Monday, October 28, 2019

Tsunami (Oseanografi Atau Oceanografi)



Pengertian Tsunami

Tsunami (Bhs.Jepang), terdiri dari kata : tsu berarti pelabuhan dan nami berarti gelombang atau ombak secara harfiah berarti "ombakbesardipelabuhan”.

 

Pengertian tsunami adalah : perpindahanbadanair yang disebabkanoleh perubahanpermukaanlautsecaravertikal dengantiba-tiba. 

 

Penyebab Tsunami

Tsunami dapat terjadi karena adanya :

       Gempa Bumi Yang Berpusat Di Bawah Laut,

       Letusan Gunung Berapi Bawah Laut,

       Hantaman Meteor Di Laut,

       Ledakan Nuklir Di Lautan

       Tanah Longsor Yang Terjadi Di Dasar Laut

Penyebab tsunami (lanjutan…)

       Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami.

       Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Tsunami karena letusan gunung berapi bawah laut

 

Tsunami karena hantaman meteor

 

Tsunami karena Ledakan Nuklir di Lautan

 

Penyebab Tsunami ( Lanjutan…)

       Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut.

       Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Proses Terjadinya Tsunami

       Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tibatiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya.

       Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Proses Terjadinya Tsunami (lanjutan…)

 

Sources: http://penelitigempa.blogspot.com/

       Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah

       Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalamanlautdi

managelombangterjadi, dimana Proses Terjadinya kecepatannya bisa mencapai ratusan Tsunami (lanjutan..) kilometer per jam.

       Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya.

       Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena

terjadipenumpukanmasaair.

       Saat mencapai pantai, tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

 

Gempa yang dapat menimbulkan peluang tsunami:

Gempa dengan Episentrum di dasar laut.

Kekuatan gempa min. 6,5 SR.

Gempa dangkal.

Wilayah gempa relatif luas.

 

Indonesia Termasuk Daerah Rawan Tsunami

 

Hubungan antara tinggi gelombang tsunami di daerah pantai dan besaran tsunami (m).

       Jepang sebagai negara yang sering mengalami serangan tsunami telah banyak melakukan penelitian dan pencatatan gelombang tsunami.

       Telah dikembangkan suatu hubungan antara tinggi gelombang tsunami di daerah pantai dan besaran tsunami (m).

       Hubungan antara besaran gempa/tsunami dan tinggi tsunami di pantai

Besaran Tsunami, m   Tinggi Tsunami di Pantai, H (meter)

5.0    >32

4.5    24-32

4.0    16-24

3.5    12-16

3.0    8-12

2.5    6-8

2.0    4-6

1.5    3-4

1.0    2-3

0.5    1.5-2

0       1-1.5

-0.5   0.75-1

-1.0   0.5-0.75

-1.5   0.3-0.5

-2      <0.3

 

Hubungan antara besaran tsunami (m)dan tinggi tsunami di pantai (H)

 

Kejadian Tsunami karena gempa bumi di laut tergantung pada beberapa faktor:

1.      Kedalaman pusat gempa (episentrum) di bawah dasar laut , h (km)

2.      Kekuatan gempa , M, yang dinyatakan dalam skala Richter

3.      Kedalaman air di atas episentrum, d (m)

Hubungan antara kekuatan gempa, M, dan kedalaman pusat gempa, h

       hubungan antara kekuatan gempa, M, dan kedalaman pusat gempa, h

       Pada daerah di sebelah kiri garis A gempa yang terjadi tidak menimbulkan tsunami.

       Sedangkan daerah di sebelah kanan garis A dan B gempa yang terjadi dapat menimbulkan tsunami

Hubungan antara kekuatan gempa dan kedalaman episentrumdengan terbentuknya tsunami

 

Hubungan antara besaran tsunami (m) dengan kekuatan gempa(M)

       Besaran tsunami berkaitan erat dengan kekuatan gempa

       Garis sebelah kanan adalah garis yang dikembangkan di Jepang berdasarkan pencatatan tsunami yang cukup banyak

       Sedangkan garis sebelah kiri adalah perkiraan dari hubungan antara kedua parameter untuk tsunami di Indonesia, berdasarkan data yang terbatas

 

Hubungan antara besaran tsunami (m) dengan kekuatan gempa(M)

 

Kedua garis tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut:

 

Jepang

 m= 2.8M – 19.4           (1.1)

Indonesia m= 2.26 M – 14.18              (1.2)

 Pemakaian persamaan (1.2) memberikan tinggi gelombang tsunami yang bisa lebih dari dua kali daripada penggunaan persamaan (1.1)

       Mengingat pers. 1.2 yang berlaku di Indonesia di dasarkan pada jumlah data yang sedikit, maka penggunaan persamaan tersebut perlu dipertimbangkan lagi

       Sementara sambil menunggu penelitian dan pencatatan data yang lebih akurat, digunakan pers. 1.1.

Hubungan antara besaran tsunami,m, dengan kedalaman laut (d)

Terdapat hubungan empiris antara kedua parameter yang diberikan oleh persamaan berikut:

m = 1.7 log(d) – 1.7                (1.3)

 

Contoh 1:

Di laut dengan kedalaman 50 m terjadi gempa dengan kekuatan 7 skala Richter. Pusat gempa berada pada 40 km di bawah dasar laut. Perkirakan besarnya tsunami yang terjadi.

Penyelesaian:

Dengan menggunakan, untuk M=7 dan h=40 km, didapat titik data berada antara garis A dan B; yang berarti gempa tsb berpotensi menimbulkan tsunami.

Penyelesaian contoh 1 (lanjutan..)

       Selanjutnya dihitung besaran tsunami (m) dengan persamaan (1.2) dan (1.3): m= 2.26 .(7) – 14.18 =1.64 m = 1.7 log(50) – 1.7= 1.19

       Dari kedua nilai tsb diambil yang terkecil yaitu m=1.19.

       Dengan menggunakan Tabel 1, untuk nilai m=1.19 didapat tinggi tsunami berkisar antara 2.4 m dan 3.4 m

       Apabila digunakan Pers. 1.1, untuk tsunami yang berlaku di Jepang diperoleh nilai m=???; sehingga tinggi tsunami adalah ????

 

Tsunami Warning Centre

       Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini.

       Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.

 

DAMPAK NEGATIF

Dampak negatif yang diakibatkan tsunami :

       merusak apa saja yang dilaluinya, i.e. bangunan dan tumbuh-tumbuhan,

       mengakibatkan korban jiwa manusia

       menyebabkan genangan,

       pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.

Beberapa langkah penanggulangan dan menekan dampak tsunami:

       Daerah sempadan pantai harus cukup lebar dan ditanami tanaman pelindung

       Daerah pemukiman ditempatkan di lokasi yang aman, yang ditetapkan berdasar tinggi gelombang dan topografi daerah

       Dibuat bangunan pelindung tsunami yang berupa tanggul di sepanjang pantai

       Fasilitas pelabuhan sebaiknya dipisahkan dari pemukiman, untuk mencegah benda-benda terapung seperti perahu, drum dan benda lainnya dapat menjadi tenaga penghantam yang merusak bila terjadi tsunami

 

CASE STUDY:

Massive earthquake hits Japan

An 8.9-magnitude earthquake hit off the east coast of Japan in March 11, 2011. The quake -one of the largest in recorded history -triggered a 23-foot tsunami that battered Japan's coast, killing hundreds and sweeping away cars, homes, buildings, and boats.

Note: 1 foot = 0.3048 meters

23 feet = 7.0104 meters

Perkiraan Waktu Perjalanan Gelombang Tsunami Jepang 2011.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

 

References:

Bambang Triadmodjo, 1999, Teknik Pantai, Beta Offset,

Yogyakarta http://wcatwc.arh.noaa.gov/ http://penelitigempa.blogspot.com/

http://www.boston.com/bigpicture/2011/03/massive_e arthquake_hits_japan.html

http://rovicky.wordpress.com/2011/03/14/jepangsebelum-dan-sesudah-gempa-2011/ http://pubs.usgs.gov/gip/dynamic/inside.html

No comments:

Post a Comment