Sunday, January 5, 2020

Kepiting Biola (Uca Sp); Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Kepiting Biola atau Uca spp.(Ocypodidae) merupakan jenis kepiting yang hidup dalam lubang atau berendam dalam substrat dan merupakan penghuni tetap butan mangrove. Kelompok ini biasa dijumpai d.i bagian depan butan mangrove yang selalu menggali lubang untuk beradaptasi terhadap temperatur yang tinggi, karena air yang berada dalam lubang galian dapat mcmbantu pengaturan subu tubuh melalui evaporasi (Smith & Miller, 1973). Kebanyakan dari kepitingkepiting tersebut sangat aktif di saat surut rendah, dimana lantai daratan (sedimen atau lumpur) mangrove betul-betul kering. Di dalam lubang galiannya, kepiting-kepiting mangrove dapat bernafas atau berespirasi meskipun dengan kandungan oksigen yang rendah (Pratiwi, 2001; 2002). Dalam (Pratiwi, 2014).

KLASIFIKASI KEPITING BIOLA
Phylum : Arthropoda
Sub Phylum : Crustacea
Class :  Malacostraca
Ordo : Decapoda
Family : Ocypodidae
Genus : Uca
Spesies : Uca Sp.

HABITAT KEPITING BIOLA
Kepiting merupakan fauna yang habitat dan penyebarannya terdapat di air tawar, payau dan laut. Jenis-jenisnya sangat beragam dan dapat hidup di berbagai kolom di setiap perairan. Sebagaian besar kepiting yang kita kenal banyak hidup di perairan payau terutama di dalam ekosistem mangrove. Beberapa jenis yang hidup dalam ekosistem ini adalah Hermit Crab, Uca Sp, Mud Lobster dan kepiting bakau. Sebagian besar kepiting merupakan fauna yang aktif mencari makan di malam.

CIRI-CIRI KEPITING BIOLA
Mempunyai chelipeds dan empat pasang kaki jalan, pada bagian kaki juga dilengkapi dengan kuku dan sepasang penjepit, chelipeds terletak di depan kaki pertama, tubuh kepiting juga ditutupi dengan  Carapace.

MORFOLOGI KEPITING BIOLA
Kepiting sejati mempunyai lima pasang kaki; sepasang kaki yang pertama dimodifikasi menjadi sepasang capit dan tidak digunakan untuk bergerak. Di hampir semua jenis kepiting, kecuali beberapa saja (misalnya, Raninoida), perutnya terlipat di bawah cephalothorax. Bagian mulut kepiting ditutupi oleh maxilliped yang rata, dan bagian depan dari carapace tidak membentuk sebuah rostrum yang panjang. Insang kepiting terbentuk dari pelat-pelat yang pipih (phyllobranchiate), mirip dengan insang udang, namun dengan struktur yang berbeda. Insang yang terdapat di dalam tubuh berfungsi untuk mengambil oksigen biasanya sulit dilihat dari luar. Insang terdiri dari struktur yang lunak terletak di bagian bawah carapace. Sedangkan mata menonjol keluar berada di bagain depan carapace.

REPRODUKSI KEPITING BIOLA
Kepiting jantan dan betina dapat dibedakan dengan mengamati alat kelamin yang terdapat dibagian perut. Pada bagian perut jantan umumnya terdapat organ kelamin berbentuk segi tiga yang sempit dan dapat meruncing di bagian depan. Organ kelamin betina berbentuk segitiga yang relatif lebar dan di bagian depan agak tumpul. Kepiting jantan dan betina dibedakan oleh ruas abdomennya. Ruas abdomen kepiting jantan berbentuk segitiga, sedangkan pada kepiting betina berbentuk agak membulat dan lebih lebar. Dan perkawinan terjadi di saat suhu air mulai naik,biasanya betina akan mengeluarkan cairan kimiawi perangsang,yaitu pheromone kedalam air untuk menarik perhatian kepiting jantan,setela jantan berhasil terpikat maka kepiting jantan akan naik ke atas karapas kepiting betina untuk berganti kulit (molting),selama kepiting betina molting maka kepiting jantan akan melindungi kepiting betina selama 2-4 hari sampai cangkang terlepas,kepiting jantan akan membalikkan tubuh kepiting betina untuk melakukan kopulasi/perkawinan. biasanya,kopulasi berlangsung 7-12 jam dan hanya akan terjadi jika karapas kepiting betina dalam ke adan lunak. spermatofor kepiting jantan akan di simpan di dalam supermateka kepiting betina sampai telur siap di buahi.telur di dalam tubuh kepiting betina yang suda matang akan turun ke oviduk dan akan di buahi oleh sperma.

FISIOLOGI KEPITING BIOLA
Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara fisik dan kimia, sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah Jenis pakan yang di konsumsi kepiting ini dapat berupah artemia,ikan rucah,daging kerang-kerangan,hancuran daging siput,dan lumut.pemberian pakan tergantung pada ukuran kepiting bakau,bila masih larva biasanya Brachionus plicatilis,Tetracelmis chuii dan naupli artemia.kepiting bakau juga bersifat kanibalisme biasanya dia akan menyarang kepiting lain yang sedang dalam kondisih lemah atau ganti kulit ( molting ). Alat pencernaan terbagi menjadi tiga,tembolok,lambung otot,lambung kelenjar.didalam perut kepiting terdapat gigi kalsium yang teratur berderet secara longitudinal,selain gigi kalsium juga terdapat gastrolik yang berfungsi mengeraskan rangka luar (eksoskeleton) setelah terjadi eksdisis (penegelupasan kulit). Urutan pencernaan makanannya dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus dan anus. Hati (hepar) terletak di dekat lambung. Sisa-sisa metabolisme tubuh diekskresikan lewat kelenjar hijau.

PERAN KEPITING BIOLA DI PERAIRAN
Kepiting merupakan fauna yang habitat dan penyebarannya terdapat di air tawar, payau dan laut. Jenis-jenisnya sangat beragam dan dapat hidup di berbagai kolom di setiap perairan. Sebagaian besar kepiting yang kita kenal banyak hidup di perairan payau terutama di dalam ekosistem mangrove. Beberapa jenis yang hidup dalam ekosistem ini adalah Hermit Crab, Uca Sp, Mud Lobster dan kepiting bakau. Sebagian besar kepiting merupakan fauna yang aktif mencari makan di malam.

TINGKAH LAKU KEPITING BIOLA
Konsentrasi maksimum kepiting terjadi pada malam hari pada saat air pasang. Kebanyakan kepiting memanjat akar mangrove dan pohon untuk mencari makan. Pada saat siang hari, waktu pasang terendah kebanyakan kepiting tinggal di dalam lubang untuk berlindung dari serangan burung dan predator lainnya. Beberapa spesies seperti Sesarma erythrodactyla dan Paragrapsus laevis pada saat air surut, turun ke bawah untuk berasosiasi dengan telur-telur ikan.

MANFAAT KEPITING BIOLA
Jenis kepiting Ucamemegang peranan ekologi yang penting dalam habitatnya, seeara umum merupakandeposit feeder (pemakan detritus organik di lumpur). Sebagian besar spesies keluar dari lubangnya untuk mencari makan hanya di saat air surut dan ketika air pasang kepiting akan masuk ke dalam lubang yang kemudian ditutupi oleh lumpur (Sari, 2004). Kepiting inimembuat lubang hingga ke sedimen bagian tengah dan memberikan masukkan oksigen hingga ke dalam lapisan sedimen. Kepiting Ucajuga membuat suatu siklus dari anorganik nutrien. Kehadiran dan aktivitas kepiting inisemakin memberikan efek yang nyata bila berada dalam populasi yang besar karena fungsinya di ekosistem mangrove sebagai salah satu satwa pembuat liang untuk membuat sirkulasi udara yang memungkinkan terjadinya perombakan dalam sedimen. Perombakan ini mencegah akumulasi mineral di bagian bawah sedimen, sehingga kandungan unsur hara tetap stabil dan kesuburan sedimen untuk pertumbuhan vegetasi tetap terjaga (Sari, 2004; Murniati 2012). Dalam (Pratiwi, 2014).

PENULIS
Dhana Ferdian
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Gambar Kepiting Biola (Uca Sp). 2020. Wikipedia.Org
Irwati.2012.Pertumbuhan kepiting di kawasan mangrove.Undip:FPIK
Pratiwi, R. 2014. Karakterlstik Morfologi Kepiting Mangrove Uca Spp (Crustacea: Decapoda: Ocypodidae). Oseana, Volume Xxxix, Nomor 2, Rabun 2014: 23 – 32
Rohmimotarto.2005.Biologi Laut Tropis.Jakarta:Djambatan
Wijarni.1984.Avertebrata Air.Malang:Universitas Brawijaya

No comments:

Post a Comment