Monday, February 10, 2020

Ikan Mola-Mola, Ikan Matahari, Atau Sunfish; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan Mola-mola adalah ikan yang memiliki berat dewasa rata-rata 1.000 kg. Spesies ini berasal dari perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Ikan mola-mola dewasa rentan terhadap predator alami seperti hiu. Ikan mola-mola dewasa memiliki panjang rata-rata 2,8 m, panjang sirip 2,5 m dan berat rata-rata 1.000 kg, walaupun ada beberapa ikan mola-mola yang panjangnya 3,3 m, panjang siripnya 4,2 m dan berat hingga 2.300 kg. Ikan ini merupakan salah satu ikan purba yang masih hidup dan kini telah dilindungi oleh pemerintah Indonesia maupun dunia.

KLASIFIKASI IKAN MOLA-MOLA
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Tetraodontiformes
Marga
: Molidae
Genus
: Mola
Spesies
: Mola-Mola

MORFOLOGI IKAN MOLA-MOLA
Tidak seperti ikan pada umumnya, mola-mola tidak mempunyai sirip ekor. Tetapi, ikan bertulang paling besar ini mempunyai sirip menyambung dari atas sampai bagian bawah perut yang disebut calvus. Calvus terbentuk karena sirip punggung dan perut bawahnya yang teramat besar. Jadi, kalau ikan pada umumnya mempunyai sirip di samping kiri kanan, mola-mola justru mempunyai sirip di atas dan bawah. Jarak dari ujung ke ujung kedua sirip tegak tersebut ada yang mencapai 3,2 meter. Sayangnya, sirip seperti ini didukung dengan bentuk badannya yang bulat dan pipih, membuat pergerakan mola-mola cenderung lambat dan tidak bisa melawan arus.

CIRI-CIRI IKAN MOLA-MOLA
Kulit mola-mola dewasa berwarna dari coklat sampai abu-abu atau keperakan putih dengan berbagai pola kulit berbintik-bintik. Keunikan dari mola-mola adalah kulitnya yang tak bersisik. Seperti bunglon, dia bisa memainkan gradasi warna kulitnya di laut dalam jika nyawanya terancam predator semacam hiu. Ikan ini bisa membuat warna kulitnya menjadi lebih gelap untuk meloloskan diri. Selain itu, karena kulitnya yang tidak bersisik, maka banyak parasit yang menempel ditubuhnya.

HABITAT IKAN MOLA-MOLA
Ikan raksasa ini berenang menjelajahi samudera hanya dengan menggunakan sirip punggung dan sirip perutnya saja, sementara sirip dada lebih berfungsi sebagai penyimbang. Dia dapat dijumpai pada perairan dengan kedalaman 30 – 500 meter.

TINGKAH LAKU IKAN MOLA-MOLA
Meskipun bentuknya terkesan menyeramkan, mola-mola bukanlah ikan yang berbahaya. Makanan utama mola-mola adalah ubur-ubur. Selain ubur-ubur, ikan ini juga hobi mengunyah tumbuhan mikroskopis yang tidak bisa dilihat dengan mata. Cara memakannya juga terbilang unik. Karena ukuran mulutnya yang kecil, mola-mola menghisap makanannya dan mengeluarkannya lagi secara berulang-ulang. Hal ini dilakukan supaya makanannya jadi lebih kecil dan mudah ditelan. Mola-mola disebut juga sebagai Sunfish karena memiliki kebiasaan berjemur. Dengan menggolekkan satu sisi tubuhnya di permukaan seakan-akan sedang berjemur, mola-mola juga mengizinkan burung-burung laut mematuk-matuk parasit itu dari kulitnya. Kebiasaan lain mola-mola adalah gemar melompat-lompat hingga lebih dari 3 meter di atas permukaan air. Mola-mola tidak berbahaya bagi manusia. Mola-mola tidak liar dan mudah didekati penyelam, ketika "gatal" di kulitnya sudah memuncak ia akan pergi mencari bantuan ke terumbu-terumbu karang.

PERAN IKAN MOLA-MOLA DI PERAIRAN
Ikan mola-mola penting sebagai indikator kesuburan perairan dan kesehatan terumbu karang. Kulit mola-mola yang tak bersisik menjadi inang favorit bagi sekitar 40 spesies parasit. Parasit tersebut menempel dan hidup lestari di sana. Tentu saja mola-mola bisa terganggu sehingga ikan ini akan melakukan pencucian tubuh dengan berenang naik ke perairan dangkal dan mengunjungi terumbu karang. Di sana kelompok-kelompok ikan mungil, seperti jenis bendera, kupu-kupu (Chaetodontidae), ataupun angelfishes, akan menyambutnya, memakan parasit yang menempel di tubuh mola-mola. Ini merupakan interaksi simbiosis mutualisme yang menguntungkan dan menjadi atraksi favorit bagi penyelam.

MANFAAT IKAN MOLA-MOLA
Daging mola-mola dianggap sebagai makanan lezat di beberapa tempat seperti Taiwan dan Jepang. Semua bagian dari mola-mola dapat digunakan dalam masakan, dari sirip hingga ke organ internal. Beberapa bagian ikan ini juga digunakan dalam bidang obat tradisional.

ALASAN MOLA-MOLA HARUS DILINDUNGI
Karena gerakan renangnya yang lambat dan nggak bisa melawan arus, mola-mola sering kali tersangkut di baling-baling kapal. Ini karena biasanya mola-mola nggak sempat menghindari kapal yang datang dengan cepat ke arahnya. Selain itu, sampah-sampah di laut khususnya sampah plastik yang mirip dengan ubur-ubur sering membuat mola-mola tersedak dan mati. Bahaya lain yang mengancam ikan ini adalah rusaknya terumbu karang akibat pengeboman ikan.

PENULIS
Siti Nurul Huda
FPIK Universitas Brawijaya

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya

DAFTAR PUSTAKA
http://duniaveterinary.blogspot.co.id/2012/06/ikan-mola-mola.html (diakses pada tanggal 10 Oktober 2015 pukul 08:30 WIB).
http://www.gadis.co.id/Aksi/Mola-mola%3A+Ikan+Raksasa+Yang+Unik (diakses pada tanggal 10 Oktober 2015 pukul 08:31 WIB).
https://faperik.wordpress.com/2013/09/27/lestarikanlah-ikan-mola-mola/ (diakses pada tanggal 10 Oktober 2015 pukul 08:40 WIB).

No comments:

Post a Comment