Tuesday, January 14, 2020

Ikan Tenggiri; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan tenggiri merupakan ikan pelagis dan merupakan salah satu ikan bernilai ekonomis tinggi di Indonesia bahkan dunia karena kandungan lemaknya yang tinggi dan bagus untuk pertumbuhan. Tenggiri merupakan ikan karnivora dan predator serta merupakan ikan perenang yang cepat. Ikan tenggiri merupakan ikan pelagis besar yang merupakan karnivora yang memakan ikan kecil (Swastawati et al., 2013).

KLASIFIKASI IKAN TENGGIRI
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Sub filum
: Vertebrata
Kelas
: Pisces
Sub kelas
: Teleostei
Ordo
: Percomorphi
Sub ordo
: Scombridea
Famili
: Scombridae
Sub famili
: Scombrinae
Genus
: Scomberomorus
Spesies
Scomberomorus commerson

CIRI-CIRI IKAN TENGGIRI
Ciri-ciri ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) adalah mempunyai tubuh yang panjang, berbentuk torpedo dan merupakan perenang cepat. Tenggiri memiliki mulut yang lebar dengan ujung runcing, gigi pada rahang gepeng dan tajam. Mempunyai dua sirip punggung pertama berjari-jari keras 14-17 buah, sedangkan sirip punggung kedua berjari-jari lunak 14-19 buah yang diikuti 8-10 sirip tambahan (finlet). Sirip dubur berjari-jari lunak 17-18 buah yang diikuti 8-10 sirip tambahan. Garis rusuk lurus kemudian membengkok tajam di bawah jari-jari sirip tambahan dan melurus sampai batang ekor (Mutakin, 2001). Ditambahkan oleh Hadiwiyoto (1983), ikan tenggiri memiliki tubuh lunak tidak bersisik dan warna punggung kebiru-biruan tetapi perutnya berwarna perak.

MORFOLOGI IKAN TENGGIRI
Ikan tenggiri mempunyai morfologi tubuh yang cukup unik. Di bagian  samping tubuhnya terdapat garis lateral yang memanjang dari insang hingga akhir sirip dorsal kedua, sedangkan pada punggungnya terdapat  warna biru kehijauan. Garis pada bagian samping menjadi ciri khas ikan tenggiri yang berbeda dengan ikan sejenis. Secara umum, warna ikan tenggiri adalah perak keabu-abuan. Ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) adalah ikan laut yang termasuk dalam famili scombridae. Ikan tenggiri dikenal pula dengan nama spanish mackerel, namun nama  tersebut berbeda-beda di setiap daerah. Orang India menyebutnya ikan anjai, di Filipina lebih dikenal dengan nama ikan dilis, dan di Thailand akrab dengan istilah ikan Thuinsi. Ukuran ikan tenggiri dapat mencapai  panjang 240 cm dengan berat 70 kg. Usia dewasa tercapai setelah 2  tahun atau ketika memiliki panjang tubuh 81-82 cm. Ikan tenggiri betina  ukurannya lebih besar dan usianya lebih panjang dibanding jantan. Ikan tenggiri betina dapat hidup selama 11 tahun (Muhammad, 2011).

Ikan tenggiri bertubuh memanjang, memipih lumayan kuat pada sisi-sisinya, telanjang tidak bersisik kecuali pada gurat sisinya (bidang corselet tidak jelas). Moncong meruncing, dengan mulut lebar dan gigi-gigi yang tajam dan kuat di rahang atas dan bawah Panjang moncong  (snout length) lebih pendek daripada sisa kepala bagian belakang. Sirip punggung dalam dua berkas, yang depan dengan XIII-XXII jari-jari  keras (duri). Sirip punggung dan sirip anal diikuti oleh banyak sirip kecil tambahan (finlet) (Widodo, 2006). Ciri-ciri morphologi yaitu: Duri keras sirip dorsal (total): 15-18; Duri lunak sirip dorsal (total): 15-20; Duri sirip keras anal: 0; Duri sirip lunak anal: 16-21; ruas tulang belakang: 42–46. Inter pelvic proses kecil dan bifid. Tidak memiliki gelembung renang. Lateral linemembengkok kearah bawah sampai ujung sirip dorsal yang kedua. Mempunyai garis pada tubuhnya, kadangkala terpecah pada Bagian ventral menjadi seperti bintik-bitik dengan jumlah 40-50 pada  ikan dewasa dan kurang dari 20 pada ikan muda. Sirip dorsal bagian tengah berwarna putih, sirip lainnya hitam (Latama, 2006).

HABITAT IKAN TENGGIRI
Ikan tenggiri tergolong ke dalam ikan laut yang menyukai daerah laut dangkal. Bagian-bagian yang terdapat batu karang (reef) merupakan habitat yang cocok bagi ikan tenggiri. Perairan yang memiliki salinitas (salinity) rendah dan kekeruhan (turbidity) tinggi disukai pula olehnya. Ikan tenggiri dapat menetap pada suatu habitat dan terkadang bermigrasi ke tempat yang cukup jauh. Pola migrasi ikan tenggiri sangat khas, karena bergantung kepada temperatur air laut dan musim bertelur (spawning season). Jatuhnya musim bertelur ini bervariasi di setiap habitat yang ditinggali.

Ikan tenggiri merupakan jenis ikan yang tergolong ekonomis penting dan menjadi salah satu ikan yang digemari di dunia. Penyebaran spesies ini mencakup seluruh wilayah Pasifik Barat dari Afrika Utara dan laut merah sampai ke perairan Indonesia, Australia, Fiji ke utara sampai ke perairan china dan Jepang. Potensi penyebaran ikan tenggiri di Indoneia hampir di seluruh perairan Sumatra, Jawa dan Nusa Tenggara, Kalimantan Sulawesi, Maluku dan Irian. Iklim yang paling cocok untuk ikan tenggiri adalah iklim tropis. Perairan laut yang dimiliki Indonesia merupakan surga bagi ikan tenggiri. Selain di Indonesia, ikan tenggiri dapat ditemukan pula di bagian utara Cina dan Jepang, bagian tenggara Australia, bahkan Laut Merah. Kedalaman laut yang cocok bagi tenggiri adalah sekitar 10-70 m dari permukaan laut. 

Ikan  tenggiri tergolong ke dalam ikan laut yang menyukai daerah laut dangkal. Bagian-bagian yang terdapat batu karang (reef) merupakan  habitat yang cocok bagi ikan tenggiri. Perairan yang memiliki salinitas (salinity) rendah dan kekeruhan (turbidity) tinggi disukai pula olehnya.  Ikan tenggiri dapat menetap pada suatu habitat dan terkadang  bermigrasi ke tempat yang cukup jauh. Pola migrasi ikan tenggiri sangat  khas, karena bergantung kepada temperature air laut dan musim  bertelur (spawning season). Jatuhnya musim bertelur ini bervariasi di setiap habitat yang ditinggali (Muhammad, 2011).

REPRODUKSI IKAN TENGGIRI
Reproduksi ikan Tenggiri Tergantung pada suhu, musim pemijahan lebih atau kurang panjang. Di perairan Australia, setiap betina memijah beberapa kali selama musim ini, sekitar 2 sampai 6 hari terpisah, tergantung pada lokalitas. Di Spanyol tenggiri menelurkan dari lereng karang dan tepi, dan mereka membentuk agregasi pemijahan di  daerah  tertentu. Makanan: Termasuk ikan buas karnifora, predator, makan  ikan  kecil (sarden, tembang, teri), cumi-cumi. Ukuran panjang dapat mencapai 200 cm dan biasanya 60-90 cm (Novri,2006). Pemijahan ikan  Tenggiri terjadi di sekitar perairan pantai yang agak ke tengah dan biasanya mencapai  daerah  spawning  yang  agak  terlindung seperti di perairan karang. Telur atau pre larva terbawa arus ke dekat garis pantai atau di sekitar muara sungai. Seluruh siklus hidup ikan Tenggiri papan  ini berada pada perairan pantai (coastal water). Di perairan sekitar Pulau Rameswaram antara India dan Srilanka terjadi pemijahan Scomberomorus guttatus pada bulan April-Juli. Pada bulan Mei di  perairan Thailand diketemukan banyak ikan betina yang sudah matang  telur pada ukuran panjang standart (forked length) 32,5-46,5 cm (Mantova, 2012).

PERAN IKAN TENGGIRI DI PERAIRAN
Ikan tenggiri memiliki sifat rakus (voracious) ketika makan dan mencari  makan seorang diri (solitary). Jenis makanannya adalah ikan-ikan kecil  karena ikan tenggiri tergolong ke dalam hewan karnivora. Ikan kecil  jenis anchovy (semacam ikan haring) merupakan salah satu   makanan utama bagi ikan tenggiri, khususnya ikan tenggiri muda. Selain itu, ikan tenggiri juga memakan beberapa jenis cumi-cumi (squid) dan udang (Muhammad, 2011). Sebagai ikan pemburu yang handal, tenggiri selalu mengincar keberadaan ikan-ikan kecil yang menjadi santapannya. Ikan-ikan kecil seperti selar, como dan kembung biasanya mencari makan di  daerah yang berkarang cukup luas dan dangkal. Lokasi karang luas  dan panjang yang merupakan rumah ikan-ikan kecil ternyata menjadi tempat yang menjanjikan bagi tenggiri, dengan meruahnya makanan untuk menyambung hidup. Jika ikan tenggiri menjadi lebih besar ia tidak  hanya tinggal di daerah yang berkarang dangkal, namun pergi mengembara ke tengah lautan untuk mencari makanan. Ikan tenggiri  besar lebih memilih hidup secara solitaire atau menyendiri dalam memburu mangsanya. Ikan tenggiri besar dalam mencari makan harus juga bersaingdengan ikan pelagis besar lainya seperti barakuda, marlin dan layaran. Maka jangan heran bila anda mancing trolling di lautan  dalam umpan anda di makan oleh tenggiri (Nugroho, 2011).Tenggiri merupakan ikan karnivora biasanya jenis ikan yang dimangsa adalah  ikan teri (anchovy). Daerah penyebarannya hampir di seluruh perairan di  Indonesia. Populasi ikan tenggiri yang tinggi di Indonesia berpeluang memperbaiki kesejahteraan para nelayan, dan di beberapa negara  untuk jenis ikan tenggiri yang segar harganya cukup mahal. Bentuk  olahan yang umum adalah bentuk potongan tipis (fillet) atau tanpa  tulang (boneless). Beberapa negara telah mengolah ikan tenggiri untuk   dikemas dalam kaleng (canned) (Muhammad, 2011).

TINGKAH LAKU IKAN TENGGIRI
Ikan tenggiri memiliki sifat rakus (voracious) ketika makan dan mencari makan seorang diri (solitary). Jenis makanannya adalah ikan-ikan kecil karena ikan tenggiri tergolong ke dalam hewan karnivora. Ikan kecil jenis anchovy (semacam ikan haring) merupakan salah satu makanan utama bagi ikan tenggiri, khususnya ikan tenggiri muda. Selain itu, ikan tenggiri juga memakan beberapa jenis cumi-cumi (squid) dan udang. Daerah penyebaran ikan ini hampir diseluruh dunia.

MANFAAT IKAN TENGGIRI
Salah satu produk perikanan laut Indonesia adalah ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Ikan ini tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia, terutama wilayah Indonesia Timur. Daging ikan tenggiri mempunyai rasa yang lezat dan tekstur yang bagus. Ikan tenggiri sering dibuat pempek dan otak - otak. Ikan ini termasuk jenis ikan pelagis besar dengan tulang yang besar pula, sehingga banyak diekspor dalam bentuk fillet (Sandy, 2011).

Di beberapa negara, ikan tenggiri menjadi komoditas perikanan laut yang paling utama karena memiliki nilai komersial tinggi Ikan tenggiri dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial dan rekreasional. Dalam situs web Food and Agriculture Organization (FAO), jumlah penangkapan ikan tenggiri terbesar di dunia pernah tercatat di Indonesia, diikuti Filipina, Sri Langka, Yaman, dan Pakistan.

Ikan tenggiri biasanya dipasarkan dalam keadaan segar atau beku. Sejumlah negara maju lebih menyukai ikan tenggiri yang dipasarkan dalam bentuk potongan tipis (fillet) atau tanpa tulang (boneless). Beberapa negara telah mengolah ikan tenggiri untuk dikemas dalam kaleng (canned) seperti ikan sarden. Ikan tenggiri mengandung gizi yang cukup tinggi. Kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dengan mengonsumsi ikan ini. Filipina dan Jepang merupakan negara yang penduduknya paling banyak mengonsumsi ikan. Indonesia dengan segenap potensi sumber daya maritim yang dimiliki seharusnya mengikuti langkah serupa.

Untuk keperluan kuliner, ikan tenggiri dapat dimasak dengan berbagai cara tergantung selera. Ikan tenggiri pun dapat diolah menjadi bentuk makanan lain, tidak selalu dimakan dalam bentuk ikan utuh. Cara pemasakan seperti memanggang (broiling), menggoreng (frying), membakar (baking), dan pengasapan merupakan metode umum yang digunakan untuk mengolah ikan tenggiri. Penangkapan ikan tenggiri di Indonesia sebagian besar dilakukan secara sederhana dan tradisional (artisanal). Artinya, ikan tenggiri menjadi komoditas andalan para nelayan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Populasi ikan tenggiri yang tinggi di Indonesia berpeluang memperbaiki kesejahteraan para nelayan.Perdagangan ikan laut dipicu oleh permintaan (demand) yang tinggi dari Hongkong, Singapura, Taiwan, dan Cina. Negara-negara tersebut memberikan harga mahal untuk ikan yang memiliki kesegaran (freshness), rasa (flavour), dan gizi (healthpromoting) yang baik. Khususnya untuk ikan tenggiri.

Semua jenis ikan pelagis mempunyai persamaan yang umum yaitu mempunyai kandungan lemak yang tinggi. Komposisi lemak yang unik dari ikan pelagis untuk di konsumsi yaitu nutrisi esensial. Dari hasil penelitian menunjukkan, bahwa orang eskimo dan masyarakat Jepang menunjukkan bahwa orang yang makan ikan banyak , jarang ditemukan penyakit koroner. Daging ikan mengandung protein berkualitas tinggi dan vitamin yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan ketahanan tubuh. Semua ikan pelagis mengandung omega 3. daging ikan dikatagorikan sebagai white meat (daging putih). Daging ikan merupakan salah satu produk pangan hewani yang kontribusinya penting sebagai sumber protein.

Ikan tenggiri ternyata mengandung asam lemak tak jenuh omega 3. Asam lemak tak jenuh sangat penting bagi pertumbuhan normal tubuh karena asam lemak esensial tidak dapat dibentuk di dalam tubuh, dan harus dipenuhi dari diet.  Beberapa ikan hasil laut yang hidup diperairan dalam yang memiliki tingkat aktifitas tinggi, mengkonsumsi plankton laut akan menghasilkan daging dengan kandungan Omega 3.

Kandungan omega 3 yang relatif tinggi seperti ikan salmon,gindara , tuna sardine dan Tenggiri. Minyak ikan mengandung DHA (Docosa Hexaenoic Acid) yang sangat penting dalam pertumbuhan otak serta perkembangan retina mata.Lemak pada perut ikan juga mengandung omega 3  yang sangat berungsi mencegah penyempitan pembuluh darah dan dapat menurunkan kolesterol.

Semua spesies ikan pelagis mengandung asam lemak tak jenuh senagai sumber utama omega  3 hampir 3 g dari 100 g bahan baku., 18 spesies ikan pelagis diketahui mengandung omega 3 yang kadarnya relativ tinggi diantaranya adalah tenggiri.

PENULIS
Sintia Handayani
FPIK  Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK  Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Hadiwiyoto, S. 1983. Hasil-Hasil Olahan Susu, Daging, Ikan dan Telur. Liberty. Yogyakarta.
http://pubs.sciepub.com/jfnr/3/9/10/figure/1
Indraswari, C. H. 2003. Rambak Kulit Ikan. Kanisius. Yogyakarta
Latama,G.2006.ParasitMetazoapadaIkanTenggiri.[DiaksesMelaluihttp://repository.Itb.com. Pada tanggal 20 oktober 2013]
Mantova, A. 2012. Resume Pola Natalitas Ikan Tenggiri Papan (Scomberomorus guttatus). UNDIP-Press. Diponogoro.
Muhammad, F. 2011. Badan Dinas Penyuluhan Perikanan    Indonesia. [Diakses Melaluihttp://dinaskelautandanperikanan. Pada tanggal 20 Oktober 2013].
Mutakin, Jenal. 2001. Analisis Potensi dan Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di Pangandaran Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Skripsi (Unpublished). IPB. Bogor
Novri F. 2006. Analisis Hasil Tangkapan Dan Pola Musim  Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus spp) Di Perairan  Laut  Jawa Bagian Barat Berdasarkan Hasil Tangkapan Yang Didaratkan PPI Muara Angke. [Diakses Melalui http://repository.Itb.com. Pada tanggal 20 oktober 2013].
Nugroho,W.2011.TipTrikMancingTenggiri.[Diaksesmelaluihttp://beritamancing.com.Pada tanggal 20 Oktober 2013]
Saanin, H. 1995. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Vol.1. Bina Cipta. Jakarta
Swastawati, Fronthea., Valiant, Widiyanto., Y. S. Darmanto. 2013. Pengaruh Pemberian Asap Cair Terhadap Kualitas Dendeng Asap ikan Bandeng (Chanos chanos Forks), Tenggiri (Scomberomorus sp.) dan Lele (Clarias batrachus). Jurnal Pengolahan Bioteknologi Hasil Perikanan. Vol. 3. No. 1
Widodo, J. 1989. Sistematika, Biologi, Dan Perikanan Tenggiri    (Scomberomorus, Scombridae) di Indonesia. seana, Volume XIV,     Nomor 4:145-150.ISSN0216-1877

No comments:

Post a Comment