Saturday, October 26, 2019

Alat Bantu Penangkapan Ikan Rumpon (Metode Penangkapan Ikan (MPI))



DEFINISI RUMPON :

ž Alat bantu penangkapan ikan berbentuk alat, obyek atau struktur yang bersifat permanen atau sementara yang didesain dan dikonstruksi dari jenis material alami dan buatan yang dijangkar menetap atau dapat dipindahkan di laut dalam atau di laut dangkal

ž Alat pemikat ikan adalah benda ( obyek ) buatan manusia yang diletakkan ( tertancap atau bebas mengapung ) di lautan untuk menarik dan mengumpulkan ikan-ikan pelagis.

ž Alat bantu penangkap ikan yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut.

ž Rumpon adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan berbentuk alat, obyek atau struktur yang bersifat permanen atau sementara yang didesain dan dikonstruksi dari jenis material alami dan buatan yang dijangkar menetap atau dapat dipindahkan di laut dalam atau di laut dangkal untuk maksud memikat ikan dengan efek utama memusatkan gerombolan ikan agar mudah dalam menangkapnya (Anonymous, 1996).

ž Pengertian rumpon (Fish Agregating Device ) menurut Departemen of Land and Natural Resources State of Hawaii ( 1980 ) dalam Sjarif, et. al., ( 1998 ), adalah “Fish Agregating Buoys are man made floating object ( floatsam ) placed (anchored or free floating ) in the ocean to attract and concetrate certain pelagic fishes “, maksudnya adalah alat pemikat ikan adalah benda ( obyek ) buatan manusia yang diletakkan ( tertancap atau bebas mengapung ) di lautan untuk menarik dan mengumpulkan ikan-ikan pelagis.

ž  Menurut Brandt ( 1984 ) dalam Sjarif, et. al., ( 1998 ), rumpon telah lama dipakai oleh nelayan Indonesia. Nelayan di Malaysia menamakan rumpon dengan istilah “Unjang”, nelayan Mediterania menamakannya “Kannizatti” dan nelayan Marjoca di Spanyol menamakannya dengan istilah “Llampuguera”. Semakin berkembangnya teknologi yang semakin canggih dengan menambahkan radar reflektor, radio transmitter sehingga memudahkan nelayan untuk melacaknya.

ž Menurut Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1 Tahun 1997 dalam Sjarif, et. al., ( 1998 ), rumpon didefinisikan sebagai berikut : rumpon adalah alat bantu penangkap ikan yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut. Lebih lanjut Keputusan Menteri Pertanian Nomor 51 Tahun 1997 tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan penempatannya di perairan, rumpon dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :

ž rumpon perairan dasar, yaitu rumpon yang dipasang dan ditempatkan di dasar perairan laut.

ž rumpon perairan dangkal, yaitu rumpon yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut yang kedalamannya sampai dengan 200 meter.

ž rumpon perairan dalam, yaitu rumpon yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut dengan kedalaman lebih dari 200 meter.

 

NAMA LAIN RUMPON

ž “Unjang”

ž “Kannizatti”

ž “Llampuguera”.

 

KLASIFIKASI RUMPON

1. Rumpon tradisional umumnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu ; pelampung, tali jangkar, jangkar serta pemberat, dan pemikat atau attractor, yang umumnya kesemuanya terbuat dari bahan alami.

2. Rumpon modern merupakan pengembangan dari rumpon tradisional berupa konstruksi maupun bahan yang digunakan sehingga dapat lebih tahan lama. Alat tangkap yang digunakan dalam menangkap ikan di sekitar rumpon pada umumnya berupa huhate dan pancing ulur serta drift vertical line

 

CONTOH RUMPON MODERN



CONTOH RUMPON TRADISIONAL



Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment