Tuesday, January 14, 2020

Ikan Barakuda, Alu-Alu Atau Barracuda; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Barakuda, Alu-Alu atau Barracuda (Sphyraena jello) termasuk dalam kelas Actinopterygii dan berukuran besar. Panjang tubuhnya bisa mencapai enam kaki dengan lebar satu kaki. Permukaan tubuhnya ditutupi oleh sisik halus. Beberapa spesies bisa mencapai panjang hingga 1,8m dengan lebar 30 cm. ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropics di seluruh dunia (Anggoro, 2012).

KLASIFIKASI IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA

Klasifikasi Domain
: Eukaryota
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Sub-filum
: Vertebrata
Kelas
: Actinopterygii
Ordo
: Perciformes
Subordo
: Sphyraenoidei
Famili
: Sphyraenidae
Genus
: Sphyraena
Scientific name
: Sphyraena jello
Nama Inggris
: Banded Barracuda
Nama Lokal
: Ikan Barakuda, Alu-Alu atau Barracuda

MORFOLOGI IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Barracuda memiliki bentuk badan yang memanjang seperti cerutu, mulut lebar dengan gigi taring (canine) yang kuat, rahang bawah lebih menonjol ke dapan (superior). Sirip ekor berbentuk emarginate dan, kedua ujung sirip ekor berwarna pucat. Pada tubuh bagian bawah terdapat noda-noda (blotch) berwarna hitam. Kepala diantara kedua mata datar atau sedikit cekung. Famili Sphyraenida hanya mempunyai satu genus dan 25 spesies. Jenis yang tertangkap di Indonesia diduga terdiri dari 7 spesies: Sphyraena barracuda, S. forsteri, S. helleri, S. jello, S. obtusata, S. putnamae dan S. qenie. Nama lokal: Kucul, Titil, Kacang-Kacang, Pengaluan, Tenak, Tenok, Kadalan, Leres, Tunel, Pengalasang, Senuk, Kacang Merah, Langsar, Tancak, Curut, Kacang Lopek (Wiadnya dan Setyohadi, 2012)

REPRODUKSI IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Ikan barracuda akan bereproduksi setiap satu tahun sekali. Sperma dan sel terlur akan dilepas dilaut untuk fertilisasi eksternal (Anggoro, 2012).

HABITAT IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Termasuk jenis ikan pelagis. Sehingga dapat ditemukan terutama di daerah permukaan atau dekat permukaan. Diurnal dan soliter tapi ikan-ikan muda sering membentuk sekumpulan kecil, biasanya berada di tepi karang dan diatas tempat-tempat dangkal, daerah bakau, estuari dan terumbu karang bagian dalam; ikan dewasa tersebar luas dari pantai sampai laut lepas. Ikan barracuda dapat hidup pada iklim Tropis 27 ° LU - 37 ° LS, 29 ° BT - 152 ° E. Menghuni teluk, muara, dan  laguna dengan kedalaman kisaran 20 - 200 m. Barracuda banyak ditemukan pada daerah dengan  iklim tropis dan subtropis Indo - Pasifik Barat dari Afrika Selatan,  New Caledoniadan Vanuatu. Di Australia diketahui dari pantai sentral Australia Barat sekitar utara tropis dari negara dan selatan ke pantai selatan New SouthWales (Tesiamichael dan Sebahtu, 2011).

TINGKAH LAKU IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Ikan barracuda termasuk dalam oportunistik predator. Ikan ini mengandalakan kejutan dan ledakan singkat dengan kecepatan ingga 27 mil per jam (43 km/jam) untuk menangkap mangsanya. Ikan barracuda dewasa bersifat Soliter , sementara ikan barracuda muda seringkali ditemukan dalam gerombolan kecil. Barracuda termasuk ikan carnivor, jenis makanannya yaitu ikan, cephalopoda dan udang. Ikan ini dapat membunuh dan memangsa ikan yang memiliki ukuran lebih besar daripada tubuhnya dengan cara melumpuhkan mangsa dengan gigi tajamnya dan merobek potongan daging. Ikan ini dapat menyerang dengan ganas apabila merasa terancam, dengan kecepatan berenang di atas 5-7 knot (Anggoro, 2012).

PERAN IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA DI PERAIRAN
Barracuda termasuk dalam golongan oportunistik predator, dimana dalam rantai makanan ikan ini berperan sebagai konsumen tingkat 2, yang memangsa beberapa jenis ikan,cephalopoda, dan udang. Ikan ini disegani oleh para nelayan, selain karena bentuk tubuh dan kecepatannya saat berenang, juga karena kebiasaannya menyerang secaa tiba-tiba.

MANFAAT IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Ditangkap dengan menggunakan trawl, set jaring,  jaring insang, dan peralatan memancing lainnya . Ikan ini bisa ditangkap pada seluruh perairan Indonesia dengan kondisi terumbu karang yang masih baik. Panjangnya dapat mencapai 160 cm, namun ikan yang siap ditangkap umumnya pada ukuran 40 cm. Ikan barracuda biasa dijual dalam bentuk segar, beku atau kering asin (Wiadnya, 2012).

CIRI-CIRI IKAN BARAKUDA, ALU-ALU ATAU BARRACUDA
Ikan barakuda memiliki mulut yang panjang dan mempunyai gigi yang besar dan tajam seperti pisau.tubuhnya yang kuat dan ramping membantu barakuda untuk memungkinkan memburu mangsanya dengan mudah. Sirip punggung pertama memiliki 5 duri, yang kedua 10 duri. Sirip pertama dari sirip dorsal dan anal kedua mencapai atau melampaui ujung sirip terakhir, ketika sirip mengalami depresi. Ada sekitar 75~90 sisik sepanjang garis lateral. Insang ikan barakuda hampir berbentuk bulatan. Rahang lebih pendek dari pada rahang bawah. Seekor ikan Barakuda besar dewasa memiliki bercak hitam yang tidak beraturan pada sisi bawah perutnya, terutama yang didekat ekor. Ini adalah satu-satunya spesies barakuda yang memiliki bercak-bercak hitam. Ikan barakuda besar memiliki rahang yang kuat dengan didukung sederetan gigi-gigi yang panjang meruncing dan tajam, sanggup memutuskan jari-jari manusia, untuk itu berhati-hatilah dalam menangkap atau memegang ikan barakuda besar. Jauhkan tangan anda dari mulutnya, karena ikan barakuda besar sangatlah agresif atau suka menyerang manusia apabila ikan barakuda besar merasa terancam keselamatannya. Ikan barakuda besar juga termasuk dalam kategori ikan perenang cepat, terutama pada permukaan air laut. Seekor ikan Barakuda besar memakan apapun yang tersedia dihabitatnya, seperti ikan tembang, ikan kembung, ikan selar, cumi-cumi, dan yang lainnya. Cumi-cumi adalah makanan favorit kesukaannya, karena ikan barakuda besar adalah predator yang bekerja siang dan malam hari. Pada malam hari ikan barakuda besar akan mencari titik cahaya penerangan untuk berburu mangsa untuk santapan malam harinya. Sehingga suka terlihat disekitar dermaga yang ada cahaya lampu penerangannya atau pada bagan tancap maupun bagan apung.

PENULIS
Eka Rahmawati
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2012

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Anggoro,Praditio.2012.IkanBarracuda.http://praditioanggoro.blogspot.co.id/2012/08/ikan-barracuda.html. Diakses tanggal 19 Oktober 2015 pukul 09.07 WIB.
Direktorat Jendral Perikanan. 1979. Buku pedoman pengenalan sumber perikanan laut bagian 1 (Jenis-jenis ikan ekonomis penting). Direktorat Jendral Perikanan. Departemen Pertanian. Jakarta.
http://sawanganhamster.blogspot.com/2014/03/spesies-ikan-barakuda.html
https://www.dunia-perairan.com/2017/03/ikan-barakuda-sphyraena.html
Lachita RB. 2006. Using life-history, surplus production, and individual-based population models for stock assessment of data-poor stocks: an application to small pelagic fisheries of the Lingayen Gulf, Philippines. [tesis]. Departement of Oceanography and Coaltal Sciences. Don Mariano Marcos Memorial State University. 13p.
Saanin H. 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Buku 2. Bona Cipta. Bogor. 516 hal.
Tesiamichael, Amanuel Ghebremichael; Sebahtu, Samere Haile. 2011. Commercial Fish Of The Eritrean Red Sea. Luton, Bedfordshire, GBR: Andrews UK. P.261
Wiadnya dan Setyohadi. 2012. Pengantar Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang
Wiadnya. 2012. http://wiadnyadgr.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/4F_1-Ikan-Hasil-Tangkap-3.pdf. Diakses tanggal 19 Oktober 2015 pukul 09.33 WIB.
Zipcodezoo.2014.http://zipcodezoo.com/Animals/S/Sphyraena_jello.html. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2015 pukul 09.12 WIB.

No comments:

Post a Comment