang berperan sebagai sumber makanan bagi pemangsa, dan sebagai penyeimbang ekosistem di lingkungannya.

PENULIS
Anhar Ridwan
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Adawyah, R. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Afrianto, E dan E. Liviawaty. 1989. Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Amri, Khairul, khairulman. 2008. Budidaya Ikan Bawal. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Anggraini, Eva. 2002. Analisis Model Pengelolaan Sumberdaya laut : Tinjauan Sosiologi dan   Kelembagaan. FPIK-IPB.
Arikunto, s. 2002. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.
Asmawi, s. 1983. Pemeliharaan Ikan Bawal Dalam Keramba. Cetakan Pertama. Diterbitkan atas kerjasama Pemerintah DKI Jakarta dan PT. Gramedia. Jakarta.
Effendie, M. I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta.
Hasan, I. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia          Indonesia. Jakarta. 260 hal.
https://www.dunia-perairan.com/2017/03/ikan-bawal-bintang-trachinotus-blochii.html
Juniyanto NM., Arik HW., Surya L, Fernando JS. 2005. Manajemen Pembesaran Bawal Bintang (Trachinotus blochii, Lacepede) di Keramba Jaring Apung. Loka Budidaya          Laut Batam Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan. Batam.
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. University of California : Binacipta.

No comments:

Post a Comment