Saturday, October 26, 2019

Alat Tangkap Long Line (Metode Penangkapan Ikan (MPI))



Jenis & Karakteristik Long line

 

Jenis Long Line :

1. Long line Permukaan

2. Bottom Long line

3. Vertikal Line

 

Karakteristik :

1. Panjang dari “long line” dapat mencapai lebih dari 50 km untuk sekala besar pada perairan oceanic

2. Secara umum “long line” terdiri dari 3 bagian : main line, snood, pancing dan umpan

3. Macam-macam type “long line”, dengan jumlah “branch line”dan kail yang berkisar 100 –500 buah

 

Longline dasar ini mempunyai ciri khas, pada kapal longline memiliki ruang yang besar untuk ikan hasil tangkapan, dan kapasitas minyak bahan bakar yang besar, karena perjalanan penangkapan ikan dengan longline memakan waktu 3 – 4 bulan. Pada saat ini untuk di Benoa Bali lama tripnya 21 hari

 

Bahan dan Spesifikasi :

 

1. Spesifikasi :

§  Tali Panjang (Tali Utama, Main Line), Tali Tersebut Secara Berderet di Gantung atau di kaitkan tali-tali pendek ( Tali cabang, Branch Line), Ujungnya di beri mata pancing (Hook)

2. Bahan :

      Dengan menggunakan tali dari bahan ‘poly ester’

      Bahan ‘Kuralon’ (PVA)  : (Densitas 1,38), > Densitas Air Tawar  1,00 , Densitas Air laut 1,026.

 

Longline yaitu suatu pancing yang terdiri dari tali panjang ( tali utama, main line ) kemudian pada tali tersebit secara berderet pada jarak tertentu digantungkan atau dikaitkan tali-tali pendek ( tali cabang, branch line ) yang ujungnya diberi mata pancing ( hook ) tergantung dari banyaknya satuan yang dipergunakan, panjang tali tersebut bila direntangkan secara lurus dapat mencapai panjang ratusan meter bahkan puluhan meter ( km ).

 

Unit dasar longline meliputi 4 bagian, yaitu :

Bagian terpenting  ( biasa disebut groundline ) yaitu tali panjang

Branch line atau ganglion

 

kait

umpan

Bottom longline atau longline dasar adalah suatu pancing yang dipergunakan untuk menangkap ikan-ikan oceanis yang dilihat dari nama alat tangkapnya, ikan- ikan yang ditangkap tersebut hidup di dasar perairan.

 

dengan menggunakan tali dari bahan “poly ester” sangat pesat perkembangannya di Jepang. Bahan ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan yang lain karena memiliki sifat sifat fisik yang baik serta mudah didapatkan dipasaran atau pabrik-pabrik pembuatnya. Penanganan dan perawatannya relatif sama dengan “long line” dengan bahan “kuralon” (PVVA), namun perakitannya lebih ringan  karena bahan ini lebih halus dan lunak.

 

Adapun sifat fisik bahan “polyester” :

Memiliki nilai densitas yang cukup tinggi (densitas 1,38), artinya sifat bahan ini tenggelam jika di perairan karena nilai densitasnya lebih besar dari densitas air tawar (densitas 1.00), maupun densitas air laut (densitas 1,026).

 

Memiliki kekuatan yang baik terhadap beban

Ketentuannya sangat baik  

Kemulurannya kurang karena tidak dapat direnggangkan

 

Hasil Tangkapan Long Line

¡  Bluefin tuna

¡  Albacore

¡  Big eye tuna

¡  Yellow fin tuna

¡  Northerm bluefin

¡  Blackfin

¡  Skipjack

¡  Shortbill spearfish

¡  Sailfish

¡  Striped marlin

¡  Blue marlin

¡  Black marlin

¡  Sword fish

¡  Shark

 

UNIT LONG LINER

 


2. Pancing

Rawai Hanyut – Drift Long Line

 


      Tali Utama / main line

      Tali cabang / branch line

      Swivel / kili-kili

      Pancing  + kait + umpan

      Pelampung utama

      Pelampung tambahan

      Perahu

 


Brunei – Peter Mous

 

2. Pancing

Rawai Tetap – Set Long Line

 


Rawai Dasar (Bottom Long Line)

Rawai dasar adalah jenis Rawai Tetap yang dipasang pada dasar perairan secara tetap (tidak hanyut). Setiap tali utama dilengkapi dengan pelampung (terapung di atas permukaan) dan juga pemberat sampai di dasar perairan. Target utama dari Rawai Dasar adalah ikan Cucut.

 

 

Pancing

Pancing merupakan terjemahan yang umum dipakai untuk istilah Hook and Line. Semua jenis pancing termasuk dalam kelompok ini, yaitu alat tangkap ikan yang terdiri dari tali, mata pancing serta joran (pada Huhate). Setiap mata pancing dipasang umpan, baik umpan asli maupun buatan untuk menarik perhatian ikan memakan pancing.

 

Rawai adalah salah satu jenis alat Pancing yang umum dikenal oleh nelayan di Indonesia. Rawai terdiri dari tali utama, pada jarak tertentu dari tali utama dipasang tali cabang, setiap tali cabang dipasang mata pancing dan mata pancing selalu dipasang umpan asli (ikan). Setiap ujung tali utama selalu dilengkapi dengan pelampung utama yang terapung di atas permukaan air. Rawai Tuna adalah salah satu jenis Rawai hanyut, dioperasikan dekat permukaan dan ditujukan untuk menangkap ikan tuna.

 

Publisher

Gery Purnomo Aji Sutrisno

Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015

No comments:

Post a Comment