Monday, October 28, 2019

Fosfor (P) (Oseanografi Atau Oceanografi)



BENTUK FOSFOR

Fosfor anorganik terlarut terdiri dari ion ortofosfat, pada salinitas 35 o/oo suhu 20oC

         H3PO4  à H+  +  H2PO4      (1  %)

         H2PO4 à H+  +  HPO42–      (87%)

         HPO42– à H+  +  PO43–         (12%)

 

SIKLUS FOSFOR DI ALAM



SIKLUS FOSFOR DI AIR LAUT

bersifat terbuka, yang mengendap sebagian mengalami regenenasi dan kembali ke kolom air, sebagian berubah menjadi mineral, misal apatik Ca3(PO4)3(OH.F).

 

SIKLUS FOSFOR DI AIR LAUT



KEBUTUHAN  FOSFOR

Di permukaan air PO43– diambil oleh fitoplankton selama fotosintesis

Senyawa fosfor spt ATP dan ko-enzim nukliotida berperanan dalam fotosintesis dan proses lain dalam tanaman.

Absorpsi dan konversi ortofosfat menjadi fosfor organik terjadi dlm kondisi “gelap”.

Pada kadar ≥10 µg P/l pertumbuhan fito optimal, < 10 µg P/l laju pembelahan sel menurun, dan fotosintesis dapat berhenti

 

REGENERASI  FOSFOR

         Fosfor organic (75% senyawa fosfor yang diekskresi oleh zoo) oleh aktifitas bakteri atau enzimatik dirombak menjadi ortofosfat.

         Berbeda dengan nitrogen, ekskresi fosfor minimal oleh zoo terjadi pada waktu fito melimpah, ini akibat dari ditimbunnya sebagian fosforlipid

 

REGENERASI  FOSFOR

         Jika kelimpahan fito sangat menurun, zoo menggunakan timbunan fosfolipid sebagai sumber energi dan hasil sampingnya berupa senyawa fosfor diekskresikan.

 

PENYEBARAN  FOSFOR

         Fosfat menyebar scr paralel dengan nitrat

         Kadar maksimum terdapat di kedalaman di bawah kadar O2 minimum dan CO2 maksimum, ini menunjukkan regenerasi fosfat dan CO2 terjadi secara simultan

         Di bawah kedalaman dimana kadar fosfat maksimum, kadar fosfat konstan, akibat proses difusi pusaran vertical

 

PENYEBARAN  FOSFOR

         Di permukaan kadar fosfat organic dapat mencapai 50% kandungan fosfat total. Semakin dalam akan menurun, sesudah kedalaman 1000 m, kadarnya dapat diabaikan

 

FITOPLANKTON

         Regenerasi oksidatif akan menghasilkan nitrat dan fosfat, terjadi di bawah zona eufotik.

 

         (CH20)106 (NH3)16 H3PO4  +  138 O2  à

    fitoplankton

106 CO2  + 122 H2O  +  16 NO3  +  PO43–  + 19 H+

 

 

Penulis

IR. MULYANTO, MSi

Dosen FPIK Universitas Brawijaya

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

FPIK Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment