Friday, January 3, 2020

Siput Gonggong; Klasifikasi, Habitat, Reproduksi Dll



Siput gonggong saat masih muda memiliki laju perumbuhan yang signifikan dan cepat sedangkan ketika mencapai tua laju pertumbuhannya tidakterlalu cepat bahkan cendrung statis. bahwa di wilayah perairan sub tropis laju pertumbuhan hewan perairan cenderung melambat pada saat suhu air rendah, dengan demikian pada umur tersebut ukuran pertambahan panjang akan semakin kecil atau dengan kata lain semakin tua umur kerang tersebut maka semakin lambat pertumbuhannya atau sudah tidak dapat lagi tumbuh karena sudah mencapai panjang maksimal (Andiarto,1989).

KLASIFIKASI SIPUT GONGGONG
Kingdom : Animalia

Filum : Moluska

Kelas : Gastropoda

Ordo : Neotaenioglossa

Famili : Strombidae

Genus : Strombus


HABITAT SIPUT GONGGONG
Habitat siput gonggong umumnya adalah substrat lumpur berpasir yang banyak ditumbuhi tumbuhan bentik seperti lamun dan makro alga, mulai dari batas surut terendah hingga kedalaman ± 6 meter (Abbott, 1960). Pemilihan habitat ini mengikuti ketersediaan makananberupa detritus dan makro algaserta kondisi lingkungan yang terlindung dari gerakan massa air (Siddik,2011).


TINGKAH LAKU SIPUT GONGGONG
Siput gonggong lebih bersifat epifauna atau hidup di atas permukaan substrat, walaupun hewan ini juga memiliki kebiasaan membenamkan diri pada waktu-waktu tertentu. Pemilihan ini dikarenakan kegiatan mencari makan dan reproduksi dilakukan di permukaan substrat. Jenis siput laut ini memiliki tingkah laku dalam beberapa fase sebagai berikutfase membenamkan diri ke dalam substrat, fase aktif mencari makan di permukaan substrat, dan fase reproduksi. Siput gonggong akan membenamkan diri ke dalam substrat pada saat pergerakan masa air (Budiman,2006).


REPRODUKSI SIPUT GONGGONG
Banyak gastropoda alat kelaminnya terpisah,  sehingga tiap individu adalah dioseus dengan satu gonad yang terletak dekat apex. Secara umum Gastropoda memiliki alat kelamin yang terpisah, begitu pula halnya dengan siput gonggong. Ketika terjadi perkawinan, pembuahan terjadi di dalam, kemudian telur dibungkus semacam agar dan dikeluarkan dalam bentuk rangkaian kalung, pita atau berkelompok (Effendi,1997).


PERAN SIPUT GONGGONG DI PERAIRAN
Adanya pengaruh dan hubungan yang sangat kuat antara kandungan logam berat di dalam perairan dengan kandungan logam berat dalam siput disebabkan konsentrasi logam berat pada sedimen dapatberdampak terhadap siput karena organisme ini hidupdan mencari makanan pada substrat dasar.Sebagaihewan siput S. Canariumhidup dan membenamkandiri atau aktif di permukaan dasar perairan. Disampingitu siput memanfaatkan organisme renik yangmenempel pada permukaan substrat di dasar perairanbaik fauna maupun flora sebagai bahan makanandengan cara mengerik (grazing),sehingga jika bahanmakanan tersebut terkontaminasi oleh logam berat,maka bisa dipastikan siput akan mengandung logamberat terutama berasal dari makan tersebut. Siput fase juvenilberusaha mempertahankan hidupnya dari berbagaisituasi yang tidak menguntungkan seperti adanya predator dengan menutupi dirinya dengan sedimen danmencari makan di dalam sedimen, sehinggakontaminasi dengan bahan-bahan pencemar yang terdapat dalam sedimen sangat besar (Suhardi,2012).


PENULIS

Daniel Niko

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR

Gery Purnomo Aji Sutrisno


FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015


DAFTAR PUSTAKA

Amini, S dan Pralampita, W.A., 1987, Pendugaan Pertumbuhan dan Beberapa Parameter Biologi Gonggong (Strombus canarium) di Perairan Pulau Bintan-Riau,Jurnal Pen, Perikanan Laut,41, 6.

Andiarto, H., 1989, Studi Ekologi, Morfologi Tedong Gonggong (Strombus canarium Linne, 1758) dan Asosiasinya dengan Fauna Moluska di Perairan Pulau Bintan, Riau Fakultas Perikanan-IPB, Bogor, 139.

Budiman, 2006, Analisis Sebaran Ikan Demersal Sebagai Basis Pengelolaan Sumberdaya Pesisir di Kabupaten Kendal, Tesis, Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai, Univesitas Diponegoro, Semarang, 114. BPP-PSPL UNRI, 2010, Studi Distribusi dan Eksploitasi Siput Gonggong di Lokasi CORMAP II Kabupaten Lingga, Laporan Akhir, Universitas Riau,Pekanbaru, 67.

Dina, R., 2008, Rencana Pengelolaan Sumberdaya Ikan Bada (Rasbora Argyrotaenia) Berdasarkan Analisis Frekuensi Panjang di Danau Maninjau, Sumatera Barat, Skripsi, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 92.

Dody, S.,2012, Pemijahan dan Perkembangan Larva Siput Gonggong (Strombus turturella), Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(1), 7.

Effendie, M. I.,1997,Biologi Perikanan,Yayasan Pustaka Nusantara,Yogyakarta,163.

Nasution, S., dan Siska, M., 2011,Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Sedimen dan Siput Strombus canarium di Perairan Pantai Pulau Bintan, Jurnal Ilmu LingkunganUNRI, Pekanbaru, 5(2), 11

Siddik, J., 2011, Sebaran Spasial dan Potensi Reproduksi Populasi Siput Gonggong (Strombus turturela) Di Teluk KlabatBangka-Belitung, Tesis, IPB, Bogor, 79.

Suhardi, B., 2012, Analisis Kandungan Logam Berat Cd dan Pb pada Siput Gonggong (Strombus canarium) di Perairan Laut Madung Kota Tanjungpinang, Skripsi, Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, UMRAH. Tanjungpinang. 90.

No comments:

Post a Comment