Sunday, January 5, 2020

Udang Rebon Atau Terasi Shrimp; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Udang Rebon (Mysis relicta, Acetes Indicus) adalah salah satu hasil laut dari jenis udang-udangan namun dengan ukuran yang sangat kecil dibandingkan dengan jenis udang-udangan lainnya. Karena ukurannya yang kecil inilah, udang ini disebut dengan udang “rebon”. Di mancanegara, udang ini lebih dikenal dengan terasi shrimp karena memang udang ini merupakan bahan baku utama pembuatan terasi. Di pasaranpun, udang ini lebih mudah ditemukan sebagai bahan seperti terasi, atau telah dikeringkan dan sangat jarang dijual dalam keadaan segar (Astawan, 2009).

Udang rebon merupakan salah satu hasil laut dari jenis udang-udangan dengan ukuran kecil yang mana bila dibandingkan dengan udang jenis lain. Ukuran yang kecil membuat jenis udang ini disebut “rebon”. Mancanegara lebih terkenal dengan namashrimp paste. Udang rebon merupakan zooplankton dengan ukuran panjang 1-1,5cm yang terdiri dari kelompok Crustacea yaitu Mysidocea acetes dan larva peraedae yang ditemukan disekitar muara (Nontji, 1986). Udang ini adalah salah satu bahan baku yang digunakan untuk pembuatan terasi. Udang jenis ini lebih mudah ditemukan dalam bentuk terasi ataupun dikeringkan dibandingkan dalam bentuk segar.

Udang rebon popular disebut jambret dan nama internasionalnya ialah mysids. Dalam taksonomi, udang rebon termasuk keluarga (famili) Mysidacae, terbanyak dari marga Mesopodopsis. Pada musim tertentu, populasinya sangat banyak di tambak dan tampak bergerombol di permukaan air tambak. Memang udang renik ini hidup planktonis (seperti plankton) sehingga mudah ditangkap dengan serok halus. Benih udang rebon bisa juga masuk dari laut. Ukurannya kecil, hanya sekitar 0,5-1cm (Suyanto dan Takarina, 2009).

Udang rebon adalah salah satu hasil laut dari jenis udang-udangan namun dengan ukuran yang sangat kecil dibandingkan dengan jenis udang-udangan lainnya. Karena ukurannya yang kecil inilah, udang ini disebut dengan udang “rebon”. Di mancanegara, udang ini lebih dikenal sebagai terasi shrimpkarena memang udang ini merupakan bahan baku utama pembuatan terasi. Di pasaranpun, udang ini lebih mudah ditemukan sebagai bahan seperti terasi, atau telah dikeringkan dan sangat jarang dijual dalam keadaan segar (Astawan, 2009).

KLASIFIKASI UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Klasifikasi udang rebon yaitu:
kingdom : Animalia
filum : Crustaceae
class : Arthropoda
ordo : Malacostraca
famili : Penaeidae
genus : Penaeus
species : Mysis relicta

Menurut Edwards (1830), udang rebon diklasifikasikan sebagai berikut: 
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda 
Kelas : Crustaceae
Sub Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Family : Sergestidae
Genus : Acetes
Spesies : Acetes Indicus

MORFOLOGI UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Udang rebon merupakan zooplankton dengan ukuran panjang 1 - 1,5 cm yang terdiri dari kelompok Crustacea yaitu Mysidocea acetes dan larva peraedae yang ditemukan disekitar muara (Nontji, 1986). Ciri-ciri udang rebon adalah mempunyai tiga pasang kaki yang sempurna, restum dan telsonnya pendek, mempunyai kaki renang yang sempurna dan tampak berbulu dan panjang antena sekitar 2-3 kali panjang tubuhnya (Hutabarat dan Evans, 1986).

Mysis relicta adalah jenis udang yang berukuran kecil. Udang ini merupakan hewan air yang tidak bertulang belakang. Udang cukup berbeda dengan hewan air lainnya. Peredaran darah dan pencernaannya cukup khas sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Udang ini bisa melakukan molting seperti udang lainnya. Hal ini terjadikarena kulit udang tidak elastis. Saat fase udang mudah, molting sering sekali terjadi. Sementara saat beranjak dewasa sudah mulai jarang melakukan molting.

CIRI-CIRI UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Ciri-ciri dari udang rebon adalah mempunyai tiga pasang kaki jalan yang sempurna, restum dan telsonnya pendek, mempunyai kaki renang yang sempurna dan tampak berbulu dan panjang antena sekitar 2-3 kali panjang tubuhnya. Dengan kulit agak keras, tetapi tidak kaku.Mempunyaitanda istimewa pada badan terdapat ban ungu hitam dan pada masing-masing ruas terdapat 2 ban Warna tersebut jelas sekali pada udang yang masih hidup. Warna kaki pada umumnya berwarna merah (Hutabarat dan Evans, 1986).

1. Kulit agak keras tapi tidak kaku
2. Mempunyai tanda istimewa pada badan terdapat ban ungu hitam dan pada masing-masing ruas terdapat 2 ban
3. Warna kaki pada umumnya berwarna merah
4. Seluruh tubuh tertutup oleh kerangka luar
5. Hidup berkoloni
6. Kepala sampai dada terdiri dari ruas ruas
7. Kepala terdiri dari 5 ruas dan dada 8 ruas

REPRODUKSI UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Udang ini berkembang biak setelah menjadi dewasa. Setelah dewasa mereka akan bertelur mereka akan berkembang biak di laut. Setelah telur telur udang ini menetas akan menjadi berayak. Dalam beberapa jam mereka akan menjadi nocuplus yang berasal dari udang. Dan bermetamorfosis menjadi udang rebon.

FISIOLOGI UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Sisem pencernaan pada hewan ini terdapat atas mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Lambung dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian besar (anterior) tersebut kamar kardiaka dan yang kecil adalah pylorus. Udang rebon ini bernafas menggunakan insang. Sistem pernafasan udang ini diantara bagian lateral karopak (branchionstegit). Dan dinding badan terdapat ronnga rongga atau kamar insang dibagian ventral.

TINGKAH LAKU UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Udang ini hidup bergerombol atau berkoloni yang menempati suatu ekosistem perairan yang ada di laut. Hewan ini hidup di dasar perairan namun ada waktu tertentu saat udang ini menempati permukaan. Hal ini biasanya dimanfaatkan oleh para nelayan untuk di tangkap.

HABITAT UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Habitat udang berbeda-beda tergantung dari jenis dan tingkatan dalam daur hidupnya. Udang bersifat bentik (berhubungan dengan faktor-faktor dasar laut) serta hidup pada permukaan dasar laut. Habitat yang disukai adalah dasar laut yang lumer (soft), biasanya terdiri dari campuran lumpur dan pasir. Selama hidupnya udang mengalami beberapa pergantian kulit (moulting) yang dimulai pada masa larva, dan diikuti perubahan struktur morphologinya hingga akhirnya bermethamorphosis menjadi juvenil (juana). Menurut perkembangannya, larva dapat dibagi menjadi 7 stadium yaitu nauplius, zoea, mysis, post larva, juvenile, udang muda dan udang dewasa (Buwono, 1993).

MANFAAT UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP
Udang Rebon merupakan sumber protein namun tidak terkenal seperti daging sapi, ikan, ataupun ayam dan udang lainnya. Rebon kering 100g mengandung 59,4g protein. Berlawanan dengan tingginya kandungan proteinnya, udang jenis ini memiliki kandungan lemak yang rendah yaitu 3,6g lemak dalam 100g rebon kering. Keunggulan rebon terdapat pada kalsium, fosfor dan zat besinya. Rebon kering 100g mengandung kalsium sebesar 2.306mg setara dengan 16 kali kandungan kalsium 100g susu sapi. Kandungan fosfor rebon kering sebesar 625g dan zat besi  sebesar 21,4g atau setara dengan 8 kali kandungan gizi 100g daging sapi (Persagi, 2009).

Rebon selain kaya zat gizi protein, kalsium dan zat besi ternyata terdapat satu manfaat unik dari udang rebon yaitu memiliki kulit yang berbeda. Udang rebon secara keseluruhan dapat dikonsumsi tidak seperti jenis udang lainnya yang hanya dimakan dagingnya saja tanpa kulitnya. Kulit udang selain mengandung kalsium juga memiliki zat unik yang sama ditemukan dalam cangkang serangga dan cangkang kepiting, yaitu kitosan. Kulit udang menurut beberapa penelitian sangat bermanfaat dalam mengikat kolesterol sehingga sangat bermanfaat mengingat memakan seafood seringkali terdapat dampak negatif berupa kenaikan kolesterol darah. Kitosan mulai bekerja saat bercampur dengan asam lambung. Pencampuran ini akan menjadikan gel sehingga mengikat kolesterol dan lemak dari makanan.

Walaupun tidak setenar seperti daging ayam, daging sapi atau ikan, seperti jenis udang lainnya, udang rebon memiliki kandungan protein yang tinggi. Dari setiap 100 g udang rebon kering, 59,4 g nya merupakan protein. Berlawanan dengan kandungan protein udang rebon kering, kandungan lemak udang rebon termasuk rendah, hanya 3,6 g dari setiap 100 g udang rebon kering (Persagi, 2009).

Selain kaya akan sumber zat gizi protein, kalsium dan zat besi ternyata terdapat satu manfaat unik dari udang rebon yang bisa jadi sulit didapatkan dari jenis udang-udangan lain, yaitu kulitnya yang berbeda. Berbeda dengan jenis udang- udangan lain yang biasanya hanya dimakan dagingnya saja tanpa kulitnya, seluruh bagian udang rebon dapat dimakan. Hal ini terutama karena ukurannya yang sangat kecil sehingga tidak memungkinkan untuk membuang kulit atau kepalanya seperti ketika akan memakan udang-udangan lain. Hasilnya, justru inilah yang menjadi salah satu keunggulan udang rebon dibandingkan udang-udangan lain, maupun makanan sumber protein lainnya (Astawan, 2009).

Selain kaya kalsium, kulit udang ternyata mengandung satu zat unik yang ditemukan dalam cangkang serangga dan cangkang kepiting, yaitu kitosan (Nasir, 2008). Menurut beberapa penelitian kulit udang sangat bermanfaat dalam mengikat kolesterol dalam tubuh sehingga sangat bermanfaat jika dikonsumsi. Kitosan mulai bekerja saat bercampur dengan asam lambung. Pencampuran ini akan merubah kitosan menjadi semacam gel yang akan mengikat kolesterol dan lemak yang berasal dari makanan. Hasilnya, terjadi penurunan LDL, sekaligus perubahan perbandingan HDL terhadap LDL (Astawan, 2009).

Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan terasi adalah ikan-ikan kecil dan udang-udang kecil yang biasa disebut rebon. Rebon dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku terasi karena rebon tersebut memiliki kulit atau cangkang yang lunak sehingga memungkinkan untuk dihancurkan secara sempurna. Udang secara umum memiliki kandungan Yodium yang tertinggi dibandingkan dengan jenis-jenis ikan yang lain. Disamping itu, dapat diketahui pula bahwa ikan-ikan kecil dan rebon yang digunakan sebagai bahan baku terasi tersebut merupakan sumber protein hewani yang baik disamping daging dan telur (Suprapti, 2002).

PERAN UDANG REBON ATAU TERASI SHRIMP DI PERAIRAN
Udang ini hidup di laut dan memiliki sifat euryhaline. Dia dapat hidup diperairan yang memiliki kadar garam 5-45%. Udang ini menyukai air yang relatif jernih. Di alam, Crustacea mempunyai peran yang cukup penting. Sebagian besar zooplankton di laut dan samudra adalah Crustacea. Hewan ini terdapat di laut mulai dari pantai sampai laut yang dalam. Crustacea  juga mempunyai nilai ekonomi yang sangat penting, karena beberapa jenis tertentu merupakan bahan makanan yang baik bagi manusia, yaitu mengandung banyak protein. Selain itu, juga banyak yang hidup sebagai zooplankton yang menjadi sumber makanan bagi beberapa jenis ikan.

CARA PEMBUATAN TERASI UDANG REBON
1. Pertama-tama, udang rebon dicuci dengan air bersih agar semua kotoran terbuang. Selanjutnya udang rebon dimasukkan kedalam karung selama semalam agar bahan baku tersebut menjadi setengah busuk.
2. Keesokan harinya udang rebon tersebut dicuci kembali dan langsung dijemur dibawah sinar matahari sampai setengah kering (kurang lebih selama 1-2 hari). Selama penjemuran, udang rebon harus sering dibalik-balik agar keringnya merata dan kotoran yang mungkin masih melekat dapat dibersihkan.
3. Setelah agak kering, daging udang rebon ditumbuk sampai halus dan
dibiarkan lagi selama semalam agar protein yang terkandung didalamnya benar-benar terurai.
4.Selanjutnya kedalam daging udang rebon ditambahkan garam secukupnya untuk membunuh bakteri pembusuk. Jumlah garam yang ditambahkan tergantung selera, maksimal 30% dari berat total udang rebon, agar terasi yang diproduksi tidak terlalu asin.
5. Langkah selanjutnya adalah menggumpalkan dan membungkus bahan terasi tersebut dengan daun pisang kering. Biarkan bahan terasi tersebut selama satu malam agar bakteri pembusuk benar-benar mati. Setelah satu malam, gumpalan bahan terasi tersebut dihancurkan kembali dan dijemur dibawah sinar matahari selama 3-4 hari.
6. Terasi yang telah kering kemudian ditumbuk kembali sampai benar-benar halus dan dibungkus kembali dengan tikar atau daun pisang kering. Selanjutnya terasi tersebut dibiarkan kembali selama 1-4 minggu, agar proses fermentasi dapat berlangsung secara sempurna. Proses fermentasi dapat dianggap selesai apabila telah tercium aroma terasi yang khas.
7. Daya tahan terasi diolah dengan cara seperti diatas dapat mencapai 12 bulan. (Afrianto dan Liviawaty, 1991)

BERBAGAI JENIS OLAHAN UDANG REBON
Ada berbagai jenis olahan udang rebon yang ada dipasaran dan sebagaian masih diproduksi dalam sekala kecil. Inilah beberapa contoh olahan yang menggunakan udang rebon sebagai bahan bakunya:

1. Abon udang rebon
Abon rebon memiliki rasa yang cukup gurih, sangat cocok digunakan sebagai pelengkap makanan dengan berbagai macam sayuran. Abon rebon juga dapat menambah citarasa berbagai menu makanan seperti nasi goreng, pangsit dan lain-lain.

2. Sosis udang rebon
Pada umumnya sosis dibuat dari daging sapi dan ayam. Mengingat sumberdaya perikanan Indonesia cukup besar maka pemanfaatan udang rebon dapat menjadi alternatif penganti daging sapi dan ayam dalam pembuatan sosis.

3. Tepung udang rebon
Tepung udang rebon merupakan tepung yang dihasilkan dari proses pengolahan seluruh bagian tubuh udangrebon yang terdiri atas kepala, cangkang, dan daging yang banyak mengandung kalsium dan fosfor. Tepung udang rebon yang banyak mengandung kalsium dan fosfor diperoleh dengan melewati proses deproteinasi dan proses defatting (Wirakusumah, 2007).

4. Terasi udang rebon
Terasi merupakan bumbu tradisional yang banyak dikenal dan disukai oleh masyarakat Indonesia. Banyak orang menyukai terasi karena rasa dan aromanya yang khas, terutama  untuk meningkatkan selera makan(Salam, 2008).

5. Pakan ternak
Selain diolah menjadi berbagai jenis makanan, udang rebon juga dijadikan sebagai campuran pakan ternak oleh beberapa petani seperti pakan ikan, bebek, ayam dan jenis ternak lainnya.

PENULIS
Dhana Ferdian
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unila.ac.id/12886/14/BAB%20II.pdf
http://digilib.unila.ac.id/13965/15/15.%20BAB%20II.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/60618/Chapter 20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
https://docplayer.info/41754156-Tinjauan-pustaka-udang-rebon-adalah-salah-satu-hasil-laut-dari-jenis-udang-udangan-namun.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Mysis_relicta
Irwati.2012.Pertumbuhan kepiting di kawasan mangrove.Undip:FPIK
Rohmimotarto.2005.Biologi Laut Tropis.Jakarta:Djambatan
Wijarni.1984.Avertebrata Air.Malang:Universitas Brawijaya

No comments:

Post a Comment