Tuesday, January 14, 2020

Ikan Rejung Atau Kaca Piring; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll



Ikan rejung atau ikan kaca piring (Sillago sihama) tersebar di wilayah perairan mulai dari Afrika, Asia, Australia, dan Indonesia. Ikan ini di Indonesia dijumpai hamper disetiap wilayah mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya. Di Indonesia telah diketahui ada tujuh spesies Sillago yaitu S. sihama, S. macrolepis, S. maculate, S. chondropus, S. nierstrazi, S. burrus, dan S. Aeolus. Namun demikian ikan S. sihama merupakan ikan yang memiliki habitat dan wilayah penyebaran yang sangat luas.

KLASIFIKASI IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Fillum
: Chordata
Kelas
: Pisces
Subkelas
: Teleostei
Ordo
: Percomorphi
Subordo
: Percoidae
Divisi
: Perciformes
Family
: Sillaginidae
Genus
: Sillago
Spesies
: Sillago sihama

MORFOLOGI DAN CIRI-CIRI IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Ikan rejung memiliki bentuk badan memanjang agak bulat dan sedikit kompres. Mulutnya kecil dan menyembul. Celah insangnya lebar dengan tutup insang bagian depan bergerigi dibelakang. Pada tutup insang utam terdapat sebuah duri. Sisik ctenoid terdapat pada bagian tubuh, sedangkan pipi dan tutup insang ditemukan sisik sikloid. Linea lateral berada sejajar dengan punggung.

Warna pada bagian kepala dan dada adalah abu-abu keperak-perakan dengan sebuah garis kuning keperakan pada sisi tubuh. Bagian bawah dan perut berwarna putih. Sirip punggung dan sirip ekor berwarna sedikit gelap. Sirip-sirip lainnya bersifat transparan.

Ikan rejung mempunyai moncong berbentuk runcing. Jumlah tapis insnga pada busur pertama bagian bawah adalah 7-9 buah. Jumlah sisik pada garis rusuk adalah 69-73 buah sedangkan sisi transversal diatas garis rusuk 5-6 buah dan dibawahnya 10-12 buah. Sirip punggung pertama berjari-jari keras 10-11 buah sedangkan sirip punggung kedua berjari-jari keras satu dan jari-jari lemah berjumlah 20-23 buah. Sirip dubur berjari-jari lemah 22-24 buah. Ujung belakang ekor berbentuk hampir rata.

REPRODUKSI IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Fekunditas ikan rejung bervariasi, berkisar antara 26.400-283.500 butir telur. Jumlah telur minimum dijumpai pada ikan betina dengan panjang total 172 mm (26.400 butir atau 0,4484 gram) dan jumlah telur maksimum dijumpai pada ikan betina dengan panjang total 223 mm (283.500 bitur atau 2,404 gram). Berdasarkan hubungan panjang total dan fekunditas diperoleh nilai r (koefesien korelasi) relative kecil. Tipe pemijahan ikan rejung Sillago sihama dilihat dari penyebaran diameter telur tergolong tipe pemijahan secara bertahap  (partial spawner) dimana ikan melepaskan telurnya sedikit demi sedikit sebanyak dua kali selama musim pemijahan. Puncak pertam kali saat memijah dan kemudian akan disusul dengan pemijahan kedua pada telur yang berada di puncak keduayaitu pada waktu tertentu. Hal ini berarti ikan rejung (Sillago sihama) memiliki potensi reproduksi yang cukup baik di dalam memelihara kelangsungan populasinya dan merupakan strategi ikan dalam mempertahankan populasinya.

Pemijahan ikan rejung terjadi pada setiap bulan dan puncaknya terjadi pada bulan juni dan Desember. Ikan rejung pertama kali matang go-nad pada ukuran 171 mm (jantan) dan 135 mm (betina). Nilai IKG ikan betina lebih besar dari-pada ikan jantan. Fekunditas ikan rejung berkisar antara 26.400-283.500 butir telur. Pemijahan ikan rejung terjadi sepanjang tahun dan ikan ini termasuk golongan pemijah bertahap.

HABITAT IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Ikan Rejung merupakan spesies ikan pantai yang secara rutin memasuki daerah estuari. Habitat ikan ini biasanya berada di daerah sepanjang pantai, dasar berpasir, laut dan sungai. Pada kedalaman 0-20 m (kadang 60 m) ikan rejung jarang tertangkap oleh thrawl udang. Seperti kebanyakan anggota familinya, ikan rejung dapat mengubur diri di pasir saat bahaya mendekat dan biasanya menghindari seine net dengan menggunakan kebiasaan tersebut. Daerah penyebaran ikan rejung meliputi perairan dangkal seluruh Indonesia, utara Teluk Benggala, Pantai India, Teluk Siam, sepanjang Laut Cina Selatan, Philipina, pantai utara Australia dan timur Afrika.

MANFAAT IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Ikan sillaginid mempunyai  banyak kelebihan sebagai ikan konsumsi yaitu warnanya putih, dagingnya lembut dan rasanya cukup enak. Ikan ini mempunyai potensi cukup besar untuk budidaya ikan terutama dalam perairan estuary seperti pada perairan kolam payau, yang dapat memberikan keuntungan ekonomi terutama di Asia.

TINGKAH LAKU IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING
Ikan Sillaginidae adalah jenis ikan yang mengambil makanan didasar perairan (bottom feeder), hidup bergerombol dekat pantai kelompok besar Sillago diketahui aktif makan di dasar perairan pada waktu pagi dan sore hari. Biasanya bertentangan dengan waktu pasang. Pada waktu tengah hari mereka berpindah kedasar perairan yang lebih dalam lagi. Kebiasaan makan ikan Sillago adalah menggali pasir dengan moncongnya yang panjang untuk menangkap organisme bentik dan epibentik. Dalam lapisan berlumpur mengarahkan moncongnya sampai kedasar. Selain itu, jenis Sillaginidae ini mempunyai sensor pada bagian bawah kepalanya dan sisi gelembung besar darimoncongnya digunakan dalam menemukan lokasi mangsa dibawah substrat.

PERAN IKAN REJUNG ATAU KACA PIRING DI PERAIRAN
Ikan kaca piring atau rejung mempunyai manfaat yaitu sebagai sumber nutrisi ikan predator di perairan.

PENULIS
Sintia Handayani
FPIK  Universitas Brawijaya Angkatan 2015

EDITOR
Gery Purnomo Aji Sutrisno
FPIK  Universitas Brawijaya Angkatan 2015

DAFTAR PUSTAKA
Sulistiono. 2011. Reproduksi Ikan Rejung (Sillago sihama Forsskal) di Perairan Mayangan, Subang, Jawa Barat 11(1):55-65.
Hadiwiyoto, S. 1983. Hasil-Hasil Olahan Susu, Daging, Ikan dan Telur. Liberty. Yogyakarta.
Indraswari, C. H. 2003. Rambak Kulit Ikan. Kanisius. Yogyakarta
Mutakin, Jenal. 2001. Analisis Potensi dan Musim Penangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di Pangandaran Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Skripsi (Unpublished). IPB. Bogor
Saanin, H. 1995. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Vol.1. Bina Cipta. Jakarta
Widyaningsih, Lilik. 2004. Reproduksi Ikan Rejung Sillago sihama di Perairan Pantai Mayangan, Subang, Jawa Barat. Institut Pertanian Bogor

No comments:

Post a Comment