Thursday, January 16, 2020

Ikan Lemuru; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan lemuru (Sardinella lemuru) yang termasuk kelompok ikan pelagis kecil merupakan sumberdaya hayati laut yang ekonomis penting (Tampubolon et al., 2002). Ikan lemuru merupakan ikan musiman artinya pada musim-musim tertentu ikan lemuru muncul dalam jumlah besar di daerah perairan tertentu dan kembali menghilang meninggalkan daerah itu ke lain tempat yang belum diketahui. Daerah penangkapan ikan lemuru yang sudah diketahui ialah perairan Selat Bali yang berbatasan dengan Samudera Hindia (Sumandiarsa, 2011). Ikan lemuru yang berada di Indonesia terdiri dari 6 spesies, yaitu Sardinella lemuru, Sardinella atricauda, Sardinella longiceps, Sardinella sirm, Sardinella clupeoides, dan Sardinella leiogaster.

Lemuru merupakan ikan-ikan yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dengan sardinella. Badannya langsing dengan warna biru kehijau-hijauan pada bagian punggung dan keperak-perakan pada bagian bawahnya. Makanan utamanya adalah plankton. Untuk itu, ikan ini dilengkapi dengan tapis insang (gill rakers) untuk menapis atau menyaring plankton makanannya. Lemuru diketahui memangsa plankton (fitoplankton dan zooplankton), terutama kopepoda. Ikan ini terkenal rakus makan plankton. Uniknya, pertumbuhan panjang badannya tidak secepat pertambahan bobot badan. Dalam ilmu perikanan, pola pertumbuhan ini disebut positive allometric. Bobot badannya sudah naik banyak, tapi panjang badannya hanya bertambah sedikit.

KLASIFIKASI IKAN LEMURU

Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Sub Phylum
: Vertebrata
Class
: Pisces
Sub Class
: Teleostei
Ordo
: Clupeiformes
Family
: Clupeidae
Genus
: Sardinella
Species
: Sardinella spp

MORFOLOGI IKAN LEMURU
Secara morfologi Dwiponggo (1982) menjelaskan tanda-tanda umum ikan lemuru adalah: (1) Bentuk badan bulat memanjang, bagian perut agak menipis dengan sisik-sisik duri yang menonjol dan tajam, (2) Warna badan bagian atas biru kehijauan, sedangkan bagian bawah putih keperakan, (3) Terdapat noda samar-samar di bawah pangkal sirip punggung bagian depan, sirip lainnya tembus cahaya, (4) Moncong agak kehitam-hitaman, (5) Panjang ikan dapat mencapai 23 cm, namun umunya 17-18 cm

Ikan lemuru juga sisik lebih halus (dibanding famili Clupeidae lainnya), tutup insang bagian bawah membentuk sudut, keping insang antara berbentuk setengah lingkaran. Di belakang tutup insang ada noda kuning kehijauan diikuti dengan garis berwarna kekuningan pada gurat sisi (lateral line). Pungung berwarna gelap, sedangkan perut berwarna keperakan.

REPRODUKSI IKAN LEMURU
Menurut Tampubolon et al., (2002) musim pemijahan ikan lemuru biasanya bersamaan dengan tingginya produktivitas perairan karena air naik (upwelling) yang terjadi pada musim Timur dan diperkirakan tempat pemijahannya dekat pantai atau perairan yang agak dalam. Musim Barat Daya adalah faktor terpenting yang mempengaruhi ikan lemuru dewasa untuk berpijah di perairan pantai. Ikan dewasa dan kecil berupaya ke arah pantai mencari makanan yang terdapat dalam jumlah besar pada musim Barat Daya. Ikan lemuru tergolong ikan yang mempunyai fekunditas  besar. Ikan lemuru diduga memijah satu kali dalam setiap masa pemijahan dan melepaskan telurnya sekaligus dalam waktu yang relatif singkat (total spawner). Ikan lemuru termasuk mengeluarkan telur dalam jumlah yang besar, sehingga untuk potensi reproduksi atau kelanjutan spesiesnya baik, dan umumnya ikan yang fekunditasnya besar memijah di daerah dekat permukaan tanpa perlindungan terhadap keturunannya.

Lemuru mampu bertelur hingga sampai 200.000 butir telur, di dekat permukaan air. Setelah menetas, larva hidup di antara plankton sampai mereka mengembangkan kandung kemih dan berubah menjadi dewasa. ikan-ikan dewasa biasanya hidup dalam kawanan besar.

CIRI-CIRI IKAN LEMURU
Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan ikan pelagis kecil yang berlemak. Tanda-tanda umum yang bisa dilihat pada lemuru tersebut adalah memiliki tubuh memanjang dengan warna kuning keemasan pada garis badannya. Badannya langsing dengan warna biru kehijau-hijauan pada bagian punggung dan keperak-perakan pada bagian bawahnya. Memiliki panjang kepala yang lebih pendek (26- 29%) dari panjang baku. Makanan utamanya adalah plakton. Untuk itu, ikan ini dilengkapi dengan tapis insang (gill raker) untuk menapis atau menyaring plankton makanannya. Memiliki jari-jari lunak sirip punggung D 13-21 dan jari-jari lunak sirip anal A 12-23. Sardinella lemuru ini mempunyai jari-jari sirip perut yang berbeda dengan species Clupeidae lainnya dari Samudra Hindia bagian Timur dan Samudra Pasifik bagian barat. Sirip ekor bercagak, sirip-siripnya tembus cahaya dan moncongnya agak kehitaman (Dwiponggo, 1982).

HABITAT IKAN LEMURU
Ikan Lemuru termasuk jenis ikan pelagis yang membentuk gerombolan sangat besar. Penyebarannya terutama di wilayah perairan pantai. Selat Bali adalah salah satu habitat ikan Lemuru yang dianggap paling besar di wilayah Samudera Indonesia, dengan tipologi pantai yang sering membentuk up-welling. Makanan utamanya adalah Fitoplankton dan Zooplankton, terutama Copepods.

Lemuru sering ditemukan berenang dalam kelompok besar, dekat permukaan laut tidak jauh dari pantai (pesisir). Lemuru (Sardinella lemuru) menghuni perairan tropis yang ada di daerah Indo-Pacific. Menurut Whitehead ( 1985), ikan ini merupakan habitat yang menghuni suatu daerah dengan area yang luas yaitu di sebelah timur samudra india, yaitu. Pukhet, Thailand, pantai selatan di jawa timur dan Bali, Australia barat, dan samudera pasifik ( dari Pulau Jawa sebelah utara sampai Filipina, Hong Kong, Taiwan bagian selatan dan Pulau Jepang). Di sebelah tenggara pulau Jawa dan Bali, konsentrasi ikan Lemuru sebagian besar berada di Selat Bali. Dalam versi Inggris, ikan ini disebut Bali sardinella.

Selama siang hari gerombolan ikan padat ditemukan dekat dengan dasar perairan, sedang pada malam mereka bergerak ke lapisan dekat permukaan membentuk gerombolan yang menyebar. Sekali -kali kadang gerombolan lemuru ditemukan di atas permukaan selama siang hari ketika cuaca berawan dan gerimis. Bagaimanapun, secara normal sulit untuk menangkap ikan tersebut dengan cepat. Penangkapan secara normal dapat dilakukan selama malam hari ketika ikan pindah/ bergerak dekat dengan permukaan air.

Pada daerah Selatan Jawa Ikan lemuru dapat ditemukan di hampir perairan pesisir dan laut. Ikan jenis Sardinella ini dapat ditemukan di pantai Selatan Jawa Timur dan Bali khususnya pada spesies S. lemuru. Lemuru biasanya ditemukan bergerombol dengan makanan utamanya adalah plankton. Untuk itu ikan ini dilengkapi dengan tapis insang (gill rakers) untuk menyaring plankton makannya.

MANFAAT IKAN LEMURU
Hasil tangkapan ikan lemuru (Sardinella lemuru) biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar atau dimanfaatkan sebagai bahan baku olahan dalam bentuk pengalengan, pengeringan, pemindangan dan tepung ikan. Hasil olahan dari ikan lemuru yang potensial untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah minyak ikan lemuru (Ginanjar, 2006).

Pemanfaatan ikan lemuru sebagai bahan olahan hasil perikanan biasanya tidak banyak berkembang dari tahun ketahun. Pada umumnya ikan lemuru diolah menjadi:
·        Ikan asin/penggaraman
·        Ikan pindang
·        Ikan kaleng
·        Minyak ikan
·        Tepung ikan
·        Silase ikan
Selain pemanfaatan sebagai makanan, ikan lemuru juga diolah menjadi pakan ternak seperti contohnya adalah tepung ikan dan pelet ikan. Dalam pengolahan ini, bahan baku yang digunakan adalah sisa hasil olahan seperti kepala, insang dan isi perut yang merupakan limbah pengolahan. Berdasarkan penelitian, pengolahan yang paling populer yang dilakukan dalam memanfaatkan ikan lemuru adalah pengalengan karena prospek pemasarannya sangat besar hingga pasar ekspor.

Potensi dan mekanisme aksi minyak ikan lemuru (Sardinella lemuru) dalam mencegah terjadinya kelahiran prematur adalah dengan menurunkan dan menghambat produksi prostaglandin yang terbentuk secara dini pada masa kehamilan. Sehingga pemberian suplemen minyak ikan lemuru (Sardinella lemuru) pada masa kehamilan akan dapat menurunkan risiko kelahiran prematur akibat infeksi intrauterin.

TINGKAH LAKU IKAN LEMURU
Menurut Kantun (2010) ikan lemuru mempunyai sifat bergerombol (schooling fish) akan selalu mendatangi daerah yang aman untuk melakukan pemijahan, dan merupakan daerah yang subur akan makanan pada musim tertentu. Kebiasaan seperti ini akan dimanfaatkan oleh nelayan untuk menangkap ikan tersebut. Melimpahnya ikan lemuru tersebut menyebabkan industri pengalengan kesulitan dalam mengolahnya. Kesulitan pengolahan bukan terletak pada jumlah ikan yang tertangkap tetapi pada bagaimana mengolah lemaknya. Siklus hidup yang terjadi pada ikan lemuru ada fase dimana ikan akan berada di tengah laut untuk keperluan pembesaran (offshore marine phase) dan fase dimana ikan akan menjalani siklusnya menuju ke daerah pantai atau selat yang dianggap lebih aman untuk memijah dalam rangka memenuhi siklus hidupnya (inshore phase).

Ikan lemuru umumnya, remaja sering ditemukan di laguna dan muara, dan ikan dewasa yang lebih umum di laut Lepas. Spesies dibedakan oleh rentang mereka dan dengan fitur tubuh tertentu, tetapi sering bingung antara species satu sama lain. Ikan dari genus ini memiliki 7 sampai 14 tanda bergaris sepanjang skala dari atas kepala. Tulang supramaxilla berbentuk dayung merupakan ciri khas. Lemuru berevolusi dari ikan genus kecil Harengula. Kedua genera hampir tidak bisa dibedakan, tetapi memiliki sedikit perbedaan dalam morfologi. 

PERAN IKAN LEMURU DI PERAIRAN
Keberadaan ikan lemuru sebagai ikan pelagis kecil dan pemakan plankton, dalam ekosistem tropis akan mempengaruhi rantai makanan (tingkatan trofik) dalam ekosistem tersebut. Ikan lemuru merupakan sumber pakan bagi ikan predator (konsumen primer), sehingga apabila ikan menurun, maka diduga akan menyebabkan populasi ikan predator cenderung menurun. Oleh karenanya diperlukan upaya untuk memelihara kelestarian sumberdaya ikan lemuru agar potensinya dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan dan menghindari pemanfaatan secara berlebihan melalui suatu pengelolaan yang didukung oleh informasi biologi reproduksi ikan tersebut (Tampubolon et al., 2002).

PENULIS
Nurul Masfufah
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico Bandung          
Dwiponggo, A. 1982. Beberapa Aspek Biologi Ikan Lemuru Sardinella spp. Prosiding Seminar Perikanan Lemuru Banyuwangi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.
Ginanjar, Mufti. 2006. Kajian Reproduksi Ikan Lemuru (Sardinella lemuru Blk.) Berdasarkan Perkembangan Gonad Dan Ukuran Ikan Dalam Penentuan Musim Pemijahan di Perairan Pantai Timur Pulau Siberut. IPB: Bogor
Kantun, Wayan. 2010. Mengapa Produksi Tangkapan Ikan Sardine di Perairan Selat Bali Kadang Melebihi Kapasitas Pabrik yang Tersedia Kadang Kurang. STITEK Balik Diwa
Pertiwi, Wiwi. 2011. Komposisi Jenis dan Ukuran Ikan yang Tertangkap dengan Sero dan Pukat Pantai di Perairan Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. FPIK Universitas Hasanuddin: Makassar.
Saanin, H. 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Penerbit Bina Cipta: Bogor
Sumandiarsa, I. K. 2011. Pengolahan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru). Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan
Tampubolon, Riama V., S.Sukimin dan M.F.Rahardjo. 2002. Aspek Biologi Reproduksi dan Pertumbuhan Ikan Lemuru (Sardinella longiceps C.V) di Perairan Teluk Sibolga. Jurnal Ikhtiologi Indonesia Vol.2 No.1 Tahun 2002.
Wiadnya, DGR dan D. Setyohadi. 2012. SubSistem Alamiah: Sumberdaya Ikan. FPIK Universitas Brawijaya: Malang.

No comments:

Post a Comment