Sunday, October 27, 2019

Alat Tangkap Jaring Insang Gillnet (Metode Penangkapan Ikan (MPI))



7. Jaring Insang (Gillnets)

      Prinsip menangkap ikan dengan gillnet:

Membiarkan ikan secara pasif untuk melewati jaring gillnet yang terbentang.

      Merupakan alat tangkap pasif yang sangat bergantung pada pergerakan ikan target.

  Fungsi mata jaring dan jaring adalah sebagai penjerat ikan dinding penghadang, dan bukan sebagai dinding penghadang seperti pada alat tangkap purse seine.

 

Menurut FAO (Nedelec & Prado, 1990), gillnet diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu:

1.   Set gillnets (dioperasikan di dasar laut, kadang dihanyutkan.

2.   Driftnets (dengan atau tanpa kapal motor)

3.   Dragged gillnets

4.   Encircling gillnets (ikan diarahkan menuju jaring, umumnya menggunakan rangsangan bunyi).

 


Hasil tangkapan

¨ Drift Gillnet dan Encircling Gillnet

¨ Menangkap ikan-ikan pelagis maupun pertengahan yang berenang secara bergerombol  maupun satu persatu. Jenis ikan yang tertangkap antara lain  lemuru, layang, tongkol, kembung, tembang, herring, cod, flat fish, halibut

¨ Set Gillnet (dasar)

¨ Menangkap ikan-ikan dasar maupun pertengahan seperti manyung, herring, cod, flat fish, halibut, mackarel, yellow tail, sea bream, udang, lobster dll

 

Hal-Hal yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan

¨ Bahan Jaring

¨ Ketegangan rentangan tubuh jaring

¨ Shortening atau shrinkage

¨ Tinggi jaring

¨ Mesh size

 

6. Jaring Insang (Gill Net)

Jaring Insang Hanyut / Drift Gill Net

 


Jaring Insang:

Jaring insang pada dasarnya adalah sebidang jaring yang dioperasikan sedemikian rupa untuk menghadang pergerakan gerombolan ikan (sesuai atau melawan arus). Ikan diharapkan terjerat pada mata jaring dengan sistem: terjerat pada kepala bagian depan (snagged), terjerat pada insang (gilled), terjerat pada bagian sirip punggung (wedged) maupun terpuntal (entangled). Dengan demikian penamaan jaring insang sebenarnya tidak spesifik untuk ikan yang terjerat pada insang saja.

 

Jaring Insang termasuk jenis alat tangkap yang pasif dan selektif. Jaring tidak bergerak, sebaliknya, ikan yang akan masuk dan berusaha melewati mata jaring sehinga terjerat atau terpuntal. Dia hanya menangkap ikan-ikan pada kisaran ukuran tertentu sesuai dengan ukuran mata jaring.

 

Alat tangkap Jaring Insang digunakan pada hampir semua daerah di Indonesia. Nama yang paling umum digunakan adalah Gill net maupun Jaring Insang. Hasil tangkapan terutama ikan-ikan permukaan seperti tongkol. Namun ada juga jenis Jaring Insang yang khusus ditujukan untuk menangkap udang dan ikan dasar lainnya.

 

6. Jaring Insang Tetap

(Set-Gill Net)

 


Jaring insang bisa dioperasikan secara beragam – dipasang secara permanen tidak bergerak (fixed Gill net), juga bisa dioperasikan hanyut mengikuti arus. Pada jaring insang tetap, jaring dilengkapi dengan pemberat sampai dasar agar tidak mengikuti arus. Sesuai dengan ikan yang menjadi target penangkapan, jaring insang juga bisa dioperasikan pada permukaan, pada kolom air ataupun jaring insang dasar. Hal ini dilakukan dengan mengatur kekuatan antara pemberat dengan pelampung pada bagian atas jaring.

 

6. Jaring Insang (Gill Net)

Jaring Insang Lingkar / Encircling Gill Net

 


Jaring insang bisa dioperasikan secara melingkar untuk mengurung gerombolan ikan. Hal ini terutama dilakukan jika lebar jaring mencapai dasar perairan, sehingga sedikit kemungkinan ikan terlepas melalui bawah jaring. Ketika jaring ditarik secara perlahan, pergerakan ikan akan semakin terbatas dan akhirnya terjerat atau terpuntal pada jaring.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, alat tangkap Jaring Insang termasuk jenis alat yang selektif. Kelemahan dari alat ini adalah ketika mengambil ikan hasil tangkapan harus dilakukan satu per satu.

 

6. Jaring Insang (Gill Net)

Jaring Klitik/Gondrong/Udang / Trammel (Shrimp) Net

 

 

Jaring Udang:

Hampir semua daerah di Indonesia mengenal Jaring Udang atau Jaring Klitik. Di daerah Utara Jawa, Jaring Udang juga disebut Jaring Gondrong. Konstruksi Jaring Udang sama dengan Trammel Net. Jaring ini umumnya terdiri dari tiga-bidang jaring yang disatukan secara bersama. Mata jaring pada jaring bagian tengah lebih besar dibandingkan dengan ukuran mata jaring pada jaring tepi. Namun serat Tasi pada jaring tepi terbuat dari serat mono-filamen yang lebih halus dibandingkan jaring bagian tengah.

 

Jaring udang bisa dioperasikan secara vertikal di dasar menghadang pergerakan udang maupun ditebarkan hampir seluruhnya menutupi dasar. Ujung jaring dihubungkan dengan tali utama yang diikatkan ke perahu. Jaring biasanya dibiarkan selama sekitar 3 jam sebelum diangkat. Setiap udang yang melewati jaring biasanya akan tertangkap secara terpuntal antara jaring tepi dan jaring tengah. Udang hasil tangkapan Jaring Klitik sebagian besar masih dalam keadaan hidup.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment