Sunday, January 12, 2020

Lintah Atau Pacet; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Lintah atau Pacet (Hirudo medicinalis) adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau dan laut.Tempat-tempat berkemah yang dekat sungai dan airterjun, jalur pendakian yang lembab seringkali terdapat pacet. Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai dan menghisapdarahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan atau enzim dapat menyebabkan pendarahan,efek ini merupakan akibat dari enzim yang diekskresikan oleh lintah. Enzim yang dihasilkan oleh lintahadalah Hyaluronidase yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah sehinggamempermudah penghisapan.Tubuh dan pacet terdiri dari beberapa bagian -bagian seperti cincin dengan panjang tubuh 2hingga 20cm dan dapat mengerut maupun mengembangkan tubuhnya, dengan tubuh berwarna hitam,merah atau coklat, kadang bergaris atau berbintik. Pacet memiliki bagian tubuh yang peka cahaya,sentuhan, suhu dan cuaca.Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea.Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya,Oligochaeta, mereka memiliki klitelum. Seperti cacing tanah, lintah juga hermaprodit (berkelamin ganda).Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah(plebotomi) secara medis.

KLASIFIKASI LINTAH ATAU PACET
Kingdom
: Animalia
Filum
: Annelida
Kelas
: Clitellata
Sub kelas
: Hirudinea
Infra kelas
: Euhirudinea
Ordo
: Rhynchobdellida
Famili
: Piscicolidae
Genus
: Hirude
Spesies
: Hirudo medicinalis

MORFOLOGI LINTAH ATAU PACET
Tubuhnya bulat dan memanjang, Kepala tidak begitu jelas, mulut di bagian ujung anterior dikelilingi oleh sucker anterior sementara anus dikelilingi oleh sucker poterior. Prostomium dapat digerakan keluar masuk bagian mulut. Jumlah ruas dapat mencapai 30 buah atau lebih. Di atas epidermis ditutupi kutikula. Di bawah epidermis terdapat serabut-serabut otot: circular dan longitudinal yang tebal. Rongga tubuh di bagian dalam dibatasi oleh peritoneum. Alat pencernaan komplit terdiri atas mulut, faring, esophagus, crop yang sangat besar, lambung, rectum, dan anus. Alat ekskresi berupa nephridium Memiliki sistem haemocoelom yang dihubungkan dengan saluran dorsal, ventral, dan lateral. Merupakan hewan berumah satu, tidak dapat melakukan pembuahan sendiri.

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan penghisap anterior, mulut, faring, tembolok, usus, usus buntu,anus, penghisap, posterior.

Annelida menampilkan bentuk tubuh simetri bilateral dan seperti cacing dalam morfologi keseluruhan. Annelida memiliki rancangan tubuh tersegmentasi atau beruas-ruas dimana fitur morfologi internal dan eksternal yang berulang di setiap segmen tubuh. Metamerism memungkinkan hewan untuk menjadi lebih besar dengan menambahkan “kompartemen,” sambil membuat gerakan mereka lebih efisien. Metamerism ini diduga berasal dari sel teloblast identik dalam tahap embrio, yang berkembang menjadi struktur mesodermal identik. Tubuh secara keseluruhan dapat dibagi menjadi kepala, badan, dan pygidium (atau ekor). Clitellum adalah struktur reproduksi yang menghasilkan lendir yang membantu dalam transfer sperma dan menimbulkan kepompong di mana pembuahan terjadi, melainkan muncul sebagai band menyatu di sepertiga anterior hewan.

CIRI-CIRI LINTAH ATAU PACET
Pacet memiliki alat penghisap berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya, di tengah-tengah alat penghisap bagian depan terdapat mulut dan juga memiliki gigi. Kebanyakan pacet hidup sebagai parasitdengan cara menghisap darah atau jaringan tubuh binatang lainnya untuk memperoleh makanannya. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

Pacet menyerang korbannya dengan menggunakan alat penghisap bagian depan, melukai danmenghisap darahnya. Pacet penghisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinyapenggumpalan (Anti Koagulasi) dan pengeringan darah sehingga mempermudah penghisapan.

Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapamerupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.

HABITAT LINTAH ATAU PACET
Habitat utama spesies Hirudo adalah rawa-rawa air tawar yang berlumpur dan banyak alur selokan yang dipenuhi tumbuhan gulma. Lintah hidup dengan menempelkan dirinya ke tubuh hewan-hewan vertebrata melalui pengisap di kedua ujung mulutnya, menusuk kulit hewan,  menyuntikkan anti-koagulan (Hirudin) dan anestetik sebelum mengisap darahnya. Lintah ukuran dewasa dapat mengkonsumsi darah hingga 15 gram dalam satu kali makan.

REPRODUKSI LINTAH ATAU PACET
Sistem reproduksi terjadi secara seksual. Sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi terjadi secara internal. Hasil fertilisasi dapat mencapai lebihh dari seratus ribu telur per hari. Telur dapat membentuk kista. Kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak menguntungkan.

FISIOLOGI LINTAH ATAU PACET
Respirasi permukaan tubuh: obligat aerob.  Ekskresi: nephridium Makanan berupa cairan tubuh organisme lain. Memiliki crop yang sangat besar untuk menimpan makanan yang diserapnya. Intestin memiliki tiflosol. Sistem saraf: Proses Stimulus – Respon tidak berbeda dengan polichaeta. Memiliki organ reseptor seperti halnya oligochaeta. Tidak memiliki pembuluh darah yang sebenarnya sehingga fungsinya diambil alih oleh sistem haemocoelom. Sistem ini meliputi cairan haemocoelom yang mengalir melalui saluran haemocoelom yang bercabang-cabang sampai ke bagian pembuluh kapiler. Saluran ini mencakup: saluran dorsal, ventral, dan lateral Reproduksi: Generatif: mirip dengan oligochaeta.

Sejumlah annelida seperti poliseta (misalnya :Neris) oligoseta, (misalnya: Lumbricus) dan Hirudinae (misalnya: lintah) sudah memperhatikan adanya derajat sefalisasi yang memadai. Otak hewan tersebut memiliki sejumlah besar sel saraf yang berfungsi sebagai sel sekretori. Hewan ini juga telah memiliki sistem sirkulasi yang berkembang sangat baik sehingga kebutuhan untuk meyelenggarakan sistem kendali endokrin dapat terpenuhi. Sistem endokrin annelida berkaitan erat dengan aktivitas pertumbuhan, perkembangan, regenerasi, dan reproduksi.

Contoh yang baik untuk hal tersebut ialah perubahan bentuk cacing poliseta dewasa, yang dikenal dengan istilah epitoki. Epitoki ialah perubahan sejumlah ruas tubuh menjadi struktur reproduktif. Dalam proses tersebut, beberapa ruas tubuh annelida yang mengalami perubahan bentuk akan terlepas dari tubuh utamanaya, dan berkembang menjadi organisme yang hidup bebas.

Epitoki dikendalikan oleh sistem neuroendoktrin. Hormon yang dilepaskan bersifat menghambat epitoki sehingga epitoki hanya akan berlangsung pada saat hormon tersebut rendah. Cara kerja hormon ini tidak diketahui secara jelas, tetapi diduga sekresinya diatur oleh faktor lingkungan.

PERAN LINTAH ATAU PACET DI ALAM
Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan Hirudo (lintah).

Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga, hewan seperti babi rusa, sapi, kerbau, dsb, bahkan manusia. Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin. Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml – kuota yang cukup untuk hidupnya selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya, zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin. Darah dihisap oleh faring otot & menampung dalam tembolok.  Enzim saliva (hirudin) mencegah koagulasi darah. Dalam 1 x makan, lintah mengisap darah 10x berat tubuhnya. Zat hirudin yang dihasilkan lintah dapat domanfaatkan sebagai zat antikoagulan.

TINGKAH LAKU LINTAH ATAU PACET
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit. Hewan ini tidak memiliki arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing. Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya adalah vertebrata dan ptermasuk manusia (Budiarti, 1992). Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah). Saat merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan.Setelah ada lubang, lintah akan mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah dapat mengisap darah sebanyak mungkin (Bawa, 1993).

MANFAAT LINTAH ATAU PACET
Lintah atau pacet memiliki sifat unik yang dimilikinya seperti antikoagulan (anti pembekuan darah) berpotensi berguna sebagai obat untuk pengobatan penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. Lintah dapat “diperah” untuk sekresinya tanpa dirugikan, dan penelitian terus ke dalam kemungkinan rekayasa sintetis air liur lintah, hingga saat ini lintah masihdigunakan untuk menghisap darah! Dokter sekarang beralih ke lintah untuk membantu mengembalikan sirkulasi darahke jari jaringan yang disambungkan atau dicangkok di jari kaki.

Hirudotherapy adalah perawatan menggunakan lintah medis. Jenis terapi ini dikenal dari zaman kunoekstrim dan masih hidup saat ini. Fakta ini menunjukan keefektifan dalam penyembuhan berbagai macam penyakit . Saat ini Metode hirudotherapy disetujui oleh banyak negara.

Lintah diakui sebagai pembantu manusia, dalam air liurnya mengandung 15 unsur zat aktif  diantaranya adalah putih telur “hirudin” yang bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, dan“penisilin” sebagai antibiotic alami. Lintah digunakan sebagai obat untuk menormalkan gula darah,menetralisir asam urat, mengempiskan bengkak, meringankan rasa sakit dan pendarahan.

Terapi lintah dapat menstabilkan kadar hormon serotonin / melancarkan peredaran darah danoksigen pada jaringan saraf halus di kepala. Termasuk menormalkan penyempitan atau pelebaranpembuluh darah di otak. Terbukti !!! Sudah banyak orang sembuh setelah memanfaatkan sedot lintah (Hirudo medicinalis). Sehingga terapi ini menjadi „trend‟ serta naik daun.

Kemampuan lintah ini menarik perhatian Essenmitte Clinic Of German sejak sepuluh tahun yang laludan mereka adalah yang pertama pengimpor lintah di Jerman.

Lintah mempunyai “zat anestesi” yaitu anti sakit yang membuat saraf kita tidak merasakan efek gigitannya.Sebenarnya hal ini telah tersirat dalam ajaran islam yangsecara tersirat membahas manfaat dari lintah, seperti dalam hadist ini :

Dalam kitab Durratun Nasihin oleh Syeikh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakir Alkhaubawiyiyi dijelaskan bahwa menjelang sembuhnya penyakit yang menimpa Nabi Ayyub AS, dua belatung jatuh ke tanah. Satu belatung terbang menjadi lebah yang memberikan manfaat untuk sengatan dan madunya. Sedangkan belatung yang lain berubah menjadi lintah yang memberikan pengobatan dengan air liurnya.

Hasil studi yang dilakukan para peneliti di Jerman menunjukkan bahwa lintah diakui bisamengobati rasa sakit dan juga radang. Bahkan pasien yang menderita Osteatritis pun bisa menggunakanlintah untuk mengobatinya. Penelitian yang dipimpin Dr Gustav Dobos di klinik Essen-Mitte, Jerman melakukan percobaan terhadap 10 pasien dengan rata-rata usia 68 tahun. Kebanyakan pasiennyamenderita sakit lutut selama enam tahun terus menerus.

Para dokter meletakkan empat ekor lintah di daerah lutut yang sakit dan dibiarkan selama 1 jam 20menit. Rasa sakit diukur tiga hari sebelum perawatan dilakukan dan 28 hari setelah selesainya perawatan.Pengaruh dari perawatan ini bisa diketahui setelah 24 jam kemudian, tetapi bisa dipastikan hasilnya setelah empat minggu. Dalam laporannya, para pasien mengaku rasa sakit mereka berkurang akibat dari gigitan lintah tersebut. Dan hebatnya, tidak ada efek samping yang ditimbulkannya, misalnya infeksi atau apapun.

Dalam proses terapi lintah, ketika lintah menghisap darah, mereka memasukan air liur yang mengadungberagam zat kimia alami. Apa yang terjadi pada darah Anda, ketika lintah menghisap selama 1-2 jam?Telah terjadi campuran yang kompleks, antara darah anda dengan zat-zat berikut:
1. Hirudin : masuk kedalam coagulant (darah kental) melalui pengikatan thrombin ( faktor dalam thrombin yang berupa enzyme ). Umumnya digunakan untuk membuat darah tetap mengalir, atauuntuk mengembalikan aliran darah yang . buntu atau saluran darah yang tersumbat. Darah kental biasakeluar dari lubang gigitan, bersama darah cair. jadi disini hirudin berfungsi menghancurkan thrombinuntuk menolak pemicuan pembentukan benang fibrin yang akan saling merajut menutup bekas lukapada kulit.
2. Anti infeksi : ( pinicilin ) untuk menjaga terjadinya enfeksi.
3. Calin : berada didarah kental yang memblokir “factor von wilebrand”, dan berfungsi sebagai zat perantara (mediator) dalam proses agregrasi struktur darah yang disebut platelet.
4. Destabilase : aktifitas monomerizing. Melumatkan fibrin( produk akhir dari proses pengentalan darah ).
5. Hirustasin : berada di enzim kalikrein; enzim trypsin yang berfungsi sebagai pelembutan proteinmenjadi peptone, untaian peptine, peptidase, dst. Peptidase merupakan enzim didalam pencernaan danu sus.
6. Bdellins : zat yang mengurangi radang kulit merah, bengkak, sedikit dan gatal yang dialami sekitar 3-4hari. Karena selain lintah menyedot darah kotor dari luka bengkak, lintah juga dapat berperan sebagaiobat analgesik.
7. Hyaluronidase : Zat yang berasal dari ludah lintah yang termasuk dalam jenis obat bius, pencegahpembekuan darah (hirudin), vasodilator lokal (histamine) dan satu enzim (hyaluronidase).8. AnestheticSubstance : penghilang rasa sakit setempat. Dapat digunakan sebagai obat bius lokal.
8. Triptase Inhibitor : berada di enzim proteolytic dari mast cells dari suatu jaringan cyptoplasmic granule(mengandung heparin, hisatmine dan serotonin) yang dilepas saat mengalami pembengkakan danalergi.
9. Egllins : zat anti pembengkakan.
10. Faktor xainhibitor : zat aktif darah anti kental (anti-koagulan)
11. Complement Inhibitors : zat pengganti zat lain, jika ada kekurangan.
12. Carboxypeptydase alnhibitors : meningkatkan aliran darah disekitar lokasi gigitan.
13. Histaminlike subtance : berfungsi sebagai fosoldilator mengembangkan pembuluh darah sehinggahingga aliran darah lebih lancar.

Di negara maju AS dan Inggris, jerma zat Hirudin diakui lebih aman dibanding dengan obat pencair darahbuatan ( kimia ), karena efek sampingnya sangat minim.Untuk melepas pacet atau lintah yang menempel gunakan air tembakau , abu rokok, atau air garam.

PENULIS
Rizka Nadiyah
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Aryulina, Diah, Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, dan Endang Widi Winarni. 2004. Biologi SMA dan MA untuk Kelas X. Jakarta: Esis.
Bawa, Wayan. 1998. Ilmu Tingkah Laku Hewan (Etologi). Singaraja : IKIP Negeri Singaraja.
Budiarti, Asiani. 1992. Cacing Tanah. Jakarta : Penebar Swadaya.
GoogleImage.2015.Hirudomedicinalis.Online(https://www.google.com/searchq=hirudo+medicinalis&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=0CCgQsARqFQoTCKCY39bw-sgCFUmQlAodKxALYQ#imgrc=TEQeAJD0AcnCeM%3A)
Herwanto, H. 2011.Makalah Zoologi Invertebrata Manfaat Hirudo Medicinalis (Terapi Lintah) dan Zat Yang Dikandungnya Bagi Dunia Kesehatan.Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Hal 1-6.
Http://file.upi.edu/direktori/fpmipa/jur._pend._biologi/194808181974121-nono_sutarno/hand_out_zooin_2.pdf
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius
LintahIndonesia. 2015. Lintah untuk Pengobatan. Online (https://lintahindonesia.wordpress.com/tag/habitat-lintah/)
Marinespecies. 2015. Hirudo medicinalis. Online (http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=72463)
Sridianti. 2015. Anatomi dan Morfologi Annelida. Online (http://www.sridianti.com/anatomi-dan-morfologi-annelida.html)

No comments:

Post a Comment